
Di perbatasan kerajaan antar berantah dengan Kerajaan gurun, pemberontak dari Kerajaan gurun yang menolak menjadi Kerajaan di bawah pemerintahan kerajaan antah berantah, akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Dierez, berhasil menggulingkan Raja dari kerajaan gurun dan mengangkat seseorang dari salah satu orang kepercayaannya untuk menggantikan raja yang sudah Dierez berikan hukuman eksekusi.
Saat Dierez baru saja mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian memiliki banyak kegiatan, salah satu ajudannya datang membawakan berita dari ibukota. Dierez sampai terheran, ajudannya ini terlihat sangat pucat dan terengah.
" Kau sedang berlatih lari agar tidak ketinggalan saat aku berlari.. " Ledek Dierez.
" Bukan begitu yang mulia.. Hah.. Hah.. Hah.. Saya... Saya membawa berita... Dari ibu.. Kota.. " Ucap ajudan Dierez ini.
" Berita dari ibukota? Memangnya ada apa? " Tanya Dierez yang tiba-tiba merasa tidak enak.
" Begini yang mulia... Saya mendapatkan kabar dari datang yang Anda utus menjaga di sekitar yang mulia ratu.. " Ucap ajudan yang kembali mengambil nafas karena masih terengah.
" Bicara itu jangan dipotong-potong.. Bikin orang penasaran saja.. " Sentak Dierez tidak sabaran lantaran dirinya menjadi khawatir saat ini.
" Ada penyerangan.. Di kediaman ratu, ada ular yang seharusnya tidak ada di wilayah kita. Ular ini, adalah ulah dari wilayah gurun, yang mulai.. "
" Ratu terluka? "
" Tidak.. Namun salah satu datang pribadi ratu, meninggal karena dipatok ular berbisa ini.. Bahkan gajah saja, bisa mati dalam waktu kurang dari lima belas menit.. "
Deg..
Perasaan Dierez saat ini tidak karuan. Dirinya tidak pernah menyangka, setelah penculikan Ratu, masih ada orang yang menargetkan wanita itu. Padahal, Dierez sudah memberikan peringatan pada orang yang sudah bisa Dierez yakini sebagai dalang dari peristiwa penculikan itu. Namun, rasanya, peringatan darinya tidak diindahkan.
" Luke.. Kita kembali ke ibukota malam ini juga.. " Ucap Dierez setelah lama terdiam.
" Baik yang mulia.. " Luke segera mengurus semua keperluan untuk kembali ke istana. Menyerahkan masalah disini pada orang terpercaya, karena sebenarnya masalah disini belum sepenuhnya terselesaikan.
Dierez tidak bisa menunggu sampai semua permasalahan disini beres. Dierez khawatir pada Maledine dan takut jika ayahnya memanfaatkan situasi untuk mengambil kesempatan dari kesempitan yang terjadi saat ini. Dierez tidak ikhlas jika Maledibe dekat-dekat dengan ayahnya, juga dengan semua pria yang mungkin bisa memiliki kesempatan berinteraksi dengan kekasihnya itu.
Di istana, setelah seharian pingsan, Maledine akhirnya tersadar. Dia tengah berada di kediaman lain selain milik Raja, karena tidak diizinkan Raja dan ratu berada di kediaman yang sama karena akan menimbulkan iri pada selir-selirnya. Mereka hanya akan bersama ketika Raja menginginkan memiliki malam bersama ratu, ataupun ketika bagian astrologi mengatakan tentang ritual malam penyatuan. Selebihnya, Raja dan ratu harus berada di tempat yang terpisah.
Namun sejak Maledine pingsan, Raja memang belum meninggalkan tempat dimana Maledine berada. Perasaannya kalut melihat wanitanya ini gemetar ketakutan. Raja merasa sangatlah buruk sebagai suami. Kerajaan saja dia bisa pimpin dengan baik, namun menjaga wanitanya dia tidak mampu terhitung ini sudah kedua kalinya Maledine celaka, tapi Raja tidak bisa mengambil tindakan karena akan membahayakan posisinya.
" Aku lelaki tidak berguna yang menikahi mu, ratu ku.. " Gumam Raja melihat ratunya dari kejauhan.
" Apa kau sudah mendapatkan siapa yang melakukan dan merencanakan ini? " Tanya Raja pada Willian, penasehatnya sekaligus keponakannya.
