The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
110 S2 New world [ Kesuksesan misi kedua ]



Setelah menceritakan tentang tujuan dan masa lalu tessia, mereka berdua akhirnya mulai bergerak dengan cepat ke kediaman perdana mentri itu berada.


Jarak nya tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini, dan saat mereka sudah melihat perdana mentri yang sedang berada di kediaman nya, tessia langsung menyusun siasat untuk masuk ke dalam tempat itu tanpa diketahui oleh para penjaga lainnya.


"Tempat itu sepertinya anti serangan sihir." ucap tessia dengan pelan sambil bersembunyi di balik pohon, bersama Arion.


Untuk membunuh dia secara diam diam padahal aku sendiri sudah cukup melakukan nya, tapi mau bagaimana lagi, aku tidak ingin terlalu mencolok dengan mengeluarkan skill ku. ucap Arata dalam hati.


Arion akhirnya bertanya pada tessia.


"Lalu? apa yang selanjutnya kau lakukan?" tanya Arion.


Meski dia tampak serius seperti itu, sebenarnya Arion sendiri hanya berniat membantu kelompok ini, karena firasat nya mengatakan jika Arion mengikuti bloody Raid dia merasa akan mendapatkan petunjuk mengenai asal muasal kekuatan sihir besar yang sebelumnya dia deteksi.


"Kalau begini tidak ada cara lain, anak baru, sekarang lihatlah senior mu ini saat melakukan pembunuhan." ucap tessia.


Setelah mengatakan itu pada Arion, tessia langsung berubah menjadi sosok nenek nenek yang sangat kecil sambil membawa tongkat di tangan kanannya.


Arion yang melihat itu cukup terkejut dengan kemampuan yang tessia miliki.


"Huh? kemampuan macam apa itu, aku sama sekali tidak pernah melihat kemampuan berubah wujud seperti ini." ucap Arion dalam hati.


Tak lama setelah itu, Ariel ikut menanggapi perkataan Arion.


"Manusia itu, apa kau tidak merasakan nya Arion, Energi sihir nya melonjak 2 kali lipat sekarang, seperti nya memang ada yang masih belum kau ketahui tentang organisasi itu." ucap Ariel berbicara pada Arion lewat pikiran nya.


"Ya, perkataan mu memang benar, aku akan bertanya langsung setelah menyelesaikan misi ini." balas Arion.


Di sisi lain, tessia mulai menjalankan siasat nya dengan mendekati kedua prajurit yang sedang berjaga di depan rumah mentri itu.


Kedua penjaga yang melihat kehadiran nenek itu sama sekali tidak menyadari jika itu adalah tessia yang menyamar.


"Hoi, siapa orang tua itu? apa kau mengenalnya?" tanya penjaga itu pada teman sebelah nya.


"Mungkin dia tersesat, apa kau ingin membantu nya?" tanya balik temannya.


Salah satu penjaga itu langsung berjalan ke arah tessia tanpa menghiraukan pertanyaan temannya itu.


Dan saat penjaga itu sudah dekat, dia membukakan badannya dan bertanya pada tessia yang sedang menyamar.


"Apa yang anda lakukan di sini?" tanya penjaga itu, namun tessia sengaja tidak menjawab nya dan hanya menunjuk ke arah rumah mentri.


Namun dengan polosnya penjaga itu malah mengobrol dengan tessia, namun niat asli prajurit itu sebenarnya bukan untuk membantu.


Dia hanya ingin menjarah semua barang bawaan tessia, yang ada banyak sekali emas di tangan tessia.


Dia sengaja melakukan itu untuk memancing prajurit itu untuk mendekat.


Dan yang benar saja, saat prajurit itu lengah tessia mengeluarkan jarum beracun dari kunciran rambut nya dan menusukan itu ke leher prajurit penjaga itu.


"!!!"


*Beppl....


Prajurit itu langsung mati seketika itu juga, karena racun yang ada di dalam jarum beracun itu terdapat racun bunga whisteria yang sangat mematikan.


Prajurit yang atau lagi langsung berlari ingin melaporkan kejadian itu namun Arion dengan sangat sigap memotong kepala nya menggunakan dagger kecil yang diberikan oleh sinon padanya.


"Baiklah waktunya--" percakapan Arion di potong langsung oleh tessia.


