The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Lama tak bertemu



Nama nyonya Hanya, tiba-tiba saja secara mendadak menjadi perbincangan di kalangan dalam istana. Perdana menteri dan Raja, keduanya sama-sama terus mencari tahu tentang siapa nyonya Han ini.


Bukan karena penasehat kerajaan yang begitu perhatian padanya, melainkan karena kontribusi dari wanita satu ini selama masa pandemi di wilayah yang kekurangan pangan. Semua ini mempermudah jalan dari istana, untuk membantu rakyatnya menjalani musim pandemi yang hingga kini belum kunjung berakhir.


Nyonya Han, mulai mengajarkan kepada penduduk di sekitar desa tempatnya tinggal untuk menanam bahan pangan yang sekiranya mampu untuk tumbuh meski musim panas. Ide nyonya Han ini, mampu memberikan pengaruh besar pada ketersediaan pangan di desa tempat tinggalnya dan di beberapa desa sekitar.


Beberapa diantaranya jenis sayuran yang bisa ditanam oleh rakyat di sekitar wilayah yang terkena pandemi, seperti ubi jalar, kentang, bayam dan ada beberapa lagi. Ubi jalas dan kentang bisa menggantikan nasi yang merupakan sumber karbohidrat.


Raja Dierez menjadi sangat ingin bertemu dengan wanita bernama nyonya Han ini. Hanya saja, karena banyaknya pekerjaan yang dia miliki di istana. Apalagi baru-baru ini, perdana menteri telah berhasil menangkap para komplotan yang menyebabkan terjadinya pandemi kekurangan pangan di salah satu wilayahnya. Raja Dierez memfokuskan semua perhatiannya pada orang-orang yang menjadi pembuat onar ini.


" Kau pergilah.. " Titah Raja ketika dirinya melakukan rapat tertutup bersama dengan perdana menteri.


" Kemana maksud anda, yang mulia? " Perdana menteri nampak bingung.


" Ck.. Tentu saja menjemput wanita itu.. " Pagi-pagi, raja sudah dibuat kesal oleh perdana Menteri yang sejak tadi tidak juga paham maksud pembicaraan mereka.


" Ohhh... Maafkan saya, sungguh saya tidak berpikir ke arah sana. " Perdana menteri tersenyum canggung.


" Tapi kalau boleh tahu, kenapa harus saya? Anda bisa memerintahkan Luke.. " Tanya perdana menteri heran.


" Luke memiliki tugas lain.. Aish, jika dipikir-pikir ini semua adalah karena kelalaian mu sampai semuanya harus aku yang turun tangan. Kemana kegigihan mu saat di medan perang? Kenapa sekarang lama dikurung di istana kau menjadi lembek. " Raja mengomel.


Bukan tanpa sebab kenapa sampai raja Dierez terlihat kesal pada perdana menteri. Kasus pandemi pangan di salah satu wilayahnya ini bisa sampai begitu lama terpecahkan lantaran perdana menteri yang tidak bisa bertindak cekatan hingga akhirnya raja turut turun tangan.


Luke yang seharusnya menyelidiki mengenai wanita bernama nyonya Han yang mendapatkan perhatian penuh dari penasehat kerajaan, terpaksa dia utus untuk membantu perdana menteri mengungkap rahasia di balik komplotan pembuat onar itu.


Sebenarnya tidak sepenuhnya karena kelalaian perdana menteri hingga sampai berlarut-larut masalah ini. Satu tahun memang bukan waktu yang lama jika harus mengungkap jaringan pencurian pangan yang ternyata melibatkan banyak sekali bangsawan dan juga orang-orang yang bekerja di pemerintah.


Kejadian ini sungguh sangat mencoreng nama keluarga kerajaan Damocles karena orang-orang yang terpilih mengabdi pada keluarga ini justru menjadi dalang menyiksa rakyat. Jika tidak mengingat masih ada beberapa orang yang belum tertangkap, rasanya ingin raja Dierez memenggal semua orang yang bersalah itu.


" Jangan menyudutkan saya.. Yang mulia jelas paham seberapa besar kekuatan lawan sehingga kita bisa sampai kecolongan.. " Perdana menteri terlihat membela diri.


" Mau mencari-cari alasan kau.. " Sental raja yang langsung membuat perdana menteri menunduk takut.


" Lakukan saja perintah ku.. Anggap saja kau menebus kesalahan mu dengan membawa wanita itu kemari.. " Perintah Raja yang tidak bisa diganggu gugat.


" Apa anda berencana menjadikan wanita ini ratu, yang mulia?? " Raja langsung melotot tajam pada perdana menteri.


