The Queen'S Love Scandal

The Queen'S Love Scandal
Putra mahkota keras kepala



Aula istana, pagi ini dipenuhi para menteri dan bangsawan yang siap untuk melakukan pembicaraan dengan agenda mengangkat putra mahkota sebagai raja. Pangeran kedua juga ikut hadir untuk memberikan dukungannya agara kakaknya bisa naik tahta.


Selain putra mahkota ada lagi satu kandidat yang bisa naik tahta. Dia adalah putra dari keluarga Conrad, kakak dari Arlonisa Conrad, bernama Arlott Conrad. Arlott adalah jendral perang yang selama ini bekerja di bawah kepemimpinan dari putra mahkota. Pribadinya sendiri memang tidak menginginkan posisi di pemerintahan karena dia lebih suka berada di medan perang.


Terlalu sering dituntut sempurna oleh sang ayah, membuat Arlott lebih nyaman dan bebas berada di medan perang. Karena hal ini, pagi ini saat pertemuan yang membicarakan putra mahkota menggantikan ayahnya untuk naik tahta, dirinya tidak hadir dengan alasan berada di wilayah perbatasan dengan Kerajaan Theme untuk mengurus kesepakatan di sana menggantikan putra mahkota yang kembali ke istana.


" Semua yang hadir di tempat ini setuju jika anda akan naik tahta yang mulia.. Akan tetapi sebelum itu, anda harus menikah dengan tuan putri dari keluarga Conrad untuk dijadikan sebagai ratu.. " Ucap perdana menteri memulai rapat.


" Kau gila ya.. Ayah ku saja belum genap empat puluh hari meninggal dunia dan kau menginginkan aku menikah.. Apa kata rakyat jika pernikahan terjadi ditengah masa berkabung? " Putra mahkota menolak.


" Rakyat pasti mengerti yang mulia.. Raja harus didampingi oleh ratu.. Tidak bisa dibiarkan posisi ratu kosong sejak ratu terakhir dicopot dari jabatannya akibat kesalahan yang fatal.. " Tangan putra mahkota terkepal kuat karena teringat nasib dari Maledine.


" Tidak.. Pernikahan akan terjadi setelah masa berkabung selesai.. Suka tidak suka itu keputusan ku.. Jika kalian tetap memaksa, maka tunda saja aku naik tahta.. " Putra mahkota kekeh dengan pendapatnya.


Aula istana yang tadinya hanya terdengar suara perdana menteri dan putra mahkota yang berdebat, sekarang riuh terdengar semua yang ada di dalam ruangan ini membicarakan keputusan dari putra mahkota yang dirasa sangat tidak masuk akal.


Posisi ratu tidak bisa dibiarkan kosong, karena itulah raja terdahulu langsung menjadikan Maledine sebagai ratu setelah ibu putra mahkota meninggal dunia. Meski semua menentang Maledine yang menjadi ratu karena berasal dari kalangan rendah. Tapi mereka tidak bisa melengserkan Maledine tanpa kandidat yang tepat.


" Semuanya sudah selesai..? " Aula langsung kembali tenang saat suara putra mahkota terdengar menginterupsi.


" Masalah ini aku anggap selesai, sekarang kita bahas masalah selanjutnya.. " Titah putra mahkota tidak dapat diganggu gugat.


Perdana menteri terdengar menghela nafas panjang karena dirinya tidak bisa berbuat banyak jika putra mahkota sudah berkehendak seperti ini. Memang sejak lama putra mahkota terkenal dengan sifatnya yang keras kepala dan sulit untuk membuat putra mahkota mengikuti pendapat orang lain.


Pasrah dengan keputusan putra mahkota, kini pembahasan berikutnya mengenai posisi selir Oclariana setelah raja meninggal dunia. Selir tidak bisa begitu saja diangkat sebagai ibu suri karena selir bukanlah ratu. Posisi ibu suri hanya boleh diisi oleh ratu, yang putranya naik tahta sebagai raja. Lalu dimana posisi selir Oclariana menurut pemikiran putra mahkota.


" Bagaimana menurut anda yang mulia? " Tanya perdana menteri setelah mengatakan duduk permasalahannya.


" Apa yang terjadi pada selir saat kakek ku turun tahta? Maka itu juga yang akan terjadi pada Selir Oclariana. " Jawab putra mahkota kembali menimbulkan kontroversi.


