The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
55 [ Bertemu dengan Assassin misterius ]



Setelah Gregory memberitahu arion untuk menyelidiki organisasi hitam / League demon villain.


Mendadak Arion menjadi emosi dan mengepalkan tangan nya dengan kuat.


Setelah mendengar nama organisasi itu Arion tidak dapat menahan emosi nya.


Gregory yang melihat Arion marah sedikit merinding karena mata Gregory seketika berubah menjadi merah menyala saat dia sedang marah.


Dan udara seketika menjadi dingin saat Arion marah.


Ini sama seperti pada saat Arion bertarung dengan Hunter Baek, namun emosi yang saat ini Arion keluarkan lebih kuat dari pada saat itu.


...••••...


"Arion, untuk saat ini tenangkan dulu dirimu, aku tidak bisa menjelaskan jika emosi mu tidak stabil seperti ini."


Ucap Gregory yang berinisiatif menenangkan Arion.


"Huuup....haaah.... maaf aku terlalu terbawa emosi."


Arion menenangkan dirinya dengan menarik napas dalam dalam dan mengeluarkan nya perlahan.


Agar emosi negatif yang ada di dalam dirinya hilang.


Setelah keadaan Arion tenang dua melanjutkan pertanyaan nya pada Gregory.


"Jadi? kalau begitu apa yang harus ku lakukan? apa hanya menyelidiki organisasi itu saja atau mungkin sekalian memusnahkan nya saja?"


Arion bertanya pada Gregory dengan percaya diri dan ingin melihat kemampuan penuh dari setiap anggotanya.


"Tidak, kali ini aku hanya akan menyuruh mu untuk menyelediki kemana pergi nya organsiasi itu, saja dan kalau bisa kau jangan melakukan keributan dengan mereka karena meski kemampuan mu kuat, aku tidak yakin kau bisa mengalahkan seluruh anggota organisasi itu sendirian."


Ucap Gregory sambil meminum teh nya.


*Slrupppt......


Arion yang melihat Gregory meminum teh nya, ikut mengambil teh miliknya juga dan meminum nya.


"Jadi... kau menyuruh ku untuk melakukan penyelidikan tanpa menimbulkan kegaduhan, tapi bagaimana jika aku berhasil menemukan nya, tidak mungkin kan aku hanya berdiam diri saat itu."


Balas Arion sambil menaruh kembali gelas teh nya.


"Ya, kalau itu terjadi sebisa mungkin kau mencari tempat sepi agar area sekitar tidak terkena dampaknya."


Ucap Gregory yang memberitahu arion dan setelahnya gregory langsung berdiri sambil menjelaskan ke Arion.


"Arion, aku ingin kau bukan hanya sekedar menyelidiki mengenai organisasi itu, namun, aku juga ingin kau menjadi mata mata sementara jika bisa."


Gregory mulai mengubah latar belakang pembicaraan menjadi lebih sedikit serius.


"Huh? apa kau bercanda! apa maksud nya itu."


Arion tidak mengerti apa yang Gregory katakan dan dia langsung berbicara dengan keras pada nya.


"Tunggu dulu... kau belum mendengar semua penjelasan ku, aku ingin kau masuk ke dalam organisasi itu bagaimana pun caranya agar kau bisa memantau pergerakan yang ada di sana sekaligus kau bisa mencari tahu mata mata yang sedang bersembunyi di antara chaser kelas [S]."


Perkataan Gregory yang barusan mengundang kontroversi karena dia baru saja mengatakan tentang mata mata di antara para Chaser.


"Mata mata di antara chaser apa maksud nya itu?"


Tanya Arion.


"Kau memang tidak tau ya, kalau begitu akan ku jelaskan detail nya."


...••••...


Setelah 10 menit menjelaskan mengenai mata mata yang ada di antara para Chaser kelas [S] Arion melanjutkan percakapan nya kembali dengan Gregory.


"Ohh, aku paham sekarang, jadi... kau ingin aku menjadi pengamat di organisasi League demon villain itu, dan melindungi negara Arbanila dari balik layar?"


Arion berbicara sambil tersenyum kecil di wajah nya.


"Ya, benar sekali aku ingin kau masuk ke dalam organisasi itu agar kau bisa memberikan informasi apa yang ada di dalamnya dan memberikan hal itu pada negara Arbanila, tapi meski begitu kau akan di cap sebagai pengkhianat di antara para masyarakat."


Ucap Gregory.


