The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
39 [ Terbongkar ]



Pertandingan di mulai para peserta Chaser sudah di panggil dengan sesuai namanya.


Para chaser bertarung Satu sama lain memperebutkan guild yang akan mereka masuki.


Namun untuk memasuki nya mereka perlu untuk menunjukan diri mereka sendiri apakah layak untuk masuk ke dalam guild yang mereka inginkan atau tidak.


Para chaser tingkat S menonton pertarungan mereka duduk dengan membawa makanan dan minuman seperti sedang menikmati film layar lebar.


Sementara para chaser yang sedang bertanding berjuang mati matian agar para Chaser S mau menerima mereka untuk masuk ke dalam guild.


"Gozu apa kau merasa, peserta Chaser semakin lama kualitas Chaser semakin lemah."


Tanya Chaser kano yang sedang duduk dengan memegang popcorn di tangan kanan nya.


*Crunch.... crunch... crunch....


Kano memakan popcorn nya dengan lahap.


"Ya, aku sependapat dengan mu, aku juga merasa para Chaser semakin lemah dan semakin lama kekuatan Chaser semakin menurun."


Gozu salah satu chaser rank S dengan wajah yang memakai topeng dan identitas yang tak diketahui, menjawab pertanyaan kano.


"Tapi meski begitu.... aku sedikit terkejut saat tahu ada chaser tingkat S ke tiga belas yang terpilih, itu membuat ku semakin ingin menguji nya."


Kano tersenyum pahit saat melihat neos yang ada di samping nya.


Para chaser tingkat S lain yang mendengar pembicaraan kano hanya tersenyum kecil, dan tidak merespon kata katanya.


Sementara di sisi lain neos sama sekali tidak mendengar apa yang kano katakan dan fokus melihat pertandingan para Chaser.


Saat neos sedang melihat pertandingan dengan fokus dan serius, salah satu chaser tingkat S mengajak ngobrol nya.


"Kau kalau tidak salah Chaser ke 13 yang ada di negara ini kan?"


Tanya Chaser tingkat S pada neos.


"Oh, ya benar aku terpilih sebagai chaser ke 13 di negara ini apa kau keberatan?"


Walaupun aku sendiri tidak mau mengakuinya.


Neos berbisik dalam hati.


Mendengar neos mengucapkan itu, Chaser itu tersenyum dan seolah olah dia tertarik pada neos.


"Galliard Crimson."


Chaser yang sedang berbicara pada neos tuba tiba mengungkapkan nama nya.


"...."


Neos hanya terdiam saat Galliard berbicara karena suara pertandingan sangat berisik oleh suara sorakan para Chaser yang penonton.


"Hei! apa kau mendengar ucapan ku."


Galliard mulai kesal dengan Neos yang tidak menanggapi omongannya dan memegang pundak neos.


"Huh? ada apa? apa kau memanggil ku?"


Sementara itu neos dengan tampang bodoh nya menjawab pertanyaan Galliard dengan wajah yang tampak tidak berdosa.


Sialan.... baru kali ini aku menemui Chaser dengan sikap yang tidak sopan seperti ini, dia berani mengacangi ku dan bahkan tidak menghiraukan ku.


Sifat nya membuat ku kesal saja.


Ucapnya dalam hati.


Galliard menatap neos dengan tatapan yang penuh nafsu membunuh, namun Galliard mengontrol emosi nya agar dia tidak mengamuk.


"Kenapa? kenapa kau menatapku seperti itu? apa kau mengenali ku sebelumnya?"


"Ah tidak, sudahlah itu hanya omongan kecil."


Galliard menutup percakapan dengan kata kata yang singkat.


Para chaser S yang lain akhirnya berhenti mengobrol dan fokus melihat pertandingan itu, karena muncul peserta yang lumayan menarik menurut mereka.


...••••...


Chaser dengan tinggi badan 180 Cm dengan pakaian yang serba hitam dan dia menyebut namanya sebagai si merah The red.


