The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Niat balas dendam



Kepulangan putra mahkota bukan mendapatkan sambutan dari kekasih hatinya yang tengah mengandung putranya, tapi justru mendapatkan kabar berita jika kekasih hatinya yang tidak lain adalah ratu dikabarkan menghilang.


Putra mahkota marah besar saat mendengar cerita jika ratu ketahuan berselingkuh dari ayahnya dan mengandung anak haram hingga raja murka dan menghukumnya untuk tinggal di istana dingin. Raja juga sampai jatuh sakit dan meninggal karena peristiwa ini.Tapi fokus putra mahkota saat mendengarkan ucapan perdana menteri hanya pada ratu yang diasingkan di istana dingin.


Merasa khawatir dengan kondisi ratu yang tengah mengandung, secara diam-diam putra mahkota memerintahkan orangnya untuk melihat kondisi ratu di istana dingin. Tapi hal yang dia dapatkan bukan kabar dari sang ratu yang baik-baik saja, melainkan kabar ratu yang tiba-tiba saja menghilang begitu saja.


Dayang yang pernah dia perintahkan untuk mengikuti ratu juga kebingungan dengan keberadaan ratu yang seharusnya masih ada di istana dingin. Putra mahkota tidak bisa berbuat apa-apa selain menyebarkan orangnya untuk mencari keberadaan ratu. Sudah tiga hari semenjak raja dimakamkan, berarti tiga hari sudah ratu menghilang.


" Bukankah kau sudah berjanji untuk menunggu ku sampau aku kembali ke istana. Lalu sekarang, kau malah menghilang tanpa pamit dan pesan.. Kau keterlaluan Maledine, kemana kau bawa anak kita?" batin putra mahkota yang seperti kehilangan cahaya hidupnya setelah mendengar menghilangnya ratu.


" Jika sampai aku tidak menemukan keberadaan mu, apa yang harus aku lakukan? Kau keterlaluan Maledine." putra mahkota sungguh tidak habis pikir jika kekasihnya benar-benar meninggalkan dirinya dengan membawa setengah dari dirinya bersamanya.


Putra mahkota kehilangan arah hidupnya saat ini. Tidak ada lagi alasan dia bertahan di istana yang menurutnya hanya bentuk dari sebuah penjara dalam artian terselubung. Tidak ada kebebasan dan hanya diisi oleh orang-orang yang dipenuhi rasa iri dan dengki.


" Yang mulia.. Dayang yang mengikuti yang mulia ratu datang untuk menghadap. Dia mengatakan jika ada beberapa hal yang ingin dia sampaikan dan ini sangat penting." lapor Luke.


Putra mahkota masih belum memberi respon. Raganya memang berada di tempat ini, akan tetapi tidak dengan jiwanya. Putra mahkota mendengar semua ucapan Luke karena dia bisa memecah fokusnya hingga tidak hanya terpaku pada apa yang dia pikirkan saja. Tapi untuk saat ini, putra mahkota malas untuk melakukan apapun.Sejujurnya putra mahkota benar-benar membenci dirinya saat ini karena tidak mampu menjaga kekasih hatinya.


" Yang mulia..." dayang yang dimaksud Luke masuk begitu saja tanpa izin.


" Hei... Siapa kau berani masuk kemari tanpa izin?" hardik Luke yang terkejut melihat dayang ini begitu nekat.


" Maafkan saya yang mulia.. Saya harus mengatakan ini karena jika anda tidak membalas orang-orang yang telah menyakiti yang mulia ratu, maka orang-orang itu tidak akan pernah mendapatkan ganjaran atas apa yang mereka semua lakukan pada ratu yang tengah mengandung." putra mahkota akhirnya memberikan respon dengan langsung menatap tajam, menuntut dayang ini untuk menceritakan apa yang dia maksud.


" Saya mendengar ini dari para dayang dan pelayan yang tengah membicarakan ratu.. Bahwasanya penyebab ratu dihukum di istana dingin adalah karena mendiang raja tidak kuasa menolak permintaan selir Oclariana sebagai ganti menyembunyikan kenyataan jika andalah yang memiliki..." dayang ini tidak melanjutkan ucapannya takut membuat putra mahkota marah.


