
Sementara itu Gregory yang berada di dalam kantor Chaser.
Menerima kabar ada salah satu chaser tingkat low class yang menjadi korban akibat kemunculan iblis.
Gregory awal nya tidak menyadari jika itu adalah arion namun saat melihat foto nya baru gregory sadar jika itu adalah arion yang sedang terbaring pingsan.
Sambil menghisap rokok nya gregory sadar sekuat kuat nya orang pasti pada akhirnya akan kalah juga.
...••••...
Setelah dua hari berlalu arion akhirnya bangun.
"Uhh.... silau sekali, huh? di mana ini. bagaimana bisa aku ada di sini. apa yang terjadi dengan iblis itu?"
Selepas bangun arion masih mengingat kejadian yang sebelumnya dia alami.
"Kalau tidak salah aku bertarung dengan iblis itu dan berhasil mengalahkan nya tapi setelah itu kepala ku pusing dan ingatan ku hanya sampai situ."
Huh. sial ini pasti karena aku terluka cukup dalam saat di serang oleh nya ditambah lagi saat itu aku belum makan tenaga ku juga belum terisi.
Tapi sejujurnya iblis itu kuat sekali hingga membuat ku terluka arah seperti ini ku kira aku sudah cukup kuat untuk membasmi semua iblis tapi ternyata tidak.
Arion mendengus kesal saat mengingat tentang pertarungan nya.
Dan pada saat itu juga kepercayaan diri arion turun.
Kalau begini caranya aku harus berlatih dan berlatih agar bertambah kuat.
Pasti banyak iblis yang mempunyai kekuatan mengerikan lebih dari iblis yang ku lawan itu.
Jika seandainya aku tidak berlatih lambat laun aku akan pasti mati.
Iblis dengan kekuatan mengerikan seperti nya pasti ada banyak jika seandainya aku bertemu dengan iblis semacam itu aku pasti akan mati.
Cihh.... sial. latihan ku selama satu tahun ini ternyata masih belum cukup.
Aku masih harus bertambah kuat agar bisa membunuh semua iblis yang ada.
Terutama iblis yang telah membunuh seluruh keluarga ku.
Pasti akan kutemukan dia.
"Apa ini kenapa tangan ku di kasih jarum seperti ini."
Tcut....
"Awwwwwwwwww......sakit.... uh....uh...uh..."
Arion dengan paksa langsung mencabut jarum suntik yang ada di tangan nya dan alhasil tangan nya robek.
"Aw,aw,aw. hanya jarum suntik tapi bisa menimbulkan robekan sebesar ini. uh tangan ku perih."
"Padahal biasanya aku terluka lebih para dari ini tapi kenapa rasanya lebih sakit."
Sial. kalau begini caranya aku tidak bisa keluar dari sini.
Aku harus mencari perban untuk menutup luka nya.
"Perban....perban... perban.... gada perban."
Arion mencari perban untuk menutupi luka robek di tangan kanan nya namun tidak menemukan nya.
Akhirnya karena tidak ada jalan lain dia merobek selimut rumah sakit untuk menutupi luka di tangan nya.
"breeek...... dari pada gabisa keluar mending pake bahan seadanya untuk nutupin luka ini. lagi pula ga masalah aku hanya merobek nya sedikit doang."
Arion mengikat sobekan selimut itu dan mengikat pada tangan nya yang terluka.
Uh. perih banget ini sial aku terlalu kasar menarik jarum suntik itu hingga membuat robekan yang cukup besar.
"Yosh. selesai tinggal berangkat."
Tapi kayaknya ada yang ku lupakan bangun tadi aku tidak memegang apa apa.
Dan semua baik baik saja apa yang ku lupakan ya.
Arion mencoba memikirkan kembali barang penting yang seharusnya dia bawa setiap saat.
"Oh. ya pedang. aku sampai melupakan pedang berharga ku itu.."
