The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Melepas rindu



Maledine menatap sengit ke arah putra mahkota lantaran telah dikerjai olehnya. Maledine kesal sekali saat putra mahkota mengatakan jika putri Conrad mengundangnya untuk makan siang bersama di kediaman putri Conrad. Maledine yang cemburu langsung merajuk dan hendak mengurung diri di kamarnya.


Namun, putra mahkota justru tertawa terbahak melihat wajah cemburu Maledine. Sepertinya menggoda Maledine adalah kegiatan menyenangkan yang membuat putra mahkota candu. Maledine nya yang tersayang memang selalu pandai membuat dirinya merasa sebagai pria yang beruntung di dunia ini.


" Sudahlah jangan merajuk lagi... Aku kan cuma menggoda mu saja.. Lagipula, seandainya benar memang putri Conrad meminta ku menemaninya makan siang, jelas pasti aku tolak. Bertemu dengan mu sekarang sangar sulit, jadi bagaimana mungkin aku lewatkan kesempatan bersama mu hanya demi makan siang.. " Ucap Dierez. Bibirnya maju untuk mengecup pipi Maledine berharap jika kekasih hatinya ini berhenti merajuk.


" Saya pikir, anda lebih senang bersama calon istri.. " Maledine menyindir.


" Tentu saja tidak.. Disini, ada calon anak dan kekasihnya, jelas aku lebih bahagia disini lah.. " Maledine langsung tersipu malu.


" Cieh.. Yang sedang malu.. " Dierez menaik turunkan alisnya, dan itu justru membuat Maledine semakin malu hingga wajahnya memerah mirip tomat rebus.


Dierez menarik tubuh Maledine untuk membawanya ke dalam pelukannya. Dierez beberapa kali mengecup puncak kepala Maledine, demi bisa menyalurkan perasaan rindu yang dia rasakan karena akhir-akhir ini mereka jarang bertemu.


Meladine sendiri tidak bisa menutupi rasa bahagia yang mengalir di dalam tubuhnya karena bisa kembali memeluk pria yang selama ini selalu mampu membuat dirinya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Maledine tidak pernah menyangka jika Dierez pun membalas perasaannya. Andai Maledine tahu akan terjadi ini, maka akan menolak pernikahan dengan raja.


" Maaf.. Andai saya mengetahui jika anda juga membalas perasaan saya. Saya pasti akan menolak keinginan mendiang Ratu.. Maaf, telah membuat kondisi dan situasi anda menjadi sulit. " Gumam Maledine lirih karena terhalang dada Dierez.


" Bicara apa kamu? Jangan pernah bicara seperti itu.. Aku tidak masalah dengan semua ini.. Bisa bersama mu dalam kondisi apapun sudah membuat ku bahagia.. " Dierez kembali mengecup puncak kepala Maledine. Kali ini, dia mengecup lebih lama dari sebelumnya.


" Sudah.. Mari kita bekerja dulu.. Setelah itu kita kangen-kangenan lagi.. " Maledine tersenyum. Bodohnya dia sampai melupakan apa tujuan Dierez kemari.


Dierez mengajak Maledin untuk berbincang di tempat yang menurutnya nyaman untuk Maledine yang tengah hamil muda saat ini. Dierez sangat memperhatikan semua tentang Maledine bahkan untuk urusan yang sangat sepele pun, Dierez ikut memperhatikan. Hal ini membuat Maledine merasa begitu disayangi oleh pria yang seharusnya adalah putra tirinya ini.


Setiap hari, Maledine tidak pernah tidak bersedih kala mengingat hubungannya dengan Dierez. Paham, jika hubungan mereka adalah sebuah hubungan yang terlarang. Mereka tidak seharusnya bersatu, hanya saja Maledine tidak bisa menolak kenikmatan dan cinta yang Dierez berikan untuknya. Katakanlah Maledine gila, karena memang dia sudah tergila-gila dengan Dierez.


Maledine tidak menyesal atas hubungan mereka hingga ada saksi dan bukti cinta mereka dalam kandungannya saat ini. Maledine sudah tidak peduli dengan ucapan orang yang tidak merasakan bagaimana rasanya menjadi dirinya. Siapa yang ingin terjebak dalam hubungan yang seperti ini. Akan tetapi, bagi Maledine semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, disesali pun tidak akan ada gunanya.


