
Setelah terlibat sedikit pertarungan dengan 5 orang misterius itu, Arion langsung mengatakan jika dirinya akan bergabung dan bekerja sama dengan kelompok itu.
Namun sebelum dipercaya untuk menjadi anggota mereka, Arion di bawa ke markas mereka untuk bertemu dengan sang pimpinan dari kelompok itu.
...••••...
Dengan tenang Arion di bawa ke markas oleh kelompok itu.
Perkiraan Arion sebelumnya adalah markas mereka berada di sudut lain dari kekaisaran, namun perkiraan nya salah.
Orang orang itu membawa Arion ke luar kekaisaran yaitu tepat nya ada di sebelah barat.
"Ingat, kalau kau sudah memutuskan untuk bergabung ke dalam kelompok ini, kau harus benar benar memikirkan tentang keputusan mu itu untuk kedua kalinya, karena jika sudah sampai markas itu berarti keputusan mu sudah bulat." gadis itu berbicara pada Arion di saat melakukan perjalanan.
Mereka bergerak dengan cukup cepat namun Arion terlihat masih dengan mudah mengikuti gerakan mereka.
"Tidak salah lagi, orang ini bukan sosok sembarangan, terlebih lagi dia dapat mengalahkan kami dengan sangat mudah, siapa sebenarnya pria ini." gadis itu berbicara sendiri dalam hatinya.
Dan perjalanan mereka terhenti di sebuah bukit tinggi yang di atas nya terdapat sebuah rumah yang terbilang sangat besar.
Arion beserta yang lain langsung masuk ke dalam nya.
"Ketua kami pulang dari misi!" ucap para anggota yang baru saja sampai.
"Oh, yo, kalian kembali ya..."seseorang pria sudah duduk tenang dengan pedang yang terletak di pinggang nya.
Pria itu menyapa anggota lainnya dan mengganti pandangan nya ke arah arion dengan cepat.
"Hmm? siapa orang ini?" pria itu bertanya pada anggota yang lain.
"Aku juga tidak tau, tapi dia bersikeras ingin bergabung ke dalam kelompok ini untuk tujuan nya sendiri." balas salah satu anggota.
"Begitu ya.. tapi... ketua harus tau mengenai orang ini." ucap pria yang sebelumnya.
Tak lama setelah mereka berdua mengobrol datang lagi seseorang perempuan dengan rambut pendek yang diikat kebelakang.
"Oh, kalian sudah datang ya." ucap perempuan itu dengan dingin.
"Ah, ketua! kau sudah datang ya, apa kau membawa oleh oleh?" gadis yang sebelumnya berbicara dengan Arion dengan dingin langsung berubah sikap saat bertemu dengan ketua perempuan itu.
"Ya, seharusnya aku yang bertanya itu pada kalian." jawab seseorang yang dipanggil ketua itu.
Tak lama kemudian, ada 2 orang perempuan dan laki laki yang datang.
Salah seorang perempuan itu menatap arion dengan wajah yang sangat datar.
"Oh kalian juga telah pulang dari misi ya, kalau begitu... bisa kalian jelaskan siapa pria ini?" ucap perempuan yang dipanggil ketua itu, dia memandang Arion dengan intimidasi yang kuat.
Namun Arion sama sekali tidak merasakan apa-apa, dia lalu memperkenalkan diri nya pada semua anggota kelompok itu.
"Begitu ya, apa dia cukup menjanjikan?" saat ketua memberikan pertanyaan tentang itu, lima orang anggota terdiam dan gadis itu menjawab pertanyaan ketuanya.
"Sebenarnya, dia sendiri sudah mengalahkan kamu berlima dengan sangat mudah."
Anggota yang lain tampak terkejut dengan perkataan gadis itu.
"Oi.... oi... oi... apa kau serius? orang ini mampu mengalahkan kalian berlima?" salah seorang pria tidak mampu menahan keterkejutan nya.
"Kalau memang seperti begitu itu berarti dia adalah ancaman!" seorang gadis perempuan yang memiliki pandangan datar langsung membuka sarung pedang nya.
"Tahan dulu!" ucap ketua dari kelompok itu.
"Aku memerlukan penjelasan langsung dari pria ini." ketua itu melirik Arion dengan tajam.
