
Di salah satu tempat di bagian perbatasan kerajaan antah berantah yang dekat dengan Kerajaan Thame, Dierez tengah berbincang dengan perwakilan dari Kerajaan itu untuk membahas mengenai perseteruan yang terjadi di antara kedua kerajaan ini. Kedua kerajaan ini mengklaim tempat yang berbeda sebagai batas kerajaan mereka dan saat ini tengah dibicarakan untuk mencapai kesepakatan bersama tanpa menimbulkan perang.
Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Delroy selalu ayah Dierez, memang tidak sebesar wilayah Thame. Akan tetapi, jika dibandingkan kedua kerajaan ini, jelas kerajaan antah berantah milik keluarga Damocles lebih maju dalam segi sumber daya alam dan manusianya.
Kerajaan Thame didirikan oleh kaum perompak sehingga mereka lebih mengutamakan adu otot dibandingkan adu otak. Jika menghadapi kerajaan ini, memang sangat alot karena susah diajak kerja sama. Dan disini tugas Dierez adalah membuat otak dari perwakilan kerajaan Thame lebih digunakan dibandingkan ototnya.
Sudah seminggu Dierez disini dan sampai saat ini belum mencapai keputusan apapun. Kalau bukan karena Dierez memiliki tujuan tersendiri dibalik kesepakatan ini nanti, sudah lebih baik Dierez kembali saja ke istana. Dia, merindukan kekasih hatinya yang tengah mengandung buah hatinya.
" Luke.. Apa tidak ada kabar dari istana? " Dierez bertanya pada orang kepercayaannya setelah perbincangan dengan wakil Thame berakhir.
" Tidak ada sama sekali, yang mulia.. Saya sebenarnya sedikit curiga karena sama sekali tidak ada berita. Padahal saat anda berada di istana saja, setiap hari mereka memberikan kabar.. " Ucap Luke.
Tidak salah firasat Luke, karena Dierez pun juga merasakan hal yang sama. Tepatnya tiga hari yang lalu, entah kenapa perasaannya tidak enak dan tiba-tiba saja dia begitu merindukan Maledine. Saling rindunya, ketika malam, Dierez bermimpi melihat Maledine menangis dan mengatakan jika dia merindukan Dierez.
Ini tidak wajar dan perasaan Dierez semakin tidak enak setelah mendengar ucapan Luke. Benarkah terjadi sesuatu pada Maledine dan dia tidak mendapatkan kabar. Tapi rasanya tidak mungkin karena orang-orang yang dia perintahkan, menjalankan semuanya secara rahasia. Mungkinkah mereka ketahuan?.
" Sial.. Luke, kirimkan orang kita ke istana untuk melihat apa yang terjadi. Firasat ku tidak enak tentang hal ini.. " Dierez memberi perintah.
" Baik yang mulia.. " Luke segera pergi untuk mencari seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan perintah dari putra mahkota.
Di istana memang tengah gempar saat ini, selain berita tentang ratu yang berselingkuh, kesehatan raja juga secara tiba-tiba menurutnya drastis. Menurut tabib istana, karena pikiran raja yang tidak istirahat semenjak skandal ratu berselingkuh mencuat, hingga mengakibatkan penyakit lama raja kambuh.
Ketika raja tengah sakit, selir Oclariana lah yang merawat Raja. Sedangkan pemerintahan di jalankan oleh perdana Menteri sampai putra mahkota kembali ke istana. Sakit Raja, dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mengambil keuntungan dari situasi ini.
Selir Oclariana menjadi sangat leluasa untuk membalaskan dendamnya pada Maledine. Ditambah sekarang ini, putri dari keluarga Conrad yang menjadi calon istri putra mahkota juga membantunya untuk membuat perhitungan dengan Maledine.
Raja tidak bisa berbuat apa-apa selain diam saja melihat bagaimana selirnya menyakiti ratunya. Ini semua karena perjanjian yang dia dan selirnya buat, yang mana dalam Perjanjian itu berisikan selir Oclariana tidak diperbolehkan menyebutkan siapa yang menjadi selingkuhan ratu dan sebagai gantinya, selir boleh melakukan apapun terhadap ratu asal tidak sampai membahayakan kandungannya.
