
Awal Kehancuran
| Gila orang sesempurna Haru diselingkuhi!! Nih cewek otaknya nggak ada kali ya?? By. @uq7716
| Gua jadi Haru udah langsung cerai ini cewek najis mugholadoh. By. @7171_uuu
| Gua harap cepat mati aja deh tuh orang gak berguna banget zaman sekarang masih ajarin selingkuh!! By. @66716hvx
Nafas Arin mulai terasa sesak setelah membaca beberapa komentar jahat mengenai dirinya. Sekujur tubuhnya mulai terasa lemas, jantungnya mulai hingga Arin mulai kesulitan untuk bernafas pandangannya mulai buram Arin mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Teman Arin tidak ingin kalah melawan panik attack-nya dirinya mencoba untuk mengambil nafas dalam-dalam dan menenangkan dirinya mengikuti apa yang dia dapat pelajaran dari dokter Puspita.
Secara perlahan Arin mulai bisa kembali pada dirinya dan dia mulai bisa bernapas dengan normal walau jantungnya masih berdebar dengan cepat dan tangannya masih gemetar hebat. Namun Arin bisa melawan Panic attack yang baru saja ia alami.
Arin berusaha untuk tidak lagi melihat artikel beserta komentar jahat mengenai dirinya. Ia mencoba untuk berpikir positif mungkin ada sebuah kesalahpahaman yang terjadi di sana terlebih lagi harus sampai saat ini belum menghubunginya. Ia percaya bahwa harum mungkin sedang menyelesaikan masalah yang terjadi.
***
Saat artikel itu mulai tersebar di dunia Maya. dan Dimas mencoba untuk mencari sumber dimana awal mula artikel itu tersebar terlebih lagi foto yang membuat semua menjadi salah paham dan percaya jika Arin telah melakukan perselingkuhan. Awalnya Haru juga terkejut saat melihat foto tersebut. Namun jika dilihat secara teliti itu memang Arin bersama dengan teman sekelasnya yang bernama Ardan yang entah bagaimana bisa berada di satu foto yang sama tampaknya gosip ini sedang direncanakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Semua menjadi kacau hanya karena selembar foto yang viralkan oleh salah satu akun yang sampai saat ini belum bisa dipertemukan. Haru mencurigai beberapa orang akan yang menyangkut masalah artikel yang tak mendasari ini tetapi dirinya juga tidak bisa asal menebak dan menuduh karena itu akan membuat masalah semakin membesar.
Sambil menunggu Dimas yang sedang mencoba mencari IP akun yang memiliki foto asli tersebut, Haru segera menghubungi Arin yang dikhawatirkan sudah mengetahui tentang artikel tersebut.
Namun tampaknya Arin tidak bisa dihubungi, hall itu membuat Haru semakin khawatir jika terjadi sesuatu pada Arin saat ini tanpa berpikir panjang harus berpamitan dengan Dimas untuk pergi ke apartemennya mengecek keadaan Arin terlebih dahulu adalah hal terpenting saat ini.
***
Haru langsung menerobos masuk saat sampai di apartemennya. Ia mencari keberadaan Arin yang ternyata berada di kamarnya sedang tidur. Haru memperlambat langkahnya dengan hati-hati mendekati Arin untuk benar-benar memastikan bahwa Arin baik-baik saja.
Seketika Haru panik saat melihat botol obat yang tergeletak di lantai bersamaan dengan Arin yang tak sadarkan diri. Haru langsung mencoba membangunkan Arin, tapi tampaknya bukan hanya sekedar tidur tetapi dirinya lagi-lagi meminum banyak obat penenang.
Sesungguhnya harus sangat panik namun ia mencoba untuk tetap tenang membawa Arin ke rumah sakit sebelum terlambat.
***
Arin harus terbaring lemah dengan infus yang terpasang di tangannya. Dokter menghampiri Haru dan menjelaskan keadaan Arin saat ini.
"Iya betul dok, sudah hampir satu bulan dia menjalani perawatan psikologi." ucap Haru.
