
Masalah yang kini tengah dihadapi oleh Kerajaan dipimpin keluarga Damocles, memang tidak bisa dianggap remeh. Kekurangan pangan di satu wilayah saja, kini mampu menggoyang lumbung pangan milik istana. Semua itu karena raja Dierez mengutus menteri pangan dan juga perdana menteri untuk memberikan lumbung pangan istana pada wilayah yang kekurangan.
Raja Dierez bahkan mewajibkan bangsawan dan para menteri untuk menyisihkan hasil pangan mereka yang nantinya akan dikumpulkan untuk dikirim ke wilayah yang kekurangan pangan. Meski ada beberapa bangsawan yang merasa tidak setuju akan hal ini, tapi jika raja sudah membuat keputusan, tidak akan ada yang bisa membantahnya.
Pencarian terhadap pelaku yang telah membuat masalah kekurangan pangan ini terjadi, masih terus dilanjutkan dibawah pengawasan langsung dari perdana menteri. Raja yang memerintahkan langsung, jika harus perdana menteri yang menangani karena satu-satunya yang bisa dipercaya raja adalah perdana menteri yang merupakan adiknya sendiri.
Terbukti, kepercayaan yang telah raja berikan, membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Perdana menteri akhirnya mendapatkan nama kelompok yang telah melakukan semua perbuatan tercela ini. Hanya saja, kelompok ini sebenarnya bukanlah kelompok yang akan bertindak dengan cara seperti ini. Sehingga perdana menteri mencurigai jika dalang sebenarnya peristiwa ini pastilah orang-orang yang memiliki kekuasaan.
" Kalau begitu, kau pasti sudah membuat daftar orang-orang yang kau curigai kan?" ujar Dierez setelah mendengar laporan dari Aeolus.
" Anda benar.. Hanya saja, komplotan ini sepertinya berskala besar. Cukup sulit jika harus memberantas mereka hingga akarnya." keluh Aeolus.
" Mulai saja dari perdana menteri lama.. Sepertinya dia menjadi kandidat paling masuk akal sebagai orang yang menjadi dalang dalam peristiwa ini." celetuk Dierez.
" Kenapa anda bisa berpikiran seperti itu?"
" Siapa lagi? Dia yang paling menginginkan tahta kerajaan ini meski tidak bisa naik tahta.. Tujuan dia mendekati ku hanya ingin aku benar-benar masuk ke dalam rencananya dan menjadi raja boneka. Lalu, kemudian aku membuangnya, kira-kira menurut mu, masuk akal tidak, jika dia membuat keributan saat ini?"
" Bukankah anda sudah mematahkan semua sayapnya?"
" Sayapnya masih bisa tumbuh lagi, selama ada keserakahan dalam diri manusia.."
Aeolus terdiam memikirkan ucapan Dierez. Memang ucapan dari Dierez sangatlah masuk akal. Namun ada beberapa hal yang membuat Aeolus ragu jika benar ini ulah mantan perdana menteri.
Hal yang paling menjadi sumber keraguannya adalah tindakan yang diambil oleh Dierez empat tahun lalu yang mana semua akses dan fasilitas mantan perdana menteri telah ditarik. Belum lagi, Dierez mengasingkannya ke tempat pengasingan yang merupakan tempat paling kejam di wilayah kerajaan antah berantah ini.
Tidak ada kabar jika mantan perdana menteri melarikan diri dari tempat pengasingan. Lalu yang menjadi pertanyaannya, bagaimana bisa dia menghimpun kekuatan jika keluar dari pengasingannya saja dia tidak bisa.
" Dia bukanlah orang yang bisa kita remehkan. Dia memiliki kaki dan mata dimana-mana. Bukan hal yang sulit baginya untuk mencari bala tentara yang setia padanya meski aku sudah memotong tangan dan kakinya.." ujar Dierez yang seolah tahu apa yang dipikirkan oleh Aeolus.
" Jika begitu adanya, saya akan memulia untuk menyelidiki dari sana." ucap Aoelus akhirnya menyetujui pendapat Dierez.
" Selidiki juga para menteri dan pejabat yang bertanggung jawab di wilayah itu. Jangan lupa, untuk melaporkan siapa saja yang keluar masuk wilayah itu dan tujuannya.. Sebar orang-orang kita dan buat penyamaran di sana!!!" titah Dierez.
" Baik, yang mulia.." Aeolus pun segera melaksanakan apa yang sudah diperintahkan oleh Dierez.
