
Setelah 3 bawahan Arion terpercaya Arion diberikan tugas penting seperti itu, mereka langsung mengikuti perintah yang Arion katakan.
Dan di dalam hutan itu Veneno dan venom yang kebetulan di tugas kan di hutan yang sama dan tugas yang diberikan pun hampir sama.
"Venom, kita akan berpisah disini, jangan lupakan pesan tuan." ucap Veneno mengingat kan sesama bawahan lain venom.
"Yah, kau juga." balas venom.
Mereka berdua akhirnya berpencar untuk menjalankan tugas nya sendiri sendiri.
...••••...
Veneno mulai mencari makhluk makhluk hidup yang bersembunyi didalam hutan.
"Para makhluk di sini seperti nya tinggal secara berkelompok, apa yang dikatakan tuan memang sangat benar, akan lebih baik jika aku menggunakan wujud manusia." ucap Veneno, dia langsung merubah wujud nya menjadi sosok pria berambut hitam dengan mata hitam tebal.
Tanpa pikir panjang Veneno langsung berjalan kembali menuju ke kedalaman hutan.
Veneno menggunakan kemampuan pendeteksi aura untuk mengetahui letak lokasi makhluk kuat yang bisa dijadikan bawahan berguna bagi Arion.
Dengan berjalan pelan tapi pasti, dia akhirnya sampai pada kawasan salah satu makhluk yang dianggap Veneno sebagai makhluk yang kuat.
Tanpa berkata kata sedikit pun, Veneno berniat untuk masuk ke dalam nya.
Namun sebelum dia memasuki nya sekelompok makhluk berbadan serigala namun dengan badan yang lebih besar sudah berada di sekitar Veneno, dan menggerubungi nya.
Veneno menyadari itu dan langsung melihat sekeliling pepohonan di atas nya yang sudah dipenuhi oleh makhluk hidup itu.
"Para Warewolf sekalian, saya adalah bawahan dari yang mulia Ariel, saya diperintahkan membawa pesan untuk pemimpin ras ini." Veneno langsung berkata seperti itu dia tidak melihat kondisi para warewolf yang sudah marah padanya karena masuk ke wilayah mereka tanpa diketahui sedikit pun.
"Panggil pemimpin ras kalian atas perintah tuan Ariel." ucap Veneno, dia mencoba bersikap sangat sopan pada seseorang selain Arion.
Meski pada kenyataannya dia sangat tidak ingin bersikap sopan dan ramah selain pada arion.
"Siapa dia berani sekali masuk ke dalam kawasan kita!" salah satu warewolf turun dari pepohonan dan langsung mendekati Veneno.
"Apa yang kalian kerjakan hingga ada penyusup yang masuk ke wilayah kita para warewolf."
Serigala itu tampak nya adalah warewolf yang menjadi komando para warewolf lain itu terlihat dari ukuran badannya yang dua kali lebih besar dari warewolf yang lain.
Warewolf yang lain akhirnya ikut turun saat melihat komandan mereka turun.
"Singkirkan tentang itu, sekarang kita tidak bisa membiarkan siapapun selamat jika sudah memasuki kawasan kita." komandan warewolf itu menganggap kedatangan Veneno adalah pertanda perang.
"Saya adalah utusan yang dikirim langsung ke sini oleh yang mulia Ariel--"
Para warewolf tidak memperdulikan ucapan Veneno, mereka lansung menyerang nya dengan serangan cakar mereka.
"Jangan dengarkan ocehan itu, kita tidak akan tunduk selain pada raja warewolf kita!"
"Jadi kalian ingin membangkang yang mulia ariel?"
Mendengar ucapan para warewolf itu Veneno naik pitam, dia sangat tidak suka jika tuan nya yaitu Ariel di samakan oleh tuan dari makhluk rendahan seperti warewolf.
Namun meski dia terlihat marah, Veneno tidak melupakan pesan dari Arion yaitu tidak melakukan konflik besar, tapi Arion juga tidak bilang jika tidak boleh melawan jika ada konflik
Oleh karena itu Veneno sengaja tidak menyerang lebih dulu dan membiarkan para warewolf itu menyerang duluan.
Para warewolf itu menyerang Veneno dengan membabi buta dengan cakar cakar mereka namun tidak ada satu serangan pun yang mengenai Veneno.
"Untuk ukuran hewan liar serangan kalian memang cukup cepat."
*Crap.....
Dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata para warewolf itu, Veneno langsung mencengkram dengan kuat leher komandan dari warewolf.
Veneno mengikuti gerakan Arion saat mencekik emperor samael.
Veneno mencengkram leher warewolf itu dengan keras dan mengangkat nya ke atas.
"Tunjukan tempat raja kalian berada." ucap Veneno sambil mengancam para warewolf lain dengan mencengkram leher komandan mereka.
Melihat komandan mereka yang dikalahkan dengan mudah nya, para warewolf itu sangat ketakutan.
Setelah diarahkan menuju sarang dari pemimpin warewolf, para warewolf yang lain datang menghampiri Veneno.
"Siapa makhluk, ini kenapa dia bisa ada di sini!" ucap warewolf penjaga.
