
Dean terluka parah, bagian-bagian tubuhnya terkoyak hingga terlihat tulang yang sudah tidak putih lagi. Darah yang terus menyembur keluar seperti kebocoran pipa-pipa. Dean dirangkul oleh Bima dan Nin yang membantunya menuruni tangga. Hingga diangkat ke dalam helikopter menuju ke rumah sakit. Bima melihat seorang Letnan Kolonel Bardjono yang berada di belakang komando untuk menghabiskan para zombie. Menghampiri sosok itu yang masih memegang alat komunikasi, Bima memberinya pukulan telak bertubi-tubi hingga Letkol tersungkur ke lantai.
Beberapa Bintara Tinggi menyingkirkan tangan Bima dari pemukulan itu. Bima mendapatkan serangan balik dari Tamtama yang tidak terima pimpinan mereka dipukuli hingga dikeroyok balik. Namun, seorang Jenderal menyudahi dan memerintahkan agar Bima di tangkap dan dimasukkan ke mobil. Nin yang berada di helikopter merasa tidak berdaya dengan penangkapan itu. Dirinya sedang fokus pada Dean yang terluka.
Semoga Bima baik-baik saja, aku mengerti perasaannya.
Bima mendengar suara helikopter yang semakin terbang tinggi, suara baling-baling yang menjauh. Tatapannya kosong meratapi hari ini, dari balik jendela kendaraan tentara dengan tangan terbelenggu, Bima sekali lagi menoleh pada mayat-mayat zombie itu. Ratusan mayat yang tergeletak di halaman kampus. Hanya sedikit yang selamat para korban penyerangan zombie.
Airmata Bima jatuh, menyesali keadaan itu. Rasanya sangat perih melihat upayanya untuk mencegah korban lebih banyak dan satu komando menyebabkan kematian massal. Ini genoside namanya, pemusnahan massal. Bima tidak hentinya mengerang kesakitan, merasakan penderitaan hingga depresi melihat mayat-mayat yang dimasukkan ke dalam bungkusan tanpa penghormatan.
Bima marah, emosi dan murka. Mengapa ini terjadi di dalam pengawasannya.
Komando penembakan di halaman kampus itu ditutupi agar tidak sampai meluas. Tetapi, korban-korban yang selamat dengan sendirinya menjadi saksi bisu atas kejadian mengerikan itu. Sekitar 20 orang mahasiswa selamat meskipun harus merasakan penanganan atas luka-luka pemukulan dan bekas gigitan yang mengoyak daging-daging dari permukaan kulit tubuh mereka agar tidak infeksi. Ada juga yang terkena luka tembakan dari brondongan peluru dari atas helikopter. Selebihnya adalah 205 mayat-mayat zombie dan mahasiswa yang harus mati akibat timah panas itu.
Anak buah Bima berhasil memborgol beberapa zombie di dalam lift, mereka melindungi zombie-zombie itu agar tidak ditembak oleh tentara. Mereka berinisiatif untuk membawa zombie itu ke kantor dan memasukkan mereka ke penjara. Sejak awal, Kapten Bima tidak memerintahkan untuk menembaki para zombie. Itulah yang dipegang mereka hingga akhir.
Bantuan kepolisian bersama Dokter Puput yang membawa serangkaian obat untuk membuat para zombie tenang. Sejak tadi Dokter Puput mencoba membuat serum untuk mengembalikan agresifitas para zombie itu. Keaadan sangat mencekam karena polisi dan tentara itu saling menondongkan senjata.
Seorang Jenderal Polisi Bambang Yono datang dan berbicara dengan Jenderal Bintang 5 Tri Eddy, mereka berdua sepakat untuk menyelesaikan masalah ini jangan sampai berlarut-larut. JenPol meminta agar Bima dibebaskan.
Mobil kendaraan itu di buka, Bima dikeluarkan dan dilepaskan tangannya yang terikat. Sedangkan LetKol Bardjono masih geram dengan memar yang diterimanya dari Bima. Suasana justru menegang karena mereka memiliki komando yang berbeda. Kepolisian tidak mendapat komando untuk memusnahkan tetapi Tentara mendapatkan perintah untuk memusnahkan semua.
“Ini sangat ganjil?”
Sementara itu Dokter Puput sedang menyuntikkan sesuatu pada tubuh zombie-zombie itu. Serum sementara yang membuat mereka tenang. Setelah disuntikkan para zombie terlihat tidak agresif dan bisa dilepas borgol dari kaki mereka dan membelenggu tangan-tangannya agar bisa berjalan dengan normal.
“Apa yang kamu berikan?” tanya Bima. Penasaran dengan perubahan para zombie yang dalam hitungan menit terlihat tenang dan rileks.
“Aku membuat mereka mandul!”
“Kamu … apa?”
Setelah itu para zombie dibawa dan dimasukkan ke penjara.
“Berapa lama mereka akan lemas seperti itu?”
“Mungkin 2-5 jam,”
“Apa yang kamu berikan?”
