
Ketika pemerintah menyambut baik kabar gembira dari hasil penemuan Dokter Puput dan para ilmuwan serta peneliti. Memberikan dukungan penuh untuk memperbanyak serum antiflakka. Bahkan berita itu sudah tersebar di seluruh dunia hingga tidak sabar meminta agar diberikan formulanya. Pemerintah mempatenkan serum itu sebelum memberikan formulanya pada negara lain terutama negara-negara barat.
Terjadi serangan lagi ke rumah sakit dan pusat penelitian di mana serum itu sedang dibuat. Mengatasnamakan pengikut Baphomet, menyerang dan menghancurkan semua fasilitas dengan melepas seluruh zombie-zombie.
Informasi telah bocor jika pemerintah sedang membuatnya terdengar hingga ke telinga para pengikut Baphomet melepaskan zombie-zombie untuk menyerang seluruh rumah sakit dan pusat penelitian tempat serum itu dibuat dan diperbanyak. Pengikut mereka menyusup ke seluruh jaringan hingga dalam pemerintahan. Tidak ada yang bisa menghindar dari Baphomet.
Serangan pada tempat-tempat klinis membuat para dokter dan ilmuwan bersembunyi untuk sementara waktu. Pasukan zombie menghancurkan tempat-tempat itu. Hingga rumah sakit tempat Dean dirawat mendapatkan serangan.
Tiba-tiba pagar pembatas berduri yang menghalangi agar zombie tidak bisa masuk begitu juga yang di dalam tidak bisa keluar, seketika pasukan zombie merusaknya dan melewatinya. Tubuh zombie tidak merasakan sakit sedikitpun. Pintu-pintu hancur dengan pukulan kosong, hingga zombie-zombie itu masuk dan mulai menyerang semua orang. Pihak keamanan rumah sakit terkena serangan itu tanpa ampun.
Berlarian seperti semut yang mendengar predator pemangsa datang, bersembunyi ke dalam lubang-lubang yang dalam. Semua orang bersembunyi ke dalam ruangan yang ada di sana, kamar-kamar pasien dan ruangan apa saja untuk bersembunyi, yang bisa menghindar dari serangan. Menahan sekuat tenaga pintu kamar itu agar tidak jebol.
Sementara itu, para zombie menyerang seluruh rumah sakit yang ada, pemuja Baphomet itu menyerang tempat laboratorium Dokter Puput membuat serumnya. Para pemuja Baphomet melakukan pengalihan agar pasukan keamanan berfokus pada serangan ke rumah sakit, selagi mereka menawan para dokter, ilmuwan dan peneliti.
Dokter Puput menjadi tahanan para pemuja setan itu. Mereka menawannya agar pemerintah menghentikan upaya memperbanyak antiflakka dan tidak memberikan formulanya pada negara lain. Tayangan live sebuah video yang berdurasi 5 menit itu mempertontonkan dokter-dokter yang di penggal kepalanya dengan sebuah kapak oleh orang-orang bertudung.
Eksekusi mati memenggal kepala seseorang hingga putus, bersimbah darah. Potongan kepala yang terlepas ke lantai dan bergelinding seperti kelapa. Tubuh yang seakan menanti kerobohannya setelah kejatuhan pangkal yang ditebas. Teriakan dan jeritan yang paling histeris melihat rekannya sendiri telah mati dengan cara tidak manusiawi.
“Kami minta agar pemerintah untuk tidak memberikan formula antiflakka ke negara-negara barat, jika dalam satu jam tidak ada kabar, kami akan memenggal kepala dokter lainnya,” Sembari menarik Dokter Puput ke depan kamera dan menarik rambutnya hingga mengaduh kesakitan. Sebuah kapak yang sudah bernoda darah di dekatkan ke lehernya.
Bima geram memerintahkan pasukannya untuk segera bersiap, melakukan perlawanan. Tiba-tiba datang Bas Arief dengan puteranya yang bernama Boy Arief ikut Bersama dengannya. Meminta waktunya di saat-saat penting seperti ini. Bas mengatakan jika Boy ingin mengatakan sesuatu yang penting.
“Baiklah, aku hanya punya waktu sedikit, jadi … semoga apa yang akan kamu katakan bisa berguna,” ujar Bima.
Lalu, mereka masuk ke dalam ruangan Bima dan Boy mengungkapkan sesuatu tentang dirinya.
“Selama ini aku mengikuti kelompok pemuja Baphomet.”
Bima langsung berdehem keras, seakan tidak sabar dengan pemuda yang telah mempermainkannya sejak awal.
“Bim, tenanglah … puteraku meminta ke sini atas keinginannya sendiri, jadi dengarkan dulu.”
“Bima duduk di atas meja untuk menenangkan dirinya. Sementara Boy meneruskan kalimatnya.
“Tetapi, kelompok pemujaan kami tidak melakukan seperti yang dikatakan berita atau kelompok yang mengatasnamakan pemuja Baphomet. Mereka bukan bagian dari kami, begitu juga kami bukan bagian dari mereka,” Boy berusaha menyakinkan Bima agar percaya pada ucapannya. Namun, sejauh ini Boy belum membuktikan apapun.
“Apa buktinya jika kelompokmu itu bukan kelompok yang membunuh dan membuat virus flakka?”
“Begini … kami memang melakukan pemujaan dan perpeloncoan pada mahasiswa baru tetapi kami hanya memasukkan darah dan ekstasi. Kematian Derry benar-benar kecelakaan, ia tersedak ludahnya sendiri karena menolak meminumnya.”