"Aku yang akan masuk ke dalam, kau berjaga saja di sini, kau sudah melihat kan kemampuan ku bagaimana, aku sangat mahir dalam membunuh secara diam diam, jadi aku akan bertindak sendiri." ucap tessia, Arion tidak dapat membantah kata katanya, karena apa yang dia katakan memang benar.


Tessia langsung masuk ke dalam ruangan dan berubah kembali menjadi prajurit yang sebelumnya telah dia bunuh.


Di sini banyak sekali penjaga, kalau aku mustahil bisa membunuh mentri itu kalau banyak penjaga seperti ini.


Ucap tessia dalam hati.


Namun, tepat saat dia sedang terdesak, seorang maid berjalan di depan tessia sambil membawa handuk berisi air hangat di dalamnya.


Tessia tersenyum melihat maid itu, tanpa basa basi tessia langsung membuat maid itu pingsan dan memindahkannya di ruang yang sepi.


Setelah melakukan itu, tessia langsung berubah menjadi sosok maid itu dan berjalan memasuki ruangan kamar mentri itu.


Para prajurit yang sedang melakukan penjagaan sama sekali tidak menaruh curiga pada tessia yang menyamar sebagai maid itu, dan saat sudah berada di depan pintu tessia mjali masuk perlahan lahan ke dalam kamar.


"Ohh, kau rupanya, aku sudah tak sabar menunggu kedatangan mu." ucap mentri berbadan gemuk itu.


Saat melihat nya secara langsung seperti itu tessia sangat jijik dengan menteri itu karena dia langsung membuka bajunya saat itu juga.


"Baik tuan, silahkan rileks kan tubuh anda." ucap tessia, menteri itu menuruti nya dan langsung duduk meluruskan seluruh badannya.


Saat mentri terlihat sudah duduk diam, tessia mulai menjalankan aksinya, dia membekap mulut Mentri itu dengan kain basah yang telah dicampur dengan racun bunga whisteria.


"Bhumppp....."


Tangan mentri itu mencakar dan menarik narik tangan tessia namun sia sia, tenaga seorang pembunuh berantai lebih besar dari seorang manusia biasa.


"Percuma, kau akan mati di sini." membisikan kata kata itu ditelinga kanan nya, perlahan-lahan mentri itu mulai melemas, dia tidak terlihat tidak melakukan perlawanan kembali dan mati dengan badan yang penuh dengan darah.


Racun bunga whisteria sangat lah kuat, jika bersentuhan dengan kulit racun itu akan cepat bereaksi dan menyerang sistem saraf sang korban.


Itu adalah satu dari 5 flower posion yang paling berbahaya di dunia, dan dapat membunuh korbannya dalam hitungan detik.


Tessia langsung melarikan diri dari situ dengan berubah menjadi seekor burung yang terbang keluar melewati jendela.


Tessia keluar menuju tempat Arion.


"Ayo, cepat pergi dari sini."ucap tessia yang langsung berubah menjadi manusia dan berlari pergi dari tempat itu.


Arion mengikuti nya dari belakang.


"Kau telah berhasil kan."tanya Arion sambil berlari.


"Shihihi.... tentu saja itu cukup mudah." balas tessia.


Mereka mulai kembali ke markas untuk memberikan laporan selanjutnya.


Soal misi yang baru saja mereka selesaikan.


...••••...


Sementara di sisi lain.


Saat Arion dan tessia berada dalam perjalanan kembali.


Gladius dan Saliva pergi menuju pusat kota setelah melihat laporan di kekaisaran mengenai sang pembedah jantung yang telah membunuh banyak warga di dalam hari.


Dulunya dia adalah seorang pembunuh bayaran yang paling di takuti di ibu kota, dia gemar membedah isi perut korban dan meremas jantung nya.


Karena kebiasaan seperti itu dia sudah terbiasa dan lama kelamaan itu menjadi rutinitas nya, akhirnya petinggi kekaisaran menangkap orang itu dan menjebloskan nya ke penjara tartarus penjara dengan penjagaan paling ketat.


Namun karena usulan bodoh penasihat kanjuro kaisar akhirnya membebaskan orang seberbahaya itu.


Gladius dan Saliva tanpa basa basi langsung menuju ke pusat kota untuk menghentikan kebrutalan dari orang yang ditimbulkan oleh sang pembedah jantung.