The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
89 [Latih tanding 2 vs 1 ]



Setelah kembali dari Amerika serikat, Arion mulai melakukan hal yang biasa ia lakukan di arbanila.


...••••...


Ruang Latihan Guild Avengers.


Saat ini pukul 14:00 siang hari sudah 3 hari berlalu semenjak kemunculan red di ruang konferensi waktu itu.


Setelah pulang dari negara kembali ke Arbanila, neos meminta Arion untuk melatih nya kembali seperti dulu.


Arion tadinya ingin menolaknya namun karena saat ini juga dia sedang tidak melakukan kesibukan apapun.


Alhasil dia mengabulkan permintaan dari neos.


Neos sengaja meminta hak itu karena aktivitas kemunculan gate juga saat ini sudah kembali normal.


Dan para Chaser tingkat D-A sudah cukup untuk mengatasi nya.


Di sisi lain.


Neos saat ini berada di dalam ruang latihan guild bersama Arion.


Dia akan melakukan latih tanding dengan Arion.


Keduanya berada di atas ring tinju.


Neos berbicara pada Arion.


"Master, ku pikir sekarang aku mungkin dapat melakukan perlawanan yang sengit padamu."


Neos berbicara dengan cukup percaya diri.


Sementara Arion diam saja menanggapi perkataan neos.


"Jadi kapan latih tanding ini akan di mulai?"


Ucap Arion yang mulai melakukan pemanasan dengan merilekskan seluruh otot otot jari tangan tangan nya.


Neos tampak mengambil sesuatu dari saku celananya dan menaruh alat itu di bagian bawah ring.


"Master aku telah menaruh alat di bawah itu akan menentukan dimulai nya pertandingan."


Arion yang mendengar neos mengucapkan hal itu di buat sedikit kesal saat mengetahui hal itu.


"Kenapa tidak langsung mulai saja? memakai alat akan terlalu merepotkan."


"Ah maaf master, aku ingin membuat pertarungan ini agar lebih adil jadi ku pikir ini tidak akan terlalu merepotkan."


Setelah neos mengatakan itu suara tiba tiba terdengar dari alat yang di taruh sebelumnya.


*One....


"Master saat hitungan mulai sampai pada angka tiga pertandingan akan dimulai."


*Two....


Neos berbicara di sela sela suara itu berlangsung.


Arion membalas perkataan neos dengan cukup singkat.


"Ya, aku mengerti."


*Three....


"!!!"


*Booommm........


Saat suara itu tepat pada angka tiga tubuh neos seketika terpental ke belakang.


Itu adalah serangan yang Arion berikan, dia bergerak dengan cukup cepat hingga neos tidak sempat bereaksi untuk menghindari serangannya.


Di sisi lain neos tampak nya kaget dengan serangan mendadak yang terjadi padanya.


"Apa ini, master kenapa kau bergerak dengan begitu cepat."


Tanya neos pada Arion karena dia sebelumnya hanya melihat tangan arion dan setelah itu dia pun terhempas.


Hanya itu saja yang berhasil neos lihat sebelumnya.


"Apa aku terlalu berlebihan ku pikir kau bisa menghindari serangan kejutan seperti itu."


Ucap Arion dengan santai nya mengatakan itu.


"Tidak master bukan karena aku yang tidak bisa menghindari nya tapi kecepatan gerak mu sangat tidak normal, jika dibandingkan dengan saat dulu mungkin aku masih bisa mengimbanginya nya."


Neos perlahan mulai berdiri kembali dan masuk ke atas ring lagi.


Sementara Arion yang masih ada di atas ring sebelumnya, bertanya kembali pada neos.


"Masih ingin melanjutkan nya?"


Tanya arion.


Meski neos merasakan sedikit nyeri pada perut nya akibat hempasan yang Arion berikan, neos tampak nya tidak peduli akan hal itu.


Sementara di sisi lain.


Saat neos dan Arion sedang berbicara satu sama lain.


Datang chaser rank S lain.


Yaitu Sylvia.


Dia rupanya telah melihat pertarungan neos dan Arion sebelumnya.


Dan akhirnya tertarik untuk bergabung bersama neos.


"Itu pertarungan yang buruk tuan neos."


Suara Sylvia datang dari bagian atas langit langit ruangan latihan.


Arion sebelumnya sudah merasakan kehadiran Sylvia namun karena Sylvia tidak memancarkan aura membunuh Arion tidak memperdulikan nya.


"Assassin ya, pantas saja, aku tidak merasakan kehadiran mu."


Balas neos.


Lanjut neos.


Sylvia melompat ke atas ring ke sebelah neos.


"Jangan khawatir masalah kecil itu sudah ku tangani jadi, aku bolehkan ikut dalam pertandingan ini?"