" Kau tahu siapa yang akan menjadi ratu di masa pemerintahan ku. Kenapa bertanya pertanyaan yang bodoh seperti itu? Kau benar-benar harus dihukum agar mulut mu itu tidak bicara sembarangan.. " Raja sudah berdiri berkacak pinggang di depan perdana menteri.


" Saya siap menjalankan perintah dari, yang mulia.. Saya permisi.. " Perdana menteri langsung pamit keluar ruangan pribadi raja. Bertahan satu menit saja di dalam, pasti dia akan mendapatkan hukuman dari raja. Salahkan saja mulutnya yang tidak bisa dijaga.


" Sialan... Gara-gara dia membahas mengenai ratu, suasana hati ku langsung menjadi buruk.. " Gerutu raja Dierez.


Di desa tempat dimana nyonya Han tinggal, para penduduk sekitar terlihat begitu senang karena hari ini adalah hari dimana mereka akan memanen kentang. Masa menanam kentang yang berkisar tiga sampai empat bulan, membuat mereka bisa memanen tiga kali sampai empat kali dalam satu tahun. Kali ini, adalah panen ketiga kentang dan panen kedua ubi jalar.


Semua penduduk begitu senang sekali, karena apa yang mereka kerjakan selama hampir setahun ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Mereka menanam ubi jalar dan kentang di beberapa hektar ladang yang dulunya ditanami padi. Dari semua ladang yang ditanami, mereka akan memanen lebih dari 50 ton.


Hasil ini sungguh sangat cukup untuk memberi makan penduduk desa ini dan beberapa desa sekitar. Lagipula, di desa lain di sekitar tempat ini juga sudah mulai mengikuti menanam bahan pangan yang cocok ditanam saat musim panas seperti ini. Semua ini adalah ide dari Nyonya Han, dan semua orang sekarang mulai mendewakan wanita satu itu.


" Nyonya.. Nyonya... " Terdengar suara seseorang berteriak memanggil nyonya Han.


" Hei.. Jangan berteriak, tuan muda kecil sedang beristirahat. " Salah seorang pelayan di kediaman nyonya Han menegur pria yang baru saja datang itu.


" Maafkan saya.. Tapi saya ada perlu dengan nyonya Han.. Apa saya bisa bertemu dengan beliau? " Pria ini bertanya sopan.


Meski tampilannya sangat jauh dari kata sopan, tapi semua itu hanya penampilannya saja. Nyatanya, pria ini sangat sopan dalam bertutur kata. Pria ini adalah salah satu dari banyaknya orang yang diperkerjakan oleh Nyonya Han di ladang milik semua orang desa ini.


" Tunggu sebentar!! " Ujar pelayan di rumah nyonya Han.


" Baik tuan. " Pria ini terlihat sangat bersemangat. Sepertinya ada berita yang menggembirakan yang ingin dia sampaikan pada nyonya Han.


Tak lama berselang, seorang wanita cantik dengan pakaian yang terlihat sangat bagus dan mewah, keluar dari dalam rumah sambil tersenyum ketika melihat siapa yang ingin menemuinya.


" Ada apa? Bukankah seharusnya kau pergi ke ladang? " Tanya nyonya Han ramah.


" Ada orang suruhan dari ibukota yang menawarkan salah satu ladang mereka di dekat sini. Orang ini mengatakan jika nanti kita bisa memakai ladangnya untuk bercocok tanam. " Lapor nya.


" Benarkah? Apa kita harus menemuinya? " Nyonya Han tersenyum lebar.


" Tentu saja.. Mari nyonya, saya akan mengantar anda ke sana.. " Pria itu pun berjalan di depan nyonya Han. Membimbing nyonya Han menuju ke tempat dimana orang suruhan ibukota itu berada.


Jaraknya tak jauh dari rumah milik Nyonya Han. Bisa dilihat ada sebuah kereta kuda yang terlihat mewah di depan sana. Nyonya Han merasa tidak asing dengan kereta kuda itu karena rasanya dia pernah melihatnya entah dimana, dia tidak mengingatnya.


Seorang pria dengan pakaian khas ibukota terlihat sedang duduk di dampingi oleh dua orang ajudannya. Nyonya Han bersama pria yang bekerja di ladang itu segera menghampiri utusan dari ibukota.


" Tuan.. Saya sudah membawa nyonya Han kemari.. " Pria pekerja ladang itu melapor.


" Benarkah?? " Pria itu pun berbalik menghadap pria pekerja dan juga nyonya Han.


" Oh.. Anda??? " Dua orang yang sepertinya saling mengenal dan keduanya terlihat sangat terkejut karena keduanya kembali bertemu lagi.


Nyonya Han yang terkejut sampai terduduk di lantai. Dia tidak pernah menyangka jika akan bertemu dengan orang yang sudah sangat lama tidak dia temui. Pertanda apa ini?