The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
101 S2 new world [ membuat kastil di dalam hutan ]



Like ✓


Komen✓


Vote ✓


hadiah klo ada


Komen... ya biar w bisa tau di chapter ini jelek atau kagak.


_____________________________________


"Jadi pertama tama mengumpulkan informasi dulu ya di new world ini, sebisa mungkin juga aku harus menghindari konflik yang tidak perlu disini." ucap Arion dengan pelan, setelah itu Arion lalu membuka gerbang portal benua tak berujung untuk membawa semua bawahan nya ke tempat new world.


"Sial, aku sampai lupa soal itu." ucap nya dilanjutkan dengan mengambil batu hitam dari inventory milik nya dan menggunakan itu untuk membuka portal yang menghubungkan antara benua tak berujung dan new world.


Tak lama semua bawahan Arion yang sangat banyak itu pun keluar dari dalam gate dengan sangat rapi dan setelah itu mereka langsung bertekuk lutut dihadapan arion.


Arion tampak bingung dengan banyak nya pasukan yang dia miliki itu.


Uh, sungguh aku tidak memperkirakan nya jika mereka akan sebanyak ini, tapi akan cukup sulit kalau aku mencari tahu new world ini sambil membawa mereka semua.


Arion yang kebingungan itu mencoba bersikap tegas di depan para bawahan nya.


"Ekhem, ja-jadi sekarang aku akan memberikan perintah pada kalian semua." ucap Arion dengan tegas berkata seperti itu pada para bawahan nya.


"Silahkan tuan, berikan perintah apapun pada kami." semua pasukan berbicara secara serentak.


Di sisi lain Arion juga masih bingung harus memberikan perintah apa pada mereka.


Pada saat terdesak seperti itu, Arion meminta bantuan Kepada Ariel untuk membantu nya menyelesaikan masalah itu.


"Ariel, bagaimana menurut mu, tentang situasi yang rumit ini?" Ucap arion yang bertanya pada Ariel lewat pikiran nya sendiri.


"Masalah itu memang sedikit sulit, tapi lebih baik kau mendirikan sesuatu di tengah hutan seperti ini untuk dijadikan sebagai tempat untuk mu."


Jawaban ariel langsung diterima oleh Arion.


"Yah itu tidak buruk, aku akan memakai saran mu."


"Semua nya! dengarkan baik baik ucapan ku, sekarang kalian kumpulkan batang batang pepohonan yang ada di sekitar hutan ini, ambil batang pohon yang sudah tumbang, atau kalian bisa juga tebang pohon yang sudah sangat tua."


Ucap Arion memerintahkan pada semua nya, setelah mengatakan itu, Arion belum berhenti berbicara.


Dia pun melihat 3 iblis bawahan nya yang seperti nya sangat loyal kenapa Arion.


"Kalian bertiga kemari."


"Aku tidak tau kalian bertiga bisa atau tidak melakukan apa yang ku perintah kan."


Sesaat setelah Arion berhenti sejenak dalam perkataan nya, salah satu dari 3 iblis itu berkata langsung tas kesanggupan perintah yang akan Arion berikan.


"Tidak tuan, kami adalah bawahan setia anda jadi kami akan melakukan apapun untuk mu tuan, jangan segan memberikan perintah pada saya."


Ucap iblis itu dengan sangat sopan berbicara pelan sambil membungkukan badannya pada Arion.


"Bagus kalian memang dapat diandalkan, kalau begitu kalian bertiga berilah komando pada para bawahan lain untuk membuat sebuah tempat yang serupa dengan kastil yang para demon emperor itu buat, kalian bisa kan melakukan nya?" Arion bertanya kembali pada 3 iblis itu.


"Kami akan berusaha mewujudkan keinginan mu tuan!"


Arion mengangguk merespon perkataan bawahan nya itu.


Huuh, baguslah ku pikir mereka tidak mengerti ucapan ku, tapi ternyata mereka lebih jenius dari yang kuduga.


"Ariel! kau tau kan nama dari ketiga bawahan kepercayaan mu itu?" Tanya arion.


"Bagaimana kemampuan nya?" Lanjut Arion melipat tangan nya ke dada sambil memantau para bawahan dalam melakukan pekerjaan nya,


Arion juga sebelumnya telah memerintahkan untuk membuat kastil itu tepat di bawah bukit yang dia injak sekarang ini.


Ariel membalas ucapan arion.


"Nama dari ketiga nya adalah Venom, boxter, Veneno, dan jika kau membandingkan kekuatan mereka itu tidak akan ada ujung nya, karena masing masing dari mereka punya kelebihan dan kekurangan nya masing masing seperti Veneno dia akan menang melawan boxter, namun boxter akan menang melawan venom, dan venom akan menang melawan Veneno ."ucap Ariel, dan Arion tampak nya mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Ariel meski penjelasan itu terbilang cukup rumit untuk dipahami.


"Oh begitu ya, singkat nya itu seperti permainan hunting kertas batu, Veneno unggul dari boxter, boxter unggul dari venom dan venom unggul dari Veneno, cukup rumit sekali para bawahan mu itu." Arion terkekeh kecil mengulang percakapan itu kembali.


Setelah berbicara panjang lebar di dalam pikiran nya sendiri, Arion melihat kinerja dari para bawahan nya yang sedang membuat kastil besar.


