
Hampir tiga hari Ara dirawat dirumah sakit hari ini dirinya akan keluar dari rumah sakit dan hari ini juga iya akan pulang ikut degan ibunya.
Entah kenapa hatinya sagat bahagia entah karna dirinya merindukan kedua orang tuanya atau karna dirinya rindu suasana rumah yang selalu sibuk degan aktivitas memasak dan melayani pembeli.
''Mas gak apa-apakan Ara pergi''.
''Gak apa-apa sayang,kalau Mas tidak banyak pekerjaan Mas akan meginap dirumah Ayah''.Fio berbicara sambil membantu sang istri untuk keluar dari mobil sesaat setelah mereka sampai didepan rumah orang tua Ara.
''Waah nak Ara pulang to sudah lama sekali tidak pulang kerumah''.melihat ada sebuah mobil mewah yang terparkir membuat para tetangga berdatagan,mata mereka melotot saat melihat siapa yang keluar dari mobil teryata keluarga Ara,seketika jiwa kepo mereka langsung keluar.
''Iya Bu''. jawab Ara sambil terseyum meskipun iya sama sekali tidak bisa melihat siapa yang sedang berbicara didepannya sekarang,tapi iya sagat megenal suaranya.
''Ayo sayang masuk''.Fio berbicara sambil membantu istrinya berjalan menuju rumah mertuannya,panas yang mulai meyegat membuatnya tak tega harus membiarkan sang istri berdiri diluar terlalu lama.
''Istirahat ya sayang''.lirih Fio sambil membantu sang istri untuk berbaring.
'' Tapi Mas Ara bosen tiduran terus,izinkan Ara keluar ya''?..berbicara degan wajah memelas.
''Iya baik lah''.jawabnya degan nada terpaksa dan kembali membantu istrinya untuk berjalan keluar kamar.
''Sayang mau kemana Nak''?.tanya Ayu saat melihat anak dan menantunya keluar kamar kembali.
''Ara pegen duduk diluar Bu bosan tiduran melulu''.jawabnya yang diangguki sang ibu sambil terseyum melihat betapa perhatiannya menantunya itu kepada anak semata wayangnya.
Ditempat lain tepatnya ditaman.
Sudah beberapa hari ini Zapier duduk menungu wanita yang selalu duduk ditaman,tapi beberapa hari ini wanita itu sama sekali tidak datang disana entah kemana perginya wanita cantik itu.
''Kemana dia''.lirihnya sambil berjalan degan gontai menjauh dari taman.
Langkahnya terhenti saat mendegarkan gawainya berdering.
''Pemuas Nafsu''nama yang tertera dilayar Smartpthone.itu artinya Sonia yang menelfon.
''Mau apa dia''?lirihnya sambil menggeser tanda hijau dilayar ponsel.
🌻Zavier ''Hem..ada apa''?...
🌻Sonia''kamu dimana''?
🌻Zavier''Dirumah''.jawabnya malas.
🌻Sonia''ketemuan sekarang''?
🌻Zavier''Boleh gue OTW''.jawabnya memutuskan sambugan telfon secara sepihak kemudian berjalan memasuki mobil dan menjalan-kannya menuju Apartemn Sonia.
Sesampainya disana iya langsung masuk tampa menekan bel terlebih dahulu,itu semua karna doi sudah tau kode apartemen milik mantan Kakak iparnya itu.
''Aku megiginkan mu''.Sonia berbicara sambil bergelayut manja didada bidang Zavier.
''Gue lagi gak mut''.balas Zavier ketus.
''Kenapa''?..sambil menaikkan alisnya binggung.
''Tau Ah..gue lagi gak mut buat bercinta''.
''Lho kenapa cerita sama gue''.
''Tau ah gue lagi jatuh cinta sama seseorang''.
''Serius''?..
''Terus''?..Sonia malah ikut duduk diatas paha Zavier.
''Trus apa-an''?beberapa hari ini gue malah gak bisa melihat dia.meski hanya melihat wajahnya dari jauh''.
''Ha..ha...seketika tawa Sonia pecah saat mendegar seorang Zavier mencintai seorang wanita dalam diam.
''Lho malah ketawa lagi bukannya bantuin''gerutunya sebel.
''Lho perkosa saja gampang kan''?..
''Hamil tinggal nikahi''.celetuk Sonia membuat Zavier meganguk-anggukkan kepalannya.
''Ide lho boleh juga''.berbicara sambil meyambar bibir Sonia dan megecupnya degan rakus.
Kemudian iya melepaskannya secara sepihak dan melangkah keluar dari kamar Sonia,membuat wanita itu menggerutu karna nafsunya harus tertahan.
Disepanjang jalan Zavier membayangkan wajah cantik wanita yang selalu iya kagumi dari kejauhan.kenapa iya bisa secemen ini untuk meyetakkan cintanya pada wanita itu.
''Kenapa Lo tumben''?..tanya Jio saat melihat wajah Zavier yang terseyum seperti mendapatkan lotre.
''Mau tau aja''.sewotnya sambil berjalan memasuki kamar.
''Sok yes lu''.balas Jio tak kalah sengit sambil berjalan keluar dari rumah.
Tujuan Jio saat ini Kafe iya sekarang igin menenangkan hati dan mencari hiburan disana.
''Aw....''.
''Maaf-maaf''.lirih gadis berseragam kariawan Kafe yang baru saja menabrak Jio dan menumpahkan minuman yang iya bawa tepat didada bidang laki-laki muda itu.
Jo langsung menoleh kearah dadanya seketika rahangnya megeras sambil meraih wajah gadis itu dan berkata.
''Mata lho masih befilungai kan"?...gadis itu megenguk takut.
"Trus kenapa tidak dipakai"?..
"Maaf Bang saya gak segaja".jawabnya gugup degan tubuh yang sudah bergetar.
"Gak segaja kamu bilang lho lihat gak baju gue pada kotor begini".bentaknya membuat tubuh wanita itu semakin bergetar.
"Ada apa ini".tanya menejer Kafe saat melihat kerubutan didepan Kafe.
"Lho ajari lagi kariawan lho,ajari dia cara menggunakan matanya degan baik.jagan ceroboh lagi dan meyusahkan orang seperti ini".serkasnya sambil melangkah keluar dari Kafe.
"Sial".umpatnya kesal sambil melangkah keluar dari Kafe dan berjalan menuju parkiran dimana mobilnya berada.niat hati igin mencari hiburan dan menenagkan pikiran pupus sudah yang ada hatinya sekarang malah semakin kacau.
🌹🌹🌹🌹🌹
Wah Banang Jio jagan galak-galak ntar naksi lho.
Hadiah donk like vote and komen
makasih
Bay..bay...
Tbc.