
Sudah hampir enam tahun penikahan Ara dan Fio namun kedua pasagan itu belum juga dikarunia seorang momogan.segala usaha sudah mereka lakukan namun Dokter mengatakan bahwa mereka berdua baik-baik saja dan sehat.tidak ada yang salah.
Mungkinkah mereka belum belum pantas untuk memiliki anak"?..
"Mas Fio Ara mau kuliah lagi boleh ngak Mas"?..
Mendengar pertanyaan istrinya membuat Fio yang kini sedang sibuk dengan laptopnya langsung menoleh.dengan alis yang bertaut.menatap istrinya dalam membuat wanita yang ada didepannya menyesal atas ucapannya sendiri.
"Kenapa"?.kata pertama yang keluar dari mulut Fio membuat Ara mengangkat wajahnya kembali
"Ara suntuk dirumah terus Mas".lirihnya.
Pelan wanita itu berbicara takut-takut jika suaminya marah.
"Nanti Mas pikirkan".
"Benaran Mas"?..bertanya dengan nada antusiasi.
"Heem".hanya itu jawaban Fio kemudian kembali pokus pada laptopnya.
''Mas Fio tidur yuk''?.sedari tadi Ara menunggu suaminya namun suaminya itu sama skali tak terusik. bahkan masih sibuk dengan pekerjaannya.
Sementara Ara sudah berkali-kali menguap.
"Tidur duluan sayang".
"Ara maunya sama Mas".lirihnya manja.
"Heeem".
"Mas".Ara mencoba mengunakan rayuan mautnya agar suaminya itu mau beristirahat.mengingat sekarang sudah hampir tengah malam.
"Kenapa mendesah begitu sayang".
"Ara ngak mendesah Mas''..
''Adek jagan memancing"?..
"Ara ngak memancing kok Mas"?..mamengnya Mas Fio ikan pakai dipancing segala''?..
''Ya..ya''...
''Mas Fio ayo lah.istirahat dulu besok dilanjutkan lagi Ara gantuk''.
''Kerjaan Mas banyak sayang''.
''Ara tau. tapi ini udah larut. Mas itu bukan robot.kalau dipaksa terus nanti Mas sakit lho''?...
Fio tak bergeming do'i tetap sibuk dengan laptopnya.
''Adek geli''.Ara memulai ide jahilnya. iya menjilati kuping suminya membuat laki-laki itu langsung mendesah pelan.
''Ha..ha...kau mendesah Mas''?..Ara tertartawa lepas melihat wajah suaminya yang merah padam.
''Nakal ya''?..sini Mas balas kamu''.Fio langsung merangkul istrinya dan membawanya diatas kasur.
''Ha..ha...ampun Mas...ampun''.Ara terus merintih minta ampun karna Fio yang terus mengelitiki perutnya.
''Boleh tapi ada syaratnya".Fio menyengir penih muslihat menatap wajah istrinya yang kini seperti menimbang-nimbang permintaannya.
"Apa"?.akhirnya jebakan betmen masuk pada pemasang prangkap.
''Layani Mas sampai buas''.
''Itu mah udah biasa''.
''Kali ini beda''.
Ara mngernyit kemudian bersuara.
"Beda apanya"?..
"Kali ini adek yang memegang kendali".
"Adek yang diatas,Mas yang dibawah".Fio berbisik tepat ditelinga istrinya membuat wanita yang ada dibawah kuasanya merindung. dengan wajah yang sudah memerah karna malu.
"Bagai mana sayang".Fio berbicara namun tagannya mulai mengelitik perut istrinya kembali.
"Ampun Mas. jagan' Ara nyerah".
"Ok Ara yang diatas".Ara berbicara sambil menautkan kedua tagannya keatas pertanda wanita itu menyerah
Membuat Fio yang ada diatasnya langsung tersenyum senang.
"Yes...gitu donk sering-sering aja Adek ngerjain Mas".Fio berbicara dan langsung menyambar bibir **** istrinya. yang masih ngos-ngosan karna kelelahan tertawa.
Dan akhirnya malam itu memjadi malam yang panjang bagi mereka. meskipun bukan lah Ara yang membimbing permainan. melainkan Fio sendiri. setelah membiarkan istrinya berpacu diatas tubuhnya beberapa saat.
Hinga hampir pukul dua malam mereka berdua bertukar keringat hinga"??..
"Aaaahh...sayang''.lenguhan panjang mengakhiri permainan mereka.
Hampir pukul dua malam akhirnya permainan panas mereka berakhir kemudian kedua ingsan itu langsung terlelap.
Subuh menjelang.
Setelah selesai sholat Ara dan Fio melangkah menuruni tangga.
"Den .Den...Fio".terlihat Bik Mun setengah berlari mendekati tangga.
"Ada apa Bik"?..Ara bertanya dengan wajah bingung.
"Itu Non...Den...anu".
"Ada apa Bik''?.. coba temang dulu".Fio berusaha menenagkan wanita paruh baya yang terlihat panik.
"Ada Papa Den Fio diluar".
🌹🌹🌹🌹
Eah mau ngapin ntu aki-aki''?..
Jagan lupa like vote hadiah and komen.
Makasih.
Bay..bay...🥰🥰🥰
Tbc.