
Hari ini, Raja mengundang semua anggota keluarga kerajaan baik yang tinggal di area istana, hingga yang tinggal di luar istana, bahkan luar wilayah. Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di istana. Karena Raja mengundang semua anggota keluarga kerajaan untuk wajib datang tanpa mengatakan maksud dari undangannya.
Pangeran ke 2 dan istrinya kembali masuk istana, setelah beberapa hari yang lalu mengunjungi istana karena ada kepentingan. Namun kali ini mereka datang karena undangan Raja. Dan begitu pangeran ke 2 sampai di istana, dia meminta izin pada istrinya untuk pergi melihat putra mahkota. Disinilah sekarang, pangeran ke 2, berada di kamar putra mahkota dan tanpa sengaja mendengar ucapan dari putra mahkota tentang mengandung anaknya.
" Mengandung anak siapa? Dan siapa yang mengandung anak? " Tanya Aeolus.
Dierez yang menyadari kejadian adik tirinya itu, langsung melompat turun dari ranjangnya. Jantungnya berdetak cukup kencang, takut jika Aeolus mengetahui apa yang sebenarnya sudah dia lakukan. Karena tidak ada pembenaran sama sekali terhadap apa yang telah Dierez lakukan kali ini. Kali dia akan tetap bersalah, meski di pandangan dari sudut pandang siapapun.
" Tentu saja ratu yang mengandung anak ayah ku.. Siapa lagi? " Ucap Dierez terlihat santai karena ingin menutupi rasa gugup yang dia rasakan saat ini.
" Tapi aku dengar tadi.. Mengandung anak mu? Siapa? Apa kau jajan di luar sana? " Tanya Aeolus mencerca Dierez.
" Ck.. Jajan apanya? Siapa yang jajan di luar? Lagi, kau itu salah dengar. Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu di luar sana.. " ( tapi kau melakukannya semalam di kamar pengantin bersama dengan Maledine.. ) lanjut putra mahkota dalam hati.
" Aku curiga pada mu.. Akhir-akhir ini kau terlihat sangat kalem sekali. Padahal sebelumnya kau pulang karena tidak suka ayah menikahi pelayan itu kan.. " Aeolus tidak menyerah membongkar sesuatu yang ditutupi oleh kakaknya ini.
Sejak kecil terbiasa bersama, karena itu Aeolus sudah mengenal Dierez luar dalam. Begitu pula sebaliknya. Karena itulah, Aeolus sekarang merasa jika Dierez menyembunyikan sesuatu, dan dia cukup penasaran dengan hal tersebut. Kakaknya ini sedikit kalem dan tidak lagi bar-bar dalam menghadapi suatu masalah. Itulah yang membuat Aeolus curiga.
" Kau tahu ayah seperti apa kan.. Tidak lama lagi juga wanita itu akan ditinggalkan.. Aku sedang mencoba bermain halus agar mereka tidak mengetahui langkah ku selanjutnya.. Dan aku punya ide, agar ayah meninggalkan wanita itu.. " Ucap Dierez tidak sepenuhnya bohong namun dalam konteks yang berbeda tentunya.
" Benarkah? Kau tidak bohong? " Dierez langsung mengangguk. Tidak ingin adiknya ini bertanya lebih banyak lagi dan berakhir dirinya terpojok.
" Apa yang kau lakukan di istana? Akhir-akhir ini aku lihat kau sering masuk ke istana.. Apa tidak apa? " Tanya Dierez khawatir.
" Undangan.. Aku masuk karena diundang oleh ayah.. Tidak hanya aku, bahkan semua anggota keluarga kerajaan diundang untuk masuk ke istana.. " Jawab Aeolus lalu melengos pergi untuk mencari tempat duduk.
Tangan Dierez terkepal, jujur saja kalau bukan Raja itu ayahnya, dia sudah pasti akan menghadiahi bogem mentah. Dierez curiga jika ayahnya ingin pamer pada seluruh anggota keluarga karena telah berhasil berbagi ranjang dengan ratu. Meski semalam itu ulahnya, tetap saja semua orang mengira itu ayahnya. Dan Dierez cemburu akan hal itu.
" Cepat bersiap.. Kita harus ke aula istana untuk jamuan sekaligus menunggu pengumuman dari Raja.. " Ujar Aeolus memerintah.
