Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par 45



''Haduh...kamu dimana Ra''.?lirih Jio frustasi. sambil melangkah keluar dari rumah sakit. tujuannya kini rumah kedua orang tua Ara,iya berharap Ara ada disana sekarang.


Pukul tujuh malam


Jio sampai didepan rumah kediaman kedua orang tua Kakak iparnya itu.perlahan kakinya melangkah menuju rumah kedua orang tua Ara,Jio mengetuk pintu degan pelan,namun belum juga dibuka, berkali-kali iya mengetuk pintu namun tetap tidak ada jawaban dari dalam rumah.


''Nak Jio kok ngak masuk''.seorang laki-laki paruh baya berdiri tepat dibelakang Jio degan menggunakan beju Koko.


''Eh..Om..sudah Jio ketuk tapi belum ada yang bukain Om''.Jio berbicara sambil menyelami tagan laki-laki paruh baya itu.


''Oh..mungkin Tante sedang mengaji dikamar, jadi tidak kedegaran,ya sudah ayo masuk''.


''Iya Om''.


''Om Aranya ada''?..Jio langsung keinti tujuannya kerumah ini,setelah mereka berdua masuk kedalam rumah.


''Oh..Ara...ada dikamar sebentar Om pangilkan Tante biar dipanggilkan".ucap Adit yang diangguki Jio,sambil mendarat bokongnya dikursi rumah Kakak iparnya itu.


''Buk..tolong panggilkan Ara itu nak Jio ada diluar...nyariin''.


''Iya Yah''.jawab Ayu sambil berdiri dari duduknya dan meletakkan al'Quran diatas lemari yang ada dikamar.


''Nak...ada nak Jio tu nyariin kamu,ayo keluar''.hening tidak ada jawaban dari dalam kamar.


''Ara keluar dulu,ada yang nyariin sayang''.tetap hening.


Degan terpaksa Ayu masuk kedalam kamar,namun kamar sunyi tidak ada Ara didalamnya.


''Ara Nak kamu dimana sayang''.Ayu mencari-cari diseluruh sudut kamar,namun tidak ada tanda-tanda Ara didalamnya.


''Yah..Yah...''.


''Ada apa to Buk kenapa menjerit begitu''?..


''Aranya gak ada Yah'''.


''Tenang dulu to Buk mungkin Aranya lagi keluar sebentar''.


''Ada apa ya Tante...Om''?..Jio langsung datang saat mendegarkan suara ribut yang berasal dari kamar.


''Ara gak ada Nak''.


''Lho kok bisa''?balas Jio yang langsung mencari kesetiap sudut kamar,kemudian iya menemukan sebuah kertas yang tergeletak diatas lemari hias.


''Om..Tante..ini''.Jio menjulurkan kertas yang iya temukan kepada suci dan Adit.


Degan cepat Adit menyambar kertas yang dijulurkan Jio kemudian membukanya.


DEAR AYAH DAN IBU


Maafkan Ara yang telah pergi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan ibu,Ara tau Ara salah,tapi Ara mohon izinkan Ara untuk menata hidup Ara kembali Bu,Ara igin hidup mandiri Bu,tolong jagan menyalahkan siapa-siapa degan semua ini.karna ini adalah takdir hidup Ara Bu,iklaskan Ara pergi untuk sememtara,doakan Ara dimana pun Ara berada dan doakan Ara bisa sukses ya Bu,seperti apa yang Ara cita-citakan,Ara janji sama Ibu dan Ayah suatu saat Ara pasti akan kembali.


Peluk sayang dari Ara terima kasih atas segalanya Bu.berbahagialah jagan bersedih karna jika Ibu dan Ayah disana bersedih,Ara disini juga Ikut sedih.


Ayah,Ibu sayang Ara kan''?.. jika Ibu sayang Ara,Ara mohon berbahagialah demi Ara Bu''.doakan Ara ya Bu''?..


Terima kasih atas segalanya


****


"Ayah Ara Yah''.Ayu sudah menjerit histris saat setelah surat selesai dibaca.


"Apa yang sebenarnya terjadi nak Jio,kenapa Ara bisa pergi"?..nada suara Adit sudah mulai meninggi.


"Kalau soal itu Jio tidak berani menceritakannya Om,karna itu masalah keluarga,ada baiknya Om tanya kan langsung pada Kak Fio Om".


"Hiks...hiks...anak kita Yah".


"Sabar Buk Ibuk jagan seperti ini,Ara akan sedih jika Ibu seperti ini,apa Ibu lupa pesan dari anak kita".Adit berbicara sambil mendekap tubuh sang istri mencoba untuk menengkan istrinya itu.


"kalau begitu saya pamit dulu ya Om".Jio langsung berlari keluar dari rumah kedua orang tua Ara.tujuannya saat ini igin mencari Kakak iparnya itu.


"Lho kemana sih Ra kenapa lho tega meninggalkan Kakak dalam keadaan sakit.bukankah selama ini Fio selalu memperlakukan mu degan sagat baik"?..lirih Jio berbicara sendiri,sambil terus menyusuri jalan.berharap iya bisa menemukan Kakak iparnya itu


Namun sudah hampir pukul sepuluh malam Ara tidak juga iya temukan.


"Lho kemana sih Ra,apa yang harus gue katakan jika Kakak menanyakan lho besok".Jio menyandarkan kepalanya distir mobil sambil memejamkan matanya sejenak.


Ditampat lain.


Seorang wanita kini duduk disalah satu terminal dikota jakarta,malam ini juga iya akan pergi dari kota kelahirannya itu.berharap degan melakukan itu semua iya bisa melupakan masalah hidupnya yang sagat rumit dan menyesakkan dada.


Troma pemerkosaan masih terus terngiang-ngiang didalam igatannya ,ditambah lagi mengigat tentang kebohongan Fio padanya,hinga membuat dadanya semakin sesak.tak terasa air matanya kembali menetes.iya harus pergi sekarang,iya benar-benar tidak mau dianggap sebagai plakor dan diaggap sebagai perusak rumah tangga orang.


Hanya satu yang iya yakini,sebuah hubunga yang dilandasi kebohongan tidak akan pernah menghasilkan kebahagiaan.jadi untuk apa iya bertahan jika suatu saat semunya juga akan berakhir.


"Lho jagan nangis Ara".lirihnya sambil meghapus air matanya degan kasar.


Sebuah bus berhenti tepat didepannya, perlahan Ara berdiri dan melangkah memasuki Bus,entah kemana tujuan Bus itu sekarang, yang jelas malam ini iya harus pergi menjauh dari Fio.


Iya yakin degan uang Fio bisa melakukan apa saja,termasuk untuk menemukannya,bukan perkara yang sulit bagi Fio untuk membayar orang-orang agar mencari keberadaannya.oleh sebab itu iya harus pergi menjauh sekarang. sejauh-jauhnya agar Fio tidak bisa menemukannya.


"Selamat tinggal kota kelahiran".lirihnya sambil memejamkan mata kemudian menyenderkan kepalanya dijendela Bus.


*****


"Mbak bagun Mbak".seorang knek bus membangun kan Ara yang kini sedang tertidur pulas.


"Eh..iya Mas sekarang kita berada dimana"?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and komen makasih


Bay...bay...😍😍😍


Yuk mampir disiniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



Tbc.