The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Membereskan selir



Putra mahkota langsung menuju ke kediaman selir Oclariana demi mempersingkat waktu. Dia masih memiliki banyak sekali hal yang harus diurus termasuk mengangkat perdana menteri baru dan juga menteri-menteri yang kini posisinya kosong akibat mereka yang ditangkap bersama dengan perdana menteri.


Seperti yang putra mahkota perkirakan, mengusir selir ayahnya ini memang lebih sulit daripada mengusir wanita yang menjadi calon istrinya. Selir Oclariana dengan tegas menolak untuk pergi dari istana dengan alasan dia berhak tinggal di istana sesuai dengan wasiat mendiang raja. Selir juga mengancam pada putra mahkota akan menyebarkan skandal putra mahkota bersama mantan ratu.


Sayangnya, putra mahkota sudah memperkirakan semuanya dan kini dirinya tidak lagi terpengaruh dengan ancaman selir Oclariana. Menurutnya, selir Oclariana yang sekarang tidak ubahnya hanya seekor kucing yang kehilangan induknya. Tanpa perdana mentari, selir sama sekali tidak memiliki kekuatan apapun untuk bisa menghadapi putra mahkota.


" Aku tidak akan pergi dari tempat ini.. Siapa kau beraninya mengusir ku? Aku memiliki rahasia yang merupakan skandal dari mu, aku bisa menyebarkan semua itu dan bisa dipastikan jika kau tidak akan bisa naik tahta setelah skandal ini terkuak.. " Selir Oclariana memandang putra mahkota dengan tatapan meremehkan. Bibirnya tersenyum miring, seolah menghina putra mahkota yang memiliki kelemahan yang adalah skandalnya dengan mantan ratu.


" Di posisi mu yang sekarang, menurut mu semua orang akan lebih percaya pada mu atau pada ku? Lagi, meski mereka percaya dengan ucapan mu, kau pikir apa yang bisa mereka lakukan? Membatalkan pengangkatan ku sebagai penguasa, maka jawabannya jelas tidak mungkin.. Angan mu terlalu tinggi untuk bisa menghentikan ku.. " Cibir putra mahkota balik meremehkan selir.


" Beruntungnya diri mu tidak ikut masuk kedalam penjara sama seperti paman mu.. Jadi, anggap saja aku berbaik hati dan kau pergi dari tempat ini tanpa harus merepotkan orang lain untuk menyeret mu keluar dari sini. " Putra mahkota menambahkan.


" Kau... Kau pikir aku tidak bisa melawan mu.. Kau pikir tidak ada lagi orang yang berpihak pada ku? Aku masih memiliki keluarga yang menjadi pendukung ku.. " Selir sama sekali tidak mau menuruti keinginan putra mahkota. Dia kekeh dengan pendiriannya untuk tidak pergi dari istana.


" Baik.. Kita lihat, sejauh apa keluarga mu membantu mu setelah tahu apa yang akan aku lakukan pada mu.. Dan asal kau tahu, aku sudah membuat semua keluarga mu yang terlibat dalam permainan perdana menteri, masuk ke dalam penjara termasuk ayah mu.. " Putra mahkota tersenyum miring mengejek.


Selir Oclariana tidak lagi bisa menyanggah ucapan dari putra mahkota ketika mendengar jika ayahnya ikut tertangkap bersama dengan pamannya. Selir merasa tidak lagi memiliki seseorang yang mampu membantunya jika situasinya sudah seperti ini. Rupanya putra mahkota benar-benar telah mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin.


Sebenarnya tanpa semua ketahui, sudah sejak lama putra mahkota membaca gelagat aneh dari perdana menteri dan beberapa orang-orang yang dekat dengannya. Dia pun mengutus orang kepercayaannya untuk mencari tahu semua itu dan berapa terkejutnya putra mahkota ketika mengetahui jika perdana menteri telah mengendalikan kepemimpinan ayahnya sebagai raja.


Benar Raja Delroy lah yang memerintah kerajaan ini, tapi dia hanya sebagai raja boneka saja. Semua keputusan adalah dari perdana menteri. Setelah raja menikahi Maledine dan mengangkatnya sebagai ratu karena menuruti wasiat dari mendiang ratu. Sejak saat itu perdana menteri merasa jika raja telah berani memutuskan sesuatu tanpa peduli dengan keberadaannya.