"Venom menjadi komando yang mengatur pembuatan arsitektur dan bentuk bangunan dari kasti itu, Veneno mengatur persediaan bahan bahan yang diperlukan dalam pembuatan kastil sementara boxter mengambil komando dalam membantu mencari pohon pohon yang sudah tua untuk ditebang, kerjasama yang bagus."


Sesaat setelah Arion mengatakan itu, segerombolan Orc besar datang ke arah venom yang sedang mengatur pembuatan arsitektur kastil itu.


"Wow, seperti nya ada sesuatu yang datang ya." Ucap Arion dari atas bukit.


Dia pun langsung turun dan mendarat pas di depan para orc itu.


Itu sedikit menanggu karena mereka sedang bekerja.


"Tidak, tidak usah pedulikan kedatangan ku, kalian lanjut kan saja pembuatan nya biar aku yang menghadapi makhluk ini." ucap Arion memerintahkan kepada para bawahan nya.


"Baik tuan." venom langsung berdiri kembali dan mengatur arsitektur bangunan lagi.


Setelah mengatakan itu pada bawahan nya, Arion berganti melirik Orc itu untuk berbicara terlebih dahulu.


Jadi... pertama tama, aku harus bersikap ramah dan tidak menimbulkan konflik dahulu.


Pikir Arion.


"Jadi... ada apa kalian mendatangi wilayah ku?" ucap Arion, dia mulai melakukan pembicaraan dengan Orc besar itu.


"Jangan membuat cerita! ini adalah wilayah kami para Orc sejak kapan ini menjadi tempat makhluk asing seperti mu, aku sama sekali belum pernah sosok seperti dirimu di hutan ini untuk apa kau ke tempat ini!" Orc itu terlihat mengancam Arion menggunakan pedang tebal besar nya.


Arion sama sekali tidak tertarik dengan ucapan yang keluar dari mulut Orc itu.


Dia malah lebih tertarik dengan senjata yang Orc itu gunakan.


Arion merasakan energi sihir dari senjata yang para Orc itu gunakan.


Benda macam apa itu.


Tanpa pikir panjang Arion langsung menarik pedang tebal itu dari tangan Orc itu tanpa di sadari sebelum nya.


"Senjata ini.. kualitas nya sangat bagus, dari mana kalian mendapatkan nya?" Tanya Arion.


Namun sang Orc baru sadar jika pedang tebal nya itu sudah dirampas oleh Arion.


"Huh? pedang ku! bisa bisanya kau mengambil pedang ku ini tanpa seijin ku, tidak ada untungnya aku berbicara dengan mu, yang jelas kalian adalah sosok yang ingin mengambil alih wilayah ku ini kan? tidak akan ku biarkan!"


Orc itu langsung menyerang Arion dengan pedang besar miliknya, namun serangan Orc masih lah lambat di mata Arion.


"Yah, padahal aku tidak ingin membuat keributan di tempat ini, tapi mau bagaimana lagi Ariel jika hanya membunuh makhluk ini tidak ada masalah kan?" Arion memastikan terlebih dahulu sebelum membunuh Orc itu.


"Itu situasi darurat lakukan sesukamu." Balas Ariel.


Arion berhenti melakukan percakapan pikiran dengan Ariel dan langsung menanggapi serangan yang Orc itu lontarkan padanya.


*Scratch.....


"!!!"


Tangan kanan Orc itu langsung terpotong seketika saat dia mulai menyerang Arion.


"Uaaakhh.....!!"


Berteriak dengan sangat keras Orc itu mundur sesaat sebelum menyerang kembali menyuruh anak buah nya.


"Apa yang kalian lakukan bantu aku! bunuh dia!" Orc lain tampak nya ketakutan dengan Arion.


Mereka sampai tidak mematuhi perintah atasannya.


Tangan Orc itu sembuh langsung saat itu juga.


Arion sedikit terkejut dengan kemampuan yang dimiliki oleh Orc.


"Regenerasi ya... cukup cepat, sepertinya akan sayang jika dirimu ku penggal, jadi...."


"Kau ku lahap saja."


Setelah mengatakan itu Arion mengarahkan tangan kanannya ke depan, dan seketika muncul sosok hitam aneh yang keluar dari tangan Arion.


Orc tampak ketakutan melihat itu secara langsung.


"Bagaimana mungkin! ap--apa itu, makhluk apa kau sebenarnya!"


Karena gak ingin melakukan percakapan kembali, Arion melahap tubuh Orc itu dengan gluttony miliknya.


"Huh... baiklah aku menyelesaikan ini tanpa menimbulkan keributan kan, ini mudah sekali, tapi... aku sedikit terkejut makhluk itu memiliki kemampuan regenerasi seperti itu."


Orc yang masih ada tampak ketakutan melihat Arion, mereka langsung bertekuk lutut dihadapan Arion dan terlihat seperti memohon ampunan nyawa padanya.


Hmm... mereka tidak ku bunuh juga merupakan rencana ku.


Para Orc ini bisa ku manfaatkan untuk mencari lebih dalam tentang new world ini.


Ucap Arion dalam hati.


"Jika kalian tidak ingin ku bunuh cepat bantu cari pohon pohon yang sudah tua dan bawa kemari." kata Arion kepada para Orc itu.


Mereka langsung mengikuti apa yang Arion katakan.