The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Ritual



Maledine akhirnya memilih untuk menuruti keegoisannya daripada akal sehatnya. Dia tidak ingin kejadian seperti ini terus terjadi dan berakhir dia benar-benar disentuh oleh Raja. Bukan bermaksud menjadi seorang istri yang tidak taat, hanya saja, Maledine tidak bisa melakukan hal itu tanpa adanya rasa diantara dirinya dan Raja.


Dierez tentu saja bersorak gembira karena pada akhirnya penantiannya berbuah hasil. Maledine, mau menerima dirinya dan mereka sebentar lagi akan saling menyatu. Masa bodoh dengan ayahnya yang masih tergeletak di lantai dalam kondisi tertidur. Yang terpenting bagi Dierez sekarang, dia harus segera mengikat Maledine menjadi miliknya, sebelum gadis ini berubah pikiran.


" Jangan pernah menyesali apa yang akan terjadi malam ini, sayang.. Karena aku mencintai mu.. " Ucap Dierez sebelum bibirnya menyambar bibi Maledine.


" Emmmppptt.. Emmmpptt.. " Maledine gelagapan karena tidak siap mendapatkan serangan dari putra mahkota.


Ketika nafas Maledine hampir habis, dia menepuk pelan dada dari putra mahkota yang entah sejak kapan sudah telanjang. Tahu, jika Maledine sudah kehabisan nafas, Dierez lekas melepas ciumannya. Namun, sepertinya dia telah melakukan kesalahan yang fatal kali ini. Melihat Maledine yang terenggah mengambip nafas, justru membuat Dierez semakin berhasrat karena itu.


Tanpa banyak membuang waktu, Dierez langsung menyerang Maledine. Bukan lagi ciuman, namun Dierez sudah membanting Maledine ke ranjang yang dipenuhi bunga mawar. Ranjang yang seharusnya menjadi saksi penyatuan Raja dan juga ratu, kini justru menjadi saksi penyatuan terlarang antara putra mahkota dan ratu.


" Tolong lakukan dengan lembut.. Ini... Bagi ku adalah yang... Pertama kalinya.. " Ucap Maledine ketiak dirinya sudah pasrah dengan apa yang akan Dierez lakukan pada tubuhnya..


" Tenang saja.. Aku tidak akan membuat mu kesakitan.. Tapi, aku akan membuat dirimu selama nya menginginkan hanya aku yang menjamah tubuh mu.. " Dierez mengecup bibir Maledine yang sudah bengkak karena ciumannya.


" Ingat Maledine.. Tubuh ini, hati ini, dan semua yang ada pada diri mu, semuanya adalah milik ku.. Jangan berani sekali pun, memberikannya pada orang lain.. Karena aku akan membunuh lelaki manapun yang melihat tubuh milik ku ini.. " Dalam satu kali hentakan, Dierez menyatukan dirinya dengan Maledine.


Pekikan Maledine, membuat siapa saja yang ada di bagian luar kamarnya memekik senang karena pada akhirnya, kedua tuan mereka telah berhasil menyatu. Doa mereka semua, berharap agar hubungan ratu dan Raja kelak, akan selalu langgeng dan diberikan banyak sekali anak dan cucu.


Biarlah mereka beranggapan seperti itu, karena Dierez sengaja membuat semuanya seperti ini. Hanya pemeran prianya saja yang berganti, dengan begini besok ketika bangun semua orang akan menjadi saksi jika ada penyatuan malam ini. Dengan begitu, ayahnya yang mungkin tidak akan mengingat kejadian malak ini, akan percaya jika mendengar ucapan para saksi di luar kamar ini.


Untuk alibi Dierez, dia sudah memerintahkan seseorang untuk menggantikan dirinya berdiam diri di kediamannya. Rencana yang sudah dia susun dalam waktu semalam. Kalau ditanya bagaimana dia bisa melakukan ini semua, jawabannya adalah tidak sulit bagi seorang jendral perang, membuat strategi yang menguntungkan dirinya.


" Berhenti.. Berhenti sejenak.. Rasanya sangat perih dan panas.. " Ucap Maledine yang kelelahan. Hari sudah hampir pagi, tapi Dierez seolah tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kenikmatan yang akan sangat jarang dia dapatkan.


