The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
30 [ Terlalu larut dalam kesedihan hanya akan membuat mu semakin rapuh]



Neos mulai mengamuk dan kehilangan kendali menyerang apapun yang ada di depan matanya.


Kemampuan berseker neos membuat nya kehilangan kesadaran dan menghancurkan benda atau apapun di sekeliling nya.


Arion yang berada di sekitar neos bingung dengan yang terjadi pada neos.


Arion mencoba mendekati neos yang mengamuk.


"Hei bodoh! hentikan semua serangan mu, bisa bisa banyak iblis yang datang ke sini."


Omongan arion sama sekali tidak di gubris oleh neos dan semakin menghancurkan segala nya.


Gawat, dia seperti orang gila kalau di biarkan seperti ini aku yang akan di buat kerepotan.


Ungkap arion dalam hati.


Namun saat arion yang mencoba mendekat dan mengehentikan nya, mata neos berbalik arah dan menyerang arion.


*Bughht.....


"Oioi, yang yang benar saja kau mencoba untuk menyerang guru mu sendiri."


Arion spontan langsung menghindari serangan neos yang mengarah padanya.


Tidak salah lagi dia tidak dapat mengendalikan kemampuan khusus nya, kecepatan daya serang nya juga lebih cepat dari sebelumnya nya.


Tapi.....


*Duack.....


Arion yang sedang berpikir langsung di serang oleh neos tanpa henti.


*Back...Buck...tack.


Arion menahan semua pukulan neos yang di arahkan padanya.


Tapi entah mengapa aku menjadi bersemangat untuk bertarung setelah melihat dia mengamuk seperti ini.


Senyuman kecil arion tampak jelas di wajah nya, dia sama sekali tidak terlihat ketakutan dan malah sebaliknya dia menikmatinya bertarung bersama neos.


"Hhha.... ini baru fantastis, ayo neos keluarkan semua kemampuan mu sekarang serang aku sekuat yang lu bisa neos!!!"


Arion semakin bersemangat dan menikmati sensasi pertarungan melawan neos.


Walaupun arion menikmati pertarungan nya dia sama sekali tidak mengeluarkan kemampuan bertarung nya, dan hanya menangkis semua serangan neos.


Karena meski neos mengamuk sekali pun neos masih belum sebanding dengan arion.


Tampak senyuman puas terpampang di layar wajah arion semangat pertarungan memenuhi pembulu darah nya.


Dari wajah arion tampak seperti dia seolah olah memprofokasi neos untuk mengeluarkan serangan yang lebih kuat.


"Ayo!! ayo terus neos!! serang aku dengan semua kekuatan yang kau punya Hhhha."


Arion sangat menikmati pertarungan nya sama sekali tidak memikirkan kondisi tubuh neos yang semakin lama semakin memerah akibat serangan yang melebihi batas pada tubuh nya sendiri.


Arion yang terlalu fokus bertarung akhirnya tidak sengaja menyerang balik neos dengan tendangan memutar ke arah bahu.


*Druaghhh....


setelah terkena tendangan arion Badan neos langsung terlempar saat itu juga.


"Uh sepertinya aku terlalu keterlaluan, apa kau tidak apa apa neos."


Neos langsung duduk terdiam setelah terkena serangan arion.


"Oi, neo--"


"Eh?"


*Duack.....


Neos menyerang arion kembali menggunakan tangan kanan nya namun berhasil di tahan oleh arion menggunakan tangan kiri.


"Hoh.... sepertinya kemampuan berseker mu itu sudah sepenuhnya menguasai tubuh mu ya, baiklah kalau begitu kuat kan dirimu!!"


Arion langsung menyerang neos dengan kecepatan normal.


Arion menggunakan hanya menggunakan 20 % tenaga fisik nya untuk melawan neos.


Namun neos masih neos terlihat kewalahan menghadapi serangan arion.


Namun itu tetap tidak membuahkan hasil, neos masih saja di kendalikan oleh kemampuan berseker nya.


Arion menyerang neos hanya dengan menggunakan satu tangan dan neos menyilangkan kedua tangan nya untuk menangkis serangan arion.


