
Setelah membereskan para menteri dan juga bangsawan yang telah mengkhianati mendiang raja, putra mahkota kemudian mulai mengurus dua wanita menyebalkan yang masih berkeliaran di istana. Padahal, menurut putra mahkota, kedua wanita ini tidak memiliki alasan apapun untuk tetap tinggal di istana setelah kematian ayahnya.
Yang pertama di urus putra mahkota, adalah wanita yang dikatakan sebagai calon istrinya. Wanita yang ayahnya jodohkan padanya, padahal sedikit pun rasa suka pada wanita ini, putra mahkota tidak memilikinya. Dia muak dengan kehadiran wanita yang dicalonkan sebagai istrinya itu.
Memenuhi kualifikasi sebagai wanita yang pantas berada di sampingnya saja tidak. Kenapa dia dengan penuh percaya diri tetap berada di istana ini dan memimpikan kedudukan ratu untuknya. Bagi putra mahkota, ratu yang pantas bersanding dengannya hanya satu, wanita yang bisa memberikannya keturunan dan itu adalah Maledine.
" Panggilan nona mu.. Katakan jika putra mahkota datang untuk bertemu.. " Perintah William pada dayang di tempat putri Conrad tinggal di istana.
" Baik.. Baik, mohon tunggu sebentar.. " Dayang ini terlihat senang berlari masuk mencari putri Conrad.
" Kenapa dia senang sekali? " Tanya putra mahkota terlihat tidak senang.
" Mungkin saja karena dia berpikir anda datang kemari untuk menjadikan nona nya sebagai ratu anda.. " Ucap William terkesan mengejek putra mahkota.
" Ck.. Wanita modelan begitu menjadi ratu ku.. Bermimpi saja tidak pantas.. " Sarkas putra mahkota menanggapi ucapan William.
" Lalu seperti apa yang pantas menjadi ratu anda, yang mulia? " William tersenyum penuh arti.
" Suatu saat nanti kau akan tahu.. Saat ini aku kehilangan dia.. " Ucap putra mahkota terlihat sedih ketika membicarakan masalah ini.
Meninggalkan rombongan putra mahkota, dayang yang diminta untuk memanggil putri Conrad tadi sudah sampai di kamar nona nya dan menyampaikan pesan dari putra mahkota tadi.
Putri Conrad melompat senang, mendapatkan kunjungan dari putra mahkota yang merupakan calon suaminya. Senang rasanya, setelah menyingkirkan pengganggu akhirnya dirinya dilirik juga oleh putra mahkota.
Putri Conrad langsung bersiap dengan merias dirinya dengan riasan yang pastinya akan disukai putra mahkota. Berganti pakaian dengan pakaian paling bagus miliknya, demi menunjang penampilannya di depan putra mahkota nanti.
" Ayo.. Kita sekarang temui calon suami ku.. " Putri Conrad terlihat sangat senang sekali.
Ditemani dayang dan pelayan pribadinya, putri Conrad pun menemui putra mahkota. Saat dirinya akhirnya bisa memandang wajah putra mahkota lagi setelah beberapa hari ini. Rasanya dirinya begitu bahagia. Tidak ada yang bisa menggambarkan rasa yang dia rasakan saat ini, saat mendapati calon suaminya berdiri di kediamannya untuk menemuinya.
" Beliau tampan sekali.. " Batin putri Conrad terlihat semakin senang.
" Yang mulia.. Saya Arlonisa Conrad, memberi salam pada yang mulia putra mahkota.. " Putri Conrad membungkuk khas wanita bangsawan, memberi hormat pada calon suaminya.
" Ya.. " Putra mahkota terlihat tidak tertarik membalas salam dari putri Conrad.
" Apa yang membawa putra mahkota kemari? " Tanya putri Conrad berusaha bersikap seanggun mungkin.
Putri Conrad sudah berdebar dan tidak sabar mendengarkan kabar pernikahan mereka yang akan disampaikan oleh penasehat putra mahkota ini. Dirinya sudah tidak sabar untuk mendapatkan gelar sebagai wanita nomor satu di Kerajaan antah berantah ini. Posisi yang memang sudah seharusnya dia miliki karena status dan kecantikannya.
Tanpa putri Conrad ketahui, bahwa apa yang ada di pikirannya tidak sama dengan apa yang diinginkan oleh putra mahkota. Jelas tidak akan mungkin terjadi, dimana dirinya diangkat sebagai ratu jika sudah ada wanita lain yang mengandung keturunan putra mahkota.