Dia menyebut dirinya the red karena rambut nya berwarna merah layaknya darah.


The red berhasil mengalahkan 5 peserta Chaser dengan kurun waktu kurang dari 5 menit.


Para chaser tingkat S yang lain mulai tertarik dengan si merah, karena dia memiliki kecepatan yang tinggi dan mampu memprediksi semua serangan yang lawannya arahkan.


"Peserta selanjutnya silakan maju."


Ucap salah satu inquisitor yang memegang mik.


Selama The red tidak dikalahkan, itu akan membuat peserta yang lain mengalami hambatan.


Salah satu peserta maju melawan the red.


dan berhadapan satu lawan satu.


The red masih berdiri dengan santai dan tidak menunjukan sedikit kewaspadaan pada musuh nya.


Sementara di sisi lain lawan nya sangat waspada dengan gerak gerik yang the red lakukan.


*Bzzrrt....


Lawannya nya maju duluan menyerang the red, namun.


*Dack.....


Hanya sekali tendangan lawan the red berhasil membuat lawannya terpental jauh dan tak sadarkan diri.


Dalam sekali serangan the red mampu mengalahkan lawan nya.


Chaser rank S yang melihat kejadian itu langsung terkejut dengan kecepatan serangan yang teh red miliki.


"Dia itu... Assassin?"


Kano berkomentar setelah melihat serangan yang the red keluarkan.


"Ya, seperti nya dia tipe Assassin, tapi aku tidak tau pasti."


Jack ikut berkomentar soal itu.


Chaser rank S yang melihat serangan teh red terkejut dengan kecepatan yang the red miliki.


Pertandingan semakin berlanjut, satu persatu para peserta chaser mulai dikalahkan oleh the red.


Dan the red sama seperti sebelumnya dia mampu mengalahkan lawannya hanya dengan kurun waktu kurang dari 5 menit.


Dengan kemampuan yang seperti itu the red sudah di akui kemampuan bertarung nya eh para Chaser tingkat S.


Dan dia akan menjadi bahan rebutan guild guild yang ada.


The red menjadi lawan yang paling sulit bagi para Chaser yang hingga pada akhirnya peserta paling belakang di panggil namanya.


"Peserta selanjutnya Arion Azazel silakan masuk ke dalam arena pertandingan."


Inquisitor memanggil nama Arion yang terletak paling belakang dan sedang tertidur.


"Di mohon untuk peserta bernama Arion Azazel untuk masuk ke dalam arena pertandingan!"


Inquisitor memanggil Arion sebanyak 2 kali karena Arion tidak mendengar nya karena sedang tertidur pulas.


Para peserta Chaser yang lain terngaga melihat Arion yang dengan santai nya tidur di tengah pertandingan yang sedang berlangsung.


"Apa dia bodoh, Chaser macam apa yang tertidur di saat seperti ini."


Peserta chaser berbicara seperti itu secara bersamaan.


Aduhh.... lagi lagi master bersikap acuh tak acuh dengan keadaan yang ada, kalau seperti ini bisa bisa master akan didiskualifikasi.


*Nyueeet....nyueeet....


Neos menyalakan sirine alarm muncul nya iblis saat itu juga.


Untuk membangun kan Arion.


"Huh...huh... ada iblis mana."


Arion langsung bangun dan berdiri mencari keberadaan iblis.


Mata para Chaser yang lain terfokus pada Arion yang tiba tiba saja bangun dan bersikap konyol.


"Cepat maju kau bodoh!!"


Peserta chaser menendang Arion yang baru saja terbangun.


"Uhh... ada apa ini, kenapa kau menendang ku."


"Cih... kubilang maju ya maju bodoh, lihat sudah waktunya kau bertanding kenapa kau malah tidur!"


Salah seorang Chaser memarahi Arion dengan keras.