"Tunggu dulu Gregory, aku tidak bilang jika akan menuruti apa yang kau katakan, kenapa aku harus melakukan itu semua jika aku dapat mengalahkan mereka dalam satu waktu, secara bersamaan."


Arion langsung berbicara dengan cepat setelah Gregory berhenti bicarakan.


"Kau tidak tau seberapa kuat dan bahaya nya organsiasi itu, jadi jangan lah bersikap arogan dengan kekuatan mu yang sekarang, Kalau kau terus memandang rendah musuh mu, maka kau tidak akan menyadari kelemahan mu sendiri."


*Tegh.....


Seketika saat kata kata itu keluar dari mulut Gregory.


Arion seperti sadar dengan apa yang di katakan nya.


"Ya, aku akan mengingat kata kata mu itu, tapi aku akan tetap pada pendirian ku, aku akan melakukan apa yang ingin kulakukan."


...•••...


Lokasi Arion yang berada di gedung asosiasi chaser ke tempat terjadinya pembantaian hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk sampai karena Arion berlari dengan cukup kencang.


Namun Arion memutuskan untuk berjalan normal saat hampir sampai menuju ke sana.


Di tempat itu banyak orang yang pergi berjalan lalu lalang seperti biasa dan seperti tidak terjadi apa apa.


*Tap....


*Tap....


*Tap....


Arion berjalan pelan sambil melihat sekeliling nya yang penuh dengan toko toko ramai yang sudah buka.


Para masyarakat juga keluar untuk membeli barang barang sembako dan makanan untuk itu.


Yang ada di dalam benar Arion saat ini adalah, apakah pertempuran itu sangat besar sampai sampai membuat negara lain ikut membantu.


Itu adalah isi yang ada di dalam pikiran Arion.


Dia juga sedikit penasaran dengan musuh yang sanggup membuat negara Arbanila kalah.


"!!!"


Namun saat memikirkan hal itu Arion merasakan hawa membunuh yang kuat mengarah pada dirinya.


Dan seketika pedang melesat cepat ke arah kepala Arion.


*Clank.....


Pedang itu dengan cepat mengarah pada Arion namun, serangan itu berhasil Arion tahan dengan menggigit pedang yang mengarah padanya.


"Huh? kau... assassin?"


Arion mengatakan hal itu pada seseorang yang memegang pedang itu.


Dan seseorang itu menggunakan penutup wajah serba hitam untuk menutupi identitas nya.


Sementara itu Arion hanya menahan serangan pedang hanya menggunakan giginya yang kuat dan orang itu tidak dapat menarik pedang yang telah berada di antara gigi arion.


"Siapa kau!?"


Ucap Arion sambil menahan pedang itu.


*Sreenkk.....


Orang itu menggunakan pedang yang berada di kantong belakang nya untuk melancarkan serangan lagi pada Arion.


*Ahuk.....


*Clarkn....


Arion langsung menggigit pedang itu hingga hancur dilanjutkan dengan tendangan ke depan ke arah orang itu dan serangan arion berhasil mengenai perut orang itu hingga dia terpental.


"Uhuk...."


Orang itu terbatuk Arion menyerang nya.


"Ingin membunuh seseorang namun kau bahkan tidak menyembunyikan hawa membunuh mu, apa kau Assassin amatir?"


Arion memprofokasi orang itu agar menyerang nya kembali.


Dilihat dari penampilannya dia seperti ninja assassin.


Dia juga sedikit mahir, dengan serangan yang tak ku dapat rasakan.


Namun aku dapat menangkis nya karena hawa membunuh yang belum dia sembunyikan.


Mungkin dia mempunyai suatu kemampuan semacam itu.


Ucap Arion dalam hati.


Arion menjelaskan jika dia tidak dapat merasakan serangan yang mengarah padanya barusan maka dari itu dia menahannya dengan menggigit pedang musuh.


Karena Arion dapat merasakan nya dari aura membunuh yang keluar sangat cepat didepan matanya.


Dan jika Arion telat sedikit saja mungkin pembunuhan itu akan terjadi.


"Kau berniat membunuh ku kan? kalau begitu kita akan melakukan pertarungan terbuka, namun bukan disini."


Setelah meninggalkan kata kata itu Arion langsung pergi dari situ dan di susul dengan orang itu mengejar arion dari belakang.


Arion mempertimbangkan akan ada banyak orang yang menjadi korban jika dia bertarung di tengah keramaian.


Oleh karena itu dia memutuskan untuk berpindah lokasi.