Setelah kepergian Aeolus, kini tinggallah Dierez seorang diri di ruangan kerja miliknya. Sunyi dan sepi memang sudah biasa menjadi pengisi suasana di ruangan ini. Dierez sangat jarang sekali mau menerima kunjungan di ruangan ini kecuali jika itu Luke dan Aeolus.
Tempat ini, merupakan tempat yang paling aman dimana tidak ada dinding yang memiliki mata dan telinga. Tempat ini sangatlah aman karena hanya Dierez dan satu orang dayang yang boleh memasuki tempat ini selain Luke dan Aeolus. Dayang ini bertugas untuk membersihkan ruangan ini dan dia merupakan dayang pilihan Dierez yang telah bersumpah mati ikut semua keputusan Dierez.
Apakah masih ada kesempatan untuk kembali bertemu?
Apakah masih hidup atau justru sudah meninggalkan dunia ini?
Bagaimana kabarnya?
Apakah anak mereka selamat?
Bertanya ribuan kali, nyatanya tidak kunjung mendapatkan jawabannya. Haruskan Dierez merasa lelah, lalu jika dia lelah, apakah dia harus merelakan begitu saja semuanya menghilang dari hidupnya.
" Harus dengan cara apalagi, agar aku bisa menemukan keberadaan kalian? Belumkah cukup selama empat tahun belakangan ini kalian semua menghukum ku?" Dierez mengeluh.
Raja yang kini terkenal dengan sifatnya yang kejam dan tanpa ampun, saat ini tengah mengeluh entah pada siapa. Di saat sendiri, terkadang Dierez bisa memperlihatkan jika sesungguhnya dia bukanlah orang yang kuat, seperti apa yang orang-orang pikirkan selama ini.
*****************
Sesuai dengan perintah dari raja Dierez, perdana menteri menyelidiki satu per satu menteri yang berada di bawah naungannya. Dia juga menyelidiki orang-orang yang memiliki kuasa di wilayah terjadinya permasalahan.
Menurut apa yang telah diselidiki oleh Aeolus. Dia bisa menyimpulkan jika semua pelaku dihubungkan oleh sebuah benang merah, dan tugasnya adalah menemukan benang itu agar semua orang yang terlibat bisa diketahui jati dirinya.Sayangnya, bukan mendapatkan petunjuk yang berarti dari orang-orang yang dua selidiki. Aeolus justru menemukan sebuah kejanggalan yang menurutnya cukup perlu untuk dicurigai.
" Apa kau tidak salah dalam melakukan pencatatan? Mungkin saja kau salah menulis." tanya Aeolus pada seorang pria yang selama ini bekerja di bawah kendalinya dan bertugas untuk mencatat semua yang keluar dari gerbang ibukota.
" Saya tidak mungkin melakukan kesalahan tuan ku.. Saya bahkan memastikan dengan sendiri mengenai hal ini karena saya memiliki kecurigaan dengan sikap dari orang-orang itu. Menurut saya, mereka tidak memiliki kepentingan ke tempat itu. Lagi, bukankah semua bantuan ke tempat itu akan diberangkatkan dua hari lagi sesuai dengan keputusan Yang mulia raja Dierez." pria ini berbicara dengan tegas dan lantang, menunjukan jika dirinya memang tidak melakukan kesalahan.
" Apa saja barang-barang yang dibawa oleh mereka? Apa kau memeriksanya?" Aeolus mulai tertarik dengan penemuan ini.
" Bahan pangan dan obat-obatan. Anehnya, bukan bahan pangan yang jumlahnya banyak, melainkan obat-obatannya." jawab pria ini.
" Perintahkan orang mu untuk terus mengikuti mereka dan pastikan kemana orang-orang itu mengirimkan semua barang itu!!!"
" Baik tuan ku.. Saya pamit undur diri."
Aeolus tidak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan oleh orang ini disaat kondisi Dierez memanas karena masalah yang terjadi. Tujuan orang ini, entah kenapa menyita perhatian Aeolus. Selain cara orang ini yang akhirnya menimbulkan kecurigaan, menurut Aeolus orang ini pasti menyembunyikan sesuatu. Tidak mungkin, menurut Aeolus tidak mungkin orang ini terlibat.
Tapi jika terus seperti ini, sudah bisa dipastikan jika pelaku sebenarnya tidak ditangkap. Situasi saat ini pastilah dimanfaatkan oleh orang-orang jahat itu. Dan jika benar begitu, orang ini akan berada dalam bahaya, karena menghadapi kemurkaan seorang Dierez Damocles, raja tiran.