Dari kejauhan, Dierez melihat Maledine tengah mengobrol dengan istri dari pangeran ke 2. Sepertinya putri Eugene mendatangi kamar Maledine, terlihat mereka yang masuk bersama di aula istana. Dierez senang, jika Maledine bisa cocok dengan putri Eugene. Namun, yang kemudian membuat Dierez menahan tawanya yang sudah siap menyembur itu, kala dia melihat jalan Maledine yang seperti bebek.
Dari tempatnya, Maledine yang melihat Dierez tengah menahan tawanya saat melihat dirinya, mencebik kesal. Siapa coba yang telah membuatnya jalan seperti bebek. Kalau bukan karena Raja akan mengumumkan sesuatu yang penting, Maledine enggan keluar kamar karena tidak nyaman pada area bawah tubuhnya.
Maledine kemudian berjalan menuju ke tempat dimana Raja berada. Sebagai istri Raja, Maledine harus selalu berada di samping Raja dalam setiap acara yang seperti ini. Hal ini untuk menunjukan bahwa hubungan Raja dan ratu sangat harmonis. Meski sebenarnya saat ini, Maledine takut jika Dierez marah karena melihatnya bersama dengan Raja.
Ting... Ting.. Ting..
" Mohon perhatian sebentar.. Saya, Delroy Damocles, pada kesempatan ini mengumpulkan tamu undangan sekalian di tempat ini dengan tujuan untuk mengumumkan sesuatu yang sudah, saya rencanakan bersama dengan seluruh penghuni istana ini.. " Raja mengambil atensi semua orang hingga semua menatap ke arahnya.
" Kali ini, saya ingin mengumumkan pernikahan keluarga kerajaan yang mana putra mahkota akan saya nikahkan dengan putri dari keluarga Conrad, Arlonisa Conrad.. " Ucap Raja yang langsung disambut tepuk tangan meriah oleh semua tamu undangan.
Seorang gadis cantik, langsung mendekat ke arah Raja dan Maledine, membungkuk memberi hormat. Gadis ini adalah Arlonisa, gadis yang digadang-gadang akan menjadi putri Mahkota kerajaan antah berantah ini. Dengan senyum manisnya, Arlonisa menyapa semua tamu undangan yang hadir.
Dari tempatnya berdiri saat ini, Maledine menatap Dierez kecewa atas apa yang baru saja didengarnya. Tidak disangka, baru saja semalam Dierez mengucapkan cinta, pagi ini Maledine mendengar jika Dierez akan segera menikah. Sungguh, hati Maledine rasanya sakit sekali.
Dierez bisa tahu arti tatapan Maledine padanya. Dia menggeleng, berusaha untuk mengatakan jika dirinya tidak tahu tentang rencana konyol ini. Dierez harus bertindak atau kalau tidak, dia akan kehilangan Maledine untuk selamanya. Dierez belum siap untuk kehilangan Maledine saat ini, dan mungkin seterusnya.
" Apa maksud yang mulai dengan mengatakan adanya pernikahan kerajaan dan saya sebagai mempelai prianya? Padahal saya sama sekali tidak mengetahui hal ini dan belum menyetujui hal ini.. " Ucap Dierez lantang. Semua orang langsung berbisik membicarakan tentang masalah ini.
Arlonisa langsung memasang wajah sedih ketika dengan jelas Dierez tidak menyukainya. Dia pun menangis dan langsung berlari memeluk sang ayah yang berdiri tidak jauh darinya. Felus Conrad, yang merupakan ayah Arlonisa, langsung menatap Raja meminta kejelasan atas masalah ini. Raja sendiri yang mengirimkan perjanjian pernikahan untuk putrinya dan putra mahkota, lalu apa yang baru saja dia dengar ini.
" Putra mahkota.. Tidak seharusnya anda berkata seperti itu di depan keluarga Conrad.. Ini sama saja dengan mempermalukan mereka.. Apa kau tahu siapa keluarga Conrad? " Raja langsung melotot marah menatap putranya yang memang terkenal sulit dikendalikan.
" Apa.. Ucapan saya salah? Saya rasa saya tidak melakukan kesalahan karena saya bertanya.. Saya tidak tahu masalah ini dan dengan tegas saya menolak perjanjian pernikahan ini.. Saya tidak pernah menyetujui hal ini.. "
" DIEREZ DAMOCLES.. TARIK UCAPAN MU.. " Raja berteriak pada putranya sendiri. Namun, sama sekali putra mahkota tidak takut. Dia memiliki seseorang yang harus dia jaga perasaannya.