The Story Of Wedding Blues

The Story Of Wedding Blues
Bab 57 Menghilang di Negeri Asing



Menghilang Di Negeri Asing


Satu rahasia yang tidak diketahui orang lain. Di malam hari di mana tiba-tiba hujan turun di kota Seoul. Setelah seharian penuh berkeliling mencari sebuah kenangan. Meletakkan selembar surat yang sudah ia tuliskan bersama dengan sebuah foto dirinya bersama dengan Haru. Arin berjalan keluar kamar hotel dengan mengenakan pakain tidur.


Malam yang begitu dingin — hujan deras. Berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalan panjang di pinggir sungai yang tampak begitu tenang. Sorot lampu mobil yang masih berlalu lalang di jalan walau sudah melewati tengah malam.


Wajah yang begitu pucat dan basah karena terkena air hujan, Arin sudah basah kuyup berjalan dibawah derasnya hujan. Jembatan yang sangat terkenal, sering ia lihat di dalam drama, tak bisa Arin percaya dia sampai pada titik ini.


Haru terbangun seketika dan menyadari tidak ada Arin di sampingnya. Ia dikejutkan dengan suara petir yang begitu kencang. Khawatir terjadi sesuatu terhadap Arin, Haru bergegas keluar kamar dengan mata yang masih setengah mengantuk. Ruang tengah hotel yang masih berantakan karena ia belum sempat membersihkannya karena begitu lelah setelah jalan-jalan. Haru tidak menemukan keberadaan Arin.


Hanya ada sebuah surat yang tergeletak di atas meja, dengan perasaan tak nyaman Haru mendekatinya. Secercah surat bersama dengan foto. Haru mulai membaca surat tersebut,


JIka kamu membaca surat ini maka itu berarti aku sudah pergi.


Mas Haru … terima kasih karena kamu sudah mengajakku berlibur bersama ke negara yang kuinginkan.


Aku mohon jangan salahkan dirimu setelah membaca surat ini …


Hara langsung menjatuhkan surat tersebut, tanpa berpikir panjang ia berlari secepat yang ia bisa keluar dari kamar dengan air mata yang tidak bisa terbendungkan lagi.


Kamu adalah orang yang paling baik yang pernah aku temui selama hidupku …


Mengenal kamu … aku merasa benar-benar diperlakukan layaknya seperti manusia …


Tapi … aku tidak ingin hanya merasa bahagia sendiri …


Disaat aku merasa bahagia … tapi kebahagian itu membuat kamu merelakan hidupmu dari segalanya … lalu apa kamu juga bahagia. Aku rasa kamu tidak bahagia bersama aku …


Aku telah merebut kebahagiaanmu … maafkan aku …


Hanya satu yang bisa membalikkan semua seperti semula …


Kita kembali kepada titik awal dimana aku tidak pernah ada di dalam hidup kamu …


Jangan menangis … dan hiduplah dengan bahagia …


-Arin- 


Banyak orang yang berkumpul di pinggir Sungai Han setelah seseorang melihat wanita yang terjun dari atas jembatan Sungai Han. Banyak petugas kepolisian dan Tim SAR yang turun langsung mencari pencaharian wanita tersebut. Hingga beberapa penyelam pun dikerahkan. Pencaharian yang memakan waktu hampir 3 jam, akhirnya mereka menemukan jasad seorang wanita yang tampak seorang warga asing Kini sedang menjalani penyidikan.


Semua orang yang datang untuk mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir untuk Arin Gashina. Kepergian Arin sungguh membuat banyak hati yang terluka dan banyak orang yang menyesal akan apa yang telah mereka lakukan pada Arin yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya di negeri asing.


Haru hanya bisa terdiam seorang diri, duduk di samping memakan Arin yang sudah ditanami rumput hijau. Setelah 2 tahun kepergian Arin, hari-hari ia jalankan sedangkan rasa rindu yang tidak bisa hilang. Membaca kembali surat terakhir yang ditinggalkan Hara bersama dengan foto terakhir.


“Aku masih menunggu kematianku … Hara, tunggu aku disana …,”