
Kalau punya vote bagilah jangan dipendem terus.
Comment juga ya, kritik atau saran. juga like juga kasih hadiah juga.
_____________________________________
Di saat negara Arbanila sedang genting genting nya memikirkan masalah red gate.
Tak disangka masalah yang sebelumnya muncul kembali yaitu organisasi League demon villain yang sudah mulai bergerak saat ini.
Organisasi yang sudah lama tidak muncul muncul akhirnya keluar dari persembunyian mereka untuk melancarkan aksinya kembali.
Salah satu anggota league demon villain menemui neos di tempat guild nya.
...••••...
Salah satu anggota dari organisasi itu berada di tempat neos dan neos sama sekali tidak merasakan kedatangan nya.
Neos sudah berusaha menelpon Arion namun entah mengapa handphone miliknya sama sekali tidak bisa di gunakan.
Namun akhirnya Assassin itu memberitahu neos apa yang terjadi dengan nya sekarang.
Yaitu karena Assassin itu mempunyai kemampuan mendistorsi ruangan yang ada dan bisa dibilang neos saat ini sudah terkurung di dalam nya.
Karena ruangan itu dibuat dari energi sihir/magic poin besar milik nya.
Assassin itu mulai mengambil pisau dagger dari pinggang nya.
Pisau dagger itu lumayan panjang dan dengan besi baja yang berwarna perak mengklilap.
Aku tidak yakin bisa mengalahkan nya, di benar benar berbeda dengan ku.
Ucap neos dalam hati dan mulai panik dengan keadaan yang sekarang dialami.
Keringat neos bercucuran keluar dari wajahnya.
"Apa tujuan mu, apa yang kau inginkan dari ku!?"
Neos mencoba membuka percakapan dengan nya dan melihat sekeliling nya untuk memastikan jalan keluar dari sana.
Neos melihat ke atas cctv yang ada di dalam, namun lampu cctv itu terlihat redup dan mati.
Neos baru mempercayai apa yang Assassin itu katakan.
Tak lama setelah neos bertanya, Assassin itu membalas ucapan nya.
"Apa kau bodoh? sudah jelas aku menginginkanmu kematian mu!"
Ucapnya.
Di sisi lain neos seperti tidak asing dengan suara yang dia dengar dan seolah olah dia pernah mendengar nya, namun neos menyingkirkan pikiran itu dan.
Neos mengajak Assassin itu untuk berbicara kembali untuk mengetahui identitas aslinya.
"Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan orang aneh seperti mu, apa ada yang meminta mu untuk melakukan semua ini?"
Tanya neos kembali yang dengan cerdik mengorek informasi dari nya.
Karena neos berpikir dia akan kalah kalau bertarung mati matian, terlebih lagi kondisi tubuh nya sama sekali belum pulih sepenuhnya.
"Hah?! untuk apa menjawab pertanyaan bodoh, orang yang sebentar lagi akan mati."
Assassin itu lalu maju setelah mengatakan itu dan berlari menyerang neos dengan menggunakan pisau dagger miliknya.
Gawat!! negosiasi gagal!
Ucap Neos dalam hati dan langsung menghindari serangan dagger darinya.
*Crask.....
"Ghh..."
Neos masih terkena serangan meski sudah dirasa sudah menghindari nya, itu terjadi karena serangan dari Assassin itu lebih cepat di banding reflek kecepatan yang neos miliki.
Kulit tangan neos bergesekan dengan pisau dagger milik lawan nya.
Darah menetes keluar dari luka sobekan yang neos terima.
Dia memegangi tangan nya yang terluka dan melihat tajam ke arah Assassin itu.
Neos sudah sangat terpojok pada keadaannya yang sekarang, namun dia tidak menyerah begitu saja, dia mencari cara untuk selamat dari tempat itu.
Sementara di sisi lain.
Assassin itu tampak berdiri lurus memandang neos dan tangan yang berada di pinggang.
Seolah olah dia berpikir neos hanyalah cecunguk yang mudah untuk di bunuh.
"Apa hanya segini Chaser kelas S?"
Ucap Assassin itu dengan arogan nya, merasa dirinya sudah berada di atas angin.
Neos hanya berdiam diri dan menunggu kesempatan nya untuk menyerang di saat musuh nya lengah.
"...."
Arion tak memberi tanggapan.
Assassin itu kembali melontarkan serangan pada Arion.
Mau tidak mau Arion terpaksa menggunakan kemampuan berseker miliknya agar dia bisa selamat.
