
Like ✓
Komen✓
Vote ✓
hadiah klo ada
Komen... ya biar w bisa tau di chapter ini jelek atau kagak.
_____________________________________
Samael yang terpental menghantam beberapa tembok penjara itu terdiam beberapa saat.
Terlihat jelas bagian belakang samael luka parah akibat serangan Arion.
Serangan seperti itu sangat kuat bukan? iblis biasa pasti akan langsung mati terkena serangan pedang ku, barusan.
Arion berbicara di dalam pikiran dengan Ariel.
Di sisi lain.
Samael tampaknya terkejut dengan apa yang arion lakukan padanya.
Aku... aku tidak mungkin dikalahkan oleh sang wadah!
Bagaimana... bagaimana mungkin bisa aku dibuat seperti ini oleh wadah manusia itu....!!
Dengan emosi yang besar samael bangun kembali, luka yang sebelumnya di buat oleh Arion masih belum kunjung hilang.
"Ku akui sang wadah dari heavenly demon memang sangat istimewa kali ini, tapi selagi kau bertarung di sini apa kau pikir nasib bumi yang ada di sana aman?"
Terlihat jelas samael berbicara sambil menahan rasa sakit nya, sebelumnya dia masih ada keinginan untuk melakukan pertempuran kembali dengan Arion.
Namun setelah melihat energi sihir murni yang keluar dari Arion dia baru menyadari perbedaan kekuatan yang besar itu.
Aku tidak bisa melawan wadah ini sendirian, kali ini sang wadah telah melebihi batas kekuatan yang diperoleh, dia sudah setara dengan Ariel heavenly demon. Memperingatkan diri nya dalam dalam akan hal itu.
Samael sengaja memberitahu arion jika raguel sedang menginvasi bumi.
"Apa maksud mu!" Arion menatap dengan tajam ke arah samael.
"Apa kau bermaksud mengancam ku!?"
"Aku tidak mengancam mu sama sekali aku hanya memberikan informasi yang sebenarnya, selagi kau bermain main dengan ku di sini demon emperor lain tampak nya sudah menginvasi bumi tempat tinggal kawanan mu itu, sekarang kau harus memilih melanjutkan pertarungan kita di sini atau menyelamatkan ras mu itu."
Kata kata samael membuat Arion bimbang, jika dia tidak membunuh samael secepat nya dia pasti akan menjadi masalah besar nanti nya.
Tapi di sisi lain, bumi sedang di invasi besar besaran oleh demon emperor.
Arion akhirnya lebih memilih untuk menunda pertarungan nya dengan samael.
"Cihh.... aku akan pergi, lagi pula tugas ku ke sini adalah untuk membebaskan mereka aku sudah tidak ada urusan di sini."
Setelah mengatakan itu Arion membuat gerbang portal yang sangat besar dari batu hitam yang sebelumnya dia pakai untuk masuk ke sarang demon emperor ini.
...••••...
Di sisi lain di negara Arbanila penyerangan sudah terjadi.
Para chaser tingkat S sama sekali tidak berdaya di hadapan para demon itu.
Di 2 antara negara yang diserang sebelum nya Arbanila merupakan negara yang paling banyak memakan korban di pihak Chaser.
Kehancuran terjadi di mana mana, para Chaser mati dengan sangat cepat tanpa memberikan perlawanan sedikitpun.
Para masyarakat penduduk masih aman karena tepat berada di dalam bunker di dalam tanah.
...••••...
"Apa apaan ini, apa ini akhir dari segalanya.... para iblis ini benar benar sangat berbeda..." Gregory saat ini tidak bisa menyembunyikan kepanikan nya.
Dia sangat ketakutan dengan apa yang terjadi sekarang.
Badan badan para Chaser langsung terpotong potong tepat di depan matanya.
Seluruh Chaser kelas S telah tewas sepenuhnya.
Saat Gregory yang sedang panik karena para iblis yang sudah hampir membunuh semua chaser.
