The Secret Heirs (#1 The Secret Series)

The Secret Heirs (#1 The Secret Series)
Bab 53



Emily berjalan di lorong rumah sakit menuju kamar VVIP dimana dulu ia dan Dylan sempat dirawat, dan kini Alexa yang menempati ruangan itu. Saudara kembarnya itu harus menjalani operasi selama empat jam akibat luka tembak yang dideritanya, peluru memang tidak mengenai tempat vital yang membahayakan nyawanya tapi ia telah kehilangan banyak darah hingga sempat kritis yang membuat semua orang didera kekhawatiran, untung saja ia bisa melewatinya dan membuat semua orang kembali bernapas lega. Dylan sendiri harus menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya karena perkelahian, tapi luka-lukanya tidak begitu serius sehingga ia tidak perlu di rawat inap.


"Aku harap ini terakhir kalinya aku berjalan di lorong ini dan masuk ke ruangan itu," ucap Emily kepada Dylan yang mengangguk setuju, beberapa bulan ini terlalu banyak kejadian yang menyebabkan mereka harus keluar masuk Rumah Sakit.


"Lexa yang malang, ia pasti sangat kesakitan sekarang," Emily berkata dengan suara penuh rasa prihatin, ia ingat bagaimana menderitanya ketika harus menunggu di depan ruang operasi selama beberapa jam bersama dengan yang lainnya, ibunya tak henti-hentinya menangis, wanita paruh baya itu harus merasakan untuk kedua kalinya melihat putri kembarnya tertembak, begitu pula dengan Daniel kakak mereka yang untuk kedua kalinya tidak ada di samping adiknya ketika mereka bertarung nyawa dan itu membuatnya sangat menyesal dan marah, hasilnya selama Alexa dirawat di Rumah Sakit, Daniel tidak pernah meninggalkannya walaupun hanya sesaat, ia merawat dan menjaga gadis itu layaknya seorang dokter dan juga satpam, yang tentu saja membuat Alexa uring-uringan.


"Dia sangat kuat, Cupcake, dia akan baik-baik saja, yang penting sekarang dia harus banyak beristirahat," Dylan berusaha menenangkan kekasihnya yang merasa sangat bersalah melihat Alexa harus menderita karena menggantikan posisinya.


"Kau benar Lexa sangat kuat, dia harus banyak beristirahat supaya cepat pulang."


Tapi sepertinya harapan Emily dan Dylan itu harus musnah ketika mereka membuka pintu kamar dimana Alexa dirawat, dan yang menjadi pemandangan di dalam ruangan itu adalah pertarungan Tom and Jerry.


"Dengar, aku mau tidur... hanya lima menit, ok!" Seru Alexa dengan suara tegas sambil menutup wajahnya menggunakan selimut yang langsung saja disingkap kembali oleh Alex yang berdiri di samping tempat tidur.


"Tidak! Kau sudah terlalu banyak tidur," ucap Alex santai sambil menatap Alexa yang memberengut menatapnya.


"Detektif, aku baru saja menjalani operasi akibat tertembak jadi aku harus banyak istirahat."


"Itu hampir seminggu yang lalu, jadi kau sudah cukup tidur."


"Demi Tuhan, Alex, ijinkan aku tidur selama lima menit saja.. ok.. lima menit saja," pinta Alexa dengan wajah memelas yang membuat Alex sedikit merasa kasihan.


"Hanya lima menit?"


Alexa mengangguk dengan semangat menjawab pertanyaan Alex yang menatapnya tajam.


"Dengar, hanya lima menit, kalau sampai kau tertidur selama lima hari seperti Dylan waktu itu," Alex menghirup napas panjang sebelum melanjutkan kembali ucapannya, "Aku bersumpah akan mengangkatmu dari tempat tidur dan membuangmu ke kolam renang, apa kau paham?"


"Hei, kau tahu aku tidak bisa berenang dan aku tak semalas Dylan."


"Aku tahu, maka dari itu pastikan kau bangun lima menit lagi."


"Hmmm.. satu jam ok?"


"Setengah jam?"


"Lima menit!"


"Alex... Lima… belas menit?"


"Lexi… lima... menit."


"Jangan panggil aku Lexi! Dasar pelit!" seru Alexa sambil menutup wajahnya dengan selimut, melihat itu Alex hanya membuang napas berat lalu duduk di sofa bersama Daniel dan Gerard, sedangkan Emily dan Dylan masih berdiri mematung di depan pintu.


"Apa yang kalian lakukan di sana?" Tanya Daniel santai dan dengan isyarat kepalanya menyuruh keduanya untuk masuk.


Emily berjalan tergesa ke arah kumpulan para pria itu lalu langsung memukul lengan Alex dan membuatnya meringis , "Aww, Em, apa yang kau lakukan?" Alex mengelus lengannya yang memerah.


"Bagaimana bisa kau bertengkar dengan Lexa!" Bisik Emily dengan wajah galak menatap Alex, "Dia baru saja di operasi, Alex, dia butuh istirahat yang banyak," lanjut Emily masih berbisik tak mau mengganggu kembarannya itu.


"Dan kalian berdua," Emily kini menatap Daniel dan Gerard secara bergantian, "Kenapa kalian tidak menghentikan mereka?" Emily menatap keduanya tajam, "Kalian hanya menontonnya saja sambil... makan keripik kentang?" Lanjutnya tak percaya bagaimana keduanya hanya diam melihat pertengkaran di hadapan mereka dengan santai sambil memakan keripik layaknya menonton pertandingan football.


"Em, kau tahu sendiri mereka seperti apa," ucap Daniel yang diamini Gerard dengan gumanan karena mulutnya penuh dengan keripik, "Mereka akan bertengkar setiap bertemu," lanjut Daniel santai.


"Tom and Jerry," ucap Gerard memberitahu panggilan yang mereka sematkan untuk Alex dan Alexa.


"Aku tahu, tapi... tapi..." Emily seperti kehabisan kata-kata karena yang diucapkan kakaknya itu benar, mereka akan bertengkar hanya dalam hitungan menit setiap mereka bertemu.


"Alex, kau harus menahan dirimu untuk saat ini, ok? Setelah dia sehat, kalian boleh bertengkar sepuasnya," ucap Emily yang hanya mendapat hentakan bahu dari Alex.


"Baiklah.. aku akan membiarkannya tidur saat ini," ucap Alex menyerah dan membuat Emily tersenyum bahagia, "Tapi hanya lima menit!" lanjutnya yang langsung membuat Emily kembali frustasi.


*****