“Aku memberi mereka campuran obat-obatan pelemah syaraf, dan aku tidak tahu efeknya akan seperti apa makanya aku harus mengawasi mereka selama 5 jam kedepan.”
Sementara itu para petinggi kekuasaan sedang berunding di ruangannya. Para Jenderal sedang melakukan konferensi call dengan Pak Menteri dan Badan Inteligen Negara ikut dalam pembicaraan darurat itu. Disinyalir komando untuk melakukan pencegahan dengan membunuh para zombie berasal dari staf kepresidenan.
“Sepertinya jaringan komunikasi kepresidenan diretas oleh seseorang, Pak,” ucap Kepala Inteligen.
“Lalu, bagaimana kita tahu mereka yang telah meretasnya?” tanya Pak Menteri.
“Gembong narkoba internasional sepertinya bermain untuk menghancurkan kita, balas dendam karena beberapa bulan yang lalu kartel narkobanya kita tangkap di perbatasan,” tukasnya lagi.
“Pak Menteri, kenapa tidak lakukan darurat sipil?” tanya Jenderal Tri.
“Kita lakukan pencegahan dulu dengan cara bersiaga dan kerahkan kepolisian bersama dengan tentara demi keamanan, kita tunggu kabar dari inteligen selanjutnya.”
“Siap, Pak!”
***
Sementara itu masyarakat dan media mulai menekan aksi pembunuhan massal di Kampus Jakarta yang sudah menewaskan 205 mahasiswa/i. Para pembela hak asasi manusia mulai memenuhi sudut-sudut kota dan berada di depan markas besar tentara. Meminta agar para petinggi dihukum yang seberat-beratnya, terutama meminta penyelidikan terhadap staf kepresidenan yang sudah memberikan komando langsung pada tentara. Presiden harus mempertaruhkan jabatannya jika tidak bisa mengusut tuntas.
"Presiden Mundur!"
"Para Jenderal Hukum Mati!"
Slogan-slogan meminta keadilan mulai dikumandangkan.
Tiba-tiba keributan dan penyerangan kembali terjadi di kampus-kampus lainnya secara serempak. Kepolisian dan tentara mendapatkan perintah untuk menembak para zombie dengan senjata bius hasil modifikasi Dokter Puput dan memborgol mereka di tempat. Semakin banyak korban hingga berjumlah ribuan, terdapat 5 kampus yang di serang oleh zombie-zombie yang sengaja dilepas.
Para zombie adalah mahasiswa yang disuntikkan campuran narkoba agar menjadi beringas dan tidak sadar dalam pengaruh obat tersebut. Melakukan pemukulan dan gigitan yang mematikan. Tatapan mereka yang kosong seakan terhipnotis namun sangat agresif dan menakutkan. Hingga semua mahasiswa tunggang langgang meninggalkan kampus mereka.
Dokter Puput memperbanyak serum itu untuk mempersenjatai para petugas kepolisian dan tentara. Beberapa instansi kedokteran membantu untuk menwujudkannya. Bahkan membuat formula yang lebih baik dari sebelumnya agar meminimalisir efek samping dari obat tersebut.
Setelah berita penyerangan kampus-kampus oleh para zombie tersebar di media elektronik dan cetak bahkan online, membuat suasana semakin mencekam. Seluruh kampus diliburkan untuk mencegah lebih banyak lagi korban yang berjatuhan. Toko-toko, supermarket, sekolah-sekolah, perkantoran dan pusat perbelanjaan ditutup. Kota Jakarta lumpuh dan menjadi kota mati.
Hanya terdengar teriakan dan tembakan sesekali dari jalanan yang mulai lengang itu. Tanpa kendaraan dan orang lalu lalang. Kepolisian dan tentara yang memenuhi jalan-jalan dan sudut-sudut kota seperti keadaan perang. Semua berada di dalam rumah dan gedung-gedung susun mereka dengan stok makanan tersisa.
***
Siaran langsung dari sebuah channel yang berhasil diretas oleh seseorang, menayangkan seseorang dengan pakaian seperti rabi dan menyembunyikan wajahnya dibalik penutup kepala.
Kehancuran itu sudah dekat, kiamat itu sudah dekat.
Kemunculan Baphomet akan menjadi penyelamat kalian.
Tentara-tentara Baphomet akan memusnahkan manusia-manusia munafik seperti kalian.
Jutaan pengikut Baphomet akan menjadi penguasa dunia.
Kalian akan mati sebentar lagi.
Tayangan itu tidak berhenti dan menayangkan beberapa cuplikan video dari seluruh dunia, zombie-zombie yang sebentar lagi akan dilepaskan serentak ke jalanan. Membuat kerusuhan, membunuh dan menghancurkan kota-kota hingga mati. Mereka akan menguasai dunia dalam hitungan hari.
***
Pencet Like, Vote, Rate 5, Tambahkan ke favorit kalian dan komen yang banyak ya )