Dia tidak menyadari jika salah satu iblis terbang ke arah nya dengan sangat cepat.
"Ini benar benar akhir dari dunia_"
Sebelum Gregory menyelesaikan kata kata nya iblis itu berhasil menebas kepala Gregory.
Dan di saat itu juga tepat saat kepala Gregory terputus Arion sudah berada di lokasi keluar dari dalam gate.
Gregory tewas di depan mata Arion sendiri.
Arion tersentak kaget saat melihat itu secara langsung, Arion lalu mengganti pandangan nya ke sekeliling nya.
Terlihat mayat mayat Chaser sudah terpotong potong tidak beraturan.
Banyak potongan tubuh yang tercerai berai di mana mana.
Namun hanya satu yang membuat Arion semakin marah dengan kejadian itu.
Arion melihat badan neos yang sudah terpisah dari kepalanya.
Begitu juga para Chaser Chaser lain.
Melihat dengan tatapan kosong, Arion terdiam sejenak.
Namun tak lama kemudian datang segerombolan iblis yang sangat banyak.
Para iblis itu terhenti tepat tak jauh dari depan Arion.
Mata Arion menatap para iblis itu dengan tatapan kosong.
Namun aura membunuh luar biasa yang keluar darinya terlihat sangat jelas oleh para iblis itu.
"Aku sudah menunggu mu, wadah reinkarnasi Ariel! jika kau lebih cepat datang kemari mungkin aku tidak perlu repot repot membunuh mereka semua..."
Demon emperor raguel berjalan maju ke depan dengan didampingi oleh 3 gamma Orion di belakang nya.
Saat banyak nya pasukan Raguel sudah terlihat Arion hanya mengucapkan satu kata.
"Keluar!"
*Brussshhhhh .........
Seketika pasukan iblis Arion keluar dari dalam gate itu.
Tapi terlihat jelas wajah Arion masih tampak datar, pikiran sama sekali kosong tidak memikirkan apapun selain membunuh.
Saat pasukan Arion keluar dari dalam gate, raguel terlihat sangat terkejut dengan itu.
"Apa_ apa apaan itu, bagaimana bisa kau mendapatkan pasukan sebanyak itu!" Ucap raguel yang kesal setelah mengetahui kenyataan yang ada.
*Bwusshhhh.......
Angin tiba tiba berhembus dengan sangat kencang.
...••••...
Di sisi lain.
Pihak China yang sedari tadi memantau kondisi negara Arbanila di buat terkejut dengan kedatangan Arion.
"Ketua! sepertinya baru saja ada yang datang ke tempat itu." ucap Bawahan Wang zeming yang melihat menggunakan teropong jarak jauh.
Sebelum nya ketua asosiasi Wang terus memantau kondisi di arbanila namun yang mereka lihat hanyalah kematian yang begitu tragis.
"Tidak mungkin ada manusia yang bisa mengalahkan makhluk sebanyak itu, jangan buang buang waktu sekarang cepat lah siapkan nuklir skala besar untuk meledakkan negara itu!" Jawab ketua Wang.
Namun bawahan nya bersikeras untuk memaksa Wang melihat itu.
"Tidak ketua jangan dulu, coba kau lihat sendiri." Kata bawahan Wang, sambil memberikan teropong itu padanya.
Wang yang sebelumnya tidak percaya dengan kata kata bawahan nya dibungkam dengan kenyataan yang ada.
"Bagaimana mungkin, dia adalah chaser kelas Absolute yang baru baru ini dinobatkan di negara Arbanila! tapi... bagaimana bisa dia mempunyai pasukan sebanyak itu dibelakang nya, terlebih lagi pasukan yang dia bawa adalah iblis!!" Ucap ketua Wang dengan sangat panik.
...••••...
Tanpa basa basi Arion langsung mengeluarkan kembali pedang nya yang berada di inventory miliknya.
Emosi nya saat ini tidak stabil, dirinya dikendalikan oleh emosi nya sendiri.
Raguel yang ada di situ langsung mewaspadai gerak gerik arion.
