
Kediaman ratu pagi ini dipenuhi oleh semua penjaga yang entah darimana asalnya penjaga ini. Selain kediaman lama ratu yang digeledah besar-besaran hingga semua barang dikeluarkan, di kediamannya yang baru, semua orang yang tinggal disini diintrogasi termasuk ratu sendiri. Siapa lagi orang yang bisa melakukan ini semua selain putra mahkota.
Akhirnya dia benar-benar bisa memukul mundur sang ayah untuk kedua kalinya. Kemarin, raja memutuskan agar putra mahkota yang menyelidiki masalah tentang dayang ratu yang mati karena dipatok ular berbisa yang bukan berasal dari Kerajaan ini. Raja tidak bisa berbuat banyak karena putra mahkota lah yang berhasil menangkap pelaku yang memasukan ular dalam kediaman ratu.
Alhasil, raja yang masih takut jika putra mahkota berniat jahat pada ratu, terpaksa menyerahkan kasus kali ini pada putra mahkota. Sama seperti kasus yang mana ratu diculik saat beberapa bulan yang lalu. Putra mahkota juga berhasil menemukan keberadaan ratu dan lekas menyelamatkan ratu.
" Lakukan pekerjaan kalian dengan baik.. Jika ada yang bertanya atau mengganggu dan bisa saja terlihat mencurigakan, segera lapor pada mu. Maka aku akan menindak mereka dengan tegas.. " Perintag Dierez pada pasukannya yang dia tugaskan untuk membantu menyelidiki kasus kali ini.
Sebagian pasukan milik putra mahkota memang masih berada di perbatasan dan akan kembali besok lusa bersama dengan pasukan lainnya. Meski begitu, pasukan yang dia tinggalkan di istana adalah pasukan yang loyalitasnya tinggi pada putra mahkota. Mereka hanya bisa diperintah oleh tuan mereka, dan dengan berani menolak perintah raja.
" Yang mulia.. Sejak tadi, Orang-orang dari kediaman selir yang mulia raja terus memberondong kami dengan berbagai macam pertanyaan tentang maksud keberadaan kami disini.. " Lapor ketua pasukan putra mahkota yang ada di istana.
" Jangan katakan apapun!!! Aku sudah jelaskan kemarin pada kalian.. Bisa saja mereka lawan, jadi jangan membocorkan apapun. Dan abaikan saja, mereka juga pasti lelah sendiri nantinya.. " Ucap putra mahkota.
" Baik yang mulia. Kalau begitu, saya permisi untuk memulai misi kali ini. " Dierez pun mengangguk.
Putra mahkota menampilkan wajah datarnya saat hendak memasuki kediaman ratu. Sebisa mungkin, dia tidak menampilkan perasaannya yang sesungguhnya lantaran rindu pada kekasih hatinya. Putra mahkota saat ini bahkan ingin bersalto untuk mengucapkan senang di hatinya karena akhirnya bisa melihat ratu dan juga janin dalam perut ratu.
( Enak saja ayah ku, yang tidak ikut buat tapi bisa tiap hari bertemu dengan anak hasil jerih payah ku.. Sepertinya rencana ku harus segera terealisasikan agar aku tidak perlu membuat kekasih ku mengalami kehidupan seperti ini.) monolog Dierez dalam hati.
Dierez melangkahkan kakinya untuk memasuki kediaman Ratu sebelum akhirnya dari arah belakangnya, terdengar suara menyebalkan yang memanggilnya. Kenapa Dierez menyebutnya menyebalkan, tentu saja karena Dierez tidak ingin bertemu dengan wanita satu ini.
" Yang mulia putra mahkota.. Saya ingin bicara dengan anda sebentar.. " Ucap wanita ini mendekat.
Huft..
Dierez berbalik dan menatap tajam wanita yang ada di depannya ini. Sungguh moodnya yang sudah sangat bagus sejak semalam, sekarang rusak hanya gara-gara melihat wanita menyebalkan yang berstatus calon istrinya ini. Mengingat status wanita di depannya ini, ingin rasanya Dierez melempar wanita ini ke hutan belantara saja, agar tidak pernah muncul lagi di hadapannya.
" Saya sedang menjalankan misi.. Jadi silahkan putri Conred kembali ke kediaman anda dan jangan mengganggu saya.. " Ucap Dierez sopan. Ya, Dierez masih berlaku sopan karena tidak ingin jika sedikit saja kesalahan yang dia perbuat, bisa membuatnya terjebak dengan wanita yang manipulatif di depannya ini.