Perdana menteri akhirnya berusaha untuk membuat raja turun dari tahta dan mengangkat putra mahkota yang adalah sekutunya. Perdana menteri ingin menjadikan putra mahkota seperti ayahnya, raja boneka.


" Ambil barang-barang yang memang milik mu.. Setelahnya, lekas pergi dari tempat ini sebelum aku ikut memasukan mu ke dalam penjara.. Jangan kau pikir, hanya kau yang membawa rahasia ku, sebaliknya, aku juga mengetahui rahasia yang tidak ada orang lain tahu selain diri mu sendiri.. " Titah putra mahkota tidak bisa diganggu gugat.


" Lihat saja.. Setelah ini aku pastikan kau akan menderita.. Apa gunanya kau hidup jika kekasih mu, wanita murahan itu telah mati.. Hahahahahaahahah.." Selir Oclariana tertawa keras mengejek putra mahkota.


" Le-lepaskan a-aku.. " Selir terbata karena tekanan di tenggorokannya.


" Dia masih hidup.. Kau belum menemukan mayatnya kan, artinya kekasih ku masih hidup.. Dan asal kau tahu, jika sampai kekasih ku mengalami hal buruk, maka aku pastikan kau akan merasakan hal yang sama.. " Bisik putra mahkota tepat ditelinga selir Oclariana.


" Bantu selir untuk membereskan semua barang-barangnya. Kemudian antar beliau kembali ke rumah keluarganya.." Titah putra mahkota kemudian meninggalkan kediaman selir.


Putra mahkota meninggalkan kediaman selir Oclariana tanpa ada sedikit pun niatnya untuk mengantar selir mendiang ayahnya itu keluar dari istana. Putra mahkota memiliki agenda lain yang jauh lebih penting daripada mengurusi selir ayahnya. Dia harus segera berangkat ke lokasi dimana Luke sekarang berada.


Putra mahkota mendapatkan kabar jika di tempat sana ada kabar yang mengatakan adanya bukti jika ratu masih hidup. Untuk lebih jelasnya, malam ini putra mahkota akan berangkat ke tempat itu. Dia harus bergegas karena setelah ini dia akan memiliki banyak sekali jadwal pekerjaan di istana.


Pemilihan perdana menteri dan juga menteri lain yang posisinya kosong. Mempersiapkan prosesi dirinya yang akan naik tahta menggantikan ayahnya. Melakukan berbagai macam kegiatan yang memang harus dilakukan oleh raja baru, yang mana termasuk memperkenalkan dirinya kepada semua kerajaan yang ada di sekitar kerajaan miliknya.


" Siapkan kuda ku.. Aku akan pergi ke suatu tempat.. Dua hari lagi aku akan kembali, saat itu persiapkan semua hal untuk pemilihan perdana menteri dan yang lainnya. " Putra mahkota berbicara dengan William.


" Baik yang mulia.. Saya akan mempersiapkan semuanya.. " William mengangguk, menuruti perintah dari tuan barunya.


" Terima kasih paman.. Beruntungnya ayah memiliki mu disisinya.. " Putra mahkota mengatakan semua ini dengan sangat tulus.


" Saya yang bersyukur bisa menjadi orang kepercayaan keluarga istana.. " William merendah.


Putra mahkota tersenyum dan kemudian langsung kembali ke kediamannya untuk mempersiapkan dirinya melakukan perjalanan jauh. Putra mahkota akan berangkat tepat malam nanti, agar tidak ada yang mencurigai ke mana perginya dirinya di saat istana tengah mengalami kondisi yang sangat membutuhkan pemimpin.


William menatap kepergian putra mahkota dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Ada senyum tipis di bibir William ketika dirinya tahu, kemana tuannya itu akan pergi. Namun sayangnya, seperti yang sudah-sudah, William yakin jika tuannya tidak akan menemukan apapun di sana.


" Belajarlah untuk jujur, yang mulia.. Mungkin saja jika anda jujur, maka akan ada keajaiban yang membawa anda kepada orang yang anda cari.. " Lirih William dalam hati.