Arion menyerang neos tanpa henti sampai akhirnya neos melakukan serangan balasan terhadap arion dan kecepatan nya naik.


"Cih...keras kepala sekali... berhenti sekarang jangan biarkan kemampuan itu mengambil alih tubuh mu neos!"


*Brack....


Neos memblokir serangan arion dan menyerang balik menggunakan kaki kiri.


Tapi tetap saja arion masih dapat menahan serangan itu dengan sangat mudah.


"Sudah ku bilang mau secepat apa pun kemampuan mu kau masih tidak dapat menyaingi ku."


Sekarang keadaan berganti neos melakukan serangan balasan dan menyerang arion tanpa henti.


Gerakan neos semakin bertambah cepat dan arion masih dengan santai menangkis serangan neos dengan mudah.


Keadaan di sekitar arion dan kind semakin tertutup oleh debu yang besar.


Area di sekitar mereka tertutup oleha debu dan asap tanah tanah yang ada di sekitar mereka menjadi hancur.


Neos masih terus menyerang arion tanpa henti dan melakukan segala cara untuk membuat serangan nya mengenai arion.


Namun setelah beberapa menit berlalu neos masih belum dapat mengenai serangan nya pada Arion sedikit pun.


Dan terlebih lagi arion masih terkesan bermain main dengan nya.


"Hoah... kenapa gerakan mu semakin melambat apa kau lelah? ayo serang aku lagi dengan serangan terkuat mu ini baru seperti pemanasan bagi ku."


Arion menguap dan memprofokasi neos agar dia menyerang lebih cepat lagi.


"Hhurm....hhrm..."


*Plek....


Neos berhenti menyerang dan terkapar pingsan di depan arion.


"Huh... berhenti juga, aku sama sekali tidak menyangka jika kemampuan mu bisa berakibat seperti ini, jika saja yang di samping mu bukan aku, kau pasti telah membunuh orang itu."


Arion langsung mengangkat tubuh neos ke tempat yang hangat agar badannya tidak cidera.


Tapi jujur saja, kemampuan berseker miliknya seberbahaya ini, kalau saja dia lepas kendali bukan di dalam gate itu pasti akan menimbulkan bencana yang menghebohkan.


Terlebih lagi dia sudah dianggap seperti pahlawan oleh para masyarakat karena kesalah pahaman itu.


Tali aku sama sekali tidak marah mengenai itu, karena aku sendiri tidak ingin menjadi seorang pahlawan.


Tujuan ku adalah membasmi para iblis itu apapun yang terjadi meski pilihan ku terkesan egois aku tetap melakukannya dan lagi pula tidak ada yang akan di rugikan tentang pilihan ku ini.


Arion menatap neos dengan tatapan yang seperti melihat keluarga nya sendiri.


Neos ya, meski baru bertemu aku seperti merasa dekat dengan keluarga ku.


Kau mungkin menganggap ku master tapi aku menganggap mu layaknya seorang keluarga.


Selama satu tahun juga aku tidak pernah mengingat kembali soal keluarga ku.


Karena jika aku mengingat tentang mereka itu hanya akan membuat ku rapuh dan akhirnya terlarut dalam kesedihan.


Keluarga ku mungkin tidak selamat dalam insiden iblis dua tahun lalu tapi dengan menjadi kuat aku dapat menyelamatkan orang orang lainnya agar mereka tidak bernasib sama seperti ku.


Aku tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan karena walaupun aku menangis sekuat dan sekeras apapun yang sudah mati tetap tidak akan bisa kembali.


Arion mengeluarkan Air mata saat memikirkan hal itu.


"Huh? ma-master, kenapa aku ada sini bagaimana dengan semua iblis itu."


Neos bangun dari pingsan nya dan arion buru buru menghapus air matanya.


"Tidak, tentu saja mereka sudah kau kalahkan barusan tapi untuk sementara istirahat dulu sekarang agar tenaga mu pulih."


Arion dengan suara yang halus berbicara kepada neos.


"Baik gur--"


Neos tertidur kembali setelah arion menyuruh nya.