Putri Conrad memang tidak tahu jika putra mahkota dan Maledine memiliki hubungan spesial sampai menghasilkan keturunan. Selir Oclariana tidak mengatakan apapun tentang hal itu dan menyimpannya sebagai senjata rahasia yang akan dia gunakan untuk menekan putra mahkota. Putri Conrad tidak dia beritahu karena meski mereka dipihak yang sama, kenyataannya selir Oclariana ingin mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri.
" Putra mahkota sebagai pemimpin tertinggi kerajaan saat ini bertitah, jika Arlonisa Conrad, mulai saat ini dan seterusnya, dicabut posisinya sebagai calon istri putra mahkota dan akan dipulangkan ke rumahnya. " Ucap William dengan sangat lantang, bagaiman petir yang menyambar putri Conrad.
" Apa maksudnya ini? Bagaimana bisa saya dipulangkan ke rumah orang tua saya? " Putri Conrad mempertanyakan keputusan putra mahkota.
" Keputusan ku adalah mutlak.. Jadi kemasi semua barang-barang mu, dan aku akan memerintahkan pasukan untuk mengawal mu kembali ke rumah paman Conrad.. " Putra mahkota yang menjawab protes dari putri Conrad.
" Tapi kenapa? Bukankah mendiang raja sudah mengatakan tentang rencana pernikahan saya dengan anda? Lalu bagaimana bisa sekarang anda bersikap seperti ini pada saya, yang mulia? " Putri Conrad tetap kekeh tidak menyetujui keputusan putra mahkota.
" Rencana pernikahan ini.. Bukankah sejak awal aku sudah menolak? Apakah ada kata-kata ku yang menyatakan aku menerima rencana pernikahan ini? Ada kah? " Tantang putra mahkota. Yang berhasil membungkam mulut putri Conrad.
Kenyataannya memang sejak awal putra mahkota menolak, tapi mendiang raja yang tetap meminta putri Conrad untuk tinggal di istana untuk mengubah pendirian dari putra mahkota. Tapi lihat bagaimana sekarang ini, dirinya justru diusir dari istana dengan alasan putra mahkota tidak menginginkan pernikahan diantara mereka berdua.
Harga diri putri Conrad terasa diinjak oleh putra mahkota dan mendiang raja. Tanpa mengatakan apapun, putri Conrad pun masuk dan besar-benar melakukan seperti apa yang putra mahkota perintahkan. Dia tidak ingin sisa harga dirinya kembali diinjak-injak oleh keluarga kerajaan ini.
Melihat putri Conrad tidak lagi protes dengan keputusannya, putra mahkota tersenyum senang. Dia pun memilih meninggalkan kediaman yang ditempat mantan calon istrinya ini, dan menyerahkan pengawasan putri Conrad pada William dan pasukannya yang dia tinggalkan di sana.
Putra mahkota akan menunggu di paviliun yang ada di dekat kediaman mendiang ayahnya yang letaknya tak jauh dari kediaman selir Oclariana. Setelah William dan pasukannya memastikan putri Conrad pergi dari wilayah istana, maka dia akan membereskan satu wanita menyebalkan lagi. Wanita yang memegang rahasianya.
" Sebelum kau menghancurkan ku dan memanfaatkan cacat ku, lebih baik aku buat kau tidak akan pernah bisa hanya sekedar berucap satu kata saja.. " Putra mahkota menyeringai.
Untuk seseorang yang berbahaya seperti selir Oclariana yang pernah dan selalu membuat wanita yang dia cintai menderita, putra mahkota memiliki cara yang paling baik untuk memberikan efek jera pada orang ini.
Penculikan Maledine disaat kekasihnya ini belum memiliki hubungan dengannya, juga merupakan rencana dari selir Oclariana untuk membuat raja membenci Maledine. Menyisakan trauma yang kuat pada kekasihnya.
Setelahnya, selir Oclariana juga dengan lancangnya meminta mending raja untuk menempatkan Maledine di istana dingin dan semua hukuman Maledine dia yang akan mengurus. Tentunya selir Oclariana mengancam raja untuk mengungkap siapa yang menjadi selingkuhan Maledine.
Mendiang raja yang sudah mengetahui semuanya, memilih untuk menyelamatkan dirinya dan mengorbankan Maledine serta janin dalam kandungannya. Keputusan yang amat putra mahkota benci, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
" Harus mendapat hukuman yang setimpal, untuk setiap kelakuan jahat mu pada kekasih ku.. " Gumam putra mahkota dengan raut wajah yang tidak terbaca.