The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
105 New World S2 [ Kebusukan kekaisaran ]



Sesampai nya di dalam sanctuary kingdom, Arion cukup terkejut oleh keramaian kota itu.


"Jadi ini... ya di sebut sanctuary kingdom itu... wajar bila ini di sebut kekaisaran." ucap Arion dengan suara pelan nya, dia berkata begitu karena melihat tempat nya yang sangat besar.


Baiklah waktu nya menjalankan rencana, sekarang aku harus mencari seseorang yang sangat penting untuk membantu ku menyusuri tempat ini. ucap arion dalam hati.


Terlihat kota itu sangat ramai akan orang orang yang ada di sana, dari luar memang kita itu sangat damai dan tentram.


Namun arion tidak mempercayai keadaan luar begitu saja.


"Sepertinya hanya ada satu cara untuk ku mendapatkan informasi penting."ucap Arion berbicara sendiri, dilanjutkan dengan berjalan ke arah gang gang sempit di tembok.


Bagaimana pun juga di dunia manapun pun tempat tempat seperti ini memang sudah terbiasa dijadikan tempat komplotan kejahatan.


Itu adalah hal yang ada di dalam pikiran Arion.


Dan yang benar saja tak lama setelah itu, bukan nya melihat sekumpulan kriminal, tapi yang dia alami sekarang adalah melihat dengan mata kepalanya sendiri jika ada sekelompok para prajurit kekaisaran yang menyiksa habis seseorang yang tampak bukan berada dari kekaisaran ini.


Arion mengendap endap sambil melihat ke depan nya.


"Apa apaan itu bukan kah dia prajurit kekaisaran? tapi kenapa dia menyiksa orang itu." ucap Arion dalam yang berbicara dengan sangat pelan.


Kejadian yang Arion lihat saat ini sama sekali tidak terpikir sebelumnya.


Arion sangat terkejut melihat kenyataan yang dia lihat itu.


"Kalau memang seperti ini, pasti ada yang disembunyikan dari kekaisaran ini, padahal jika dilihat dari segi pakaian orang yang disiksa itu, seperti nya dia adalah pelancong dari wilayah lain, tapi kenapa mereka bisa berbuat sekejam ini." lanjut Arion.


...••••...


Sementara Arion yang terus melihat kejadian itu dari balik tembok.


Prajurit itu terus menyiksa para pelancong itu.


Kaki dan tangan mereka di borgol dan di gantung menggunakan rantai besi yang kuat.


*Crat....


*Crat....


*Crat....


10 orang pelancong itu disiksa habis habisan dengan cara di cambuk menggunakan cambuk besi yang telah di panaskan.


Meski pelancong itu sudah pingsan tak sadarkan diri para prajurit itu tetap menyiksa nya dengan sangat mengerikan.


"Bagaimana? apa mereka sudah mati?"ucap salah satu prajurit yang bertanya pada sesama prajurit lainnya.


"Masih belum! lihatlah benar benar, jantung mereka masih berdetak meski lemah."


"Jangan berhenti terus siksa saja mereka sampai mati, jika salah satu dari mereka masih ada yang ketauan masih hidup, kita sendiri yang akan tamat!" ucap para prajurit yang sedang berbicara satu sama lain.


Saat kedua prajurit itu sedang berbicara, ada pelancong yang masih sadar dan meminta tolong dengan suara yang sangat serak.


"T,o,l,on,g...." ucap nya dengan terbata bata.


Arion yang sedari tadi hanya melihat dari balik tembok lama kelamaan mulai geram melihat penyiksaan itu didepan matanya.


"Sialan, kenapa di saat seperti ini aku merasa sangat iba dengan mereka? ah lupakan itu, aku akan menolong mereka atas keinginan ku sendiri."


Setelah berbicara dengan pelan, Arion langsung keluar dari persembunyian nya dan hendak berniat membantu para pelancong yang di siksa itu.


Namun.


"Siapa dia? bagaimana bisa lokasi ini diketahui oleh orang! cepat bunuh orang jangan sampai ada saksi mata yang melihat ini!" teriak seluruh prajurit.