"Ah, ya aku akan segera ke sana."


Woh.... arena ini luas juga, ini cocok sekali untuk di jadikan untuk berlatih.


Hmm.... tapi kenapa para peserta melihat ku dengan tatapan sinis seperti itu?


Apa karena aku tertidur mereka jadi seperti itu melihat ku?


Arion bergumam dalam hati.


Arion akhirnya sampai di hadapan the red.


Suara sorakan para peserta chaser menyelimuti seluruh arena.


Mereka bahkan bertaruh bahwa Arion akan kalah dalam sekali serangan.


"Bodoh seharusnya kau tidak mendaftar masuk ke dalam Chaser bodoh."


"Kau tidak akan bisa mengalahkan nya jangan sia sia kan harga dirimu lebih baik kau segera menyerah sebelum terlambat."


Para chaser menghina Arion karena kebodohannya dan tak sedikit juga yang bersimpati pada Arion dan menyuruh nya untuk segera menyerah agar tidak terluka.


Sementara itu Arion yang mendengar semua ucapan para Chaser, padanya hanya terlihat kebingungan dengan situasi yang ada.


Tidak salah lagi mereka benar benar benci dengan ku karena aku tertidur tadi.


Uh sepertinya aku melakukan kesalahan yang sangat besar sekarang.


Arion salah mengartikan jika para Chaser membenci nya karena dia tertidur saat tadi.


Sedangkan yang sebenarnya terjadi adalah karena Arion yang berpenampilan seperti orang bodoh.


Ditambah rambut Arion yang tampak berantakan dan peserta Chaser dari awal sudah meremehkan arion sejak Arion daftar ke dalam Chaser untuk pertama kali.


...••••...


Pertandingan akhirnya di mulai saat itu juga.


Para peserta yang semula berisik menjadi terdiam saat pertandingan di mulai.


Arion tampak diam dan tidak maju menyerang.


Di sisi lain the red sama dengan Arion dia tidak melakukan serangan dan hanya berdiam diri.


Sebelum nya juga saat the red bertarung dengan para chaser yang lain.


The red tidak pernah maju duluan dan the red akan menyerang jika musuh nya menyerang lebih dulu.


Namun para peserta chaser tidak mencurigai hal itu dan menganggap the red memberikan kesempatan lawannya untuk menyerah sebelum dia melukai nya.


Mereka sama sama diam tak menyerang satu sama lain.


Arion sengaja tidak menyerang nya terlebih dahulu karena dia terlalu malas untuk bergerak.


Arion berniat untuk mengakhiri nya secepat mungkin jika the red menyerang nya terlebih dahulu.


Waktu berjalan cepat dan sudah 5 menit berlalu namun Arion dan the red masih belum bertarung.


Mereka berdua berniat menyerang jika diserang.


Dan tidak akan menyerang ketika tidak diserang.


Mereka sama sama memiliki prinsip seperti itu dan tidak menyerang satu sama lain.


Para penonton di buat heran dengan tingkah aneh Arion dan the red yang tidak menyerang sama sekali.


Ada apa dengan orang ini kenapa dia sama sekali tidak menyerang ku?


Arion bertanya tanya dalam hatinya.


Ah... sial kalau seperti begini terus semua ini tidak akan selesai.


"Baiklah kalau kau tetap bersikeras aku yang akan memulai lebih dul--"


*Dack....


The red langsung menyerang Arion sebelum Arion selesai bicara.


"Wow... serangan instan ya."


Namun Arion masih dapat menghindarinya dengan back flip ke belakang.


Tak sampai di situ, the red terus melakukan serangan bertubi tubi ke arah arion.


*Bank....


*Tank...


*Trak....


Serangan the red menghancurkan lantai arena pertandingan tinjuan dari the red sangat kuat hingga menimbulkan gelombang serangan yang membuat angin di sekitar area


Walaupun mereka bertarung di ruangan yang tertutup namun dampak yang di berikan dari pukulan the red mampu membuat pusaran angin di arena pertandingan.


