
Komen, like sama vote nya ya jangan lupa komen "P" aja udah termasuk komen kalo dan kalo ada kartu vote atau poin jangan dipendem terus kasih vote juga ke novel ini biar semakin maju novel nya.
Kalo ada kesalahan penulisan typo dan lain lain jangan segan kasih tau ya di kolom komentar.
VOTE YA ^_^
Sama kasih πππππ lima kalau kalian suka sama novel ini.
Komen apa aja asal sopan
_____________________________________
Para chaser kelas negara Absolute Chaser berada di tempat arena berlatih di dalam gedung Asosiasi.
Tempat pelatihan itu di desain sangat kuat agar para chaser bisa lebih leluasa dalam menggunakan power nya.
Tempat yang sangat kuat dan kokoh ini sangat kuat dan bisa menahan serangan Chaser kelas [S] biasa tanpa tergores sedikit pun.
Namun itu Chaser kelas S berbeda dengan chaser kelas Absolute mungkin tempat itu hanya bagaikan tahu bagi mereka.
...β’β’β’β’...
Elric Alvenso Chaser dari negara Inggris langsung menawarkan Arion untuk ikut dalam latih tanding berkelompok.
Karena Chaser yang ikut dalam pertandingan itu hanya berjumlah 5 orang dan kurang 1 anggota lagi untuk memulai pertandingan kelompok.
Namun yang berada di situ bukan hanya Arion melainkan ada Gregory juga di tempat, seolah olah ingin mengetest kemampuan Arion.
Elric mengajak Arion untuk ikut bergabung dan Gregory sama sekali tidak dilirik oleh nya.
Gregory yang ada di samping arion hanya terdiam dan di dalam pikiran nya Gregory sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, dan jika saja dia dipilih Gregory akan menawarkan hal itu pada Arion untuk menggantikannya.
Dan yang benar saja Chaser itu tidak mengajak Gregory dan hanya Arion yang dia tawarkan untuk ikut, itu menjadi kesenangan tersendiri bagi Gregory karena ia tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan kata kata lagi.
...β’β’β’β’...
Gregory hanya melihat reaksi Arion saat di tawarkan untuk ikut bergabung.
Jika Arion tidak mau, itu akan menjadi masalah tersendiri baginya.
Namun tidak di sangka Arion hanya tersenyum kecil dan mengangguk saat itu juga.
"Aku akan ikut."
Saat kata kata itu keluar dari mulut Arion Gregory langsung berbisik kecil di telinga nya.
"Arion, aku tau kau kuat tapi sebisa mungkin kau harus menyerah jika lawan mu ingin serius, karena kekuatan Chaser Absolute sangatlah berbeda dengan chaser kelas [S] biasa."
Gregory berbisik di telinga Arion dengan menutupi mulut nya dengan tangan kirinya.
"Ya, tidak usah khawatir."
Arion hanya membalas dengan singkat kata kata Gregory dan Arion langsung melompat ke bawah tempat para chaser berada.
*Tap.....
Arion melompat dengan pelan tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
Latih tanding ini di bagi 2 tim.
A Team.
Arion.
Adinata Akarsana.
Elric Alvenso.
B Team.
Baek Yoon go.
Lucas Oliver.
Alexio Valdo.
...β’β’β’β’...
Arion masuk ke dalam barisan tim A di sebelah kanan nya terdapat Chaser dari inggris Elric dan di sebelah kiri Arion ada chaser dari negara Indonesia Adinata.
Arion berhadap hadapan dengan chaser dari negara Korea Baek Yoon go.
Gregory yang ada di atas hanya melihat jalannya pertandingan.
*Brushh.......
Tak lama berselang tanpa aba aba para Chaser langsung maju menyerang satu sama lain.
Korea berbeda dengan yang lainnya mereka menamai pasukan pemburu iblis mereka dengan nama "Hunter" berbeda dengan Arbanila yang memiliki nama organisasi Chaser dalam sistem penyebutan nya.
Hunter korea itu menyerang Arion dengan sangat cepat dan berniat untuk langsung menumbangkan Arion dengan serangan instan yang berfungsi melumpuhkan target dengan sekali serang.
Namun saat dia menyerang Arion dengan niat seperti itu, dan menurut pemikiran nya Arion akan tumbang seketika tak di sangka serangan Hunter absolute Korea tersebut berhasil di tahan oleh tangan kanan arion.
Mata Baek Yoon go langsung berubah saat Arion mematahkan serangan nya.