Arion yang baru keluar dari persembunyian nya merasa bingung, karena dia sendiri baru saja menampakkan dirinya tapi bagaimana bisa dia langsung ketahuan.


"?? apa mungkin mereka punya persepsi sihir?"ucap Arion dengan pelan, namun setelah dia melihat ke arah samping nya, ternyata ada seseorang lagi di samping arion yang juga ikut menampakkan dirinya.


Oh jadi begitu ya, singkat nya para prajurit itu berbicara pada kelima orang mencurigakan itu dan bukan aku ya...ucap Arion dalam hati.


Arion yang kebanyakan berpikir sama sekali tidak sadar jika 5 orang yang mencurigakan itu sedang menyerang para prajurit.


"Tikus got sialan! siapa mereka!"


Para prajurit mulai melakukan pertarungan dengan orang mencurigakan itu.


Dan untuk kedua kalinya, Arion melihat situasi yang sangat mengerikan kembali.


Satu persatu 5 orang misterius itu membunuh para prajurit itu dengan memotong motong anggota badan mereka.


*Shrank....


*Crast....


*Scratch.....


Orang misterius itu membabat habis prajurit para prajurit itu dengan sangat brutal.


Salah satu anggota badan prajurit yang terpotong terlempar ke arah arion.


Dia dengan sigap menghindari nya.


"Apa apaan ini, situasi nya jadi terbalik sekarang malah para prajurit itu yang terbantai." ucap Arion sambil menggaruk belakang kepalanya.


"Bebaskan para orang orang itu, dan buang jasad para prajurit itu di sungai!" salah satu perempuan yang ikut membunuh prajurit itu berbicara pada teman teman nya.


Namun salah seorang lelaki teman dari wanita itu melirik ke arah arion dan berkata.


"Biar aku saja yang tangani orang ini, seperti nya dia kapten yang memimpin para prajurit ini." lanjut pria itu dan dia mulai berjalan mendekati Arion.


Ohh, begitu ya, padahal aku sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan mereka tapi dia terlihat sangat percaya diri ingin menyerang ku, yah jika dipikir pikir ini akan sangat menarik aku bisa mendapatkan informasi dari mereka.


Arion mendapatkan ide itu setelah dia melihat langsung kejadian itu.


Lelaki misterius itu mulai menyerang Arion dengan katana panjang miliknya.


Menyerang Arion dengan memfokuskan titik fital nya yaitu jantung.


Namun Arion dapat menghindari nya dengan mudah.


Serangan orang itu berhasil dipatahkan oleh Arion dengan menendang siku kanan pria itu.


Pedang yang sebelumnya dia pegang erat langsung terlepas dari genggaman nya dan tertancap ke tembok atas.


"Orang ini bukan sangat kuat, aku tidak bisa mengalahkan nya sendirian, kalian bantu aku!" ucap pria itu dengan keras meminta bantuan kepada teman teman nya.


Arion tersenyum melihat tingkah laku pria itu.


"Padahal aku sendiri tidak keberatan melawan kalian sekaligus!" ucap Arion dengan suara yang menantang.


Kelima orang itu mulai menyerang Arion dengan cara mengeroyok nya.


Namun lagi lagi serangan mereka sama sekali tidak berbuah hasil semua senjata mereka tertancap ke tembok atas karena memang Arion berniat melakukan itu sebelumnya.


Kelima orang itu mulai kelelahan karena terus bertarung dan berakhir dengan kekalahan.


"Huft... huft.... huft...siapa sebenarnya orang ini, dia sangat kuat." lelaki yang sebelumnya menyerang Arion itu berbicara dengan terengah engah.


Saat ke empat anggota lain sudah tampak diam karena kelelahan.


Namun tidak dengan yang perempuan, wanita berpedang itu masih punya cara lain meski terlihat dia tidak memakai apapun lagi.


"Oh, seperti nya kalian sedikit sudah tenang ya, kalau begitu aku--"


Sebelum Arion menyelesaikan kata katanya perempuan itu mengambil pedang nya kembali yang sebelumnya tertancap ke tembok atas.


"Seni beladiri : percepatan penuh, pertahanan mutlak, peningkatan kemampuan super!"


