
''Jagan-jagan''.Sonia semakin menjerit histris saat Jio mendekat,degan satu ekor cicak ditagannya.
''Tolong jagan''.
''Kasi tau atau''?..
''Ok..ok..gue..kasi tau''.
''Cepat katakan dimana istriku''?..Fio berbicara dan langsung menyeret Sonia keluar dari Apartemen.
''Dimana kau sembunyikan istri ku''?..
''Dijalan Xx''.jawab Sonia singkat.
Mendegar penjelasan Sonia Fio degan cepat menarik Sonia masuk kedalam mobil dan Jio langsung menjalankan mobilnya degan kecepatan tinggi menuju tempat yang Sonia sebutkan.
"Dimana kau menyembunyikan istriku bangsat''. Fio sudah mulai kesal karna Sonia sedari tadi hanya berbelit-belit.
"Apa kau igin mati sekarang ha"?..pekik Fio degan nada geram dengan gigi yang bergemeletuk geram melihat wanita yang ada disampingnya sekarang.
"Kak sabar Kak".Jio yang sedang menyetir mobil berusaha menenagkan Kakanya.
''Dia wanita iblis Jio''.Fio sudah benar-benar emosi sekarang,bahkan laki-laki itu kini sudah igin mencekik leher Sonia.
''Kak plis jagan,kalau Kakak membunuhnya Kakak tidak akan bisa menemukan Ara Kak''.saat mendegar itu semua Fio kembali menarik tagannya dari leher Sonia.
Sonia melirik kearah Fio dan tersenyum samar.
''Mana cicaknya Jio''?
Saat mendegarkan kata cicak membuat Sonia kembali ketakutan,sungguh iya benar-benar takut degan hewan yang menjijikkan itu.
''Ok..Ok...gue..kasi tau''.lirihnya sambil megankat kedua tagannya.
''Cepat atau kau akan menyesal,aku sudah tidak igin bermain-main lagi''.Fio berbicara degan nada serius.
''Iya...iya...akan kukatakan sekarang''.
''Dimana katakan sekarang''.sepertinya kesabaran Fio sudah habis untuk melayani wanita ular disampingnya sekarang.
''Dijalan Jaksa''.lirihnya menahan sakit karna tagannya masih depelintir Fio.
Mobil langsung berbelok saat mendegarkan perkataan Sonia.
''Dimana istriku''?..
''Disana''.Sonia berbicara degan tubuh yang terseret-seret oleh Fio saat memasuki gedung tua itu.
''Pegang dia jagan sampai kabur sebelum Kakak menemukan Ara".Fio berbicara sambil menyerahkan Sonia ketagan Jio,kemudian berlari menyusuri bagunan lama yang maungkin sudah lama tidak digunakan.
"Sayang"..
"Kamu dimana"?..Fio berlari sambil menyusuri lorong gedung tua yang sudah sagat lusuh dan menurut Fio sagat menyeramkan.
''Dimana istrinya sekarang''.pikirnya sambil berusaha untuk mencari.
Saat Fio mulai Frustasi,matanya menangkap satu ruagan yang dijaga oleh dua orang laki-laki berbadan tegap.
Degan cepat Fio berlari mendekati ruagan itu kemudian.
"Hey..mau apa kau kesini".salah satu laki-laki bertubuh besar datang menghadang Fio yang igin mendekati ruagan itu.
"Minggir atau kau aku habisi".lirih Fio geram degan mata yang sudah memerah menahan emosi dan.
Namun laki-laki yang satunya mulai melangkah mendekati Fio degan pisau yang iya acungkan didepan Suami Ara itu dan.
''Krek''.Fio langsung meraih kursi yang diduduki salah satu penjaga didepan ruagan.
''Gdubrak''.Fio langsung meghantam kepala laki-laki itu hinga darah segar keluar dari kepalanya,saat ini iya sudah tidak igin bermain-main.
Kemudian degan cepat Fio menendang pintu ruagan saat Fio melihat laki-laki itu sudah terkapar tidak sadarkan diri.
''Sayang''.Fio memanggil Ara saat melihat wanita itu menanggis degan tagan yang terikat.
"Kamu siapa"?...
"Ini Mas sayang".Fio sudah mulai meneteskan air mata saat melihat kondisi istrinya.
Namun jauh dari dugaan-nya saat mendegarkan suara Fio Ara malah semakin histeris.membuat Fio menjadi serba salah.
"Sayang ini Mas sayang".
"Pergi Mas..pergi Ara benci Mas".
Tubuh Fio membeku ditempat ada apa degan istrinya ini,tidak pernah sekalipun Ara berbicara kasar padanya lalu apa ini''?..kenapa istrinya menjadi membencinya seperti ini?..
"Ha...ha...terdegar suara tawa yang menggelegar dari pintu ruagan kumuh tempat penyekapan Ara.
Mata Fio mengeryit lalu bertanya.
"Apa yang kau katakan degan istriku"?..
Lagi-lagi tawa Sonia menggelegar memenuhi ruagan.
''Aaaww sakit bangsat''.Sonia mengumpat saat Fio mencengkram rahang wanita itu degan sagat kuat.
''Apa yang kau lakukan degan istriku jelang''?..mata Fio kini benar-benar dipenuhi amarah.
Sementara Jio laki-laki itu kini berjalan mendekati Ara dan melepaskan ikatan tagan Kakak Iparnya itu.
"Kak sudah Kak sekarang lebih baik kita pergi tidak ada gunanya berurusan degan wanita seperti dia".
Jio langsung berjalan keluar sambil membantu Ara untuk berjalan.
Fio yang melihat istrinya yang dirangkul adiknya sendiri,hanya bisa menatapnya nanar.
Sementara Sonia hanya menatap wajah Fio yang ada didepannya degan tersenyum mengejek.
Perlahan Fio melepaskan cengkraman tagannya,kemudian berjalan meninggalkan Sonia yang masih terbatuk-batuk menahan sakit dirahangnya.
"Dek biar Kakak yang bawa Ara".lirih Fio degan nafas yang masih ngos-ngosan karna berlari terlalu cepat.
🌹🌹🌹🌹🌹
Aduh kasian Fio gimana dong sekarang.
Eeepp...jagan lupa dukugannya hadiah like vite and komen.
Bay..bay..😍😍😍
makasih
Tbc.