
Komen, like sama vote nya ya jangan lupa komen "P" aja udah termasuk komen kalo dan kalo ada kartu vote atau poin jangan dipendem terus kasih vote juga ke novel ini biar semakin maju novel nya.
Kalo ada kesalahan penulisan typo dan lain lain jangan segan kasih tau ya di kolom komentar.
VOTE YA ^_^
Sama kasih πππππ lima kalau kalian suka sama novel ini.
Komen apa aja asal sopan.
Ada novel tema beladiri nanti yang gw buat di like juga ye nanti.
____________________________________
Orang itu langsung mengejar arion yang melarikan diri ke tempat sepi.
Arion melarikan diri dengan cukup cepat memancing lawan nya untuk mengikuti nya.
Arion bergerak hanya menggunakan 30% dari kecepatan yang dia miliki namun itu masih cepat bagi musuh yang dia lawan.
Lawan Arion adalah seseorang dengan penutup wajah dan pakaian yang serba hitam menggunakan 2 pedang di kedua tangan nya dan menurut Arion itu adalah seorang petarung bertipe Assassin yang dapat membunuh target dalam 5 detik.
Namun Assassin itu masih belum sebanding dengan level Arion yang saat ini.
Assassin itu hanya setingkat Chaser Rank [S] dan tidak lebih kuat dari Chaser rank SS/ Absolute Chaser.
...β’β’β’β’...
"Jangan lari pengecut!"
Assassin itu berteriak keras mengejar arion dan dia sama sekali tidak menyadari niat Arion yang sebenarnya.
*Tap.....
Arion di hadang dari depan oleh nya, dan kebetulan mereka sudah berada di tempat yang sangat sepi.
"Sekarang kau tidak akan bisa meloloskan diri lagi, Chaser Arion."
Ucap assasin yang membuka mulut nya kembali.
"Eh? apa kau seorang wanita? wow.... cukup liar sekali ya... seorang perempuan mengejar ngejar ku."
Ucap Arion sambil tersenyum masam didepan nya.
"Khh.... lelucon yang buruk, aku memang seorang wanita dan sekarang aku akan menuntun mu untuk pergi ke neraka!"
*Srgeeekk.....
Wanita Assassin itu menyerang Arion kembali menggunakan dua pedang bermata dua.
Namun Arion masih terlihat santai dengan serangan yang mengarah padanya.
*Seet....
Arion menghindari serangan 2 pedang itu secara bersamaan, pedang yang wanita itu bawa memotong udara dengan serangan yang sangat cepat mengarah tepat di leher Arion.
Sementara itu Arion hanya mengandalkan kedua tangan nya untuk melawan wanita Assassin itu.
β’β’β’β’
Apa ini hanya perasaan ku saja? tapi aku seperti sedang di permainkan oleh orang ini.
Ucap Assassin itu dalam hati yang melihat Arion tersenyum kecil saat menghindari serangan nya.
"Hooh...kau cukup naif ya, ingin membunuh ku namun kemampuan mu sama sekali tidak sebanding dengan ku, itu sama seperti mengantarkan nyawa mu sendiri kau tahu."
Arion berbicara dengan santai sambil menghindari serangan demi serangan yang diarahkan padanya.
"Jangan remehkan aku siala--"
*Buark.....
Wanita itu kehilangan konsentrasi nya saat sedang berbicara dan Arion berhasil mendapatkan celah untuk melakukan serangan balasan.
Arion menggunakan kaki kanan nya untuk mengirim musuh nya ke belakang.
Serangan Arion tepat mengenai bagian dada target nya.
"Uhk...."
Assassin itu menyesuaikan dirinya agar tidak terlalu jauh terlempar oleh serangan nya.
"Pria bernama Arion ini jauh lebih kuat dari ku bayangkan, aku sudah salah mengantisipasi keberadaan nya."
Ucap Assassin itu dengan suara pelan sambil menyesuaikan keseimbangan tubuh nya.
Arion mulai berusaha mendekati wanita itu yang sedang terdiam.
" Wow... apa aku tadi menendang marshmellow? tadi itu sangat empuk sekali seperti makanan."
Arion tersenyum kecil sambil mengejek Assassin itu dengan kata kata nya.
"Tcih.... pria kotor! hentikan pikiran tidak senonoh mu itu."
Ucap Assassin itu dengan melihat gerak gerik Arion, dia tidak menyerang Arion secara sembarangan lagi dan memperhitungkan segala serangan yang ingin dia lakukan.