"Waduh... jangan jangan ketinggalan di tempat itu lagi aduh. kalau di ambil sama orang bisa berabe nih."
Tok..tok..tok.
Saat kind sedang panik memikirkan pedang nya namun ada seorang laki laki yang datang ke tempat nya.
Laki laki itu adalah neos.
"Uh... siapa lagi itu. masuk."
Sial di mana pedang ku jika pedang itu hilang aku tidak bisa membunuh para iblis.
"Oh akhirnya aku menemukan mu. perkenalkan nama saya--"
"Aduh... dimana lagi tuh pedang...."
Arion sama sekali tidak memperhatikan seseorang yang menjenguk nya.
Dia hanya fokus mencari pedang miliknya.
"Apa anda mencari ini?"
Pria itu menunjukan pedang milik arion yang dia simpan.
"Huh? Ah. itu pedang ku kembalikan."
"Tunggu dulu. sebelum ku kembalikan aku ingin bertanya sesuatu pada mu."
Uh nanya segala lagi. dan siapa orang ini kenapa dia tau kalau aku ada di sini.
Arion berbicara dalam hati.
"Nanya? nanya apaan saya sama sekali gak kenal sama anda jadi apa yang anda ingin tanyakan?"
"Oh. ya kalau begitu nama sa--"
"Tidak usah perkenalan langsung saja mau tanya apaan."
alis neos sedikit terangkat sebelah karena kesal melihat kelakuan Arion.
"E-ehem. maaf jadi aku ingin kau menjawab dengan jujur apa anda yang membunuh iblis itu?"
"Iblis? iblis apa yang kau maksud? kau tahu aku hanyalah Chaser tingkat low class mana mungkin aku bisa membunuh iblis sendirian."
Sejujurnya aku terpaksa berbohong agar aku tidak mencolok di antara para Chaser.
Karena kalau aku menjadi Chaser tingkat tertinggi pasti itu akan menyusahkan dan di undang ke berbagai acara tv.
Aku malas untuk berbuat hal yang tidak berguna.
"Tidak. walaupun anda Chaser low class namun kekuatan yang anda miliki sama sekali tidak mencirikan Chaser tingkat low. namun anda bisa di bilang sama dengan chaser peringkat imperial. jadi lebih baik anda tidak usah berbohong dan berkata dengan jujur apa yang saya tanyakan."
Uhh... dia bisa mengetahui nya apa orang ini bisa membaca pikiran seseorang?
Sial kalau sudah begini aku sudah tidak bisa beralasan lagi.
Tidak. tidak apa apa aku akan jujur.
"Jadi apakah anda yang membunuh iblis itu?"
"Hmm... bagaimana ya. memang aku yang membunuh iblis itu dan apa urusan nya dengan mu? apa mau ingin menyebarkan berita ini ke semua nya? sejujurnya aku sangat tidak suka bertindak secara mencolok. dan tidak ingin terlibat dalam sesuatu yang merepotkan."
"Kalau itu tenang saja aku tidak akan memberitahu siapapun mengenai identitas asli mu tapi kenapa kau tidak ingin masyarakat mengetahui nya? padahal dengan itu kau bisa meluruskan masalah ini semua."
"Masalah?"
"Ya sebenarnya saat kau mengalahkan iblis itu aku tidak sengaja ada di tempat kejadian dan masyarakat mengira aku yang membunuh iblis tingkat tinggi itu. tali aku sama sekali tidak merasa membunuh nya dan setelah ku cari tahu akhirnya aku menemukan siapa yang membunuh iblis itu. yaitu kau."
"Tidak masalah tujuan ku adalah membunuh iblis bukan untuk menjadi pahlawan atau pun terkenal tujuan ku hanya membunuh para iblis tidak kurang dan tidak lebih."
"Woah... baru kali ini aku menemukan orang dengan pemikiran yang unik seperti anda. kalau begitu...."
Neos membungkukan badan nya dan mengembalikan pedang arion.
"Jadikan aku murid mu."
"Huh?"