The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Raja yang kejam



Beberapa hari telah berlalu sejak hari dimana Aeolus berbincang dengan Dierez mengenai hubungan terlarangnya dengan mantan ratu. Aeolus sama sekali tidak pernah membahas mengenai hal itu lagi setelah mendengar alasan yang dikatakan oleh Dierez.


Meski begitu, bukan berarti Aeolus benar-benar bisa menerima semua yang dikatakan oleh Dierez karena pada dasarnya, alasan apapun yang digunakan oleh Dierez. Dia tetap bersalah karena telah membuat skandal dengan mantan ratu yang merupakan ibu tirinya.


Semua orang yang ada di kerajaan ini juga belum tentu bisa menerima alasan yang dibuat oleh Dierez,meski mendapat ancaman sekalipun darinya. Untuk memantapkan posisi mantan ratu sebagai ratu pada masa kepemimpinan Dierez, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.


Hal inilah yang membuat Aeolus pada akhirnya memilih diam. Tanpa dirinya ikut menghakimi apa yang dilakukan oleh Dierez, akan ada banyak orang yang menghakimi apa yang dia dan mantan ratu perbuat. Aeolus akan menantikan, bagaimana Dierez memperjuangkan wanita yang dia cintai, ditengah penghakiman semua orang.


************


" Apa masih belum ada kabar keberadaan Maledine??" tanya Dierez pada Luke yang pulang untuk melapor padanya.


" Maafkan atas ketidak mampuan saya yang mulia. Hanya saja, saya memang masih belum menemukan jejak apapun yang berhubungan dengan ratu. Lagi, sepertinya, ada seseorang yang telah membuat kami terus menerus kehilangan jejak yang mungkin saja ratu tinggalkan." lapor Luke dengan kepala yang menunduk dalam, tidak berani menatap tuannya.


" Maksud mu, hilangnya Maledine dan tidak diketahuinya keberadaannya saat ini karena orang lain yang menyembunyikannya?" Dierez cukup terkejut dengan fakta baru yang disampaikan ajudannya.


" Benar yang mulia.. Menurut saya, jika hanya ratu saja, pastinya tidak akan sesulit ini orang-orang kit menemukan beliau." ujar Luke


Dierez diam, untuk merenungkan apa yang telah Luke katakan padanya. Tidak ada yang salah dengan ucapan Luke, justru ucapannya memang dirasa paling masuk akal saat ini.


Namun bukan hanya itu yang membebani pikiran dari Dierez. Ada hal yang lebih penting lagi dari sekedar orang lain yang saat ini tengah menyembunyikan wanitanya. Dierez yakin, saat ini, anaknya dengan Maledine pastinya udah terlahir ke dunia ini.


Apakah semuanya baik-baik saja? Apakah Maledine bisa melewati semua ini dengan baik?? Apakah anak mereka terlahir selamat? Apakah anak mereka laki-laki atau perempuan?


Semua pertanyaan itu memenuhi pikiran Dierez, hingga membuatnya tidak lagi mampu berpikir jernih untuk saat ini. Tubuhnya memang berada di istana saat ini, tapi tidak dengan jiwanya. Jiwa Dierez terasa melayang jauh ke atas langit guna menemukan jiwa yang merupakan pasangannya.


" Luke.. Waktu kita tidaklah banyak.. Anak ku saat ini pastinya sudah terlahir. Menurut mu, apakah pantas jika kita membiarkan begitu saja pewaris tahta ku hidup di luaran sana?" Dierez menatap tajam ke arah mata Luke yang kini juga menatap mata Dierez meski hanya sepersekian detik saja karena Luke kembali menundukan kepalanya.


" Saya akan mulai menyelidiki kemungkinan orang yang telah menyembunyikan keberadaan ratu.." ucap Luke yang merasa iba dengan apa yang dialami oleh tuannya.


Niat hati ingin segera menemukan keberadaan dari wanitanya sebelum pergantian tahun. Nyatanya kini sudah berlalu empat tahun, dan keberadaan Maledine serta anak dari Dierez belumlah diketahui. Dierez tidak lagi mampu menahan semua rasa kecewa dan sakit hatinya atas apa yang menimpanya selama empat tahun belakangan ini.


Jika dulu Dierez disebut sebagai raja yang dingin, kini sebutannya berubah menjadi raja tyrant. Dierez menjadi sangat dingin dan tidak kenal ampun pada siapa saja yang berani mengusiknya dan wilayahnya. Perubahan daro Dierez ini sangat disayangkan oleh semua orang yang mengenal bagaimana kepribadiannya yang sebenarnya.


Aeolus yang awalnya tidak ingin ikut campur di dalam masalah ini karena sangat sensitif untuk Dierez. Kini tidak lagi mampu untuk menutup mata dan telinganya atas apa yang dilakukan Dierez. Aeolus secara pribadi mendapatkan permintaan dari orang-orang yang mengenal bagaimana kepribadian Dierez yang sebenarnya untuk setidaknya mengubah cara berpikir Dierez.


" Paman.. Jika Luke saja bisa dia hukum itu tandanya sudah tidak ada lagi harapan untuk kakak ku." ucap Aeolus selaku perdana menteri di masa Dierez menjadi raja di kerajaan antah berantah ini.


" Saya tidak tahu apa yang membuat yang mulia menghukum Luke, karena setahu saya Luke sudah sejak lama tidak menjalankan perintah dari yang mulia mengenai urusan kerajaan." William terlihat sangat putus asa saat ini.


" Memang bukan alasan itu yang membuat kakak menghukum ajudan kesayangannya itu. " Aeolus menghela nafas, entah sudah yang keberapa kalinya sejak tadi.


" Apa yang bisa membuat yang mulia kembali seperti dulu? " gumam William yang masih bisa di dengar oleh Aeolus.


" Hatinya, cintanya dan wanita yang dia cintai dan bisa mencintainya.." jawab Aeolus menanggapi gumamam William.


" Anda bercanda? Bahkan saat ini yang mulia bisa menghukum siapa saja yang membahas pemilihan ratu." Aeolus melirik William dengan ekor matanya.


Aeolus tahu, selain dia dan Luke, tidak ada lagi yang mengetahui jika untuk saat ini, Dierez tengah menunggu kembalinya pemilik hati dan hidupnya. Semua orang berpikir, jika Dierez enggan memiliki ratu karena dia belum menemukan kandidat yang cocok. Padahal tidak seperti itu kenyataannya.


Dierez bukan tidak menemukan seseorang yang cocok sesuai kriterianya dalam menjadi ratu. Melainkan dia telah menemukan kandidat yang cocok, hanya saja kandidat ini menghilang seperti di telan bumi.


Jika memang telah meninggal, kenapa tidak ada makamnya. Dan jika masih hidup, kenapa keberadaannya tidak ditemukan sampai saat ini. Saking gilanya Dierez dan saking putus asanya dia mencari keberadaan Maledine. Dua tahun yang lalu dia membuat perintah untuk semua prajurit mengunjungi makam-makam orang yang sudah meninggal di seluruh wilayah kekuasaannya.


Namun masih saja tetap belum menemukan wanita yang telah membuatnya menjadi pribadi yang kejam, dingin dan tidak tersentuh oleh siapapun termasuk teman dan keluarganya sendiri.


" Andai saja dewa tidak memberinya cobaan seberat ini. Pastinya saat ini, kerajaan kita telah memiliki pewaris." ucap William terdengar ambigu di telinga Aeolus.