Bagaimana bisa wadah memberikan fluktuasi aura yang sama dengan para demon emperor.
Sepertinya dia sudah menjadi wadah yang sempurna.
Pikir raguel.
Saat keduanya sedang berdiam diri satu sama lain.
Arion memberikan perintah yang kedua kalinya pada seluruh bawahan nya.
"Bunuh mereka semua!" Arion memberikan perintah keras pada seluruh bawahan nya dengan wajah yang sangat datar.
3 bawahan terkuat Ariel lalu bertarung satu lawan satu melawan gamma Orion raguel.
pertarungan skala besar terjadi, seluruh pasukan saling bertempur satu sama lain.
Namun jumlah perbedaan pasukan antara raguel dan Arion membuat banyak pasukan Raguel yang mati.
...••••...
Arion langsung maju menyerang Raguel dengan sangat cepat, raguel sudah mewaspadai itu sebelumnya.
Dia melemparkan bola bola grafitasi ke arah arion.
Namun Arion mampu menghindari nya dengan gerakan yang tak terbendung oleh raguel.
Dan saat jarak mereka saling berdekatan, Arion sudah menghunuskan kedua pedang nya ke arah leher raguel.
Khh.... kecepatan nya sangat cepat aku tidak bisa menyamai nya!
Ucap raguel dengan panik.
Dia lalu membentang kan kedua tangan nya dan seketika Arion terpental jauh kebelakang menabrak beberapa bangunan dan menghancurkan nya.
*booomm.......
Ledakan besar terjadi saat itu juga.
Dia mempunyai kuasa penuh atas grafitasi.
Arion langsung bangkit kembali dan maju menyerang Raguel.
"Jangan menyerang nya dengan membabi buta tanpa tujuan, dia memiliki kemampuan grafitasi jika kau menyerang nya tak terarah kau sendiri yang akan dikalahkan."
Ucap Ariel memberitahu arion rincian dari kemampuan raguel.
Arion tidak menjawab ucapan Ariel namun dia mendengar kan nya.
Arion melemparkan tebasan api hitam miliknya namun api hitam itu langsung terbelah saat hampir mendekat ke raguel.
Arion berdiam diri sejenak dan mencoba berpikir jernih untuk mengalahkan nya.
Huuuft.... haaah.... dia iblis yang lebih kuat di banding yang sebelumnya, bagaimana pun juga aku harus berpikir tenang untuk mengalahkan nya. Arion berkata dalam hati sambil menenangkan pikirannya dengan menarik napas dalam.
Tanpa dia sadari raguel sudah menarik bangunan bangunan yang hancur sebelumnya, dan melemparkan semua itu ke arah arion.
Arion berlari kembali dengan sangat cepat melihat ke sana kemari sambil menghindari lemparan lemparan bebatuan bangunan yang telah hancur.
"Kerusakan akibat pertarungan ini akan sangat parah, untungnya tidak ada manusia lagi di sini jadi aku bisa bertarung tanpa hambatan." Ucap Arion berbicara dengan Ariel.
"Hahahaha..... ini sangat menarik kau benar benar pantas di sebut sebagai wadah yang sebenarnya!!" Raguel tertawa dengan sangat keras dan saat itu juga bebatuan yang dilemparkan ke Arion makin lama makin cepat terbang ke arah nya.
Arion menghindari serangan lemparan itu dengan cukup cepat namun lama kelamaan stamina nya pasti akan cepat habis jika terus menghindari nya.
"Brengsek, kalau begini aku sama sekali tidak punya kesempatan menyerang!" Arion berhenti dan memutuskan untuk memotong bebatuan itu daripada harus menghindari nya.
*Crank...
*Crank....
*Crank.....
Dengan kecepatan tebasan yang sangat cepat Arion menebas bebatuan itu dengan mudah.
Namun, tiba tiba tubuh nya tertarik ke arah raguel, tarikan itu sangat kuat hingga Arion tidak dapat melakukan perlawanan sedikitpun.