Sylvia tampak kegirangan sambil berkata seperti itu.


Niat aslinya adalah membuat Arion terkesan dengan kemampuan nya Sylvia berniat mencari perhatian didepan arion.


Dia sebenarnya adalah tipe gadis yang menutupi perasaannya sendiri.


Sylvia adalah seorang gadis yang bisa dibilang sangat kaya.


Karena kedua orang tuanya adalah seorang milyuner namun itu harus kandas saat iblis menyerang kedua orangtuanya telah tewas dalam kemunculan iblis pertama kali.


....


....


Kembali pada situasi Sylvia saat ini.


Neos yang mendengar Sylvia mengatakan hal itu tadinya ingin menolak tawaran nya namun Arion berkata dengan mudahnya.


"Oh itu bagus, aku sama sekali tidak keberatan meski kalian berdua melawan ku secara bersamaan."


Ucap arion.


Sementara neos mau tidak mau harus menerima nya karena perbedaan kekuatan yang cukup besar antara Arion harus membuat neos menerima tawaran Sylvia.


"Aku akan serius melawan anda tuan Arion pastikan jika anda benar benar serius sekarang."


Arion yang mendengar ucapan itu keluar dari mulut Sylvia sedikit terkekeh mendengar nya.


Dan selang beberapa detik setelah Sylvia mengatakan itu.


Dia mulai melakukan serangan tanpa aba aba sedikit pun.


Tidak seperti tadi Arion berniat tidak akan menyerang kali ini dan dia berpikir akan terus pada posisi bertahan untuk melihat seberapa kuat kekuatan gabungan dari neos dan Sylvia.


*Bushhh......


Tinju kanan Sylvia mengarah ke kepala Arion.


Arion yang melihat gerakan Sylvia sangat lambat lantas langsung mencengkram tangan kanan nya.


Di sisi lain.


Saat Arion mencengkram tangan kanan Sylvia.


Neos sudah berada di udara dengan mengarahkan tendangan kaki kiri nya ke arah tengkuk Arion.


Arion yang cerdik lalu melepaskan cengkraman tangan kanan nya dan merunduk ke bawah menghindari serangan neos.


Dan.


*Brakkk......


Serangan kaki kiri Arion tepat mengenai wajah Sylvia.


Karena Arion tidak berniat melakukan serangan balik dia akhirnya mundur ke belakang mencari posisi aman.


Sementara Sylvia langsung berlutut ke bawah hidung nya mengeluarkan darah karena serangan kuat yabg mengarah ke wajah nya.


Neos tampak melihat kondisi wajah Sylvia sambil menyentuh nya.


"Uh ini benar-benar tidak terduga, maaf apa kau tidak apa apa?"


Tanya neos sambil memegang wajah sylvia dari dekat.


*Bruukkk....


Karena Sylvia merasa terganggu dengan tangan neos yang ada di wajah nya dia pun mendorong nya untuk menjauh.


"Singkirkan tangan mu aku tidak apa apa bila hanya mendapat luka sekecil ini."


Ucap Sylvia dengan wajah yang sedikit kesal.


Sementara neos dia berdiri kembali dan menghadap Arion.


"Baguslah kalau begitu, kau masih bisa lanjut kan."


Ucap neos dengan sombongnya untuk membangkitkan semangat Sylvia.


"Ini bukan seberapa."


Balas Sylvia kembali.


Neos kembali berbicara pada Arion.


"Master kenapa kau tidak menyerang kami di saat saat begini? kau masih belum serius ya, itu terlihat dari cara bertarung mu yang sangat berantakan."


Neos tampak nya tau dengan posisi bertarung Arion yang lebih memilih bertahan dari pada menyerang.


Sementara itu Kabut putih tebal tiba tiba muncul sesaat setelah neos mengatakan itu.


Neos berniat mengecoh konsentrasi Arion.


Selang beberapa detik.


Serangan dua arah dari atas secara bertubi tubi datang ke Arion.


Neos dan Sylvia bekerjasama dengan menyerang Arion dari atas secara brutal dengan kaki mereka.


Arion yang menyadari itu otomatis langsung menangkis semua serangan cepat yang mereka lontarkan padanya.


"Hmm... cukup cepat, tapi bagaimana dengan pertahanan kalian?"


Arion langsung berpindah tempat secara instan dan kaki neos dan Sylvia berbenturan secara bersamaan.


Mereka langsung tersungkur jatuh ke bawah saat kedua kaki mereka saling beradu.


"Akh... kejadian yang sama terulang lagi...."


Neos memegangi kaki kanan nya yang tampak langsung bengkak setelah beradu dengan serangan Sylvia.