*Bhusssh.....
Angin besar seketika berhembus keluar dari tubuh neos.
*Bruak....
Neos beradu serangan dengan dagger milik musuh nya, gelombang kejut menghempaskan seluruh barang barang yang ada di ruangan neos.
Neos merasakan lawan nya tersenyum meski neos tau lawan nya memakai penutup.
Neos menendang lawan nya namun Assassin itu menangkis nya dengan tangan kiri nya.
*Crap....
Kaki kanan neos dicengkeram dengan kuat oleh Assassin itu dan dia berniat membanting nya ke bawah.
Neos memutar tubuh nya dan menyerang nya dengan tendangan menyamping ke arah kepala.
Alhasil Assassin itu melepaskan cengkraman nya, dan menjauh dari neos.
"Kekuatan fisik mu sangat terasah sekali biarkan aku memujimu sebelum nya."
Ucap Assassin itu memberi neos pujian sambil menepuk kedua tangannya.
"Maaf saja tapi, aku sama sekali tidak senang di puji oleh mu--"
Perkataan neos di sela oleh Assassin itu dan dia langsung maju ke arah neos sambil mengayunkan tebasan dagger nya menuju jantung neos.
*Trank......
"Ini cukup berlebihan untuk permainan anak anak!"
Seseorang memasuki pertarungan mereka berdua dan menendang dada Assassin itu hingga dagger yang dia bawa tertancap di atas.
Tubuh Assassin langsung terlempar oleh serangan kejutan yang terjadi.
Assassin itu terlempar di antara barang barang yang ada di dalam ruangan.
"Brengsek... bagaimana bisa kau memasuki ruangan ini!"
Assassin itu langsung berdiri dan berteriak kesal pada Arion.
Di sisi lain selepas Arion menyerang Assassin itu, dia memberikan potion pada neos yang terluka.
"Master! aku sama sekali tidak melihat mu baru....."
"Jangan banyak bicara dulu lebih baik kau minum ini!"
Ucap Arion yang memberikan potion berwarna merah pada neos.
"Master apa kau menyuruh ku untuk meminum extrajoss ini?"
Neos bertanya kembali pada Arion namun Arion sedikit menegur neos yang banyak bicara di saat situasi sedang panik.
"Minum saja jangan banyak omong, itu bukan extrajoss!"
Ucap Arion dengan sedikit membentak.
Arion dapat menggunakan kembali potion nya setelah dia melebihi level 100 dan sekarang level Arion sudah berada di angka 155.
Otomatis dia dapat menggunakan potion itu kembali.
*Glup....
*Glup....
*Glup...
Neos meminum habis potion yang Arion berikan dan seketika luka luka yang neos terima pulih sepenuhnya.
"Wow... wow... obat apa yang kau beri master, aku merasa tubuh ku sangat berbeda dengan yang barusan!"
Teriak neos dengan senang sambil menggerak gerakan kedua tangan nya.
"Ya, baguslah, kalau begitu sisanya akan ku bereskan, kau tinggal melihat saja di sini."
Ucap Arion yang sedang berjalan ke depan.
Neos menuruti perintah master nya karena dia sendiri sudah lama tidak melihat Arion bertarung dan ia sangat ingin melihat nya.
...••••...
"Baiklah ini mungkin saat yang tepat untuk mengintrogasi mu sekarang."
Ucap Arion yang berdiri tak jauh dengan Assassin itu.
Di sisi lain Assassin itu sangat kesal pada Arion yang tiba tiba ada ditempat itu.
" Sialan, jawab pernyataannya ku! bagaimana bisa kau memasuki ruangan ini!"
Dari suara Assassin itu terdengar sangat kesal dengan Arion, dia bahkan mengepalkan tangan nya dengan sangat keras.
"Ohh itu ya, apa kau tidak merasa? aku dari tadi berada di tempat duduk itu bagaimana kau tidak sadar, dari awal aku sudah berada di sini."
Perkataan Arion ini sontak membuat Assassin itu kaget karena dia sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan arion.
Karena Arion menggunakan skill Class Steal yang membuat dirinnya tembus pandang.
"Aku tidak percaya itu, kau pasti menggunakan kemampuan lain kan, aku tau itu!"
Ucap Assassin dengan kesal.
"Yah... yah... terserah apa katamu kalau begitu aku mulai ya..."
Arion mulai berjalan dengan pelan mendekati Assassin itu.