The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
95 [ Menyusup ke dalam markas Demon Emperor ]




Baca juga novel ini ya tentang beladiri dan petualangan merebut kekaisaran Xia.


Like ✓


Komen✓


Vote ✓


hadiah klo ada


Kalo suka minimal lakukan lah itu


___________________________________


Negara Arbanila.


Sementara itu di dalam guild Avengers.


Terlihat neos dan Chaser Sylvia sedang berbicara satu sama lain.


"Kemunculan gate akhir akhir ini lumayan tidak seperti biasanya nya ya, dilihat dari data data yang kuperoleh hampir 50% masalah kemunculan gate berkurang."


Neos berbicara sambil melihat ke arah kertas file berisi data data mengenai kemunculan gate.


Sementara itu, Sylvia yang ada di samping nya sedang duduk di dalam ruangan yang sama seperti nya tidak terlalu memikirkan soal itu.


"Jika dilihat memang begitu, itu adalah kabar yang menyenangkan bukan? gate sudah jarang terjadi, mungkin mereka sudah hampir musnah."


Baru saja Sylvia menjawab pertanyaan neos, dia langsung menyangkal dengan keras apa yang Sylvia katakan.


"Tidak bukan begitu, namun ini tidak jika dilihat terlalu aneh bukan tiba tiba kasus kemunculan gate menurun bukankah itu hal yang cukup mengejutkan."


*Trrrttt~


*Trrtt~


Saat neos sedang berbincang bincang mengenai masalah gate.


Telepon genggam nya tiba tiba berdering.


Neos langsung memeriksa nya untuk melihat siapa yang menghubungi nya.


"Gregory? tumben sekali dia menghubungi ku."


...•••••...


Benua iblis.


Sementara di sisi lain.


Arion yang sebelumnya sedang memburu iblis ternyata hingga kini masih belum kunjung pulang.


"899, 900, huh, sudah ku hitung jumlah keseluruhan iblis yang ku bantai tapi kenapa sampai saat ini tanda notifikasi level ku sama sekali belum berbunyi."


"Kasus seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya."


Arion kembali mengecek status miliknya.


Dan setelah dia lihat, Arion baru ingat jika ada satu misi yang menurut nya tidak terlalu penting dan akhirnya dia tidak melakukan nya.


"Misi ini, apa mungkin yang menjadi penghambat perkembangannya kenaikan level ku?"


Arion yang sebelumnya mengabaikan misi itu akhirnya di buat bingung sendiri karena misi itu memerintahkan Arion untuk pergi ke lembah tak berujung.


"Tidak salah lagi, itu mungkin benar, misi ini juga pasti ada kaitannya dengan hal penting yang pernah dijelaskan oleh Emperor Ariel waktu itu."


Saat Arion sedang berpikir keras tentang itu.


Seseorang tiba tiba memanggil nya.


Suara nya terdengar sangat jelas di telinga Arion.


"Arion!"


Suara itu memanggil nama Arion 3 kali.


Sementara itu Arion yang dalam kebingungan sama sekali tidak mengetahui keberadaan nya.


"Pejamkan matamu, aku ada berada di dalam pikiran mu."


"Pikiran?"


Saat mendengar itu Arion langsung paham dengan lawan bicara nya itu.


Dan Arion langsung memejamkan matanya untuk berkomunikasi dengan seseorang itu.


"Padahal sudah ku beri perintah selanjutnya tapi kau tidak segera menuntaskan nya."


"Ah ya, maaf kupikir itu tidak terlalu penting--"


"Makhluk bodoh!"


Ariel langsung berteriak keras pada Arion dan memotong perkataan nya.


Arion langsung tersentak kaget karena suara Ariel yang begitu keras.


"Bagaimana pun juga makhluk bodoh tetaplah makhluk bodoh!"


Ariel tampaknya kesal karena Arion.


Sementara itu Arion yang mendengar itu menjawab juga dengan serius.


"Apa maksud mu, kenapa kau---"


"Makhluk yang telah diberikan kekuatan olehku, tapi tidak digunakan dengan benar bagaimana pun jalan yang kau pilih itu sangat egois."


"....."


Mendengar apa yang Ariel katakan Arion di buat merinding karena kemarahan Ariel.