" Melamunkan apa?" tanya Dierez yang tahu jika kekasihnya ini tengah melamun.


" Tentang kita... Yang mulia, apa anda menyesal karena telah bersama saya didalam sebuah hubungan yang salah ini?" tanya Maledine.


" Tentu saja tidak. Bukankah aku yang lebih dahulu menyatakan jika aku menginginkan mu.. Jangan berpikiran yang tidak-tidak, sayang. Aku tetap Dierez yang mencintai Maledine dan dicintai oleh Maledine. Paham? Jangan berbicara seperti itu lagi ya.." pinta Dierez terlihat ketulusan di kedua matanya.


" Hm.. Maafkan saya yang jadi sangat sensitif akhir-akhir ini." ucap Maledine menundukan kepalanya.


" Tidak apa. Menurut buku yang aku baca, ibu hamil memang seperti itu. Semua itu karena bawaan janin kok, jadi karena ini adalah anak dan wanita ku, pasti aku bisa memahami." Dieerz mengusap pipi Maledine yang kini sudah merah lantaran mendengar ucapan Dierez yang begitu romantis.


" Anda membaca buku semacam itu?" Maledine sungguh tidak menyangka.


" tentu saja.. Agar aku tidak sampai berbuat kesalahan dan mengakibatkan diri mu atau anak kita sampai kenapa-napa." Maledine semakin tersipu.


" Sekarang kita mulai pekerjaan kita ya.. Aku nanti harus melapor pada raja tentang kunjungan ku pada ratu." Dierez terkekeh.


Dierez mulai misinya, pertama yang dia tanyakan adalah tentang apa ada yang menurut Maledine mencurigakan sebelum dia menemukan dayangnya meninggal lantaran dipatok ular berbisa. Semua ditanyakan oleh Dierez bahkan sampai saat siapa yang pertama datang setelah Maledine berlari keluar kediamannya dengan ketakutan.


Mendengar cerita dari maledine, membuat Dieres merasa sangat bersalah karena tidak ada disisi wanita ini saat wanita ini membutuhkannya. Dierez yakin, karena dirinya tidak ada di istana karena itu ada yang berani berbuat ulah. Semua orang tahu jika raja bukan tipe orang yang mau mengurusi masalah yang ribet seperti ini. Jadilah banyak orang yang memanfaatkan sifat ayahnya yang buruk ini.


Dierez terus terang saja marah pada sang ayah. Penjagaan macam apa yang raja perintahkan untuk menjaga Maledine jika pada akhirnya peristiwa itu terjadi juga.Semalam saat menemui sang ayah, Dierez langsung menegur ayahnya yang abai akan keselamatan dan keamanan. Lihat sekarang yang menjadi korban adalah Maledibe.


" Baiklah... terima kasih atas keterangannya.. Aku akan datang lagi nanti malam jadi jangan tutup jendelanya.." ucap Dierez sebelum meninggalkan Maledine karena misinya sudah selesai. Tidak mungkin dia berada di kediaman Maledine terlalu lama. Bisa-bisa orang-orang menyebarkan gosip tidak baik lagi.


Setelah kepergian Dierez, niat hati Maledine ingin beristirahat karena sejak dikatakan oleh tabib jika dirinya tengah hamil, Maledine jadi sangat malas melakukan berbagai macam kegiatan dan hanya golek-golek di ranjang saja.Namun saat mata Maledine akan terpejam, seseorang terlihat memaksa masuk untuk menemuiya.


" Lepaskan putra mahkota selagi aku masih menegur mu dengan cara yang baik." ucap putri Conrad.


" Mohon maafkan saya, tapi bagaimana maksud anda ini ya?" tanya Maledine tidak paham maksud putri Conrad.


" jangan berpura-pura bodoh.. Aku tahu kau menyukai yang mulia putra mahkota. Coba kau pikirkan jika sampai berita ini sampai ke raja, apa yang akan dia lakukan?"