Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par48



Setelah memakan sepotong rotinya Jio menyalami tagan dan mencium punggung tagan sang Kakak,kemudian beranjak dari tempat duduk dan pergi entah kemana''?


Fio hanya mendesah panjang,semenjak dirinya sudah mulai kekantor kembali.Jio malah tidak mau lagi membantu dirinya dikantor.padahal adiknya itu sagat pintar dalam segala hal.


''Berangkat sekarang tuan''?..tanya Ikhsan sang asisten yang baru saja datang menghampirinya .


''Hem''.jawab Fio singkat kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah keluar rumah.


Disepanjang perjalanan Fio hanya berdiam diri duduk dikursi penumpang sambil memejamkan matanya,rindunya untuk sang istri kini sudah tidak bisa iya tahan lagi,kemana lagi iya harus mencari istrinya itu.Ara menghilang bagaikan ditelan bumi.


''Sayang''.lirihnya sambil mengusap wajahnya kasar degan air mata yang sudah mulai menetes.


Ikshan yang melihat sekilas sang bosnya dari kaca spion mobil merasa kasihan.sudah sagat lama Bosnya itu hidup bagai kan patung bekerja-bekerja dan bekerja.


Entah seperti apa wanita yang degan tega meninggalkan laki-laki sebaik dan sekaya bosnya,sungguh iya benar-benar penasaran seperti apa istri bosnya itu


''Sudah sampai Tuan''.ucap Ikshan sesaat setelah mobil yang mereka kendarai sampai direstoran tempat mereka akan mengadakan meeting.


Fio keluar dari mobil dengan perlahan,matanya menatap daerah sekitar kemudian kembali melangkah memasuki restoran.


''Selamat siang''.sapa rekan bisnis Fio saat melihat Fio dan Ikshan memasuki restoran.


''Siang,bisa kah meetingnya kita mulai sekarang''?.tanya Fio dengan nada tidak sabar.


Begitulah Fio semenjak istrinya pergi laki-laki ini menjadi laki-laki kejam dan dingin.Fio yang dulunya ramah kini berubah menjadi manusia kaku tampa mau berbasa-basi.


''Oh..ayolah ternyata berita yang beredar itu benar,bahwa anda adalah laki-laki yang tidak suka bersantai dan berbasa-basi padahal kita bisa mengobrol sebentar''.


''Maaf saya masih banyak pekerjaan,kita mulai sekarang atau kerja sama kita batal''.


Dan akhirnya degan mendesah panjang meeting pun dimulai.setelah membahas bayak hal,mulai dari pembagunan proyek keuntugan kontrak dan lain sebagainya.akhirnya meeting pun selesai dan besok Fio dan Ikhsan bisa langsung melihat lokasi pembagunan rumah elit yang mereka rencanakan.


''Kita kehotel sekarang''.pinta Fio cepat karna sekarang tubuhnya sagat lelah dan entah kenapa hatinya mengatakan jika iya harus pergi kehotel.


''Baik tuan''.jawab Ikhsan sambil menjalankan mobilnya menuju hotel milik sahabat baiknya.


Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sampai disebuah hotel RIFCA.hotel yang dibagun oleh sahabatnya setelah istrinya meninggal.sudah lama sekali Ikshan tidak pernah bertemu sahabatnya itu,semenjak Rifki memutuskan untuk pergi jauh dari jakarta setelah istrinya tiada.Ikshan mendesah panjang kemudian berkata.


''Ayo Tuan''.ucap Ikhsan sambil membukakan pintu mobil untuk bosnya itu.


Fio mengikuti Ikshan melangkah kedalam hotel namun doi berjalan degan wajah menunduk.


''Baik tuan''.jawab Ikhsan dan langsung menuju meja resepsionis.


''Selamat siang ada yang bisa saya bantu tuan''?..sapa seorang wanita yang membuat mata jelalatan Ikshan kumat seketika.


''Permisi tuan ada yang bisa saya bantu''?lagi-lagi wanita berhijap itu bertanya sambil melambai kan tagan kewajah Ikshan.


''Plak''.


Satu tamparan mendarat dipunggung Ikhsan.


''Kau dari dulu tidak pernah berubah''.mendengar suara seseorang yang sagat iya kenal membuat Ikhsan outo menoleh.


''Waah gue kagan lu''.Ikshan langsung memeluk Rifki erat meskipun sahabatnya itu terus menolak dan mendorongnya.


''Lepas bagsat kau membuatku jijik".serkas Rifki sambil memdorong tubuh Ikhsan.membuat laki-laki itu outo cegegesan kemudian berkata.


"Karyawan lu cantik banget buat gue ya"?..bisiknya.


"Tuk".satu tepukan mendarat cantik dikepala Ikhsan,Ikshan dan Rifki adalah sahabat sejak mereka sekolah,begitu juga degan almarhum istri Rifki.


"Sakit setan".umpat Ikhsan sambil mengusap kepalanya yang ditepuk Rifki.


"Dia incaran gue jagan coba-coba".bisik Rifki tepat ditelinga Ikhsan.


"Idih lu dari dulu ngak pernah berubah,setiap ngeliat yang bening aja buat lu.lah gue kapan dapat bagian"?.Ikshan berbicara kuat membuat Rifki spontan menutup mulut sahabatnya itu.


kemudian memgalihkan pandagan menatap kearah Ara.sesaat kemudian doi menyengir kaku.


Membuat Ara menatap aneh mereka berdua.


"Gue mau dibawa kemana"?tanya Ikhsan karna Rifki kini sudah menariknya masuk kedalam hotel.


🌹🌹🌹🌹


Maaf outhor updet sedikit.mata oithornya ngantuk,ngak pokus buat ngehalu.😆😆😆


Maklum jika masih banyak typo 🙏🙏🙏


Tbc.