The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Tidak ingin bertemu



Pertemuan keluarga yang seharusnya berlangsung dengan suasana yang gembira. Kini berubah menjadi mencekam setelah melihat pertengkaran antara Raja dan putra mahkota. Tidak pernah mereka sangka, akan ada momen seperti ini dimana dengan tegas, putra mahkota berani menentang Raja yang adalah pemimpin tertinggi kerajaan ini. Dan titahnya adalah sebuah perintah yang mengingat seseorang.


Dierez berani melakukan ini semua karena memang pada kenyataannya, Dierez tidak tahu menahu tentang perjanjian pernikahan yang Raja rancangkan untuk nya dan keluarga Conrad. Jadi jangan salahkan dirinya jika dia menolak dengan sangat keras kenyataan ini.


Dierez ingin segera membubarkan semua orang yang berkumpul ini, begitu matanya tanpa sengaja melihat mata Maledine yang berkaca-kaca karena berita ini. Dierez merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi, setelah ini dia yakin, Maledine akan menganggapnya pria brengsek. Padahal semua ini kesalahan ayahnya.


" Yang mulia.. Arlonisa memang bukan gadis yang cantik dan pandai.. Tapi saya tidak bisa menerima jika anda mempermainkan perasaan putri saya.. " Ucap Felus.


" Jika seperti ini yang sebenarnya terjadi, maka saya akan membawa putri saya pergi dari tempat ini. " Felus menunduk hormat, kemudian mengajak putri nya untuk pergi.


" Ayahanda.. Saya tidak ingin pergi.. Saya sudah terlanjur jatuh cinta pada yang mulia putra mahkota. Tidak bisakah perjanjian pernikahan ini tetap berlanjut.. " Pinta Arlonisa dengan memelas. Air matanya sudah berjatuhan karena sesak ditolak di depan semua orang.


" Kau punya harga diri putri ku, dan jangan biarkan siapapun menginjak-injak harga diri mu.. Karena itu akan membuat diri mu tidak dihormati orang lain.. " Ucap Felus yang menatap tajam Raja dan putra mahkota bergantian.


Dierez sama sekali tidak gentar kalau melihat tatapan penuh kebencian dari Felus. Dierez tahu, sepupu ibunya itu memang sangat keras. Sudah pasti dia marah atas apa yang terjadi saat ini. Tapi bukan salah Dierez dan dirinya pun tidak perlu meminta maaf. Salahkan saja ayahnya yang gegabah membuat keputusan.


" Begini saja yang mulia, saya menyarankan untuk putri dari keluarga Conrad untuk tinggal di istana agar lebih bisa dekat dengan putra mahkota.. Alasan yang mulia putra mahkota menolak, pasti karena keduanya belum dekat.. Jadi sebelum memutuskan pernikahan ini, alangkah lebih baiknya keduanya untuk dekat terlebih dahulu.. " Perdana menteri angkat bicara.


Dierez langsung melotot tajam ke arah perdana menteri karena berani menyarankan hal gila itu. Dierez semakin melihat Maledine tertekan dan terlihat ada air mata yang menetes dari matanya. Ingin menolak dengan cepat, namun semua orang justru mendukung saran dari perdana menteri. Dierez tidak bisa berkutik saat ini, dan dia jadi membenci perdana menteri karena saran konyol ini.


" Terima saja saran ini.. Kau tahu kan, apa akibatnya jika bertentangan dengan tuan perdana menteri. Semua urusan mu istana tidak akan lancar.. " Bisikan Aeolus yang memang ada di dekatnya.


" Baiklah.. Aku setuju.. Akan tetapi aku perjelas pada kalian semua.. Jika pada akhirnya aku merasa tidak cocok dengannya, maka jangan memaksa ku.. " Ucap Dierez tegas.


" Tentu saja yang mulia.. Anda tidak perlu khawatir.. " Perdana menteri tersenyum.


Dierez merasa frustasi beberapa hari ini karena terus diganggu oleh Arlonisa. Dimana pun dia berada, pasti di sana dia akan melihat putri dari keluarga Conrad itu. Rasanya Dierez ingin mengunci diri di kamar saja agar tidak perlu bertemu dengan gadis gila tidak tahu malu itu.


