The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
32 [ Pulang kembali ]



Setelah empat hari berlalu neos dan arion akhirnya memutuskan untuk pulang kembali.


Neos yang sebelumnya tidak bisa mengontrol kemampuan nya sekarang menjadi bisa sedikit mengontrol nya dan membuat nya bisa mengeluarkan seluruh kemampuan berseker tapi memiliki batasan waktu yaitu 5 menit.


Jika neos melebihi batas waktu itu dia akan kehilangan kendali dan menghancurkan semua nya.


Bukan hanya itu arion juga mengalami peningkatan yang lebih besar dari pada sebelumnya, karena arion juga ikut melatih dirinya sendiri dan bukan hanya neos.


Peningkatan tubuh mereka berdua menjadi lebih terasa walaupun hanya empat hari berlatih namun Arion dan neos sama sama berjuang untuk. menjadi lebih kuat.


Meski bisa dibilang arion sudah kuat tapi dia merasa belum cukup kuat karena kemampuan bertarung nya masih belum terlatih dengan baik.


Oleh karena itu arion membuat seni beladiri baru untuk melawan para Iblis beladiri yang di buat arion adalah beladiri yang di khususkan untuk melawan para iblis.


Dan akan sangat berbahaya jika di gunakan untuk melawan manusia.


Arion juga mengajarkan teknik beladiri ini kepada neos dan neos sudah lumayan mahir dalam menggunakan teknik ini.


"Master apa kau benar benar ingin kembali sekarang? kita baru beberapa hari di sini dan aku juga masih belum sepenuhnya mempelajari teknik yang di ajarkan oleh mu."


Neos yang sedang berdiri di samping arion mulai mengeluh dan dia masih ingin berlatih di dunia iblis ini.


"Tidak, meski baru empat hari perkembangan mu dalam latihan sangat cepat, kau bisa langsung memahami apa yang ku ajarkan dan tidak baik jika memaksakan tubuh mu untuk terus berlatih."


Namun walaupun neos masih ingin berlatih dia tidak membangkang perkataan gurunya dan mengikuti perintah nya.


"Kalau itu yang master aku mengikuti nya apa yang oleh master juga memang ada benar nya."


Raut wajah neos terlihat tidak puas walaupun dia mengikuti perintah Arion.


"Baiklah tapi sebelum pergi aku akan berlatih tanding dengan mu bagaimana?"


Arion memperlihatkan senyum lebar nya didepan neos.


Dan seketika ekspresi neos berubah dan seperti senang dengan tantangan arion.


"Aku setuju master.... aku sangat setuju.... di mana kita akan bertanding?"


"Hmm.... di mana ya."


Arion melirik ke arah sekeliling nya untuk memastikan tidak ada iblis dan tempat mereka untuk bertarung tidak ada hambatan apapun.


"Karena di sini juga sepi di sini saja, kau harus mengeluarkan semua kemampuan mu ya, aku akan mengetes, sejauh mana kau telah berkembang."


Arion mulai menantang neos dan melakukan Profokasi, namun kelihatannya neos sama sekali tidak terpengaruh dengan Profokasi Arion.


"Baik master serahkan saja padaku, aku tidak akan membuat mu kecewa."


*Kooeng...


Tanpa aba aba neos langsung maju menyerang arion, neos menggunakan kecepatan fisik nya untuk lompat dan berlari ke hadapan dengan kaki kanan nya mengarah ke kepala nya.


Kecepatan neos juga sudah bertambah berkat membunuh iblis.


Namun tetap saja itu masih belum cukup, karena bukan hanya neos yang mengalami perkembangan arion juga mengalami peningkatan kemampuan dan lebih kuat di banding sebelumnya.


*Blark.....


Arion menangkis tendangan neos dengan tangan kiri nya dan menangkap nya.


*Brusshhh...back....


Saat kaki neos tertangkap dan hendak di lemparkan oleh arion.


Neos memutar badannya dan menggunakan tangan kanan nya untuk menyerang kepala arion.


Neos melepas kaki neos yang dia pegang dan menangkis serangan neo menggunakan tangan kanan.


Namun tak di sangka itu adalah rencana neos.


Neos yang hendak terjatuh ke bawah menahan tubuh nya menggunakan tangan kiri dan memiringkan badannya untuk menyerang Arion dengan kedua kaki nya.


Saat neos menggunakan cara itu dia pikir arion sudah pasti terkena serangannya karena posisi arion sudah tidak di untungkan.


Neos yang memikirkan hal itu tak sengaja mengucapkan sepatah kata ke pada arion.


"Kali ini aku yang mengenai mu lebih dulu master."


Neos berkata dengan suara kecil namun neos sedikit terkejut setelah melihat wajah arion, karena setelah dia mengatakan itu tidak terlihat sedikit pun terlihat wajah panik pada arion.


