The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Kabar tentangnya



" Tentu saja tidak.. Bagaimana bisa aku mengenal pria itu, sedangkan bertemu dengan mereka berdua saat bersama saja tidak pernah.. " Elak putra mahkota. William tersenyum tipis, sangat tipis sekali sampai putra mahkota tidak menyadarinya.


" Tapi.. Dari mana selir Oclariana tahu jika ratu berselingkuh? " Putra mahkota yang ingat di poin itu langsung bertanya.


" Menurut penuturan beliau, tanpa sengaja beliau pernah melihat ratu dan pria lain bersama dan sangat mesra.. Yang jelas tahu siapa pria ini hanya mendiang raja dan juga selir saja.. "


Mata putra mahkota membola lantaran terkejut dengan ucapan William. Namun dengan cepat, putra mahkota merubah raut wajahnya yang sempat terkejut tadi. Bisa gawat jika William tahu apa yang dia sembunyikan saat ini.


" Ekhem.. Lalu dimana ratu sekarang.. ? " Setelah berhasil menguasai dirinya, putra mahkota mencoba mencari tahu. Siapa tahu, William tahu sesuatu tentang menghilangnya ratu.


" Menurut yang saya ketahui, ratu melarikan diri dari istana dingin bersama dengan sayang pribadinya. Saya sudah menyuruh orang-orang saya untuk mencari tahu keberadaan ratu.. Sepertinya ratu takut mendapatkan hukuman dari anda, jadi sebelum anda kembali, dia melarikan diri.. " Ucap William dengan tenang.


Tatapan tajam putra mahkota berubah menjadi sendu saat mendengar laporan William. Bagaimana bisa dia menghukum wanita yang mengandung benihnya. Tentu saja putra mahkota tidak akan menghukum ratu. Niat awal putra mahkota adalah ingin membuat hubungan mereka berdua diakui oleh semua orang di Kerajaan ini. Tapi apa yang sekarang terjadi, semua angan yang dirancang putra mahkota harus hancur berkeping-keping.


Setelah pembicaraan singkat dengan William, putra mahkota memilih untuk beristirahat saja. Akan tetapi, mencoba memejamkan mata berulang kali pun, rasanya tetap saja tidak berhasil. Dipikirannya selalu dipenuhi dengan Maledine, dimana dia berada, kenapa dia pergi, apa dia baik-baik saja, bagaimana kondisi kandungannya, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan di benak putra mahkota tentang Maledine.


Untuk saat ini, dia tidak bisa mengerahkan pasukannya untuk mencari Maledine karena takut membuat semua orang curiga dan menggagalkan rencana yang dia sudah susun selama bertahun-tahun ini. Untuk sementara, dia harus menyerahkan pencarian Maledine dengan pasukan rahasianya yang jumlahnya tidak seberapa ini.


Pembersihan yang tengah putra mahkota jalankan harus segera bisa diselesaikan tapi juga tidak boleh sembrono karena ini menyangkut masa depan kerajaan ini. Setelah pembersihan pun, masih banyak hal-hal yang perlu putra mahkota lakukan untuk memulihkan pemerintahan yang dia obrak-abrik. Lalu, kapan dia memiliki waktu mencari keberadaan kekasih hatinya.


Putra mahkota sungguh sangat dilema saat ini. Perasaannya tidak tenang, membuat tidurnya tidak tenang dan aktifitasnya menjadi terganggu. Harapannya hanya satu, semoga saja Maledine dan anak mereka yang masih dalam kandungan Maledine, akan terus baik-baik saja sampai dimana mereka bisa kembali bertemu.


****************


Keesokan harinya, mood putra mahkota benar-benar dibuat berantakan oleh seseorang yang pagi-pagi sekali sudah mendatanginya dan mengancamnya dengan hal-hal yang membuat pikiran putra mahkota semakin pusing saja. Siapa lagi pelakunya jika bukan selir Oclariana dan juga putri Conrad.


Saat ini, putra mahkota tengah berbincang empat mata dengan selir Oclariana. Putra mahkota mendengarkan banyaknya tuntutan yang diajukan oleh selir dari ayahnya itu dan juga ancaman agar putra mahkota mau menuruti semua tuntutannya.


" Bagaimana yang mulia putra mahkota? Apa anda bersedia memenuhi semua tuntutan dari saya? " Tanya selir Oclariana dengan senyum penuh kesombongan menatap sinis ke arah putra mahkota.


" Siapa dirimu hingga aku harus menuruti tuntutan mu yang tidak masuk akal itu? " Ujar putra mahkota acuh.


