Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par41



''Maaf Pak ada apa ini''.suara seorang perawat yang bertugas menganti cairan infus mengagetkan Fio,spontan laki-laki itu manghapus air matanya dan berdiri degan canggung.


Hening Tidak ada jawaban-nya namun beberapa saat setelah bisa menggontrol diri Fio berkata.


''Tidak ada apa-apa Sus?''.lirihnya sambil memcoba tersenyum meskipun hanya senyum kaku.


''Sus tolong-tolong suruh laki-laki itu pergi Sus''.kembali lagi terdengar suara Ara mengusir dirinya.


''Sayang Mas mohon jagan seperti ini''.Fio memohon degan mata yang sudah megembun.


"Mohon maaf Pak Anda bisa tunggu diliar saja, jika pasien seperti ini terus saya takut kondisi mentelnya akan semakin Buruk''.


"Tapi Sus"?..


"Tolong Pak".


Fio mendesah kemudian degan terpaksa laki-laki itu melangkah keluar dari ruagan. sekali-kali iya menoleh kebelakang berharap istrinya mau memanggil dirinya,tapi nyatanya tidak Ara hanya diam saja,wanita itu hanya diam sambil memeluk lututnya yang bergetar.


Sungguh hati Fio benar-benar sakit melihatnya.


''Lho Kak kok diluar''.Jio yang baru saja datang langsung menghampiri sang Kakak yang hanya duduk dikursi tunggu rumah sakit,sambil menutup wajahnya degan kedua telapak tagannya.


''Ara tidak mau bertemu Kakak Jio apa yang harus Kakak lakukan''?..lirihnya degan wajah frustasi.


''Sabar ya Kak Jio akan berusaha untuk membujuk Ara''.


''Eh..Den Fio kenapa''?


''Lho Bik sama siapa kesini''?..heran Fio saat melihat wanita paruh baya itu berdiri didepannya degan banyak barang ditagannya.


''Sama Den Jio''.


''Iya Kak Jio tadi malam nginep dirumah Kakak,malas beget pulang kerumah Kak,nenek sihir itu selalu saja memaki-maki Jio''.


Fio mendesah panjang masalah yang satu belum selesai sekarang datang lagi masalah lain,apa yang harus iya lakukan sekarang''?..lama-lama seperti ini iya bisa-bisa gila.


''Ara tidak mau melihat Kakak Jio,Kakak harus bagai mana''?..berbicara degan wajah yang iya tutup degan telapak tagan dan menunduk, namun bahu laki-laki itu susah berguncang menandakan doi sedang menangis.


Jio duduk disebelah Sang Kakak,sedih sekali hatinya melihat kerapuhan Kakaknya itu. selama hidunya Fio selalu menderita bekerja banting tulang untuk keluarga.bahkan iya tidak sempat memikirkan wanita sangking sibuknya, sampai iya dijodohnkana degan Sonia,belum lagi tekanan dan keiginan dari Papanya membuat Kakak satu-satunya ini menderita dalam diam.


Itu juga lah alasan Jio mau merelakan Ara untuk Kakaknya itu,karna ini adalah pertama kalinya Jio melihat Kakaknya itu mencintai wanita degan sepenuh hati,bahkan sepenuh jiwa.mungin Fio rela menukar nyawanya demi Ara,disitulah Jio merasa cintanya untuk Ara belum seberapa dibandingkan cinta Kakaknya untuk wanita itu.


''Menangis lah Kak jika itu bisa membuat Kakak tenang''.Jio menepuk pundak Kakaknya pelan berharap dapat mengurangi beban yang dipikul sang Kakak.


"Tuan Non Ara sudah tertidur tuan".Bik Mun nonggol dari balik pintu.


"Iya Bik".jawab Fio degan suara seraknya kemudian melangkah masuk kedalam ruagan rawat Ara.


Langkahnya gontai matanya sayu menatap sang istri,sampai kapan istrinya itu akan membenci dirinya.


''Cup''.satu kecupan iya daratkan dikening sang istri,kemudian iya mengusap kening wanita itu degan lembut ,degan mata yang sudah memerah entah kenapa ini adalah awal darinya meneteskan air mata untuk seorang Wanita.


Menyesal tidak''?..Fio tidak pernah menyesal karna telah menikahi Ara,iya benar-benar bahagia selama menikah degan wanita ini, meskipun Ara tidak bisa melayani semua kebutuhannya namun untuk nafkah batin Ara tidak pernah menolak jika Fio mengajaknya bercinta.


Hati Fio kini sudah dipenuhi nama Ara..Ara dan Ara.entahlah apa jadinya Fio jika Ara tidak mau memaafkannya atau lebih parahnya lagi Ara pergi jauh darinya,iya akan benar-benar gila jika itu semua sampai terjadi.


Setelah puas memandang wajah istrinya Fio berjalan menuju kamar mandi rumah sakit, karna sekarang sudah hampir pukul tujuh pagi.


"Tuan ayo sarapan dulu".Bik Mun yang melihat Fio keluar dari kamar mandi melambaikan tagan meminta majikannya itu untuk sarapan,karna jika tidak diigatkan Fio selalu saja lupa makan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and dukugannya makasih


Bay..bay..😍😍😍😍


Tbc.