Dari raut wajah nya terlihat seakan akan melihat Arion seperti batu yang sangat besar dan sulit dia hancurkan.
Chaser ini bukan Chaser sembarangan.... kalau aku hanya bermain main melawan nya aku yang akan kalah.
Ucap Baek Yoon go dalam benak nya dan menyerang Arion kembali dengan kecepatan lebih cepat dari yang barusan dia lakukan.
Sementara di sisi lain.
Arion sedikit terkejut dengan kecepatan yang di keluarkan oleh Baek.
Dan kecepatan normal Baek Yoon go Arion merasa lebih cepat 3 kali lipat di banding pada saat neos menggunakan 100 kemampuan berseker nya.
Arion tidak menggunakan pedang yang berada di pinggangnya dan hanya terfokus menggunakan kemampuan beladiri yang telah dia kembangkan.
"Wah...wah...wah... hanya dalam beberapa menit, mereka mampu membuat tempat ini pora poranda seperti ini, padahal tempat ini sudah di desain khusus untuk para Chaser bertarung."
Ucap Gregory yang menonton pertarungan yang sedang dia lihat dari atas.
Tapi.... bisa melihat bocah Arion itu bertarung seimbang dengan salah satu chaser terkuat di dunia membuat ku menaruh harapan besar padanya.
Mungkin dia akan.menjadi Chaser kelas Absolute pertama yang ada di negara Arbanila ini.
Gregory tersenyum kecil sambil memikirkan hal itu.
...β’β’β’β’...
Arion masih terlihat belum serius dan terkesan bermain main dengan Baek Yoon go.
Arion menghindari serangan Baek Yoon go dengan melihat komposisi serangan yang dikeluarkan dan membaca arah serangan yang mengarah padanya.
Dengan menggunakan cara itu Arion dengan sangat mudah melihat jalur serangan yang musuh arahkan padanya.
*Ck....
Arion mendecakkan lidah nya di tengah serangan yang mengarah padanya.
...β’β’β’β’...
Saat arion sedang bermain main dengan Baek Yoon go.
Chaser absolute yang lain saling tersenyum kegirangan dengan lawan yang membuat mereka semakin bersemangat dalam bertarung.
Para chaser yang lain mulai bertukar serangan dengan lawan mereka.
Sambil menikmati pertarungan itu, Chaser dari Indonesia Adinata Akarsana tampak tersenyum di wajah nya.
Dia menikmati sensasi pertarungan yang selama ini dia nantikan.
Adinata Akarsana selama di Indonesia dia sering menekuni beladiri pencak silat yang nama nya sudah terkenal sampai ke manca negara.
Adinata menekuni beladiri diri pencak silat selama 2 tahun dan dia berguru pada perguruan silat Tapak Suci Merpati Putih yang di buat oleh ayah nya.
Dan sekarang adinata telah menjadi guru dari perguruan silat tersebut.
...β’β’β’β’...
Bukan hanya adinata yang menikmati pertarungan itu begitu juga Chaser lain.
Mereka melampiaskan semua kekesalannya selama ini kepada pada lawan nya dan meski begitu lawan mereka sama sama menikmati pertarungan itu dan mereka sama sama masih belum mengalami luka sedikitpun.
Para chaser Rank [S] biasa yang melihat pertandingan tersebut terkagum kagum dengan kecepatan yang dimiliki oleh para chaser tingkat Absolute.
Namun di sisi lain para Chaser Rank [S] terheran dengan Arion karena dia adalah satu satunya Chaser yang bukan Kelas Absolute namun sanggup mengimbangi Hunter Baek Yoon go.
Para chaser rank [S] akhirnya mengambil kesimpulan jika Hunter Baek Yoon go hanya bermain main dengan chaser Arion karena tidak ingin ia terluka.
Di atas hanya ada Gregory dan chaser rank [S] dari luar negeri yang menonton pertandingan.
Sementara chaser Rank [S] negara Arbanila masih dirawat di rumah sakit karena luka yang mereka terima.
...β’β’β’β’...
Khh.... tidak salah lagi.... Chaser ini.. jika aku tidak mengerahkan seluruh kekuatan ku dia tidak akan bisa ku kalahkan, kalau begitu akan ku kalahkan dia dengan niat membunuh.
Ucap Hunter itu sambil mendengus kesal karena serangan nya dapat di hindari dengan mudah.
Baek Yoon go mulai serius melawan Arion dan mengeluarkan seluruh potensi kekuatan yang dia pendam.