" Huft.. Sekali lagi, aku tidak bisa melakukan apapun.. Bukankah aku ini hanya Raja boneka.. Semua diputuskan oleh mereka, yang mengatasnamakan diriku.. Apa menurut mu, aku akan kembali tidak bisa melindungi wanita yang aku cintai? Apakah Maledine akan mengalami apa yang ibu Dierez alami? " Tanya Raja, lebih pada dirinya sendiri.
" Perlukah anda meminta bantuan dari yang mulia putra mahkota, yang mulia? Saya yakin, beliau pasti mau membantu Anda." Saran William.
" Saat ini saja, Dierez berasa di pihak mereka. Kau lupa bagaimana dia menolak aku mengangkat Maledine sebagai ratu.. " Raja menatap William dengan tatapan sayu.
" Perintahkan lebih banyak orang kita melindungi ratu dari jauh.. Letakan satu assassin wanita yang akan melindungi ratu dari dekat. Samarkan keberadaannya sebagai pengganti dayang yang meninggal itu!! " Titah Raja.
" Siap laksanakan, yang mulia.." Willian segera pergi melaksanakan titah dari Raja Delroy.
Di dalam ruangan kamar Maledine, dia tengah diperiksa oleh seroang tabib. Raja sengaja memanggil tabib untuk memeriksa Maledine agar jangan sampai trauma yang pernah terjadi kembali terulang. Raja tidak bisa jika harus kembali kehilangan ratu nya setelah meninggalnya ratu terdahulu.
Tabib memeriksa Maledine dengan teliti, alisnya berkerut saat menyadari sesuatu yang cukup lain dari pemeriksaan yang pernah dulu dia lakukan. Tabib ini kemudian tersenyum menatap Maledine yang terlibat bingung melihat senyum dari tabib yang memeriksa nya ini.
" Yang mulia, kalau boleh saya bertanya, kapan terakhir anda mengalami bulanan? " Tanya tabib dengan hati-hati takut menyinggung ratu.
" Maafkan saya tabib istana.. Saya tidak terlalu memperhatikan hal itu. Apakah ada hal buruk yang terjadi? " Tanya Maledine panik.
" Tidak.. Justru ini adalah kabar baik karena saat ini, anda tengah mengandung.. " Ucap tabib yang langsung disambut pekikan para dayang dan pelayan yang senang dengan berita ini.
" Apa??? Hamil??? " Maledine terkejut setengah mati.
" Benar yang mulia, saya ucapkan selamat atas kabar gembira ini.. " Maledine masih membeku tanpa memberi respon apapun. Dirinya terlalu terkejut dengan berita ini..
Setelahnya Maledine sama sekali tidak peduli dengan pembicaraan yang terjadi di sekitarnya. Bahkan saat Raja datang dan memberikan selamat padanya, Maledine sama sekali tidak peduli dan memperhatikan. Dirinya terkejut dan ketakutan saat ini setelah mendengar kabar dari tabib yang memeriksanya tadi.
Dalam pikiran Maledine, sudah terlintas hal-hal buruk tentang kehamilannya ini. Bukannya tidak senang karena tengah hamil. Hanya saja, asal usul janin yang dikandungnya ini sangatlah rumit. Maledine takut jika Dierez tidak menginginkan janinnya. Belum lagi jika Raja tahu asal usul janin ini yang sesungguhnya. Akankah janin ini diterima.
Maledine ketakutan saat ini, ini pergi juga dirinya tidak bisa, ingin tetap tinggal, namun masa depannya dan janin yang dikandungnya tidak sama sekali pasti saat ini. Apalagi ketika dayang yang ditempatkan oleh Dierez membisikan sesuatu padanya. Maledine semakin dilanda ketakutan.
" Apa yang harus aku lakukan? Kenapa jadi rumit begini keadaannya? Aku takut.. Aku takut sekali.. Apa yang harus aku lakukan? " Batin Maledine menjerit.
" Selamat ratu ku, dan Terima kasih telah membuat ku menjadi pria paling bahagia saat ini. " Raja tiba-tiba mengecup dahi Maledine, dan itu sukses membuat lamunan Maledine buyar dan digantikan dengan rasa bersalah yang sangat besar ketika melihat Raja justru sangat bahagia saat ini.
" Kenapa? Kenapa terlihat tertekan begini? Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Aku akan melindungi ku ratu ku.. " Ucap Raja langsung memeluk Maledine. Dan hal ini membuat Maledine kaget dan merasa risih secara bersamaan.