Sesungguhnya ada hal lain yang saat ini mengganggu Dierez. Maledine, mencuekannya dan bahkan enggan bertemu dengannya setelah pesta yang dibuat oleh Raja kala itu. Dierez merasa frustasi dan kepalanya terus berdenyut sakit karena masalah ini.


Maledine sendiri terus mengindari putra mahkota karena marah dengan apa yang terjadi. Meski dia tahu bahwa Dierez tidak tahu menahu tentang hal ini. Tapi kesal juga rasanya jika mengingat pria yang sudah dia berikan segalanya itu justru akan menikahi wanita lain. Maledine bahkan mengurung diri di kamar selama tiga hari karena terus menangis hingga matanya bengkak.


" Tidak menyangka, taman bunga ini masih nampak sama seperti saat mendiang ratu terdahulu masih hidup.. " Ucap Eugene yang mengagumi keindahan tempat ini.


" Saya masih terus merawatnya karena saya juga sangat menyukai bunga.. " Ucap Maledine tersenyum ramah.


Namun, sebagai sesama wanita yang merasa tidak ingin dikalahkan oleh orang lain. Arlonisa sangat tidak menyukai Maledine yang sok kecantikan dan lagi, terlihat sangar akrab dengan putri Eugene. Padahal untuk mendekati putra mahkota, Arlonisa diminta untuk mendekat keluarga pangeran ke 2 terlebih dahulu agar jalannya lancar menuju ke pelaminan bersama putra mahkota.


Tapi karena kehadiran dari Maledine, putri Eugen yang awalnya sangat senang mengobrol dengannya, jadi mendiamkannya dan malah asyik bicara dengan Maledine. Arlonisa, sangat membenci Maledine yang terlihat sok baik, padahal hanya wanita ular yang berubah menjilat tuannya agar bisa naik ke posisi yang tinggi.


" Pasti menyenangkan sekali untuk yang mulia ratu karena berhasil menjadi wanita yang paling dicintai oleh yang mulia Raja.. Saya berharap juga akan diperlakukan seperti itu oleh putra mahkota. " Ucap Arlonisa yang langsung membuat mood Maledine rusak.


" Iya.. Saya akan mendoakan yang terbaik untuk anda, Lady Arlonisa.. " Maledine berusaha bersikap baik-baik saja, meski sebenarnya tidak.


Obrolan terus berlangsung, dan Arlonisa terus memojokan Maledine dengan menyindir secara halus atas apa yang Maledine dapatkan setelah menjadi ratu. Maledine sama sekali tidak memperdulikan hal itu dan hanya diam saja. Justru putri Eugene yang dengan senang hati menanggapi ucapan Arlonisa.


Maledine yang memilih untuk melihat-lihat sekitar karena moodnya buruk, terkejut saat matanya melihat Dierez berada di rumah kaca ini juga selain dia dan kedua putri di depannya ini. Maledine lekas berusaha mengusir Dierez dengan memberikan kode agar Dierez segera pergi dari tempat itu sebelum dua wanita di depan Maledine menyadari keberadaannya.


" Jika kau tidak kemari.. Aku yang akan ke sana.. " Ucap Dierez pelan. Maledine membaca bibir Dierez dan terkejut dengan hal itu.


Maledine menggeleng pelan agar kedua putri yang tengah asyik berdebat itu tidak menyadarinya. Namun, Dierez semakin mendekat ke arahnya tanpa peduli sama sekali dengan peringatan dari Maledine.


Tidak ingin jika Dierez diketahui keberadaannya oleh Eugene dan Arlonisa, Maledine langsung beranjak dari tempatnya tanpa pamit dan langsung menuju ke tempat Dierez bersembunyi.


" Kenapa anda kemari? Cepat pergi sebelum mereka menyadari keberadaan anda.. " Ucap Maledine mendorong Dierez untuk pergi.


" Kau menghindari ku selama satu minggu ini.. Dan kau harus mendapatkan hukuman.. " Dierez langsung menarik Maledine semakin dalam ke rumah kaca ini dan entah kemana Dierez akan membawa.


Kalau boleh jujur, Maledine sebenarnya senang karena Dierez menemuinya. Namun, Maledine tidak ingin dianggap murahan oleh Dierez. Lagi, dia masih kesal atas perjodohan yang sudah direncanakan untuk Dierez.