The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Apa yang terjadi



Hari yang paling ditunggu oleh semua rakyat di kerajaan antah berantah akhirnya tiba juga. Enam bulan sejak meninggalnya raja Delroy Damocles, akhirnya putra mahkota, Dierez Damocles naik tahta menggantikan sang ayah. Berita ini disambut dengan sangat meriah oleh semua orang. Semua rakyat bahkan membuat pesta untuk raja baru mereka.


Jika rakyat di ibukota dan desa-desa lain yang masih masuk wilayah kerajaan antah berantah ini tengah berpesta rakyat untuk raja baru mereka. Begitu juga di istana, pesta meriah yang dihadiri seluruh bangsawan di wilayah kerajaan antah berantah dan juga para menteri serta perdana menteri yang baru, semuanya diundang hadir oleh raja baru mereka.


Akan tetapi, pesta meriah di seluruh penjuru wilayah kerajaan antah berantah ini tak mampu membuat hati seseorang yang patah menjadi baik. Dierez, raja baru kerajaan ini justru bersedih dihari dimana dia naik tahta menggantikan ayahnya. Kesedihan yang dialami Dierez ini tidak jauh-jauh dari kegagalan pencarian kekasih hatinya.


Enam bulan, perpisahan mereka karena Maledine menghilang, nyatanya belum bisa membuat Dierez menemukan keberadaan wanita yang membawa benihnya. Penyesalan, kekecewaan dan juga kesedihan selalu mengisi hari-hari Dierez selama enam bulan ini.


Menyesal karena tidak ada di samping wanita yang dia cintai saat semua orang di istana memojokannya karena ulahnya yang menghamilinya. Kecewa, kenapa kekasihnya justru memilih pergi meninggalkannya padahal Dierez sangat berharap ada kekasih hatinya menemaninya saat ini dihari pengangkatannya menjadi raja. Sedih, karena alasan kepergian dari wanita yang dia cintai adalah demi melindunginya dirinya. Padahal Dierez sangat mampu melindungi dirinya sendiri meski skandal mereka terkuak.


Hanya Luke, dari sekian banyak orang di tempat ini yang mampu melihat kesedihan yang amat mendalam dibalik wajah datar yang tengah diperlihatkan oleh Dierez di singgasananya.


" Kenapa dengan kakak?" Aeolus bertanya.


" Patah hati, yang mulia pangeran kedua." jawab Luke sesuai kenyataan.


" Patah hati? Dengan siapa? Dan aku bukan lagi pangeran, ingat tuanmu telah membuat ku menjadi perdana menteri." Aeolus menimpali ucapan Luke.


Memang diluar batas kewajaran karena tidak seharusnya seorang pangeran menjabat sebagai perdana menteri. Tapi, Dierez bersikeras mengangkat adik satu ayah beda ibu dengannya untuk menjabat sebagai perdana menteri dengan alasan jika dirinya lebih percaya dengan Aeolus daripada lainnya.


Memang sempat terjadi kontrofersi atas keputusan Dierez, tapi sekali lagi, tidak ada yang bisa menentangnya dan mengubah keputusan yang sudah dia buat. Dierez berbeda dengan ayahnya, raja Delroy. Dierez sangat keras kepala dan juga tidak suka mendapatkan penolakan.


Dierez paling tidak suka jika ada orang lain yang tahu kelemahannya. Tentunya, terkecuali untuk oang-orang tertentu seperti Luke yang memang dia izinkan untuk berada di sisinya selama dirinya menjadi kacau karena sesuatu hal. Seperti sekarang, hanya Luke yang tahu jika tuannya tidak bahagia dengan apa yang dia miliki saat ini.


" Yang mulia baru saja ditinggalkan pergi oleh kekasih hatinya.. Karena itu yang mulia terlihat sedih.. " Luke menjawab pertanyaan dari Aeolus.


" Anda benar-benar ingin tahu, atau sekedar ingin tahu? " Tanya Luke dengan wajah yang terlihat sangat menyebalkan bagi perdana menteri baru.


" Cepat katakan!! " Titah Aeolus menggunakan jabatannya untuk menekan ajudan dari raja baru.


" Tolong kemari tuan perdana menteri.. " Luke meminta Aeolus untuk mendekat ke arahnya. Luke mendekatkan bibirnya tepat di telinga Aeolus untuk membisikan jawaban dari pertanyaan perdana menteri baru.


" Kekasih yang mulia adalah..... Kekasihnya adalah... RAHASIA... Tuan perdana menteri.. " Luke langsung kabur setelah membisikan itu semua karena takut terkena sabitan maut dari Aeolus.


" Sialan anak itu.. Mentang-mentang sekarang ajudan raja, jadi makin menjadi sifat jahilnya. " Aeolus mengerutu. Tidak peduli ketika saat ini, dirinya menjadi pusat perhatian. Semua orang menatap ke arah Aeolus, tidak terkecuali Dierez.


Pesta berlangsung sampai hari sudah sangat malam, tidak bisa dikatakan malam sebenarnya karena pesta ini selesai saat matahari hampir saja naik. Banyak orang yang mabuk, tidak terkecuali Dierez yang merasa beban hidupnya sangatlah berat.


Seharusnya hari ini dia bisa berkumpul dengan anak dan wanita yang dia cintai. Enam bulan berlalu sejak Maledine menghilang, artinya saat ini pasti anak mereka telah lahir. Dierez bahkan tidak tahu anaknya laki-laki atau perempuan. Dia tidak tahu kapan tepatnya Maledine melahirkan, dimana wanita itu sekarang, apakah dia masih hidup atau tidak. Dierez tidak mengetahui semua jawaban dari pertanyaan itu.


Dengan mabuk, dia bisa melupakan sejenak kerinduannya yang mendalam pada sosok wanita yang mampu memporak-porandakan hati dan hidupnya. Ketika mabuk, Dierez bisa melihat bayangan Maledine didalam halusinasinya. Dengan begitu, dia bisa sedikit mengobati rasa rindunya pada wanita pemilik hatinya.


" Kau dimana Maledine? Apa kau tidak merindukan ku? " Racau Dierez saat tubuhnya sudah terbaring di ranjangnya.


" Anak kita pasti sudah lahir, apa dia seorang putra mahkota atau putri Mahkota? Kenapa aku tidak tahu semua ini? Kenapa kau meninggalkan ku? " Dierez terus meracau tidak jelas di dalam kamar pribadinya.


Seseorang yang tadi ingin melihat kondisi Dierez dikejutkan dengan racauan dari Dierez saat mabuk. Satu nama wanita yang dia kenal, keluar dari mulut Dierez yang sudah mabuk. Apalagi orang ini juga mendengar ketika Dierez menyebutkan tentang anak.


" Apa yang sebenarnya terjadi disini? Apa hubungan mereka berdua? Apakah aku melewatkan sesuatu yang seharusnya aku ketahui sejak awal? " Orang ini bergumam, bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, tapi siapa disini yang bisa menjelaskan apa yang terjadi.