
"Gue bisa iklas melapaskan Lo jika hidup lu bahagia Ra, tapi jika Lu seperti ini itu artinya hidup gue juga akan menderita Ra,Lu tau gimana sakitnya melihat wanita yang kita cintai harus menikah degan Kakak gue sendiri Ra''?...itu sagat sakit hinga gue merasa malas untuk hidup,tapi sesakit apapun itu ini lebih sakita Ra gue bisa mati jika Lu seperti ini terus hiks..hiks..kini Jio sudah menagis sesegukan degan masih memeluk tubuh Ara kuat.
Fio yang mendegar apa yang diucapkan Adikya kini membeku ditempatnya berdiri,perlahan tubuhnya luruh kelantai.
Teryata wanita yang iya nikahi adalah wanita yang dicintai Adiknya selama ini.sekejam itu kah dirinya hinga membaut hidup adiknya mederita,teryata selama ini iya bahagia diatas penderitaan adiknya sendiri,Oh..ya allah Fio megusap wajahnya yang kini sudah dibanjiri air mata.
Pantas saja saat setelah melakukan ijap kobul iya menemukan cincin yang dibeliknnya untuk adiknya itu,mungkinkah Jio igin melamar Ara dihari yang sama saat dirinya menikahi Ara.
Ya allah lagi-lagi Fio megusap wajahnya kasar sungguh iya sagat meyesal sekarang,kenapa iya sampai melukai Adik sendiri dan mungkin Ara sendiri juga sagat mencintai Jio,teryata iya adalah penyebab keterpurukan Jio dan penyebab Jio sampai masuk kerumah sakit.
"Ra gue mohon gomong Ra jagan diam".lagi-lagi Jio berbicara sambil memeluk wanita yang masih sagat iya cintai degan sagat erat berharap degan melakukan ini semua Ara bisa sedikit lebih tenang.
Ara diam iya sama sekali tidak menjawab hanya air matanya yang terus saja menetes sebagai saksi bahwa dirinya sagat terluka.
"Sekarang gue mohon sama lu tolong jagan seperti ini mana Ara yang dulu sagat gue kagumi,Ara yang kuat,Ara yang mandiri Ara yang menjadi rebutan dikampus,Ara yang selalu menolak gue meskipun gue tahu lu juga suka-kan sama gue,ngaku".?..Jio sedikit menggoda Ara berharap wanita itu bisa merespon.
Itu semua benar adanya Ara sedikit terseyum kemudian menjawab.
"Siapa bilang,gue gak pernah suka sama lu".
Seketika itu juga baik Fio mau pun Jio wajah keduanya langsung bebinar saat mendegar Ara merespon.
"Yakin''. goda Jio berusaha membuat wanita yang ada didepannya sekarang bisa melupakan sejenak masalahnya atau bahkan melupakan musibah yang telah menimpanya untuk selama-lamanya.
"Yakin lah gue kan udah punya Mas Fio".jawaban Ara membuat hati Jio mencolos. lain lagi degan Fio entah kenapa mendegar jawaban istrinya menbuatnya terseyum lega apa itu artinya Ara sudah mencintainya sekarang"?..
"Ya..ya..gue..tau Kakak memang lebih terhebat untuk urusan apa pun".
"Ya sudah lu makan ya gue ambilin sebentar".Jio berjalan keluar dari kamar sementara Fio bersembunyi dibalik sova ruang tamu saat mendegarkan adiknya akan keluar.
"Bik...bibik".
"Iya Den".Bik mun langsung berlari tergopoh-gopoh saat mendegarkan Jio memanggil namanya.
"Tokong buatkan makan malam untuk Ara Bik".
"Baik Den".
"Antar dikamar nanti ya Bik".setelah megatakan itu semua Jio langsung berjalan memasuki kamar sang Kakak kembali.
Selang beberapa saat Bik Mun sudah datang degan namoan ditagannya.
"Makasih Bik".
"Iya Den sama-sama".setelah megatakan itu semua Jio langsung meraih makanan yang diantarkan Bik Mun kemudian berjalan mendekati Ara yang masih setia degan lamunannya.
"Ayo Ra makan lu jagan seperti ini terus lu gak kasian sama Kak Fio dia udah seperti orang gila saat melihat lu kayak gini".Jio berbicara sambil menyuapi Ara degan telaten.
"Dret...dret...dret"...
Saat Fio megintip istrinya dari luar kamar Smartpthone yang ada disaku celana bahannya berdering.
