
''Setelah selesai memeriksakan kamdugan Ara mereka bertiga kembali lagi kedalam kamar perawatan,cukup lama acara pemeriksaan selesai, dari pertama Fio menolak istrinya diperiksa oleh dokter laki-laki ditambah iya bertanya tentang janinnya yang dokter bilang masih berumur enam mimggu.
Mulai dari menanyakan mana kakinya,mana tagannya dan banyak lagi membuat Dokter megeleng sambil terseyum samar.
''Mas kapan Ara bisa pulang''.Ara bertanya setelah mereka sampai diruagan perawatan.
''Sabar sayang besok Mas tanya dokter ya''?...sekarang makan dulu sedikit saja''.
''Plis demi dedek''.bujuk Fio yang membuat Ara akhirnya meganguk patuh.
''Nah gitu donk''.berbicara sambil meyodorkan bubur dimut istrinya.
''Udah Mas Ara udah gak kuat mual baget Mas''.berbicara sambil berjalan pelan menuju kamar mandi.
Fio yang panik langsung membopong istrinyadan memebawanya kekamar mandi.
''Huek...huek...lagi-lagi Ara memuntahkan bubur yang hanya masuk setegah sendok diperutnya.
''Aduh..kenapa bisa begini sih Dek''.berbicara sambil megusap punggung sang istri degan sayang.
''Ara lemes Mas".ucapan Ara berhasil membuat Fio tambah panik.
"Eehh...Dek...udah kan muntahnya".berbicara sambil meyenderkan kepala istrinya didada bidang miliknya.
"Udah Mas Ara mau tiduran".
"Iya"jawabnya sambil membopong tubuh lemah sang istri.
Degan selalu diikuti Bik Mun dari belakang tentunya untuk membawakan botol infus.
"Tidur ya biar lebih enakan".Fio berbicara sambil membaringkan tubuh sang istri diatas ranjang pasien.
"Bik tolong temani istri saya sebentar ya".
"Baik tuan".jawab Bik Mum patuh.
"Pak''..Bapak bisa kerumah sakit sebentar gak"?...
"Gak apa-apa Pak Ara cuman lagi ngidam aja pegen makan nasi padang buatan Ibu".terdegar tawa bahagia diseberang sana setelah sebelumnya Ibunya Salsa menjerit saat mendegar anaknya masuk rumah sakit.
''Wwaahh makasih baget ya Pak''.jawab Fio degan seyum lebar.
Sekurlah mertuanya bisa datang kesini semoga saja setelah mendapatkan nasi padang, istrinya makan meski pun hanya sedikit, jika tidak Fio takut akan berakibat Fatal untuk istrinya dan calon anaknya.
''Aranya sudah tidur Bik''?.tanya Fio setelah menelfon dan masuk kembali keruagan perawatan sang istri.
''Eh..iya tuan''. jawab Bik Mun sambil berdiri dari duduknya.
''Bibik sekarang pulang dulu aja deh, biar Fio yang jaga Ara tapi nanti sore tolong antarkan pakaian Fio dan Ara ya Bik''?..
''Baik Tuan,kalau begitu saya pamit dulu''.
''Iya hati-hati''berbicara sambil megecup.kening istrinya singkat. kemudian iya mendaratkan bokongnya dikursi sebelah ranjang Ara,Fio meggenggam tagan istrinya erat dan ikut terlelap.
Tubuhnya sudah sagat lelah subuh-subuh iya berangkat dari surabaya sampai kejakarta sekitar pukul setegah sembilan,sampai kerumah langsung kesini lagi,tulang-tulangnya rasanya sagat sakit karna terlalu lelah dan kurang istirahat.
''Nak Fio''.seketika tidur Fio tergangu saat mendegarkan suara ribut yang memanggil namanya.
''Eh...Bapak Ibu sudah sampai''.berbicara sambil mencium tagan kedua orang tua istrinya itu.
''Ibu Ayah''belum sempat Ayu dan Adit menjawab pertanyaan Fio terdegar suara anak satu-satunya memanggil.
''Sayang kamu gak apa-apa kan''?..berbicara sambil medatangi ranjang sang anak dan megecup keningnya degan sayang.sambil meneteskan air mata.Ibu mana yang tidak hancur saat melihat anaknya hamil dalam keadaan buta,sungguh hati Ayu rasanya bagai dicabik-cabik hinga iya menjauh dan menagis sesegukan dibelakang punggung suaminya.
Melihat itu semua membuat hati Fio sagat sakit dan sedih jika kecelakaan itu tidak terjadi mungkin Ara masih bahagia menjalani hidupnya,tapi sekarang istrinya itu terlalu terseyum didepannya semua orang tapi Fio tau Ara sering menagis jika sudah sendiri.
🌹🌹🌹🌹
Tbc.