" Sebentar saja yang mulia.. Hanya sebentar.. " Putri Conrad memelas.
" Dibandingkan datang ke kediaman ratu, bukankah seharusnya anda mendatangi kediaman saya. Saya adalah calon istri anda.. " Ucap wanita di depan Dierez ini terlampau percaya diri.
Dierez menatap datar wanita yang sebenarnya merupakan sepupu jauhnya itu. Waktu kecil memang mereka dekat, tapi Dierez tidak menyangka, jika waktu mengubah wanita ini menjadi wanita mode menyebalkan yang berada didekatnya saja, Dierez merasa muak.
" Ck.. " Dierez berdecak. Merasa kesal karena waktunya terbuang sia-sia hanya untuk mendengar omongan yang menurutnya sangat basi sekali.
" Sudah saya katakan, bahwa saya sedang dalam misi. Jadi, jika anda benar-benar pintar seharusnya anda tahu apa maksud kedatangan saya di tempat ini.. Dan lagi.. " Dierez menatap tajam putri Conrad.
" Dekat dengan ratu, adalah tugas yang diberikan oleh Raja pada saya. Alasannya, anda bisa tanya sendiri pada beliau.. Jangan ganggu saya.. " Dierez memperingatkan.
Putri Conrad, menghentakkan kakinya ke tanah, lantaran kesal tidak dipedulikan oleh Dierez. Belum lagi, terlihat beberapa pasukan Dierez yang tengah menahan senyum melihatnya tidak sama sekali dianggap keberadaannya oleh pria yang berstatus sebagai calon suaminya itu. Tidak ingin lebih malu lagi, putri Conrad pun meninggalkan kediaman ratu dengan wajah yang ditekuk.
Dierez sendiri langsung menghentikan langkahnya ketika dirinya sudah memastikan jika putri Conrad meninggalkan kediaman ratu. Sebenarnya, bukan Dierez tidak mempedulikan ucapan putri Conrad. Hanya saja, dia tidak mau membuat orang curiga jika memang benar ada sesuatu yang terjadi antara dirinya dan Maledine. Apalagi sekarang ini kekasih harinya tengah mengandung buah cinta mereka.
" Luke.. Kau dengar ucapan wanita tadi itu? " Dierez menatap ke arah Luke yang terlihat mengernyitkan alisnya bingung.
" Kalimat pertamanya. Tentang gosip antara diri ku dan ratu, kau urus masalah itu. Aku tidak ingin sampai ratu tahu dan membuatnya terlalu banyak pikiran. Menurut buku yang aku baca, ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran.. Kau paham? " Luke semakin melongo mendengar ucapan Dierez.
" Yang mulia membaca buku tentang ibu hamil? Dewa.. Apa dunia ini akan kiamat? " Luke bermonolog setelah Dierez meninggalkan nya untuk masuk ke kediaman ratu.
Bersama dengan Dierez sejak masih kecil, membuat Luke tahu betul peringai dari tuannya itu. Dierez bukanlah tipe orang yang mau merepotkan dirinya hanya karena urusan orang lain. Tapi kini, pria itu malah membaca buku tentang ibu hamil setelah bertemu dan mengenal Maledine. Luke jadi terheran karena hal itu, sebesar itulah cinta terlarang tuannya ini untuk seorang wanita yang jelas bukan miliknya.
Di dalam kediaman ratu, Dierez sudah langsung main sosor saja saat sudah memastikan tidak ada lagi orang di dalam ruangan dimana dia dan Maledine bersama. Dierez sudah sangat rindu pada semua bagian dalam diri Maledine. Tapi, karena kehamilan kekasihnya ini, Dierez harus menahan diri untuk tidak menyerang dan membuat kekasihnya ini berada di bawah kungkungannya.
" Aku merindukan mu.. Sungguh merindukan mu.. " Ujar Dierez begitu ciumannya dan Maledine terlepas.
" Aku juga merindukan anda, yang mulia.. Tapi apa yang anda bicarakan dengan putri Conrad di luar tadi? " Tanya Maledine yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.
Dierez langsung tersenyum smirk ketika mendapati cara untuk membuat wanitanya ini kalang kabut. Dierez ingin membalas rasa kesalnya gara-gara di depan matanya tempo hati, Maledine justru di peluk oleh ayahnya sendiri.