Dan di sisi lain.


Arion masih dalam kondisi baik baik saja Arion masih dapat melihat semua pergerakan the red dan menghindari serangan nya.


Namun Arion menyadari sesuatu di sini.


Rambut dari the red sama sekali tidak bergerak dan matanya sama sekali tidak berkedip.


Sepertinya ini sedikit janggal, gerakan serangan nya sangat kaku sekali, ditambah rambutnya dan matanya bahkan tidak bergerak sama sekali.


Baru kali ini aku menemukan lawan seaneh nya.


Kalau begitu bagaimana jika ku serang balik.


Arion berkata dalam hati dan langsung melakukan serangan balasan.


Kedua tangan the red menyerang dan mengarahkan pada daerah vital Arion, namun serangan nya sama sekali tidak ada yang mengenai Arion sedikit pun.


Kecepatan the red memang bisa dikatakan menyaingi kecepatan Chaser rank S, namun itu bahkan tidak sebanding dengan kecepatan Arion.


*Trag....


*Trag....


*Trag...


Arion mulai melakukan serangan balasan dengan beradu pukulan dengan the red.


Arion sengaja mengadu tinju dengan the red dan dia ingin melihat seberapa tangguh the red dalam beradu serangan.


*Krak....


Namun setelah lama beradu serangan dengan nya lengan the red mulai mengalami keretakan.


Dan kecepatan the red langsung menurun saat tubuh nya retak.


Arion sudah menyadari jika the red adalah robot, karena serangan yang the red keluarkan sangat kaku dan gerak gerik the red sama sekali tidak menunjukan bahwa dia manusia.


"Heh, kenapa serangan mu menurun seperti itu? kalau begitu akan ku akhiri sekarang juga."


"Huupp...."


*Thoar.....


Arion menarik serangan tangan yang the red arahkan padanya dan menyerang perut the red dengan pukulan telapak tangan nya.


The red langsung terhempas jauh dan meledak saat terkena serangan Arion.


Para peserta chaser yang ada di situ takjub dengan serangan yang Arion keluarkan.


Dan kaget dengan apa yang terjadi pada the red.


"Apa apaan itu bagaimana mungkin the red meledak, apa dia bukan manusia?"


Para peserta chaser bertanya tanya soal itu.


Dan tak lama kemudian inquisitor menjelaskan mengenai itu.


"Sebelumnya mohon maaf kepada para Chaser, karena kami tidak memberi tahu terlebih dahulu, sebenarnya the red atau lebih tepat mecha the red adalah robot yang khusus di buat oleh salah satu ilmuwan kami untuk melihat seberapa kuat Chaser yang mendaftar saat ini, namun tak di sangka robot the red yang kami buat ini mampu mengalahkan banyak chaser, kami sebagai inquisitor mohon maaf sebesar besarnya atas kekonyolan ini."


Setelah inquisitor berbicara panjang lebar akhirnya pertandingan di mulai kembali dan Arion dinyatakan menang dalam pertandingan itu.


Namun meski para Chaser sudah melihat kemampuan Arion mereka tidak ingin mengakui bahwa Arion kuat.


Mereka beranggapan bahwa robot the red itu sudah rusak saat melawan Arion dan menganggap Arion beruntung.


Para chaser Rank S yang melihat pertandingan Arion juga beranggapan sama dan menanggap Arion hanyalah beruntung.


Namun neos yang melihat bahwa lawan Arion adalah orang dia bersyukur karena Mecha sekeras itu saja hancur saat terkena serangan Arion apalagi tubuh manusia.


Neos bernafas lega setelah nya.


Di sisi lain.


Arion yang baru saja memenangkan pertandingan langsung pergi ke toilet untuk buang air kecil.


Namun tak di sangka Arion di kejar oleh para chaser yang tidak menyukai nya.