"Tangkap penyusup ini, dia melakukan penyanderaan." warewolf penjaga yang lain ingin menyerang Veneno namun dia dihentikan oleh warewolf yang sebelumnya.
"Jangan bertindak terlalu ceroboh, dia hanya ingin bertemu raja, jangan kalian halangi dia." ucap warwolf yang mengetahui kekuatan dari Veneno.
Mereka akhirnya membukakan jalan untuk Veneno masuk ke dalam sarang itu.
"Tuan! ada penyusup yang memaksa masuk ke sini--" salah satu warewolf penjaga berlari dan melaporkan kedatangan Veneno pada pemimpin dari para warewolf.
"Ya, aku sudah tau." balas pemimpin warewolf.
"Bagaimana? tuan apa anda ingin melawan sosok itu?" ucap pengawal pribadi pemimpin warewolf yang ada di samping nya.
"Tidak, jika bisa memilih aku lebih memilih berdamai daripada bermusuhan, terlebih lagi, aura yang dikeluarkan sosok ini bahkan lebih tinggi daripada miliku." ucap pemimpin warewolf dengan suara pelan.
*Tap.... tap.... tap....
Veneno mulai berjalan masuk ke dalam ruang singgasana pemimpin warewolf itu.
"Sepertinya kita kedatangan tamu yang tak diundang di sini." pemimpin warewolf itu mencoba bersikap tenang.
"Maaf lancang, saya adalah utusan veneno yang kirim oleh tuan ku Ariel, saya diperintahkan untuk menjalin kerja sama dengan kalian para warewolf." kata veneno, namun dia terlihat masih menarik tubuh komandan para warewolf yang sebelumnya.
"Tapi sebelum aku menjawab nya, bisakah anda tuan Veneno untuk melepaskan salah satu pasukan ku itu?" pemimpin warewolf menegur Veneno.
"Yah maaf, aku hanya tidak memafkaan orang yang telah menghina tuan ku jika beliau ingin dia dapat mengambil alih seisi hutan dengan kekuatan nya, namun dia memilih jalan damai untuk menghindari konflik yang berkelanjutan, saya sendiri menolak usulan beliau tapi mengingat kebaikan tuan ku yang memilih jalan damai sebaiknya anda menerima kerjasama ini." veneno memberitahu tujuan Arion yang sebenarnya, agar para warewolf merasa segan pada Arion.
Namun meski veneno sudah berkata seperti itu, salah satu pasukan warewolf tidak terima dengan perkataan Veneno.
"Tuan mu itu pasti bodoh, karena sudah berangan angan akan menguasai hutan in--"
*Scratch......
Kepala salah satu prajurit warewolf langsung terpenggal seketika oleh tangan kanan Veneno.
"Maaf, saya sama sekali tidak mentolerir siapapun yang menghina tuan saya." ucap Veneno dia sama sekali tidak merasa bersalah setelah dia memenggal kepala salah satu warewolf.
"Kenapa kau membunuh prajurit ku, bukankah tuan mu meminta kerja sama aliansi dengan kami para warewolf?" ucap pemimpin warewolf.
Setelah Veneno membunuh prajurit itu, para warewolf yang lain langsung waspada dan langsung membackup pemimpin mereka.
"Tunggu, seperti anda keliru dengan perkataan saya, tuan kami Ariel lebih tepat nya bukan meminta kerja sama tapi memerintahkan anda untuk bekerjasama dengan kami."
Semua pasukan warewolf langsung terdiam membeku seketika saat Veneno menyatakan kata kata itu.
"Brengsek, beraninya dia merendahkan kami para warewolf--"
Para warewolf yang marah mendengar itu langsung berniat menyerang Veneno namun niat itu langsung dihentikan oleh pemimpin mereka sendiri.
"Kalau begitu dimana letak keberadaan tuan yang kau bicarakan itu?" ucap pemimpin warewolf bertanya pada Veneno.
"Tepat di tengah hutan ini bawah bukit menjulang, anda bisa menemui nya kapan pun anda mau." jawab Veneno.
"Baiklah aku akan mengunjungi tuan mu itu nanti, aku akan langsung berbicara padanya."
setelah melakukan pembicaraan penting itu, Veneno pergi kembali ke kedalaman hutan untuk memberikan perintah aliansi kerja sama pada semua ras yang ada di dalam hutan.
Di sisi lain, setelah kepergian Veneno.
Pemimpin warewolf itu tampak terdiam dan berkeringat dingin.
"Tuan kenapa anda ingin bekerja sama dengan mereka yang telah membunuh salah satu prajurit kita."ucap salah satu prajurit yang masih tidak terima dengan keputusan tuan nya.
"Keputusan ku ini sudah sangat tepat, bagaimana pun juga sosok yang barusan kalian lihat itu mampu memusnahkan seluruh warewolf dengan kekuatan yang dia miliki, tapi beruntung dia tidak melakukan iri meski tuan nya sudah dihina tadi."
Ucapan pemimpin warewolf mengindikasikan jika seharusnya para warewolf beruntung jika hanya memakan satu korban jiwa.