The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
98 [ Pertarungan sengit Samael Vs Arion ]




Mampir juga ye ke novel itu.


Like ✓


Komen✓


Vote ✓


hadiah klo ada


Komen... ya biar w bisa tau di chapter ini jelek atau kagak.


____________________________________


Di sisi lain.


Di negara Arbanila saat ini sedang terjadi kepanikan.


"Bagaimana! apa pihak Jepang berhasil mengalahkan para iblis itu?"


Chaser Galliard Crimson berbicara dengan panik dengan ketua asosiasi Gregory.


"Pihak Jepang hanya memberikan satu informasi kata pada seluruh dunia, "Bersiaplah" mereka hanya mengatakan itu dan setelah itu tidak ada tanggapan lagi."


"Ini mungkin sebuah pertanda bahaya yang dikirim oleh pemerintah Jepang pada seluruh dunia jika iblis yang sebenarnya barulah turun ke bumi."


Setelah Gregory menginformasikan itu pada Chaser Galliard.


Seketika terjadi kepanikan di negara Arbanila, karena lokasi Jepang dan negara Arbanila bisa dibilang cukup dekat.


Atas informasi yang diberikan oleh pemerintah Jepang, gregory memberitahu kan kepada seluruh penduduk Arbanila untuk mengungsi terlebih dahulu ke negara lain yaitu negara China.


Namun negara China menolak permintaan dari Gregory, karena mereka tidak ingin terkena imbas dari serangan para iblis tersebut.


Semua penduduk sudah di kumpulkan di tengah kota mereka akhirnya di masukan ke dalam sebuah banker bawah tanah yang saat 5 tahun lalu pernah di pakai untuk bersembunyi dari para iblis.


Semua masyarakat di bawa masuk ke dalam banker bawah tanah itu termasuk presiden negara Arbanila.


Sementara para polisi bertugas untuk mengevakuasi para masyarakat yang masuk ke dalam banker menjaga nya agar tidak terjadi kericuhan.


...••••...


"Bagaimana, apakah para masyarakat sudah di ungsikan?" Tanya Gregory pada salah satu bawahan nya.


"Sudah tuan tapi, hingga saat ini kami masih belum bisa menghubungi Chaser absolute Tuan Arion." balas bawahan Gregory dengan sopan.


"Tch... padahal situasi nya darurat seperti ini, dimana dia sekarang." Gregory mengeluh kan kekesalannya itu dalam dalam, karena dia tahu jika hanya menunggu Arion datang, iblis pasti akan keburu muncul.


Tak lama setelah itu para chaser tingkat S pun datang ke tempat Gregory yaitu di tengah kota.


"Gregory, berapa lama lagi hingga para iblis itu datang ke sini." Tanya neos yang baru saja sampai dengan para chaser S yang lain.


"Mungkin sekitar 3 jam lagi jika para makhluk iblis itu terbang, kita tidak bisa mengukur kecepatan terbang makhluk itu mungkin bisa saja kurang dari tiga jam." Balas Gregory, dia masih mencoba terlihat tenang meski pada kenyataannya dia sendiri panik.


Tak lama kemudian Chaser rank S Kano berbicara dengan menjelekkan Arion.


"Tcih... kemana Chaser absolute itu? di saat kondisi negara sedang kacau seperti ini dia malah pergi tidak jelas kemana, sungguh tidak bisa diharapkan." Ucap Chaser kano.


Tidak ada yang menyangkal perkataan kano karena apa yang dia katakan memang benar.


Bahkan neos yang ada di sana tidak membalas perkataan kano.


...••••...


Tiongkok China.


Di dalam kantor Asosiasi Chaser di gedung paling atas, ketua asosiasi dan para bawahan nya.


Sedang berada di sana, Presiden asosiasi chaser Wang Zeming terlihat sedang duduk sambil melihat kondisi yang terjadi di arbanila menggunakan teropong jarak jauh.


Dia terlihat seperti sedang memantau keadaan yang terjadi di sana.


Lalu saat sedang memantau kondisi yang terjadi di arbanila, tangan kanan ketua asosiasi chaser Wu pen, bertanya pada Wang Zeming.