Mengatakan kata kata itu, wanita itu mulai menyerang Arion kembali dengan pedang nya.


Dengan gerakan yang dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya, wanita itu berniat menyerang Arion ke arah matanya.


Namun dengan gerakan yang lebih cepat, Arion menyerang tangan kanan wanita itu hingga pedang nya kembali terhempas ke atas.


Tidak berhenti sampai situ, meski sudah terlihat wanita itu tanpa senjata, Arion menggotong tubuh nya seperti hal nya menggotong sebuah karung.


"Pria kurang ajar, apa apaan ini lepaskan tangan mu dari bawah perut ku!" ucap gadis itu berteriak keras pada Arion.


Namun Arion sama sekali tidak menghiraukan ucapan gadis itu.


"Tidak akan, kalau kau ku lepas pasti akan menyerang ku lagi." balas Arion.


"Jadi sekarang aku akan melakukan negosiasi dengan kalian." Arion mengatakan itu lalu melepaskan gadis itu dari cengkraman nya.


"Negoisasi? apa yang kau katakan?" ucap gadis itu, begitu juga dengan 4 orang yang lain.


"Kau adalah musuh jadi seharusnya kau tidak butuh negosiasi!" pria yang sebelumnya menyerang Arion pertama kali itu masih kesal atas kekalahan nya.


"Yah, itu memang cukup masuk akal, tapi... kalau pun aku berniat untuk membunuh kalian, dari awal pun kalian akan mati sebelum sempat menyerang." ucap Arion berbicara sambil tersenyum ke arah mereka semua.


"Oh ya, tunggu dulu sebelum itu, aku ingin kalian tahu juga aku bukanlah bagian dari para prajurit ini, aku juga merupakan orang asing yang kebetulan berada di kekaisaran ini, jadi kalian salah paham telah menyerang ku." lanjut Arion.


Kelima orang itu tampak bingung dengan keadaan yang mereka alami sekarang.


"Oh seperti itu ya, jadi ini salah paham, kalau begitu kau tidak apa apa kan? jadi lupakan tentang kejadian barusan, aku ingin menolong mereka semua." Gadis yang sebelumnya bertarung dengan Arion itu tampak nya ingin mengakhiri pembicaraan mereka, dan dua langsung melihat ke belakang melihat para korban yang sebelumnya disiksa oleh prajurit tadi.


Namun alangkah kaget nya dia saat melihat para korban itu telah mati secara mengenaskan.


"Khh... sialan! kalau kita bisa ke sini lebih awal mungkin kejadian ini tidak akan terjadi." gadis itu menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu.


Arion yang melihat kekesalan gadis itu saat melihat para pelancong itu tewas berspekulasi jika kelima orang ini adalah kelompok itu adalah yang menentang kekaisaran.


Dengan tenang nya Arion berkata tanpa dosa.


"Oh aku mengerti sekarang, kalian ingin membuat kekaisaran itu runtuh bukan? kebetulan sekali aku juga memiliki tujuan yang hampir sama dengan mu, kalau begitu bagaimana kalau kita bekerja sama?"


Perkataan Arion langsung ditolak mentah mentah oleh gadis itu.


"Jangan bercanda! mana mungkin kami mempercayai orang asing begitu saja, bagaimana pun juga aku bersumpah akan menghancurkan kekaisaran itu."


Dengan amarah yang meluap luap gadis itu mengeluarkan emosi nya.


Namun Arion berkata dengan tenang, dia memaksa nya untuk masuk ke dalam kelompok itu.


"Jangan khawatir aku berkata benar, kalau aku memang orang dari kekaisaran, kalian sudah ku bawa dengan paksa, tapi apa kalian terluka oleh ku? bahkan aku tidak melukai kalian sedikit pun bukan?" arion meyakinkan kelompok itu.


Semua tampak terdiam mendengar ucapan Arion.


"Nama ku Arion, aku akan masuk ke dalam kelompok mu."


"Kalau memang kau ingin bergabung kau harus ikut terlebih dahulu ke dalam markas kami." ucap gadis itu.


Arion hanya mengangguk menjawab perkataan nya.