" Baik.. Jika begini tidak ada salahnya jika aku mengatakan siapa yang menjadi ayah dari janin yang dikandung oleh wanita murahan itu.. Pria itu, anda kan? " Selir Oclariana benar-benar menjalankan rencananya kemarin untuk mengancam putra mahkota jika tidak memenuhi tuntutannya dengan rahasia yang dia pegang.


" Hahahahahahahahaha... " Putra mahkota tertawa sangat keras sekali.


" Silahkan kau katakan pada siapapun.. Kau pikir orang-orang akan mempercayai mu? Jika pun mereka percaya, apa yang bisa mereka lakukan? Aku penguasa di tempat ini, jangan kau lupakan sebesar apa pengaruh ku, bahkan tanpa mendiang ayah dan ibu ku.. " Putra mahkota menghempaskan selir ke bawah.


" Uhuk.. Uhuk.. Uhuk... " Selir Oclariana terbatuk setelah berhasil lepas dari putra mahkota.


" Dengarkan aku baik-baik.. Lakukan apapun yang ingin kau lakukan, tapi Mari kita bertaruh. Lebih cepat mulut mu atau pedang ku yang memotong lidah mu.. " Setelah mengatakan hal itu, putra mahkota langsung pergi meninggalkan kediamannya.


Masa bodoh dengan apa yang akan selir Oclariana lakukan. Putra mahkota sama sekali tidak peduli tentang apapun yang dilakukan wanita itu. Saat meninggalkan kediamannya, tanpa sengaja dia berpapasan dengan putri Conrad yang memang sejak tadi menunggu selir di depan kediaman putra mahkota.


Merasa sangat kesal dengan kedua wanita ini, akhirnya putra mahkota yang awalnya sudah berlalu pun, memilih berbalik dan mengajak bicara sebentar putri Conrad. Bukan mengajak bicara, melainkan memberi peringatan agar dia jauh-jauh dari putra mahkota selamanya.


" Jangan kau pikir aku tidak tahu, sudah berapa banyak pria yang menikmati tubuhmu.. Menjadikan diri mu ratu? Sama saja membuat ku menjadi germo.. Dasar bodoh.. " Ucap putra mahkota tepat sasaran. Terbukti putri Conrad yang langsung ketakutan karena ucapan putra mahkota.


Dengan tidak langsung, dari apa yang putra mahkota katakan barusan. Dia telah memberi peringatan pada putri Conrad. Jika sampai putri Conrad melampaui batasannya, maka aib yang selama ini dia tutupi, pasti akan terdengar di telinga semua orang, bahkan bisa jadi semua yang tinggal di Kerajaan ini akan mengetahuinya.


Dibandingkan rasa malu yang harus dia dapatkan jika sampai banyak orang mengetahui aibnya, putri Conrad jauh lebih takut jika ayahnya yang mendengar berita ini. Tidak tahu, apa yang akan ayahnya lakukan. Nyawanya pasti terancam karena bagi kepala keluarga Conrad itu, nama baik keluarganya jauh lebih penting dibanding apapun.


Putra mahkota berjalan dengan penuh percaya diri setelah berhasil membungkam mulut dua wanita ular yang dipelihara oleh ayahnya itu. Sungguh bodoh atau terlalu naif, sampai ayahnya bisa ditipu dua wanita manipulatif itu. Beruntung, dulu saat selir Oclariana masuk ke istana pertama kali, dengan lantang putra mahkota menolak perjodohan mereka.


" Yang mulia.. " Entah darimana, tiba-tiba saja Luke datang menghadap putra mahkota.


" Apa? " Putra mahkota hanya melirik ajudannya ini sejenak.


" Hamba membawa berita tentang ratu.. " Ucap luke belum selesai tapi sudah dipotong oleh putra mahkota.


" Dimana dia? Apa dia baik-baik saja? " Tanya putra mahkota tidak sabaran.


" Maaf yang mulia.. Saya mendapatkan berita dari orang suruhan kita bahwa mereka menemukan kereta yang diduga digunakan ratu untuk pergi dari istana.. Tapi, kereta itu sudah tidak berbentuk ditemukan di hutan yang ada di dekat kota X. Sedangkan ratu dan dayangnya, tidak ditemukan keberadaannya.. " Lapor Luke.


" Bawa aku ke sana sekarang..!!! " Teriak putra mahkota yang langsung panik.


Entah apakah mereka bisa kembali bertemu yang bisa ditangkap oleh putra mahkota jelas kejadian ini pasti sudah dari beberapa hari yang lalu. Meski hanya ada sedikit harapan, putra mahkota berharap bisa membawanya bertemu kembali dengan Maledine.