Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par27



Setelah dari Kafe Jio menjalankan mobilnya kembali menuju kerumah sang Kakak.


"Eh..den Jio ada apa Den"?tanya Bik Mun saat meilihat Jio berjalan memasuki rumah.


"Kakak mana Bik"?bertanya sambil menadaratkan bokongnya dikursi ruang tamu.


''Oh Den Fio kerumah Sakit Den,kan hari ini Non Ara keluar dari rumah sakit''.


''Jam berapa mereka pulang Bik''?


''Kalai itu Bibik kurang tau,tapi kayaknya Non Ara gak pulang kerumah.soalnya kemaren Bibik deger Non Ara minta pulang sebentar kerumah orang tuanya.katanya sih kagen suasana rumah''jelas Bik Mun panjang lebar.


''Oh..kalau gitu Jio pamit ya Bik''?.lirihnya sambil berjalan keluar rumah dan meleset pergi.


"Bukan kah itu kariawan Kafe yang tadi numpahin minuman dibaju gue''?.ucapnya sambil menuruni kecepatan mobil dan melihat dari kejauhan pelayan kafe tadi yang berjalan kaki dipinggir trotoar.


''Mau kemana dia''?lirihnya pelan sambil megikuti wanita itu dari belakang.


Terlihat wanita itu berjalan sambil sesekali menghapus air matanya.


"Kenapa dia menagis".lagi-lagi Jio bertanya pada dirinya sendiri.


Terlihat wanita itu masuk dijalanan kumuh Jio cepat-cepat keluar dari mobil dan berlari megejar kariawan Kafe Itu dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Gapain dia masuk kedalam ruamah kumuh itu"?lagi-lagi Jio bertanya saat melihat Karyawan Kafe tadi memasuki sebuah rumah kumuh.


Degan perlahan Jio juga ikut mendekat,iya sedikit megintip terlihat wanita muda tadi sedang duduk dihadapan seorang wanita paruh baya dan sepertinya wanita itu sedang sakit.


"Sayang kamu sudah pulang Nak"?...terdegar jelas oleh Jio suara lemah itu bertanya kepada sang anak sambil tetap berbaring.


"Tumben pulang cepat,biasanya selalu pulang sore bahkan sampai malam".


"Iya Bu hari ini Ais pulang cepat". jawabnya berbohong.


Aisza gadis remaja berusia delapan belas tahun tinggi 165cm rambut sebahu kulit putih hidung mancung dan memakai pakaian yang terlihat kusam degan tubuh yang tidak terawat.


Aisza adalah anak yatim yang harus rela megorbankan masa-masa remajanya demi merawat ibunya,yang sudah sakit sakit-sakitan.iya bekerja disebuah Kafe pekerjaan yang susah payah iya dapatkan meskipun kadang iya sering dihina dicaci dan sekarang iya bahkan sudah dipecat.


Sagat pahit hidup yang iya alami,sekarang dimana lagi dirinya harus mencari pekerjaan bahkan mencari pekerjaan dizaman sekarang sagatlah sulit.


Ais mendesah pekan sambil melangkah mendekati tempat peyimpanan beras,lagi-lagi Ais mendesah saat melihat beras hanya tinggal sedikit saja,mungkin hanya cukup untuk makan ibunya siang ini saja,tapi untuk malamnya Ais harus mencari dimana"?


Sementara gaji yang harusnya iya dapat selama beberapa hari bekerja Dikafe,tidak diberikan oleh Bosnya. mereka bilang itu sebagai ganti rugi karna Ais telah menghilangkan pelanggan mereka satu orang dan untuk membayar minuman yang ditumpahkan Ais kebaju pelanggan tadi.


"Sudah Bu".jawabnya berbohong.


Ibunya terseyum dan meraih sendok dari tagan sang anak kemudian meyuapi anaknya sambil berkata.


"Maafkan ibu Nak belum bisa memberikan kehidupan yang layak untukmu,selama ini ibu hanya bisa meyusahkan mu saja"?..lirihnya sambil menagis sesegukan.


"Eh Ibu jagan bicara seperti itu Ais bahagia kok hidup bersama Ibu".jujurnya sambil menghapus air mata sang Ibu.


Ibu Ais sakit setelah ayahnya meninggal beliau terkena struk saat mendegar kabar tentang meniggalnya sang suami.hinga saat ini beliau sudah tidak bisa berjalan lagi,Aislah yang selalu membantu Ibunya melakukan apapun termasuk menjadi tulang punggung keluarga.


Ais tidak punya banyak uang untuk membiayai pegobatan sang Ibu,bahkan untuk makan saja terkadang mereka kesulitan.Ais hanya mampu membelikan obat untuk Ibunya diapotik saja. itupun hanya satu bulan sekali jika dirinya sudah gajian tapi sekarang iya harus apa"?


"Aku gak boleh lemah,Aku harus kuat demi Ibu aku harus mencari pekerjaan setelah inj".batinya meyemagati diri sendiri.


Jio yang berdiri dibalik pintu rumah tersebut ikut meneteskan air mataterlintas diigatannya saat Mamanya meninggal mendadak,bahkan saat itu dirinya masih sagat kecil,mungkin waktu itu umurnya sekitaran lima tahun sedangkan sang Kakak mungkin baru berumur lima belas tahun.


Jio sama sekali tidak tau apa yang meyebabkan Mamanya sampai meninggal.berkali-kali iya megusap Air matanya yang terus saja menetes tampa bisa iya tahan.


Terdegar suara langkah mendekati pintu membuat Jio cepat-cepat berlari menjauh dari sana doi berlari dan bersembunyi dibalik rumah kumuh yang lain.


"Kemana dia". lirihnya saat melihat Ais keluar kembali dan berjalan menuju jalan raya,degan cepat Jio megejarnya,entah kenapa iya igin sekali membantu gadis itu entah karna ibunya atau karna kemanusia-an.


Terlihat Ais singgah ditoko-toko,diwarung-warung bahkan dirumah-rumah.Jio pikir mungkin gadis itu sedang mencari pekerjaan.


"Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan"?lirih Ais sambil duduk ditrotoar.kerigat membanjiri pelipis dan keningnya.


Sementara Jio laki-laki itu terus saja megikuti Ais tapi iya sekarang sudah menggunakan mobilnya.


"Siapa yang menghampirinya".lirih Jio sambil melihat seorang wanita degan pakaian yang sagat minim berjalan mendekati Ais.


🔥🔥🔥🔥


Nah..lho siapa tu Babang Jio"?.


Outhor minta hadiah like vote and komen plisss..


Makasih


Bay...bay😍😍😍


Tbc.