
''Ayo sayang''.Fio langsung menarik istrinya untuk masuk kedalam kamar. tanpa memperdulikan kedua orang tuanya yang kini masih berdiri dengan wajah terkejutnya.
Fio langsung menarik tubuh Ara kedalam dekapnnya. saat melihat wajah shok istrinya.
''Apa yang dikatakan Ibu Mas benar''?.Ara bertanya dengan tatapan kosongnya. bahkan air mata wanita itu iya biarkan menetes begitu saja.
''Sudah lah sayang itu semua sudah berakhir''.
''Tapi Ara kotor Mas,pantas saja selama ini Ara tidak hamil-hamil.Ara ingat sekarang Mas jika Ara hanya lah wanita kotor''.
Ara kebali hisyris seperti waktu pertama iya diperkosa. bahkan wanita itu menggosok-gosok lengannya dengan kasar.
''Jagan seperti ini sayang.Mas mohon''.Fio sudah mulai ikut menaggis melihat pandagan terluka dan hancur istrinya.
Ara tak bergming iya malah duduk meringkuk disudut kamar.dengan memeluk lututnya sendiri.tubuhnya bergetar pertanda wanita itu kini menaggis.
Fio meraih smartpthone yang ada disaku celanya untuk menghubungi sang adik.
****
"Kak".selang beberapa saat Jio ,Ais dan juga putri kecilnya sudah berada disana. setelah beberapa saat tadi Fio menghubungi mereka.
"Sini sayang sama Om''.Fio langsung meraih tubuh mungil keponakannya dan membawanya melangkah mendekati Ara.
''Sayang lihat siapa yang datang''?...
Ara menoleh dengan mata sembab dan air mata yang terus menetes.
Ara tak bergeming tatapan matanya kosong menatap bocah kecil yanga ada didepannya sekarang.
Akhirnya Jio ikut melangkah mendekati sahabatnya itu.itu pun setelah dirinya mendapatkan persetujuan Ais.
"Ara kau tau hidup didunia ini tak selamanya perjalanan kita selalu mulus.bahkan nabi saja selalu diberikan cobaan.apa lagi hanya kita manusia biasa.tapi yakin lah, setiap allah menitipkan cobaan. itu artinya allah yakin bahwa kamu sanggup untuk menghadapinya,Sekarang ayo ambil wudhu kamu laksanakan sholat Dhuha dulu"
Akhirnya Ara menuruti permintaan sahabatnya yang selalu bisa membuat hatinya tenang.
Setelah selesai megambil wudhu Ara langsung melaksanakan sholat sunat dua rokaan itu dengan khusuk.bahkan saat memanjatkan doa wanita itu terus menangis sampai sesegukan.
Setelah menunggu hampir setegah jam akhirnya Ara selesai melaksanakan sholat sunat dua rokaan itu.
Perlahan kaki Fio kembali melangkah mendekati istrinya,setelah wanitanya itu selesai membuka mukena.
Tagan kecil Jean pengapai-gapai minta digendong namun Ara tetap diam.
Melihat reaksi istrinya Fio mendesah kasar sambil melangkah akan pergi namun.
''Jean mau dibawa kemana Mas''?Ara dengan cepat berdiri mengambil bayi mungil itu dan menariknya kedalam dekapan hangatnya.
"Sayangnya Bunda iisss...gemesnya".
''Adek udah baikan''?..Fio bertanya dengan nada kawatir.
''Apa yang membuatku tak baik-baik saja Mas''?...ini adalah takdir hidupku apa yang harus kulakukan jika seandainya Ara tak bisa menerima musibah ini''?..iya menarik nafasnya panjang kemudian kembali bersuara.
''Sementara Mas sendiri mau menerima segala kekuragan Ara''.
''Iya sayang Mas akan selalu menerima apa pun kekuragan Adek''.
Akhirnya Fio bisa menarik nafas lega. saat melihat istrinya sekarang jauh lebih baik.
Begitu juga dengan Jio dan Ais. kedua suami istri itu merasa senang karna kini Kakak ipar mereka sudah kembali seperti sedia kala.
''Ya sudah ayo kita sarapan dulu''.
Sebenarnya sekarang bukanlah waktunya untuk sarapan mengingat sekarang sudah pukul sepuluh siang.namun karna tadi pagi kedua suami istri itu belum memakan apa pun, begitu juga dengan Jio dan istrinya membuat perut mereka keroncongan minta diisi.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa like, vote,hadiah and komen makasih.
Bay...bay...,🥰🥰🥰
Tbc.