" Kalau begitu, aku akan kembali melakukan sama seperti diawal agar milik mu tidak kering.. " Ucap Dierez tanpa disaring dahulu. Membuat pipi Maledine merona malu.


" Besok.. Apa yang akan terjadi? " Tanya Maledine. Dia tidak mau salah berbuat hingga kejadian malam ini terbongkar.


" Cukup diam.. Dan iyakan apapun yang ayah ku katakan.. Dengan begitu, tidak akan ada yang tahu apa yang terjadi malam ini.. " Jawab Dierez yang terlihat sangat asyik bermain dengan sesuatu yang kenyal dan basah.


" Tapi.. Kenapa anda membiarkan ayah anda berada di lantai? " Tanya Maledine yang bingung karena suami sahnya masih tertidur pulas di lantai.


Malam terus berlalu, entah berapa kali sudah, kedua anak manusia ini meraih kenikmatan dari satu sama lain. Maledine bahkan sampai tertidur karena Dierez tak kunjung menyelesaikan permainannya. Maledine sendiri ragu, apakah besok dia akan bisa berjalan atau tidak.


Keesokan harinya, Maledine terbangun karena mendengar berisik di luar kamarnya. Dia pun berusaha untuk bangun, namun bagian bawah tubuhnya terasa sangat perih sekali. Maledine yang dengan perlahan membuka selimut nya, terkejut melihat dirinya sudah memaki piyama tidur berbahan sutra miliknya. Maledine pun langsung menengok ke arah samping, rupanya Raja lah yang ada di ranjang bersama dengan Maledine.


" Dia benar-benar tidak membiarkan pria lain melihat tubuh ku.. " Batin Maledine senang karena sebelum Dierez pergi, dia memakaikannya pakaian.


" Eughhh... Kepala ku.. " Raja terbangun.


Raja langsung duduk begitu menyadari dimana dia berada sekarang. Ratunya, Maledine, berada di ranjang yang sama dengannya dan sama sepertinya, baru bangun tidur. Mata Raja tidak sengaja melihat bercak darah di seprei putih yang dipasang di ranjang. Hatinya langsung senang bukan main karena telah berhasil melakukan malak pertama dengan ratunya.


" Kenapa aku tidak bisa mengikat semuanya ya? Apa karena semalam aku mabuk? Tunggu, apa aku kasar padanya? " Batin Raja panik jika sampai menimbulkan trauma bagi Maledine.


" Kau tidak apa ratu ku.. " Raja langsung melompat turun saat melihat Maledine terjatuh di lantai.


" Tenang disini saja.. Aku akan panggil pelayan agar membantu mu membersihkan diri.. Maafkan aku jika semalam berlaku kasar pada mu.. " Ucap Raja dengan raut wajah menyesal.


Maledine sempat merasa bersalah pada suaminya sendiri karena telah membohonginya. Namun, Maledine akan merasa jijik dan membenci dirinya sendiri jika semalam justru bersama dengan pria yang resmi sebagai suaminya ini. Biarlah, jika nanti Maledine harus menanggung dosa atas perbuatannya saat ini. Karena dia tidak bisa mengabaikan begitu saja, perasaannya dan juga perasaan pria yang dia cintai.


********


Di kediamannya, putra mahkota tidak kunjung memejamkan mata setelah hampir menjelang pagi tadi baru kembali ke kediamannya. Dierez merasa seperti pria bajingan karena telah menikmati tubuh Maledine bahkan ketika wanita itu sedang tertidur.


Dierez tidak berhenti terus menerus tersenyum karena telah berhasil menjadi yang pertama bagi Maledine. Dia, tidak akan melupakan malam indah kemarin sepanjang hidupnya. Malam yang menjadi malam paling indah diantara malam-malam lainnya.


" Hah... Sungguh indah hidup ini.. Rasanya aku merasa candu padanya.. Oh sayang ku.. " Gumam Dierez seperti orang gila.


" Semoga saja, pasukan ku semalam yang banyak aku keluarkan di dalam, bisa menjadi janin dan dia akan mengandung anak ku.. " Dierez senang bukan kepalang ketika hal seperti itu akan terjadi.


" Mengandung anak siapa? Siapa yang mengandung anak? " Dierez terlonjak kaget, saat mendapat ada orang lain di dalam kamarnya.