"Tuan wang apa yang anda pikirkan sampai tidak ingin membantu negara Arbanila." Ucap wu pen.


Ketua asosiasi China Wang zeming membalas pertanyaan wu pen dengan tenang.


"Untuk mengahadapi ancaman yang besar kita perlu mengorbankan sesuatu yang besar pula, kita hanya akan melihat dulu sekarang, jika para Chaser Arbanila bisa mengatasi para iblis itu, kita akan membantu mereka setelah nya, namun jika mereka gagal kita akan meluncurkan nuklir skala besar untuk memusnahkan semua iblis yang ada di sana sekaligus menghancurkan negara itu."


Jawaban ketua Wang zeming membuat wu pen tidak setuju dengan itu.


"Tuan wang, jika anda berbuat seperti itu,anda akan memicu perang dunia ketiga pecah sebaiknya anda pikirkan matang matang soal rencana anda itu." Wu pen menantang keras keputusan dari ketua nya itu karena jika para iblis itu tidak mempan oleh nuklir itu sama saja sia sia.


"Wu pen, dengar saat ini manusia telah diambang kepunahan karena serangan para iblis, karena itu kita harus mengorbankan banyak nyawa untuk menyelamatkan ribuan nyawa yang lain, jangan pikir aku mengambil keputusan ini atas dasar ke naifan ku tapi ini juga ku lakukan agar para penduduk di negara kita tidak mengalami nasib yang serupa." Ucap wang menjelaskan pada bawahan nya


Terlihat wu pen langsung terdiam setelah mendengar penjelasan itu dari tuan nya karena dia melakukan itu semata mata untuk melindungi rakyat China yang lain.


...•••••••...


Setelah para ras yang sebelumnya dibebaskan oleh Arion mereka mengucapkan janji sumpah atas kesetiaan nya pada Arion.


Namun setelah para ras mengucapkan sumpah setia mereka, salah satu demon emperor yaitu ruler of blood datang ke lantai delapan tempat Arion berada.


Arion merasakan energi sihir yang kuat sebelumnya dan dia tidak terkejut dengan kedatangan Salah satu demon emperor itu.


Para pasukan iblis Arion langsung berdiri setelah kedatangan demon emperor samael.


Jadi seperti ini ya, demon emperor sang kaisar iblis itu, aku memang merasakan aura yang sangat berbahaya dari nya.


Ucap Arion dalam hati, dia masih tetap tenang di situasi seperti itu.


Namun saat sedang memikirkan soal itu, Ariel tiba tiba saja ikut berbicara memperingati Arion.


"Jangan lengah, dia adalah demon emperor yang mendapat julukan penguasa darah, dia dapat menciptakan apapun dari skill darah yang dia miliki." Ucap Ariel, yang memberitahukan informasi mengenai lawan Arion kali ini.


Di sisi lain.


Samael dan para bawahan nya menghadang Arion untuk melarikan diri dari sana.


Namun kata kata seperti itu tidak berguna bagi Ariel, dia sama sekali tidak terpancing dengan itu.


Arion mulai berjalan mendekat ke arah samael.


Para ras ras yang sebelumnya sudah menyatakan kesetiaannya pada Arion itu langsung memberikan jalan untuk Arion lewat.


mereka tertunduk seperti seperti menyambut raja yang agung.


"Ariel, kenapa kau tidak membalas ucapan ku.... keluar lah aku tau kau sedang bersembunyi di dalam tubuh makhluk rendahan itu!" Beberapa kali samael menghina Arion namun Arion sama sekali tidak menanggapi hinaan itu.


"Tidak perlu sampai memanggil Ariel hanya untuk menghadapi iblis kelas rendah seperti mu, aku sendiri saja.... sudah cukup!" Arion langsung mengeluarkan kedua pedang nya dari dalam inventory milik nya.


Para pasukan Arion juga langsung bersiap saat itu juga.


"Aku sama sekali tidak tertarik berbicara dengan makhluk lemah, cepat tunjukan wujud mu Ariel!" Samael tampaknya memandang Arion seperti serangga kecil, dia bahkan tidak berniat melakukan percakapan dengan Arion.