" Lanjutkan cerita mu.." titah putra mahkota dengan masih menahan dirinya untuk tidak mengamuk sekarang juga dan mendatangi selir untuk meminta pertanggungjawabannya atas apa yang terjadi pada ratu.


Mendengar bagaimana ratu direndahkan, disiksa dan juga diperlakukan buruk, putra mahkota mengepalkan tangannya kuat-kuat, Giginya bergemelatuk karena emosinya sudah naik ke ubun-ubun. Sungguh tidak bisa putra mahkota kira jika orang-orang itu berani menyentuh orang yang dia lindungi dengan segenap hati dan pikirannya.


" Apa yang dikatakan wanita itu pada Maledine hingga akhirnya Maledine menghilang?" tanya putra mahkota. Wajahnya sama sekali tidak bersahabat. Benar-benar saat ini putra mahkota sangat ingin membunuh orang untuk menyalurkan amarahnya.


" Selir mengatakan jika yang mulia ratu tidak pergi maka anda yang tidak akan pernah bisa naik tahta. Selir mengancam akan mengatakan pada semua orang bahwa pria yang telah menghamili rau adalah anda, yang mulia." terang dayang tanpa ditambahi dan dikurangi.


BRAKK


PYARRR


PRANG


" OCLARIANA DAN KAU CONRAD... KALIAN AKAN MENDAPATKAN RIBUAN KALI PENYIKSAAN YANG LEBIH SAKIT DARI APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA MALEDINE...AAAARRRRGGGGHHHH.." putra mahkota benar-benar murka hingga menghancurkan semua yang ada di sekitarnya.


" Luke... Lakukan apa yang sudah kita rencanakan.. Pastikan kau menangkap semua orang yang selama ini merencanakan pemberontakan.. Jangan lupakan dua wanita yang sudah membuat Maledine ku terluka, mereka berdua akan menghadapi diri ku langsung.." titah putra mahkota terlihat sangat dingin. Aura menakutkan menguar dari tubuh putra mahkota membuat siapa saja yang ada di sekitarnya akan merinding karena ketakutan.


" Siap laksanakan, yang mulia.." Luke pun berlalu dari ruangan putra mahkota yang sudah mirip kapal pecah. Tak lupa Luke mengajak dayang tadi pergi karena khawatir jika putra mahkota menjadikannya sasaran emosinya. Meski selama ini tidak pernah Luke lihat jika putra mahkota melampiaskan emosinya tidak pada orang yang bersangkutan.


Putra mahkota tidak akan menunda lagi rencananya sampai naik tahta menggantikan ayahnya. Urusan naik tahta, akan dia pikirkan nanti, yang terpenting sekarang ini dia akan menghancurkan semua orang yang sudah membuat wanita yang dia cintai menderita.


Putra mahkota selama ini memang berada di kubu perdana menteri bukan karena benar-benar membela perdana menteri. Putra mahkota melakukan ini semua agar bisa dangan mudah mengetahui dan mendapatkan bukti dari kejahatan yang sudah perdana menteri dan orang-orangnya lakukan.


Bukan tidak tahu, tapi selama ini putra mahkota menahan untuk melakukan pergerakan karena ingin mendapatkan bukti yang kuat atas kesalahan perdana menteri. Selain menjalin kerja sama dengan pemberontak di perbatasan yang diatasi oleh putra mahkota saat sebelum Maledine naik tahta sebagai ratu. Perdana menteri juga mengeruk keuntungan dari tambang yang keluarga kerajaan miliki untuk memperkaya keluarganya dan membuat pasukan pribadi.


Semua bukti sudah ditangan putra mahkota saat ini, dan kini saatnya pembersihan masal kotoran yang selama ini menempel pada keluarga kerajaan. Putra mahkota berjanji pada ayahnya dan Maledine, bahwa dia akan membalas semuanya berkali-kali lipat dari apa yang ayahnya dan Maledine terima.