Meski kehamilan ratu merupakan aib, tapi tidak bisa dipungkiri jika di dalam kandungannya adalah keturunan raja sendiri, cucunya. Raja ingin marah dan menghukum ratu nya, akan tetapi mengingat anak siapa yang dikandung oleh ratu, dengan hati yang berusaha ikhlas raja pun hanya menghukum ratu dengan mengasingkan ratu ke istana dingin dibanding mengusirnya dari Kerajaan ini.
Raja tidak tahu saja seberapa kejam selir dan putri Conrad memperlakukan Maledine di istana dingin sana. Kehidupan Maledine saat ini, jauh lebih menyakitkan dibanding ketika dia masih menjadi pelayan mendiang ratu. Di istana dingin ini, Maledine tidak sama sekali bisa disetarakan dengan seorang pelayan. Dia lebih rendah dari pada itu.
" Tak apa.. Kalian selesaikan saja tugas yang lain agar kita semua bisa selesai bersama dan istirahat bersama.. " Maledine menolak.
" Tapi.. "
" Tak apa.. Sudah sana cepat pergi.. " Maledine mengusir kedua dayangnya.
Sebenarnya dia sudah sangat kelelahan, perutnya terus kram sejak kemarin karena terus melakukan pekerjaan yang berat. Usia kandungan Maledine sudah memasuki bulan kelima. Tidak terasa, karena rasanya seperti baru kemarin dia mendapatkan kabar jika dirinya tengah mengandung anak dari benih pria yang dia cintai sejak dahulu.
Miris rasanya, anaknya ada karena skandalnya dengan putra mahkota yang statusnya adalah anak tirinya. Akan tetapi, seolah tidak peduli, Maledine tetap menjalani kisah cinta yang dia sadari itu adalah sebuah kesalahan. Maledine tidak bisa mengabaikan begitu saja ketika cintanya bersambut. Meski dia tahu sedari awal apa yang bisa terjadi padanya saat semuanya terbongkar.
Maledine melihat banyaknya pekerjaan yang setiap hari dia lakukan. Dia pun tahu kenapa kehidupannya di istana dingin ini sangat berat. Maledine paham, campur tangan dari Selir dan Putri Conrad membuat semuanya serba sulit baginya. Tahu jika semuanya tidak akan mudah baginya, Maledine tetap menjalani semuanya dengan ikhlas. Dia percaya, bahwa badai pasti akan berlalu.
" Huft.. Sabar ya sayang.. Semua ini pasti akan cepat berlalu dan kita akan bisa kembali hidup nyaman tanpa adanya kekejaman dari orang lain seperti sekarang.. Ayah mu, pasti akan segera menyelamatkan kita.. " Maledine mengajak bicara janin dalam perutnya.
Air matanya kembali mengalir, padahal Maledine sudah berniat tidak akan pernah menangis lagi. Maledine sudah berjanji pada dirinya dan janin dalam kandungannya tidak akan pernah menangis lagi seberat apapun kehidupan yang akan dia jalani setelah ini. Harga yang memang harus dia bayar karena telah menjalani dosa dengan sadar.
" Menangis? Bagaimana rasanya hidup menderita seperti ini tanpa ada satupun yang mengulurkan tangan pada mu? Sakit sekali ya.. " Ejek putri Conrad yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
" Beraninya kau menginginkan pria yang seharusnya menjadi suami ku.. Sungguh tidak tahu malu untuk wanita dari kalangan rendah seperti mu.. Rasakan saja penderitaan yang aku buat untuk menghukum wanita tidak tahu diri seperti mu.. "
" Aaarrgghhh.. " Maledine mengerang sakit saat putri Conrad menjambak rambutnya.
" Sakit? Ini jauh lebih ringan dari apa yang tengah dirasakan yang mulia Raja.. Karena wanita tidak tahu diri seperti mu, raja sampai sakit dan hidupnya tidak akan lama lagi.. Berharaplah raja berumur panjang, dengan begitu kau akan. Tapi, jika sampai raja berpulang, akan aku pastikan kau dan anak haram dalam kandungan mu itu, akan..." Putri Conrad menggantung ucapannya.
Meninggalkan Maledine yang tengah menangis karena tahu jika raja sakit. Maledine merasa menjadi wanita tidak tahu diri dan jahat, karena telah menjadi penyebab sakitnya raja.
" Maafkan saya.. Maafkan saya.. "