The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Musibah



Maledine tengah melihat tanaman bunga yang dia tanam sendiri kini telah bermekaran. Awal dirinya menjadi ratu, semua orang menentangnya hingga dia tidak bisa kemana pun atas perintah dari raja langsung. Untuk mengisi waktunya, Maledine mulai untuk menanam segala jenis bunga di kebun kecil miliknya yang ada di belakang kediamannya.


Sengaja pagi ini dia bercocok tanam karena semalam dia melihat bunga-bunganya sudah mulai hampir bermekaran. Maledine merasa senang ketika melihat bunga ini bermekaran, seolah mereka bisa merasakan bunga-bunga yang ada di hatinya saat ini.


Maledine merasa menjadi wanita paling bahagia di Kerajaan antah berantah ini karena cinta yang Dierez berikan untuknya. Maledine merasa telah sempurna sebagai seorang wanita karena mendapatkan cinta dari seorang pria sehebat Dierez dan juga Dierez sangat tampan sekali. Maledine terkadang sampai gagal fokus karena melihat ketampanan dari kekasihnya itu.


Sedang asyiknya dirinya berkebun, tiba-tiba saja dari arah pepohonan tinggi yang bertepatan ada di depannya, terlihat putra mahkota mengisyaratkan dirinya untuk mendekat. Maledine pun mengatakan akan pergi ke kamar mandi dan para dayang serta pelayannya dilarang untuk ikut. Maledine pun langsung berjalan ke arah dimana putra mahkota berada setelah berhasil mengelabuhi dayang dan pelayannya.


" Kenapa tidak berpesan jika akan kemari.. " Ucap Maledine begitu dia berada di depan Dierez. Sejak keduanya mendeklarasikan perasaan mereka dan sepakat menjalani hubungan terlarang ini, Dierez sengaja menempatkan satu dayang yang bertugas sebagai perantara meraka berdua.


" Ini mendadak karena aku baru pulang dari istana bertemu dengan ayah.. " Ucap Dierez yang langsung menggenggam telapak tangan dari Maledine dan membawa Maledine lebih masuk lagi ke dalam hutan pohon tinggi yang ada di kediaman ratu.


Keduanya pergi ke pondok yang merupakan tempat dimana keduanya pertama kali bertemu. Lebih tepatnya pertama kali bagi Maledine melihat putra mahkota dan langsung jatuh cinta. Tempat ini sekarang menjadi saksi biksu kisah cinta mereka, karena tidak sekali atau dua kali saja, Dierez mengajak Maledine berhubungan intim di tempat ini.


Tempatnya selalu bersih karena Maledine dan putra mahkota bergantian membersihkan pondok rahasia yang menjadi markas cinta mereka ini. Tidak pernah ada yang tahu tempat ini selain Maledine dan Dierez. Karena selain dari area luar hutan ini, masih ada satu lagi pintu masuk yang terhubung ke pondok kecil itu. Dan pintu itu berada di dalam ruang rahasia yang ada di rumah kaca.


Semua ini Dierez lah yang membangunnya, dan tidak disangka, sekarang sangat dia butuhkan untuk melindungi Maledine. Karena keputusan meraka untuk bersama yang mana bisa dikatakan gila itu, Maledine bisa saja diincar oleh orang-orang yang membenci dirinya atau membenci Maledine sendiri. Dan tempat ini bisa digunakan Maledine untuk bersembunyi selama dirinya menjalankan misi.


" Arrrrrgggghhh.... " Maledine dan Dierez sama-sama melenguh ketika percintaan meraka telah selesai.


" Kenapa tiba-tiba membawa saya kemari? " Tanya Maledine yang cukup penasaran atas perubahan sikap putra mahkota kali ini.


" Aku ingin pamit pada mu.. Ada pemberontakan di perbatasan dan ayah meminta ku untuk pergi ke perbatasan.." Ucap Dierez jujur.


" Kapan anda akan berangkat? Lalu... Bagaimana dengan... Diri saya? " Tanya Maledine yang terlihat sedih.


" Aku berangkat besok, dan mungkin akan menyakiti kembali dalam beberapa bulan lagi.. " Ucap Dierez merasa sedih ketika melihat wanitanya bersedih.


" Akan aku usahakan tidak akan lama, karena aku juga tidak bisa terlalu lama jauh dari mu.. " Ucap Dierez berusaha untuk menenangkan wanitanya.


" Janji? " Dierez mengangguk. Sejak keduanya semakin intim, Maledine kini sama sekali tidak malu ketika bersikap manja pada Dierez. Tentu saja Dierez suka akan hal ini karena Maledine jadi sangat lengket dengannya.