"Baiklah kalau kau tidak, ingin menyerang ku, aku yang akan menyerang mu lebih dulu!" Arion menajamkan matanya ke arah samael dan bergerak cepat maju menyerang nya.


Begitu juga dengan para pasukan iblis bawahan Ariel, mereka ikut menyerang bawahan dari demon emperor samael.


Para demon emperor lain tau akan hal itu namun samael sendiri yang berkata akan mengurus masalah heavenly demon sendirian karena saat ini haevenly demon menggunakan tubuh manusia sebagai wadah nya dan samael yakin kemenangan ada dipihak nya.


...••••...


*Booommm.....


*Bommmm....


*Bommmm.....


Terjadi ledakan yang sangat dahsyat saat pertempuran itu pecah.


Serangan pedang Arion berhasil di tahan oleh pelindung darah yang mengelilingi samael.


Namun itu tidak bertahan lama, dinding darah itu langsung seketika hancur tidak kuat menahan tebasan kedua pedang Arion.


Samael langsung terbang ke atas menjauh dari Arion.


"Tak ku sangka wadah bisa sampai sekuat ini." Ucap samael.


Namun Arion tidak memberikan lawan nya kesempatan untuk menjauh.


Arion langsung melompat ke atas menyusul samael.


Arion menggunakan api hitam nya untuk menebas samael dari jarak jauh.


Samael menghindari nya dengan terbang ke sana kemari.


"Tch... ini merepotkan." Arion akan kewalahan jika menghadapi samael di udara karena dia tidak bisa menggunakan sayap.


Saat Arion akan turun ke bawah, samael memanfaatkan hal itu karena dia tau jika dalam pertarungan atas samael akan diuntungkan dalam hal itu.


Samael membuat 10 tombak tajam dari kemampuan darah miliknya dan mengarahkan semua itu ke arah arion.


Arion mendecakkan lidah nya sambil berkata.


"Tch kalau begini aku yang terpojok!"


Setelah mengatakan itu.


Arion menggunakan api hitam nya untuk menebas serangan tombak darah samael.


"Reimei Tanji Obsa Bondi.....!!"


*Boommmm......


Tombak darah samael langsung hancur seketika terkena tebasan api hitam Arion.


Tebasan itu adalah serangan skala besar sayap kanan samael harus terpotong karena serangan itu dan dia terjatuh ke bawah saat itu juga.


"Aaaa.... manusia rendahan!!"


Samael berteriak keras pada Arion sambil memegang sayap kanan nya yang terpotong.


Dia tidak bisa beregenerasi karena api hitam itu.


Aku terlalu meremehkan manusia ini, walau hanya wadah kekuatan nya bisa disetarakan dengan para demon emperor.


Pikir samael, dia tidak lagi meremehkan Arion.


Tanpa pikir panjang Arion langsung menyerang samael yang sudah berada di bawah.


Arion berlari dengan kencang berniat menebas samael dengan pedang nya.


Namun samael tidak diam begitu saja.


Dia mengeluarkan banyak darah dari tangan nya.


Dan semua darah itu membanjiri tempat Arion berlari.


Arion yang sedang berlari menginjak darah darah itu langsung membeku seketika.


"Ghk.... sial kaki ku membeku." Ucap Arion, dia lengah hingga tidak mempertimbangkan ini sebelumnya.


"Sekarang!! matilah!!"


*Duack.....!!


Samael tiba tiba sudah berada di depan Arion sambil menggunakan palu yang terbuat dari darah untuk menghantam kepala Arion.


Namun Arion berhasil menghindari serangannya dengan membungkukkan badan nya ke bawah.


Samael tidak mengantisipasi hal itu sebelumnya, dia akhirnya terkena serangan balik tebasan api hitam Arion.


"Aku sudah menduga akan menjadi seperti, ini aku sengaja seolah olah bersikap lengah untuk bisa melancarkan serangan." Arion menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran nya.


Samael terpental menghantam tembok pembatas yang ada di dalam penjara.