"Hmm? apa sudah selesai? apa hanya dengan satu serangan dari ku kau merasa takut?"
Arion memprofokasi nya kembali agar dia menyerang nya lagi.
Tidak... dia hanya sengaja memancing ku, jika aku bertindak gegabah aku akan terkena serangan seperti barusan.
Ucap Assassin itu dalam hati.
*Sreet....
Wanita Assassin itu membuat penutup mulut nya dan menjilat bilah tajam pedang nya.
"Maaf saja tapi bagaimana pun caranya aku harus membunuh mu."
Wanita itu menutup kembali mulut nya dan mempersiapkan diri melakukan serangan dengan menggunakan kedua pedang miliknya.
*Ssraaank.....
Wanita itu menyerang Arion kembali menggunakan pedang nya menyerang dengan lebih presisi ke arah vital.
"Huh? sial."
*Sleb....
Arion merasa tubuh nya semakin memberat dan pada akhirnya Arion lengah hingga Assassin itu berhasil menusuk perut Arion menggunakan pedang milik nya.
*Tep...
"Ahahah.... kau memang kuat tapi otak mu sangat bodoh!"
Wanita Assassin itu tertawa dengan keras melihat Arion yang kesakitan karena tertusuk.
*Dubg.....
"Sialan.... apa yang kau lakukan pada tubuh ku..."
Arion berlutut kesakitan sambil memegang pedang yang tertancap di perutnya.
"Huh? apa hanya segitu saja?"
Wanita itu memandang rendah Arion dengan wajah yang tampak senang.
"Kau sudah keringat racun miliku, dan sebentar lagi kau akan pergi ke alam lain, aku mempunyai kemampuan spesial yaitu poison, dengan itu aku dapat menghasilkan racun dengan Dosis tinggi yang keluar dari setiap bagian tubuh ku."
"Ugh.... sial... untuk apa kau melakukan semua ini, aku tidak pernah ingat memiliki masalah dengan seseorang."
Ucap Arion sambil menahan rasa sakitnya.
Dan wanita itu mendekati Arion perlahan lahan.
"Kau tidak perlu tau siapa yang menyuruh ku, yang jelas ini adalah perintah yang harus ku selesaikan jadi.... sekarang matilah!"
Wanita itu menggunakan kemampuan spesial poison nya lewat mulut nya.
Dan mengarahkan pada Arion.
"Uwaaaahhhh!!"
Arion berteriak dengan sangat keras.
"Ah... tapi sepertinya tidak ada gunanya berekting."
"Huh?"
*Bruagh....
Wanita itu langsung terlempar jauh oleh serangan mendadak yang Arion lontarkan padanya.
"Ba--bagaimana bisa, kau seharusnya mati."
Ucap wanita Assassin itu yang terkapar lemas setelah terkena serangan Arion.
"Ah... ya, kau tahu, aku tadinya aku ingin mengorek informasi dari mu tapi kau sudah sangat kelewatan dengan membuang air liur mu padaku, itu sangat menjijikan."
Arion menjelaskan rencana yang sebenarnya dengan berpura pura kalah untuk mengorek informasi dari musuh nya karena Arion merasa jika Assassin ini adalah bagian dari anggota league demon villain.
"Jangan salah sangka, banyak pria yang telah mati oleh cara itu karena terpikat oleh ku."
Ucap Assassin itu.
"Jangan samakan aku dengan mereka sialan!!"
Arion maju menyerang kembali dengan menggunakan kakinya.
Asap seketika muncul dari serangan Arion.
"Wah.... wah.... wah... aku tidak menduga nya jika keadaan nya akan menjadi kacau seperti ini."
Salah satu pria dengan menggunakan pakaian yang sama seperti wanita Assassin itu memblokir serangan Arion.
Arion langsung menjaga jarak dan menjauh dari nya.
"Pas sekali kau rekan wanita itu kan, aku dapat mengorek informasi dari kalian berdua secara langsung kalau begitu."
Ucap Arion yang tersenyum menantang pada pria didepan nya.
"Apa kau ingin melawannya? kalau bisa melarikan diri ku sarankan untuk memakai cara itu, karena bagaimanapun juga dia sudah seperti monster yang tidak mempan setelah terkena serangan racun ku."
Ucap wanita itu menjelaskan dengan pelan pada rekan nya.
"Aku akan menggunakan cara itu setelah melihat kekuatan nya secara langsung."
Di sisi lain Assassin pria itu sama sekali tidak mengindahkan peringatan dari rekan nya dan memilih untuk bertarung melawan Arion secara langsung.