" Ingat.. Jangan pernah sekalipun dekat dengan pria lain, dan pastikan ayah ku tidak akan meminta penyatuan dengan mu saat aku tidak ada.. " Pesan Dierez pada Maledine.


" Aku tidak janji untuk yang terakhir karena aku tidak memiliki kekuatan untuk menolak yang mulia Raja. " Maledine langsung kembali bersedih.


" Jangan khawatir, aku bisa pastikan dia tidak akan pernah berani masuk ke kamar mu.. " Alis Maledine menukik tajam mendengar ucapan dari Dierez.


" Percaya pada ku.. Aku akan segera kembali untuk bersama mu lagi.. " Ucap Dierez.


Kata-kata yang mengatakan bahwa dia makan segera kembali nyatanya sudah sebulan sejak saat itu, Dierez belum ada kabar akan kembali ke istana. Entah serumit apa masalah pemberontakan di sana, Maledine tidak berani bertanya detail karena takut dicurigai oleh Raja.


Dalam kesendiriannya, barulah Maledine bisa menumpahkan sesak di dadanya karena Dierez tak kunjung memberikan kabar. Maledine menangis sambil duduk di atas ranjang nya, menenggelamkan kepalanya pada lipatan kedua kakinya.


" Aku merindukan mu.. " Ucap Maledine ditengah tangisannya.


BRAK..


BRAK..


" Suara apa itu? " Maledine terlonjak kaget ketika mendengar barang berjatuhan dari arah kamar mandi.


" Siapa di sana? " Panggil Maledine. Perasaan dia tadi meminta semua dayang dan pelayan untuk keluar. Lalu dia jadi bingung suara itu berasal dari mana.


Ceklek


Maledine membuka pintu penghubung antara kamarnya dengan tempat pakaian serta kamar mandi berada. Menelisik setiap sudut hingga dia menemukan sesuatu yang membuatnya ketakutan. Maledine pun berlari keluar dari kamarnya sambil berteriak-teriak.


" TOLONG.. TOLONG.. PENJAGA.. TOLONG PENJAGA.. " Semua orang langsung berlarian menuju ke tempat Maledine berada.


" Yang mulia.. Apa ada yang terjadi? " Tanya kepala penjaga kediaman ratu. Sejak Maledine pernah diculik, Dierez membuat kelompok penjagaan sendiri untuk Maledine.


" Di... Di.. Dalam... A-ada... Ma-mayat.. " Ucap Maledine ketakutan.


Kepala penjaga diikuti oleh beberapa orang anggotanya masuk langsung ke dalam kamar Maledine. Mereka memang menemukan mayat seorang dayang tergeletak di lantai dekat kamar mandi. Tak jauh dari sana, ada seekor ular yang sepertinya mematok dayang ini hingga meninggal.


Segera saja penjaga kediaman ratu mengevakuasi ular berbisa ini dan membuangnya ke tempat yang jauh. Anehnya, ular jenis ini tidak hidup di sekitar sini. Ular ini adalah ular berbisa dari gurun, lalu siapa yang membuat ular itu masuk ke kamar Ratu.


Insiden dayang meninggal karena ular di kediaman Ratu akhirnya sampai juga ke telinga Raja. Tanpa banyak bicara, dia meninggalkan rapat bersama para menteri untuk melihat bagaimana kondisi Ratu saat ini. Pastilah Ratu ketakutan karena hal ini.


" Bagaimana bisa jenis ular ini masuk ke wilayah istana dalam? Pasti ada orang yang sengaja memasukannya. " Ucap Kaisar begitu sampai di tempat. Dia hendak memeluk Maledine untuk menenangkan. Namun, Maledine justru memeluk dayang yang merupakan utusan Dierez.


" Ratu ku.. Apa anda tidak apa? " Tanya Raja.


" Saya.. Takut.. Yang mulia.. " Ucap Maledine dengan tatapan kosong dan bola mata yang bergetar.


" Tenanglah.. Kita akan mencari di setiap sudut tempat ini.. Apakah masih ada ular atau tidak.. Jangan takut ya.. Aku akan menemani mu.. " Ucap Raja yang sama sekali tidak dipedulikan Maledine.


Dari tempat yang tidak jauh dari saya, terlihat seseorang yang secara diam-diam lekas pergi dari sana. Orang ini sudah melihat pertunjukan yang menarik, dan sekarang waktunya dia pergi agar tidak menjadi orang yang dicurigai.