" Tapi yang mulia.. Posisi ibu suri tidak boleh kosong.. Jika seperti itu maka... "


" Kau itu cerewet sekali.. Tidak pernah baca peraturan istana? Apa yang diharapkan dari seorang selir? Naik tahta menjadi ibu suri? Apa kata kerajaan lain jika mendengar selir menjadi ibu suri.. Kau ingin masa pemerintahan ku dijadikan bahan tertawaan semua kerajaan di luar sana? " Hardik putra mahkota yang berhasil membungkam perdana menteri.


Putra mahkota sadar dan betul jika perdana menteri pasti memperjuangkan keponakannya untuk bisa mendapatkan posisi di istana ketika dirinya menjadi seorang raja. Pasalnya posisi selir setelah rajanya mati adalah keluar dari istana dan kembali ke kediamannya tapi statusnya lebih tinggi dari bangsawan.


Pertemuan ini masih berlanjut dengan beberapa masalah yang dibahas. Banyak keputusan dari putra mahkota yang ditentang oleh para menteri dan bangsawan nya, tapi tidak ada yang bisa mengubah itu. Putra mahkota adalah pilihan mereka, jika sampai mereka mempertanyakan keputusan putra mahkota, maka yang ada hanyalah dipertanyakan loyalitas mereka pada putra mahkota.


**************


Di ruangan yang berbeda masih di istana, selir Oclariana dan juga putri Conrad mengamuk karena keputusan dari putra mahkota. Ditunda nya pernikahan dengan putri Conrad dan juga selir yang akan diperintahkan keluar istana, membuat kedua wanita ini murka.


Selir Oclariana sepertinya harus memperingati putra mahkota agar tidak bertindak arogan jika masih menginginkan untuk naik tahta. Selir, memiliki sebuah kartu AS yang bisa membuat putra mahkota mengikuti keinginannya. Dia, sebenarnya belum ingin mengeluarkan kartu ini, tapi karena sekarang posisinya di istana terancam, terpaksa kartu AS nya dia keluarkan.


" Tenanglah... Aku bisa membuat putra mahkota memikirkan kembali keputusannya.. Tenang.. Aku harus tenang.. " Selir mencoba menenangkan dirinya sendiri agar tidak sampai emosi dan merusak citranya sendiri.


" Cara apa yang harus kita lakukan? " Putri Conrad bertanya.


" Kartu AS ku masih ada satu, jika putra mahkota menginginkan apa yang aku pegang. Besar kemungkinan putra mahkota akan mengikuti keinginan kita.. Pastikan kau tetap berada di pihak ku, saat nantinya aku bisa membuatmu menjadi ratu di istana ini.. " Ucap selir Oclariana dengan sombongnya.


" Tentu.. Selamanya saya akan tetap berada di pihak anda yang mulia.. " Putri Conrad tersenyum tipis. Tanpa diketahui oleh selir dan orang yang ada di sana.


Di tempatnya putra mahkota berada, akhirnya dia bisa menemui William setelah penasehat ayahnya ini menghilang setelah pemakaman raja terdahulu.


Banyak hal yang perlu putra mahkota tanyakan dan salah satunya adalah tentang apa yang terjadi dengan ratu dan dimana dirinya berada sekarang. Satu-satunya yang bisa dipercaya oleh putra mahkota bisa mengatakan semuanya dengan jujur tanpa merugikannya, hanya William seorang.


" Bagaimana bisa ayah ku sakit? Kau pasti tahu kronologinya dan lagi, bukankah ayah selalu menjalani perawatan kesehatan selama ini.. " Tanya putra mahkota.


" Berita tentang ratu yang hamil dengan pria lain, membuat Raja sakit-sakitan yang mulia.. " Jawab William.


" Siapa yang memberitahu ayah dan apakah berita itu dipastikan benar? " Putra mahkota sok-sokan tidak tahu apa yang dibicarakan oleh William. Dia masih butuh waktu untuk mengungkap jika anak yang dikandung Maledine adalah anaknya.


" Dari selir Oclariana.. Pertanyaan saya, kenapa anda peduli dengan ini yang mulia? Apa anda mengenal pria yang sudah bersama ratu? Anda mungkin tahu sesuatu karena beberapa bulan belakangan ini, andalah yang terus bersama ratu.. "


Degh.


Putra mahkota membeku, apakah William tahu sesuatu. Kenapa dia seolah-olah menuduh putra mahkota mengetahui sesuatu dan menyembunyikan nya. Putra mahkota tidak boleh salah menjawab saat ini karena bisa saja nantinya William membaca gerak gerik putra mahkota yang memang sangat ingin tahu apa yang terjadi dengan ratu..