“Sekarang seorang pembunuh menyangkal kalau kelompoknya dibalik semua ini?”
“Aku enggak bohong! Kelompok kami hanya terdiri 20-30 orang saja dan kami memiliki tanda pentagram di dada. Aku yakin mereka tidak memilikinya karena tanda ini diberikan langsung oleh dewa setan, Baphomet.” Sembari membuka kaosnya dan memperlihatkan tanda yang sama pada jasad Derry.
Heh, yang benar saja!Bima merasa belum bisa percaya sepenuhnya.
Bima mengambil borgol dari sakunya dan memasangnya di kedua lengannya.
“Ayah!” Boy tidak berkutik ketika lengannya terborgol.
“Bim, apa enggak ada jalan lain?”
“Kamu tanyakan sendiri pada hakim di persidangan … untuk sementara aku akan menaruhnya di sel sebagai tersangka melakukan kelalaian hingga menyebabkan kematian seseorang dan melakukan praktek aliran sesat,”
***
Bima dan pasukannya mulai beraksi untuk menyelamatkan Dokter Puput dan kawan-kawan. Dalam perjalanan ke sana, Bima mendapatkan telepon dari inteligen jika yang menyandera dan dalang dibalik ini semua adalah kartel narkotika internasional yang berasal dari China, Raja narkoba di Asia Tse Se Lop yang menjadi buruan FBI saat ini. Memiliki jaringan terbesar di seluruh Asia.
Bima langsung menyusun strategi untuk melakukan penyelamatan dan penyerangan pada laboratorium itu.
“Refresif, jangan beri ampun pada para gembong narkoba ini.”
Seorang petugas polisi yang sudah mempelajari letak laboratorium itu memberitahukan jika ada tempat ventilasi udara jalan satu-satunya untuk memberikan serangan kejutan. Tetapi, Lorong itu sangat kecil. Lalu, Bima menugaskan seorang polisi wanita dan tantara wanita untuk masuk ke dalam Lorong itu dengan perlahan. Karena Gerakan sedikit saja bisa terdengar oleh para penjahat.
“Kapten, tersisa 10 menit saja!”
“Tunggu sebentar, aku percaya mereka bisa,” Bima menunggu kabar dari polwan dan tantara wanita yang di tugaskan.
Setelah 5 menit terakhir, petugas sudah sampai pada ujung ventilasi, dari lubang ventilasi petugas mengeluarkan sebuah kamera kecil yang menayangkan para gembong penjahat itu berjumlah 15 orang. Di dalam laboratorium terdapat 8 orang yang menjaga setiap sudut dan 7 orang yang menjaga di depan pintu.
Bima memerintahkan untuk bersiap melakukan serangan. Dalam hitungan ke satu, polwan itu akan menjatuhkan granat kejut. Serangan cepat ini tidak boleh gagal harus dilakukan secara cepat.
3,2 … 1
Tiba-tiba aliran listrik sengaja dimatikan, polwan dari ventilasi melempar 5 granat kejut ke seluruh ruangan hingga membuat 8 orang di dalamnya tidak bisa melihat, buta sementara. Menembakkan senjata ke musuh dan melumpuhkan mereka dalam sekejap. 7 orang pasukan bersenjata lainnya masuk untuk melumpuhkan polisi dan tantara wanita itu. Tetapi pasukan Bima berhasil masuk ke dalam dan menumbangkan mereka.
Tiba-tiba algojo yang membawa kapak itu belum mati meskipun sudah ditembakkan peluru. Menyerang polisi dengan brutal dengan kapaknya, melukai tangan petugas hingga berdarah. Bima menembakkan bertubi-tubi peluru hingga tumbang.
Setelah strategi 5 menit penyerangan itu berhasil, aliran listrik kembali menyala. Tiba-tiba Dokter Puput berlari memeluk Bima.
Bima terkejut, tubuh Dokter Puput bergetar hingga memerlukan bantuan Bima untuk berjalan.
“Tenanglah, situasinya sudah aman sekarang!”
Para petugas memberikan selamat pada polwan dan tantara wanita itu, mereka yang sudah membuat rencana ini berhasil.
“Borgol mereka dan bawa keluar.”
Kemudian, seluruh petugas ke dari laboratorium di luar sudah penuh dengan para pencari berita dengan kamera-kamera yang menyala. Saling menyerobot dan memaksa untuk mewawancara Bima.
“Kapten, sedikit saja, kenapa tidak langsung menembak mati para gembong narkoba itu?”
“Menghabiskan para gembong narkoba hanya membuat mereka membentuk organisasi baru dan kita akan kesulitan untuk mengawasinya,”
“Lalu, apa yang ditembakkan pada mereka?”
“Aku memberi mereka tembakan mandul,” Bima menyeringai. Dokter Puput melihat kearahnya, Bima hanya tersenyum padanya sembari berkata, "peluru itu tersisa banyak, mubazir jika enggak dihabiskan, hehe ...."
Para petugas tertawa geli sembari membawa 15 orang penjahat itu dalam keadaan lemah syaraf.
“Kapten, satu pertanyaan lagi … menurut anda kenapa Indonesia tidak sebanyak negara-negara lain yang terjangkit virus flakka 20?”
“Karena … apapun makanannya, rakyat Indonesia minumnya teh botol sastro.”
TAMAT
***
Terima kasih untuk kalian yang sudah mendukung The Shadow fears. Author mengucapkan terima kasih banyak dan tetap dukung novel ini dalam kontes #ceritaseram.
Jangan lupa Like, Vote, Rate 5, Tambahkan ke favorit kalian dan komen yang banyak ya )