
Komen, like sama vote nya ya jangan lupa komen "P" aja udah termasuk komen kalo dan kalo ada kartu vote atau poin jangan dipendem terus kasih vote juga ke novel ini biar semakin maju novel nya.
Kalo ada kesalahan penulisan typo dan lain lain jangan segan kasih tau ya di kolom komentar.
VOTE YA ^_^
Sama kasih πππππ lima kalau kalian suka sama novel ini.
Komen apa aja asal sopan.
Ada novel tema beladiri nanti yang gw buat di like juga ye nanti.
____________________________________
Setelah kejadian itu Arion berpikir jika dia sudah gagal mencari tau letak keberadaan organisasi League demon villain berada.
Arion menyesalkan dirinya karena tidak membunuh kedua orag tersebut dengan cepat.
Padahal jika dia mau, Arion dapat membunuh kedua nya dengan mudah.
Saat itu dipikiran Arion yang merauk semua potensi kekuatan yang dimiliki musuh dan bermain main dengan mereka.
Bisa dikatakan sifat kekanak-kanakan nya Arion adalah suka memainkan mangsa nya yang lemah.
Arion bersikap terlalu lunak pada Assassin pria itu karena dia merasa Assassin itu masih belum mengeluarkan seluruh kemampuan nya.
Dan Arion berniat lebih menggali potensi kekuatan milik musuh agar Arion dapat lebih melihat seberapa kuat organisasi League demon villain itu.
...β’β’β’β’...
Gedung Asosiasi Chaser.
Setelah pertempuran Arion berlangsung tadi malam.
Dia langsung menemui Gregory untuk meminta maaf karena gagal menjalankan misi nya menyelidiki organisasi itu.
Di dalam gedung asosiasi Arion langsung masuk menuju ruangan Gregory berada.
Namun saat Arion ingin memasuki ruangan Gregory, sebelum dia mengetuk pintu ruangan nya suara Gregory sudah terdengar dengan jelas menyuruh nya masuk.
Saat memasuki ruangan nya Gregory sudah duduk di kursi kerjanya.
Seperti saat kemarin, Gregory sudah menyediakan 2 teh hangat untuk nya dan Arion.
"Arion aku tau kau pasti akan datang ke sini, duduklah aku juga sudah mengetahui latar kejadian yang baru saja kau temui."
Gregory menyuruh Arion untuk duduk untuk penjelasan lebih lanjut.
"Tau? menang nya apa yang kau ketahui? apa kau tau kau kemarin bertemu dengan siapa?"
Ucap Arion yang bertanya pada Gregory dilanjutkan dengan dia duduk di sofa nya.
"Ya, aku mengetahui nya, dari alat yang ku pasang padamu."
Saat Gregory berkata seperti itu, Arion tidak paham dengan yang baru saja dia katakan.
"Alat? apa maksud mu, aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan."
*Srupppt.....
Ucap Arion dan dia langsung mengambil teh hangat miliknya dan meminumnya.
"Ya, aku paham dengan standar otak mu maka dari itu aku akan menjelaskan lebih rinci."
Entah itu ucapan mengejek atau tidak Arion sedikit memuntahkan minum nya saat mendengar apa yang baru saja Gregory katakan.
"Dengarkan aku baik baik, aku telah memasang alat padamu tepat sebelum keberangkatan mu kemarin, lihat bahu mu."
Arion langsung melihat bahu nya seperti yang Gregory katakan.
Dan dia menyadari jika di bahu nya tertempel sebuah alat yang kecil berbentuk kancing kecil.
"Woooh. apa ini!? aku sama sekali tidak menyadari nya kemarin."
Ucap Arion yang terkejut.
*Tuck.....
Gregory menarik kembali alat itu dari Arion.
"Sekarang kau tidak perlu memakai nya lagi, sekarang ubah topik pembicaraan nya."
Ucap Gregory yang langsung memegang remot kecil di tangan kirinya.
*Zep....
Gregory menekan sesuatu di remot nya dan seketika di depan mereka terpasang dengan jelas foto kelima demon human dari organisasi League demon villlain.
Tanya Gregory dengan suasana yang cukup intens di sana.
"Ya, aku baru saja bertemu dengan mereka tadi malam, kenapa kau bisa mendapatkan foto mereka? apa kau ada ditempat kejadian tadi malam?"
Arion kembali bertanya pada Gregory yang ada di hadapannya.