"Eeekkk.... ap_apa....ini...., tubuh ku tertarik sesuatu..." Ucap arion yang sangat terdesak tertarik ke arah raguel.
*Boommm.....
*Bommm....
*Bommm....
Tubuh Arion menabrak bebatuan yang sebelumnya telah disiapkan oleh raguel.
Setelah menabrak bebatuan, tepat setelah itu, raguel sudah siap memasang ancang ancang ingin meninju Arion.
"Guhk.... sialan, aku tidak akan kalah semudah itu!!" terlihat jelas kepala Arion berdarah akibat bertabrakan dengan bebatuan barusan.
Namun karena kali ini dia sudah melihat raguel yang sudah didepan matanya, Arion menyilang kan kedua pedang nya untuk menahan serangan Raguel.
"Sekarang matilah!! Grafity Crusher!!"
Ucap raguel dengan keras.
Dia menggunakan serangan tipuan seolah olah dia akan menyerang dengan tangan nya namun saat sudah dekat dia menggunakan kemampuan grafity crusher nya untuk menghancurkan Arion.
*Duackk........
*Bommm........
Tubuh Arion terpental kembali dengan cukup jauh, dia menghantam beberapa gedung dan menghancurkan nya.
Setelah Arion terlempar jauh dan terlihat tak bangkit kembali, raguel menyerang para bawahan Ariel yang sedang berperang dengan bawahan milik nya.
"Hahaha.... tuan kalian sudah mati! sekarang kalian yang perlu ku bereskan."
Setelah mengucapkan itu, raguel menyerang bawahan Arion dengan membabi buta.
Hampir setengah bawahan Arion terlempar jauh akibat grafitasi milik raguel.
...••••...
Di sisi lain.
Ketua asosiasi chaser China yang melihat pertempuran itu secara langsung di buat ketakutan dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Ini... ini bukan lagi pertarungan antar iblis dan Chaser ini lebih tepat di sebut pertarungan iblis dengan iblis... bagaimana mungkin pertarungan skala besar ini bisa terjadi, tapi mungkin saja kita sedang melihat sebuah legenda sekarang." Ucap ketua asosiasi Wang zeming sambil ketakutan.
...••••...
Di sisi lain.
Arion tampak nya masih sadar meski telah menghantam beberapa gedung hingga hancur.
Dia hanya berdiam diri sambil terbaring penuh dengan darah di seluruh tubuhnya.
Arion terlihat sedang berkomunikasi dengan Ariel.
"Hoi Ariel, apa menurut mu aku bisa mengalahkan iblis itu?"
Tanya Arion, dia terbaring di lantai gedung yang telah hancur.
"Padahal aku sudah bertarung semaksimal mungkin tapi... kekuatan makhluk itu lebih kuat dari dugaan ku, aku benar benar tidak punya peluang untuk mengalahkan nya--"
Perkataan Arion langsung dipotong oleh Ariel.
"Tidak, kau mempunyai peluang sangat besar untuk mengalahkan raguel." di dalam keputusasaan Arion Ariel datang memberikan jawaban atas pertanyaan nya.
"Ini tidak lucu jika di sebut candaan bukan? bagaimana aku bisa melawan iblis pengguna grafitasi seperti nya, aku hanya di buat mainan oleh nya." Ucap Arion.
"Baiklah jika ku tanya padamu, apa yang kurang dalam dalam efisiensi pertarungan mu barusan?"
Meski di saat seperti itu tidak pas untuk melakukan pertanyaan Ariel bertanya pada Arion tentang kekurangan nya dalam melakukan pertarungan.
"Kurang? aku sudah menggunakan semua kemampuan ku tapi tetap saja itu tidak berarti!" Arion membentak Ariel dengan keras.
"Tidak, dalam pertarungan kau terlalu banyak menggunakan kemampuan fisik mu dari pada skill yang kau miliki, melawan pengguna grafitasi seperti nya memang merepotkan tapi kau mempunyai kemampuan skill untuk menangani grafitasi miliknya."