"Oh jadi seperti itu. Saat ini keadaannya tidak buruk mungkin pasien bisa pulang setelah menghabiskan cairan infusnya. Saya hanya bisa bilang tolong jangan buat pasien merasa tertekan atau jauhkan pasien dari obat penenangnya agar hal-hal seperti ini tidak terjadi kembali." Ujar Dokter jaga UGD kemudian berjalan pergi meninggalkan haru yang hanya bisa menghela nafas penuh rasa bersalah terhadap Arin.
Haru melangkah masuk mendekati Arin yang masih tertidur karena setelah perutnya dicuci. Wajahnya begitu pucat. Haru hanya bisa terduduk lemas dengan rasa bersalah.
***
Haru berjalan pulang ke apartemennya untuk mengambil beberapa pakaian milik Arin, karena tampaknya Arin harus dirawat di rumah sakit selama dua hari. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat tinggal beberapa lagi ia sampai di depan rumahnya, harus dikejutkan dengan sosok Ardan yang tiba-tiba muncul di depan rumahnya setelah artikel tentang dia dan Istrinya berselingkuh. Hal ini memicu kemarahan Haru. Jika saja Arin dan Ardan tidak lagi muncul di sekitar Arin mungkin artikel ini tidak akan pernah ada dan ada yang tidak akan masuk rumah sakit lagi.
"Mau ngapain lo datang ke sini?" tanya Haru yang berdiri lima langkah dari jarak Ardan berdiri, orang itu sontak menoleh padanya.
"Oh … lo suaminya Arin 'kan. Bagaimana dengan artikel yang ada di berita-berita. Kenapa bisa gua sama hari dituduh selingkuh? Apa yang terjadi?" tanya Ardan yang tampak panik.
"Itu dia, bukan itu rencana lo?" tanya Haru dengan tatapan sinis.
"Apa …? Buat apa gue ngelakuin itu?" tanya Ardan yang merasa heran dengan tuduhan Haru.
"Abis timingnya terlalu tepat. Kalau bukan ya sudah, buat apa lo kesini?" tanya Haru.
"Arin … dia pasti kaget karena berita ini. Terus keadaan dia gimana?" tanya Ardan.
"Bukan urusan lo!" elah Haru yang berjalan mengabaikan Ardan.
Ada sendiri merasa kesal dengan sikap haru yang tampak acuh terhadap keadaan Arin Padahal dia itu adalah suami sahnya Arin tapi kenapa dia bersikap seakan tidak peduli. Saat sebelum Haru masuk ke dalam rumah Ardan langsung menarik tangan Haru.
"Lo 'kan suaminya, kok lo kayak nggak peduli banget sama dia?" tanya Ardan kesal.
"Terus apa urusannya sama lo mau peduli atau enggak itu bukan urusan lo! Sebaiknya lo pergi dari sini dan jangan pernah muncul di depan Arin, karena lo Arin terlibat tahu!" ucap Haru sambil melepaskan tangannya.
"Lo jangan egois dong jadi suami …!! Lo tau 'kan berita itu palsu, lo seharusnya nggak usah peduli," ucap Ardan.
Kata-kata Ardan membuat merasa geli mendengarnya. Dia begitu emosi di saat dia bahkan tidak mengetahui apapun tentang Arin sudah jelas bahwa orang ini masih memiliki perasaan terhadap Arin jika tidak bagaimana bisa dia sampai menginjakkan kaki di depan rumahnya dan marah-marah seakan dirinya cemburu terhadap berita tersebut.
"Gue ini suaminya Arin jadi apapun yang terjadi sama dia itu bukan urusan lo, jadi mending lo pergi dari sini sebelum gue panggil security buat usir lo!" Kecam Haru dengan tatapan sadisnya lalu berjalan masuk ke dalam apartemen meninggalkan Ardan dan yang hanya bisa terdiam dengan menahan rasa kesal karena ia tidak bisa mengetahui kabar Arin.