"Bisa dikatakan aku memantau semua pergerakan mu tadi malam, dan hanya sedikit saja foto yang berhasil didapatkan karena saat aku ingin mengambil foto saat kau sedang bertarung itu tidak bisa karena alat ini tidak sanggup mengimbangi nya, tapi aku berhasil merekam semua pertarungan mu."
"Umu.... begitu ya, alat yang sangat berguna, jadi apa kau mengetahui sesuatu dari kelima anggota ini?"
Ucap Arion.
"Kurasa aku mengetahui sedikit dengan salah satu anggota mereka, tapi jujur, aku sedikit terkejut setelah melihat mereka yang tidak pergi setelah pertempuran itu terjadi, aku khawatir jika--"
"Kesamping kan soal kekhawatiran mu yang jelas kalau aku masih berada di sini aku akan melindungi semua penduduk Arbanila kalau mereka menyerang."
Ucap Arion yang dengan tegas menyatakan diri akan melindungi semua nya.
"Bagus, kau memang bisa diandalkan, kalau begitu apa tanggapan mu tentang mereka?"
Gregory kembali bertanya pada Arion.
"Ya, bisa dibilang 2 anggota dari organisasi itu memiliki kemampuan yang cukup untuk mengungguli Chaser kelas [S] dan menurut ku mereka masih jauh lebih kuat di banding dengan chaser kelas S kano yang waktu itu aku sempat bertemu dengan nya."
Arion melakukan perbandingan dengan membandingkan Chaser kano rank S dengan Assassin pembunuh perempuan yang baru saja ditemui nya.
"Ucapan mu memang benar, kalau urusan pertarungan 1vs Chaser kano memang tidak terlalu unggul tapi kalau kau membandingkan nya dengan Chaser Crimson pasti itu akan sedikit berbeda."
Pernyataan Gregory yang barusan dia katakan mengisyaratkan jika kemampuan para Chaser Rank S berbeda beda meskipun mereka rank S namun kekuatan mereka tidak semua nya sama rata.
Arion juga mengetahui hal itu dan tidak menyangkal pernyataan Gregory yang barusan.
"Aku sependapat dengan mu, jika chaser Crimson lebih kuat dibandingkan Chaser kano, tapi...bukan itu yang membuat ku bingung namun, aku sedikit lebih ingin mengantisipasi gerak gerik Chaser perempuan itu."
Arion berkata sambil memegang dagunya dan sedikit berpikir.
"Ada 3 Chaser perempuan rank S di negara kita siapa yang kau maksud?"
Gregory kembali bertanya pada Arion dan Arion terlihat sedang berpikir mengenai sesuatu.
"Emm... tidak tidak lupakan itu, aku akan menyelidiki nya sendiri berdasarkan bukti nyata nanti, dan memberitahumu jika firasat ku benar."
Arion menggelengkan kepala nya saat mengatakan hal itu.
Dan kedua nya akhirnya melanjutkan pembicaraan mereka kembali.
...β’β’β’β’...
Di sisi lain negara Arbanila.
Organisasi League demon baru saja kembali dari tugas mereka.
*Bug....
"Sial! memalukan sekali kenapa aku bisa dikalahkan oleh manusia seperti nya! ini merupakan aib bagi ku!! aku akan membunuh nya sekarang juga--"
Salah satu Assassin pria anggota league demon villain tidak terima tentang kekalahan nya dengan Arion.
Dia berniat membalas dendam pada Arion dan ingin menemui nya untuk membunuh nya.
"Jangan berbicara bodoh, gowther kau sama sekali tidak sebanding dengan orang itu, kalaupun kau menemui nya sekarang kau pasti akan mati."
Eksekutif lain yang berada di samping nya berbicara secara terus terang pada gowther.
"Dia benar gowt, kau bertarung dengan seseorang yang sama sekali bukan tandingan mu."
Anggota league demon villain perempuan yang sebelumnya ikut melawan Arion menyatakan pendapatnya.
*Dack....
"Lebih baik kau tidak usah ikut campur poison Ivy, kau sendiri cukup bodoh untuk mengincar nya sebagai mangsa mu!"
Growth melemparkan benda ke arah poison meski tidak mengenai nya.
"Tapi aku sedikit terkejut dengan kalian yang tidak membunuhnya saat itu juga apa ada alasan lain di balik itu?"
Poison Ivy bertanya pada anggota eksekutif yang baru saja membantu mereka berdua.
"Jangan berkata seperti itu, aku tidak cukup bodoh melawan seseorang yang sama sekali tidak bisa ku kalahkan."
Anggota eksekutif yang lain sedikit terkekeh yang mendengar pernyataan itu dari Hawk eksekutif yang membantu mereka berdua.