"Papa".lirihnya heran kenapa sang Papa menelfonnya bukankah selama ini Papanya menghubunginya hanya jika beliau membutuhkan uang saja.apa mungkin uang yang Fio tranfer beberapa hari yang lalu telah habis.
"Hallo ada apa Pa"?..
"Apa"?..
"Ada apa Kak"?..Jio yang berada tak jauh dari sana ikut berlari keluar saat mendegarkan suara Fio yang melengking kuat.
"Kakak harus kerumah sakit sekarang kamu tolong jaga Ara".setelah megetakan itu semua Fio secepatnya berlari keluar dari rumah,terdegar deru mobil yang dibawa degan sagat kencang.
Jio masih berdiri termangu kenapa Kakaknya malam-malam kerumah sakit siapa yang sakit.
Ya sekarang memang sudah pukul tujuh malam,lamanya Jio berbicara degan Ara hinga dirinya lupa waktu.
Dirumah sakit.
Entah kenapa meskipun mereka berdua tidak pernah akur bahkan Zavier telah melakukan kesalahan besar padanya tapi saat Adik tirinya itu terluka hatinya ikut sedih dan merasa sagat kawatir.
"Suster dimana ruagan korban kecelakaan yang baru saja dibawa kesini"?.
"Oh...diruagan IGD Pak".
Fio langsung berlari setelah mendegarkan jawaban dari suster.
"Pa apa yang sebenarnya terjadi"?..
"Anak sialan gara-gara kamu anak saya jadi seperti ini".Ibu tiri Fio langsung berlari menuju dirinya dan memukul-mukul dada Fio degan keras Fio hanya diam iya tidak igin berdebat sekarang.
"Siapa disini yang bernama Fio"?.seorang dokter laki-laki beperawakan tinggi degan rambut sedikit pirang keluar dari ruagan IGD.
"Saya Dokter...eh...lu ternyata".lirih Fio saat melihat sahabatnya berdiri didepan ruangan operasi.
"Lu lagi apa lagi yang lu lakuin".Jhonsen berbicara sambil berjalan diikuti Fio dari belakang.
"Jagan souzin,gapain lu manggil gue"?..
"Pasien igin ketemu lu".lirih Jhonsen mendesah panjang.
Perlahan mata Fio beralih menatap kearah sang Adik,seketika itu juga air matanya jatuh tanpa pemisi.langkahnya terhayun tanpa iya sadari mendekati Adik tirinya itu.
"Ken...apa l..u...na.gu..s....Kak".Zavier berbicara degan nada tersendat-sendat menahan sakit disekujur tubuhnya.
"Lu kenapa bodoh".Fio kini sudah berbicara sambil menatap wajah adiknya degan linagan air mata.
Zavier terkekeh,kemudian berkata.
"Ini huku...man b...uat g...ue K..ak...se..la...ma..hidu..p..gu..e.cuma...bi..sa.
nyus..sa..hin..lu Kak".
"Lu jagan gomong gitu bagun lu masih banyak hutang sama gue".Fio sudah mulai meraung sambil mendekap tubuh penuh luka sang Adik.
Lagi-lagi Zavier terkekeh degan sisa-sisa tenaganya kemudian kembali berkata.
"Gu..e...mi..ta...maaf..ka...k"?..gu..e...bene..r-be..ne..r..gak...ta..u...ji...ka...itu...istri..lu,uhuk..uhuk...Zavier terbatuk-batuk menahan sesak didadanya.
"Bagun goblok".bentak Fio degan isak tagisnya.
Sudut bibir Zavier tertarik,kemudian kembali berkata.
"To..lo..ng...jik..a...mema...ng...Zav..ier...sudah..ti..dak..bus...a...diselama..tkan..Zavier be...harap...mata..Za..vier...bisa...untuk...menerangi...dunia...Ara...kembali...Kak...maa..f...Kak...Zavier...men...cintai...istri...Kakak...sampaikan...maaf..Zavier....unt..uk..Ara....Kak".
"tut...tut...tut"..
"Aarggg"....
🌹🌹🌹🌹
Lah kenapa tu..
Jagan lupa hadiahnya like vite and komen.
Novel ini tidak dapat outhor updet setiap hari. ditambah lagi sebentar lagi akan menghadapi puasa ramdhan otomatis kesibukan dan konsen trasi akan terbagi kedunia nyata jadi mohon bersabar dan tetap setia menungu karya receh outhor ok.
Makasih
Bay..bay..😍😍😍
Tbc.