"Sudah saat nya aku berbicara ya, baiklah, seperti nya kau memang ketua dari kelompok ini ya, kalau begitu langsung saja ke intinya, tujuan kalian dan aku hampir sama, tujuan ku ke sini adalah untuk menyelidiki tentang kekaisaran itu, dan bukankah tujuan kalian juga hampir serupa dengan ku yaitu menggulingkan pemerintahan yang ada di sana?" ucap Arion.
Ketua perempuan itu cukup terkejut karena Arion bisa mengetahui niat dari kelompok itu.
"Oh kau sudah mengetahui banyak ya tentang kelompok ini, tapi pendapat mu seperti nya kurang tepat, mulai dari sini aku akan menjelaskan mengenai kelompok bloody raid ini padamu." ucap ketua perempuan tua.
"Bloody Raid?" ucap Arion yang tampak masih bingung dengan arti nama itu.
"Nama itu sendiri adalah yang di berikan oleh pemerintah kekaisaran dalam menamai kelompok kami, seperti yang ku jelaskan sebelumnya, pendapat mu hampir tepat namun tidak sepenuhnya benar, bloody Raid ini sebelumnya adalah nama kelompok pasukan penting yang ada di kekaisaran untuk mengusut tuntas semua hal kotor yang terjadi di sana, namun kelompok bloody Raid di bubarkan tanpa sebab oleh kaisar, dia menyuruh para pasukan lainnya untuk membunuh semua anggota bloody Raid, setelah mereka melakukan itu kaisar menghapus nama kelompok pasukan bloody raid di kekaisaran, namun kami mereka tidak tau jika ada sembilan anggota yang berhasil melarikan diri yaitu kami, dan ternyata saat diselidiki, ternyata kekaisaran menyembunyikan hal yang sangat keji, mereka sengaja menaikkan pajak pribumi dan para penduduk agar untuk menambah jumlah persenjataan yang ada di dalam kekaisaran, mereka juga mengkorup dana dana penduduk untuk menambah uang kas kekaisaran, dan jika ada seseorang yang dari luar kekaisaran yaitu pelancong yang datang untuk melaporkan soal kemiskinan yang terjadi, mereka akan langsung menculik orang itu dan menyiksa nya hingga tewas."
Arion sudah mengerti tentang maksud tujuan kelompok itu.
Bagaimana pun juga di dunia manapun pasti akan terjadi yang namanya ketidakadilan.
Tapi aku baru mendengar jika ada sistem pemerintahan yang sekejam ini.
Ucap arion yang berkata di dalam benak nya sendiri.
"Tapi, bukankah luas kekaisaran itu hanya sampai pada tembok pembatas itu?" Arion bertanya pada ketua itu.
"Tidak, anggapan mu salah, tujuan tembok pembatas itu didirikan untuk membuat luas kekaisaran menjadi stabil dan terkesan lebih rapi, tapi di luar kekaisaran juga ada wilayah yang tidak termasuk ke dalam pusat kota, terutama desa desa terpencil, banyak penduduk yang mati kelaparan karena ulah para bangsawan kekaisaran yang korup itu. dan apapun yang terjadi bloody Raid akan menggulingkan sistem pemerintahan yang ada di dalam kekaisaran, dan membunuh para petinggi yang ada di sana, aku pasti akan membunuh kaisar itu dengan tangan ku sendiri!"
ucap ketua perempuan mengerutkan keningnya dengan sangat kesal.
"Yah, aku sudah mendengar kan cerita ku barusan, memang aku baru mengetahui soal sisi gelap kekaisaran tersebut, dan aku tetap pada keputusan ku, aku akan membantu kelompok mu untuk mencapai tujuan itu, karena tujuan kita hampir sama aku tidak keberatan jika bergabung ke dalam kelompok ini." arion tersenyum setelah berkata seperti itu.
Lalu Arion mendekat ke arah ketua itu dan memberikan tangan kanannya untuk memulai kerja sama dengan mereka.
"Aku akan bekerja sama dengan mu untuk membantu mencapai tujuan yang kau ingin kan!" ucap Arion yang memberikan tangan kanannya.
Ketua itu ikut sedikit tersenyum mendapati keputusan Arion itu.
"Tch... pria yang menarik, kalau begitu selamat datang di kelompok kami, Bloody Raid!" Ketua perempuan itu menerima tawaran kerjasama Arion dan Arion sudah resmi menjadi anggota dari kelompok itu.