Malah sebaliknya dia tersenyum picik saat mendengar neos mengetakan itu.


"Huh?"


*Duack....


Dalam sekejap serangan neos di belok kan dan tendangan arion mengenai dagu bawah neos.


Arion membelokan serangan neos dengan menggunakan sikut tangannya dan mengunci pergelangan kaki nya.


Otomatis neos yang berbalik terdesak karena serangan yang dia banggakan sebelumnya mampu arion hancurkan.


Serangan neos yang dia arahkan adalah serangan yang kesempatan menghindar nya kecil.


*Bruaght....


"Ukh....urgh....!!"


Neos terlempar dikirim jauh oleh tendangan arion.


Hidung neos terlihat mengeluarkan darah setelah terkena serangan arion.


Uhh.... master memang sangat hebat. dia bisa mengantisipasi serangan ku dengan memblokir nya dan menyerang ku dengan serangan yang instan dapat membuat seseorang terpingsan dalam sekali serang.


Serangan yang arion arahkan adalah serangan fatal, yang dapat membuat seseorang langsung tak sadarkan diri jika terkena serangan instan tersebut.


Tapi karena neos sebelumnya sudah berlatih dan hampir melewati kematian nya sendiri serangan itu hanya sekedar lecet baginya dan tidak dapat menimbulkan pingsan.


"Sudah cukup neos, kau sudah luka seperti itu, jika diteruskan kau akan menerima cidera fatal."


Arion langsung menghentikan pertarungan setelah melihat hidung neos yang berdarah.


Aku sedikit menggunakan tenaga ku lumayan besar tadi bisa bisa dia mati kalau aku tidak menahan diri.


Aku harus lebih berhati hati jika menggunakan kemampuan fisiku.


Ungkap arion dalam hati yang menyesal kan perbuatan nya yang berlebih.


"Baik master."


Neos mengelap luka di hidung nya menggunakan sapu tangan putih yang dia bawa di kantung celana.


"Maaf sepertinya aku terlalu berlebihan menyerang mu tadi apa kau tidak apa apa?"


"Tidak master kau tidak usah khawatir luka seperti ini sama sekali tidak masalah, saat melawan mu barusan juga aku menyadari sesuatu, walaupun baku sudah bertambah kuat aku masih belum ada apa apanya di banding kan master."


Neos merendahkan diri nya karena memang itu kenyataan nya.


"Kau tidak usah merendah begitu, aku yakin suatu saat kau juga akan melampaui ku, jadikan setiap pertarungan mu sebagai pengalaman agar kau semakin berkembang."


"Baik master."


Setelah berbincang sedikit neos dan arion mulai pulang kembali dengan cara yang sama seperti mereka masuk ke dalam dunia iblis.


*Zlurp....


"Akhirnya pulang jug--"


"Tuan neos..."


"Huh.... ada apa ini master kenapa kita berada di tengah kerumunan seperti ini."


Saat neos dan arion baru saja kembali dari dunia iblis, mereka langsung berada di tengah tengah kerumunan banyak orang dan saat mereka semua melihat neos, mereka sangat terkagum kagum dan berteriak histeris.


'Tuan neos kau habis dari mana saja, kenapa kau keluar dari gate iblis.'


'Tuan neos kau pasti habis memburu para iblis kan....'


Tuan neos bagaimana kau memasuki gate iblis itu.


Semua chaser yang melihat neos langsung bertanya histeris kepadanya.


Arion yang berada di samping neos terhimpit oleh banyak orang orang yang meggerubung.


Ohh, jadi ini rasanya menjadi orang populer yang dikagumi ya, aku hanya seperti orang bodoh kalau terus di sini.


Neos berbicara dalam hati.


"Ukhhh ma-master tunggu aku, uhh hei biarkan aku jalan jangan menghalangi ku."


Neos berlari menjauh dari para kerumunan orang, dan berlari mengejar arion.


"Arion kau sudah kembali ya rupanya kebetulan sekali aku juga sudah menunggu kedatangan mu."


Neos bertemu dengan seseorang yang sudah dia kenal akrab.


"Oh yah, ada apa Gregory."


"Ayo ikuti aku, aku memiliki kejutan untuk mu."


Gregory langsung berjalan setelah memberitahu arion.


"Master!!..... tunggu aku...."


Neos berlari dengan cepat menghampiri arion dan memegang pundak nya.


"Huh...huh..huh... kau tega sekali master meninggalkan ku begitu."


Napas neos ngos ngosan karena berlari terlalu kencang.


"Nanti saja bicaranya sekarang aku ada urusan penting."


Arion langsung berlari mengejar gregory.


"Aku ikut master..."