Dia tidak pernah setakut ini sebelumnya.


"Seseorang yang berhasil menguasai hampir sepenuhnya kekuatan yang kuberikan bukan lah perkara yang mudah, bagaimana pun juga kau menerima tanggung jawab besar untuk memusnahkan keberadaan seluruh demon emperor yang ada, tidak ada waktu bagimu untuk bersenang senang, entah kapan waktu nya mungkin para Demon emperor itu pasti akan turun sendiri ke dunia yang kau tinggali untuk melakukan invasi besar besaran."


"Dengan kekuatan mu yang hanya segini kau tidak akan mungkin bisa melawan gempuran seluruh pasukan demon emperor, oleh karena itu kau tidak bisa berdiam diri seperti ini, aku sudah memberikan mu misi untuk pergi ke benua tak berujung untuk membebaskan pasukan yang kumiliki."


Lama kelamaan Ariel sudah berbicara seperti biasa kembali.


"Pasukan?"


Aku tidak terpikir kan sebelumnya jika dia memiliki sebuah pasukan.


"Tapi jika kau memiliki pasukan apa demon emperor lain juga sama?"


Percakapan keduanya hampir masuk ke dalam inti pembicaraan.


"Benar, jumlah pasukan yang mereka miliki jika digabungkan akan 10 kali lipat lebih banyak dari yang kau punya, tapi untuk saat ini jangan pikirkan soal jumlah besar itu, yang terpenting sekarang kau harus pergi ke membebaskan para pasukan ku yang di segel di dalam markas para demon emperor."


Itu memang terdengar logis bila dipikirkan mustahil aku dapat melawan banyak nya pasukan yang mereka miliki jika hanya sendirian.


Jadi itu ya penyebab level ku tidak kunjung naik


Arion berbicara sendiri di dalam hatinya.


"Aku memang berencana melakukan itu sebelumnya, tapi bagaimana cara ku untuk pergi ke sana?"


"Aku sudah memberikan nya di dalam inventory mu, tapi agar lebih menunjang keberhasilan misi ini aku akan membantu mu secara langsung, pastikan kau mendengar kan instruksi yang ku berikan."


"Ya, aku mengerti."


Percakapan keduanya langsung terhenti saat Arion membuka matanya kembali.


...••••...


Setelah Arion membuka matanya.


Dia langsung membuka inventory milik nya seperti yang diperintahkan.


"Jadi ini, ya benda yang bisa membawa ku ke tempat benua tak berujung itu, tapi tidak kusangka dia akan semarah itu padaku."


Arion memegang sebuah bola logam hitam penghubung antar dimensi batu itu hanya dimiliki oleh para demon emperor.


"Tunggu dulu jangan tergesa gesa."


Suara Ariel muncul kembali walau Arion tidak masuk ke alam bawah sadar nya.


"Hah? apa? bagaimana bisa kau berbicara dengan ku secara langsung?"


Arion bingung akan hal itu namun tidak ada waktu untuk menjelaskan nya nya sekarang.


Ariel secara tegas mengalihkan pembicaraan nya tentang pertanyaan Arion.


"Jangan pikirkan, sekarang tidak ada waktu, sebelum kau berangkat pastikan kau tidak tidak diketahui oleh para demon emperor lain."


Ariel memberitahu rencana nya untuk pergi menyusup ke sana.


"Jadi singkatnya apa aku harus menyamar? tapi aku memiliki kemampuan steal jadi lebih baik menggunakan kemampuan ku dari pada harus menyamar."


Arion menggunakan caranya sendiri untuk pergi menyusup ke dalam markas dari demon emperor.


"Baiklah lakukan apa yang kau katakan, tapi sejujurnya, meski melakukan penyusupan pasti akhirnya akan diketahui juga karena tempat para pasukan ku di segel, dijaga sangat ketat oleh para demon tingkat tinggi, jadi sebisa mungkin kau harus menghindari pertarungan yang tidak menguntungkan untuk mempersingkat waktu."


Setelah Ariel mengatakan itu, Arion menggunakan kemampuan Steal nya untuk menyusup.


Dia menyembunyikan pedang miliknya di dalam inventory agar tidak menimbulkan suara.