Perkataan Ariel membuat dirinya bangkit kembali dan duduk.
"Skill? skill apa yang kau maksud?"
Tanya Arion.
"Kau dapat memanfaatkan 2 skill untuk melawan nya, gunakan kemampuan Future Observation untuk melihat jalur serangan yang akan di gunakan oleh lawan, dan yang kedua gunakan skill orisinil ku yaitu Ultimate Gluttony skill ini dapat melahap apa saja yang kau inginkan."
Setelah itu Arion bangkit kembali dan bersiap kembali untuk melakukan pertempuran kembali.
" Baiklah, aku akan kembali lagi sekarang." Ucap Arion, dia menggunakan purification untuk menyembuhkan luka dirinya sendiri dan setelah itu berlari dengan sangat cepat ke tempat sebelumnya.
...•••••...
"!!!"
Raguel menyadari kedatangan Arion kembali, namun terlihat jelas dia masih sangat meremehkan Arion.
"Bagi wadah biasa kau memang sangat istimewa karena mampu membuat perlawanan sebesar ini padaku, tapi kemampuan mu masih belum cukup!"
Raguel melemparkan bebatuan bangunan kembali yang sudah hancur.
Di sisi lain, Arion menggunakan skill Future observasion yang dia dapat dari seraphim pertama.
Saat menggunakan skill itu Arion melihat semua nya seperti melambat, dia jadi bisa menghindari semua serangan itu dengan sangat cepat.
Menghindari semua lemparan itu dengan sangat akurat.
Namun, raguel yang tau ada perbedaan antara Arion yang sekarang, dia langsung menjauh dari posisi nya dan melemparkan bola grafitasi besar ke atas.
Bola grafitasi itu menarik semua objek apapun yang ada di bawahnya dan menjadikan bola itu sebagai pusatnya.
"Ghkk..... apaa ini... badan ku terseret lagi...."
Arion ikut tertarik ke atas pusat grafitasi itu.
Namun Ariel tidak tinggal diam, dia memberitahu arion apa yang harus dia lakukan.
"Itu adalah kemampuan pamungkas grafitasi yang dia miliki, cara satu satunya adalah menghancurkan inti dari grafitasi tersebut." setelah memberikan jawaban seperti itu.
Arion mengerti apa yang harus dia lakukan.
"Kalau begitu aku hanya harus memakan nya kan!!"
"Lahap semuanya!! gluttony!!!"
Tepat saat Arion sudah berada dekat dengan pusat grafitasi itu, dia melahap semua reruntuhan yang menjadi dalang dari penghancur tersebut.
Namun tepat inti grafitasi itu sudah Arion lahap.
Raguel menarik tubuh Arion kembali dengan grafitasi miliknya.
Dia sudah bersiap memegang senjata tombak bermata tiga yang dia gunakan jika dalam keadaan terdesak.
Ariel memperingatkan Arion kembali tentang senjata itu.
"Jangan sampai kau terkena tusukan dari senjata itu, karena itu akan langsung menembus ke dalam jiwa dan siapapun akan langsung mati seketika." Ucap Ariel.
Arion tidak menjawab perkataan Ariel.
Dan saat keduanya hampir dekat, raguel berniat menusukan tombak itu pada dada Arion.
Namun.
"Lahap semuanya gluttony....!!"
Raguel masih belum mengetahui sepenuhnya kemampuan penuh dari ultimate gluttony milik Ariel.
Dengan kemampuan itu serangan apapun mau akan langsung dilahap oleh skill itu.
Tidak ada kata terkecuali.
"!!!"
Wajah raguel berubah menjadi ketakutan saat melihat serangan miliknya kembali dapat di tahan oleh Arion.
Namun dia sudah terlambat untuk menyesal, Arion sudah membungkus pedang nya dengan api hitam miliknya.
"Wadah rendaha--"
*Crasshhh......
Kepala Raguel sudah terpotong sebelum dia menyelesaikan kata kata nya.